
Raka terbangun sebelum subuh ia melihat lea yang tertidur menyenderkan kepalanya di kepala ranjang, lalu raka bangkit dari tidurnya.
Tidak lama azan subuh berkumandang sangat merdu, lalu lea juga tersentak saat azan subuh berkumandang.
"Sudah bangun? tanya lea merenggangkan otot-otot nya karena capek tidur nya tidak nyaman.
"Sudah, sholat subuh dulu yuk! ajak raka
Lea mengangguk kecil lalu ia turun dari atas ranjang, "masih sakit? tanya lea
"Udah nggak! ujar raka
Selesai ambil wudhu mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah, raka menjadi imam untuk ke sekian kalinya, hati lea sangat senang karena raka selalu mau menjadi imamnya.
Selesai sholat lea menyalami punggung tangan raka, kini raka balik ke kamar nya, sementara lea sedang membersihkan kamar nya.
Kini lea menghampiri raka di kamar nya, lea sudah sampai di kamar itu, ia tidak melihat keberadaan raka.
Lea melihat pintu kamar mandi, "kamu masih di dalam mas? tanya lea
"Iya sebentar! ujar raka
Lea sudah menyiapkan segala kebutuhan raka, weekend ini mereka tidak merencanakan kemana-mana.
"Kamu mau kemana weekend ini? tanya raka
"Di rumah aja! ujar lea
Raka mengangguk kecil, lea melihat pinggang raka, lebam tadi malam masih ada bekasnya.
"Masih memar deh mas, emang kebentur tadi malam keras banget ya mas? tanya lea
"Itu memarnya masih belum hilang lho, pasti sakit! ujar lea memegang lebam raka
"Aaakh...duuduuduhh...sakit sayang jangan di pegang! ujar raka
Lea langsung menyingkirkan tangan nya dari lebam raka itu, "kata kamu nggak sakit lagi, bukti nya masih sakit! ujar lea
"Iya nggak sakit lagi kalau nggak di pegang! ujar raka
Setelah mengoleskan salep lagi lea hendak keluar dari kamar raka, karena lea juga mengurus kedua anaknya.
"Kamu hendak ke mana? tanya raka
Lea mengerenyitkan jidat nya, lalu lea menunjuk ke luar, raka langsung mengunci pintu nya.
"Kita boleh bicara penting? tanya raka
"Bicara tentang? tanya lea
Kini raka mengajak lea duduk di balkon kamar, raka menatap lurus, lea hanya terheran-heran saja.
"Mau ngomong apa? tanya lea memulai bicara untuk menetralkan keheningan di antara mereka berdua
"Huufff...!
Raka menghembuskan nafas nya, "tapi tunggu dulu deh! ujar lea
"Pagi gini enaknya kita joging deh mas bareng anak-anak juga! ujar lea
Raka menggeleng-gelengkan kepalanya, "bisa tidak beri aku kesempatan untuk bicara penting bersama kamu! ujar raka
__ADS_1
Sebenarnya lea sangat malas ngobrol berdua dengan raka, karena raka pasti ngomong nya seputar kerjaan.
"Aku malas ngomong tentang pekerjaan, otak aku udah penuh dengan pekerjaan kantoran! ujar lea
Tapi kali ini raka menggeleng cepat, "obrolan kita kali ini bertopik berbeda dari biasanya! ujar raka
Lea menaikan satu alisnya, "oke aku beri waktu kamu untuk bicara penting itu! ujar lea
Raka menghela nafas nya lagi, "berat banget beban masalah kamu? tanya lea
Jari telunjuk raka langsung menempel di bibir lea, "bisa di mulai? tanya raka, lea mengangguk kecil.
"Mau di bawa kemana hubungan yang rumit kita ini? aku sudah berusaha mendapatkan simpati dan cinta kamu! terus kenapa tidak ada tanda-tanda sedikit pun kamu membalas cinta aku?
"Kita sudah menikah sayang, aku mau hubungan kita baik-baik seperti dulu lagi, tolong balas cinta aku!
"Hubungan kita cukup rumit sayang walaupun kita sudah suami istri!, yang merumitkan hubungan kita adalah ego kita masing-masing! ujar raka
Lea mengangguk kecil, hening tanpa bicara lea menghela nafas nya.
"Mau kamu apa? apa kamu mau meminta cinta aku lagi? ujar lea
Hening
"Jika benar iya, aku sudah membuka hati aku untuk kamu lagi, tapi...!
Kembali hening
Membuat raka tambah penasaran dengan ucapan lea.
"Aku sudah membalas cinta kamu, hanya saja hati aku masih sakit, bayangan yang dulu masih terekam jelas di benak aku!
"Hubungan rumit kamu bilang? memang benar hubungan kita sangat rumit bahkan lebih rumit lagi, maaf ego aku masih menguasai diri ini, tapi aku akan berusaha membuang jauh-jauh ego ini! ujar
Raka menggenggam tangan lea penuh harap akan balasan cinta nya.
"Apa? tanya raka
Lagi-lagi suasana di antara mereka hening
"Kabar baik itu, aku telah merasakan getaran cinta kamu lagi di hati ini! ujar lea memegang dada nya.
Raka tidak bisa berkata apa-apa, ia tersenyum sangat bahagia saat cinta nya di balas oleh lea.
"Terima kasih balasan cinta ini, cinta kamu akan aku bawa sampai mati sayang, aku bersumpah tidak akan ada orang ke tiga lagi dalam hubungan kita ini! ujar raka langsung memeluk lea.
Lea hanya mengangguk saja, antara senang dan sedih itu yang ia rasakan.
"Aku sangat menghargai perjuangan cinta kamu, kamu hebat dalam hal cinta, kamu berhasil merebut cinta yang aku buang waktu itu! ujar lea
"Berjanjilah kamu tidak akan meninggalkan aku lagi, dan pertahankan cinta yang sudah ada ini! ujar lea
Raka mengangguk antusias, "aku tidak akan meninggalkan wanita berlian seperti kamu! ujar raka
Setelah banyak berbicara mereka berdua saling tatap menatap, raka sangat bahagia saat ini.
Kriukk... kriukk
Bunyi perut lea pertanda cacing perut nya minta di isi, lea sangat malu karena raka menertawakan bunyi perut nya.
"Haha...kamu sangat lapar? tanya raka, lea mengangguk seraya tersenyum kikuk
__ADS_1
"Sungguh terlalu perut ini, bikin malu saja! batin lea
...
Kini di meja makan hanya tersisa mereka berdua karena mereka datang nya agak telat dari yang lain.
Kedua anaknya sedang bermain dengan humaira di teras belakang.
Raka senyum-senyum melirik lea yang menyuap nasi goreng ke mulut nya, lea yang di tatap oleh senyum manis raka jadi malu.
"Makan nya lahap banget! ledek raka
Lea tersenyum kikuk, "lapar banget ya! ujar raka, lea mengerucutkan bibirnya, pasal nya raka selalu meledek lea.
"Cantik makan yang banyak biar tambah gendut! ujar raka tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipi nya.
Lea jadi udahan makan nya karena raka, "aku nggak mau gendut! ujar lea
"Gemoy mau nggak? tanya raka
Lea berpikir sejenak, "kalau pipi aku gemoy berarti kamu bakalan sering cubit pipi aku! jadi aku juga nggak mau! ujar lea
Raka mengangguk kecil, kini mereka sudah selesai sarapan, seperti biasa lea mencuci piring kotor bekas makan tadi.
Walau mami yulie selalu melarang lea untuk tidak melakukan pekerjaan rumah, tapi lea tetap ngotot ingin mengerjakan nya, mami yulie hanya bisa pasrah.
Raka menemani lea mencuci piring, mereka melakukan pekerjaan dengan berdua, lea yang mencuci raka yang membilas dengan air bersih.
"Awas jangan sampai pecah! ujar lea
pyaarr
Belum sedetik lea bilang tapi raka sudah memecahkan piring, lea langsung geram dengan raka.
"Yah pecah...! ujar raka melihat lea
Lea memasang wajah gregetan ke raka, raka hanya tersenyum kikuk.
"Siap salah! ujar raka
"Niat bantu nggak? baru satu detik aku bilang awas jangan sampai pecah eh langsung di pecahin! ujar lea
"Iya maaf deh! ujar raka nyengir
Lea mengangguk kecil kini mereka melanjutkan mencuci piring itu, sekali kali raka mencium pipi lea yang sedang sibuk mencuci piring, tapi lea hanya diam tanpa penolakan.
...
bersambung...
...---------------...
Ayo dong mampir di cerita baru author yang berjudul "pulanglah mas" yuk para readers mampir di cerita receh author, siapa tau kalian suka!!!πππ
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π