Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 77 (POV Twins) Daddy Dimana?


__ADS_3

Lea melihat raka yang masih memukul-mukul kepalanya itu, air mata ini tak kuasa menahan nya, lea pergi dari ruangan itu dengan perasaan sangat pilu.


Mami yulie bersama papi mahendra juga menatap iba melihat putra nya itu.


Kini mereka bertiga masih menunggu dokter yang menangani raka, lea masih menangis walau isakan nya itu tidak terdengar, namun air mata ini justru mengalir dengan sendirinya.


Sementara mami yulie sedang memeluk papi mahendra, papi mahendra mengelus punggung mami yulie untuk menenangkan nya.


Akhirnya yang di tunggu keluar juga, dokter tersebut menghampiri mereka bertiga.


"Kenapa raka bisa histeris lagi dok? tanya papi mahendra


"Seperti nya pasien teringat dengan masa lalu nya lagi, apa lagi tadi dia juga kaget dengan kedatangan istri nya! ujar dokter


"Sekarang mas raka gimana dok? tanya lea


"Pasien sekarang ini lagi istirahat, jadi kalau anda mau menemui nya lebih baik besok saja! ujar dokter


"Tapi mas raka baik-baik saja kan dok, dia tidak akan berbuat apa-apa kan? tanya lea


"Pasien tidak apa-apa, selama ini pasien tidak pernah melukai diri nya sendiri, pasien hanya manggil anda dan anak anda! ujar dokter itu


Setelah dari rumah sakit jiwa itu, mereka bertiga kembali lagi ke rumah.


Lea dari tadi hanya diam ia melihat ke kaca jendela mobil, air mata nya itu tak kunjung juga berhenti.


Ia masih terisak-isak mengingat kondisi raka, mami yulie juga tidak bisa menenangkan lea.


"Mami, lea salah kan, seharusnya lea tidak menghukum mas raka! ujar lea


"Kamu tidak salah sama sekali, yang salah itu raka, jadi kamu jangan menyalahkan diri kamu! ujar mami yulie


"Yang di bilang mami benar lea, di sini raka lah yang bersalah, bukan kamu! ujar papi mahendra


"Tapi mas raka sekarang depresi pi mi, lea sangat kejam dengan dia! ujar lea


"Jangan menyalahkan diri kamu lea, itu teguran untuk raka, semoga setelah sembuh dari depresi nya, dia tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi! ujar papi mahendra


"Aamiin...! ujar mami yulie


"Mami kadang terpikir, mungkin ini teguran dari Allah untuk raka! ujar mami yulie


"Lea merasa bersalah mami papi! ujar lea


"Sudah, sudah...jangan merasa bersalah lagi! ujar mami yulie menenangkan lea


Setelah sampai di rumah lea langsung menuju ke kamar nya, mata nya sudah sembab akibat menangis.


"Mami, aku langsung ke kamar ya! ujar lea


Mami yulie mengangguk, "istirahat yang cukup ya, jangan sampai kamu juga yang sakit, dan jangan salahkan diri kamu raka jadi begitu! ujar mami yulie


"Iya mami! ujar lea

__ADS_1


Kini lea sudah sampai di dalam kamar nya, ia menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Gimana cara nya anak-anak bisa ketemu dengan daddy nya, sementara mas raka sering histeris gitu! ujar lea


"Sedangkan anak-anak terus menanyakan daddy nya itu! ujar lea


Lea bangkit dari duduknya, ia berjalan ke balkon kamar itu, lea menatap pasangan yang sangat romantis lagi duduk di bangku taman belakang rumah nya itu.


Riki dan aura sekarang ini lagi tertawa bahagia, karena pasangan itu baru bertemu beberapa jam yang lalu, mereka juga sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan memiliki malaikat kecil yang mereka tunggu-tunggu sejak lama.


Lea tersenyum melihat kebahagiaan kakak ipar nya itu.


"Hidup kalian sangat bahagia, sebaliknya hidup aku tidak ada bahagianya, dari dulu aku pengen merasakan kehangatan dari suami aku saat aku hamil zio zia dulu, tapi kehangatan itu hanyalah angan-angan aku saja, yang tidak pernah kesampaian! ujar lea masih memperhatikan pasangan bahagia itu


"Impian aku dari dulu, ingin hidup bahagia dengan pasangan aku juga, tapi hidup bahagia itu hanya sementara yang bisa aku rasakan, yang sering aku rasakan yaitu sakit hati, perasaan aku hancur! ujar lea lagi menghapus air matanya yang sempat jatuh


Lalu lea tersenyum kecil, "bahagialah kalian, jangan tiru jejak aku! ujar lea, lalu ia balik lagi ke tempat semula.


"Besok aku akan ke tempat mas raka lagi, aku sudah berjanji dengan ayah bahwa aku akan membantu penyembuhan mas raka! ujar lea


...


Malam harinya lea sudah berada di dapur, seperti dulu lagi ia masih tetap biasa melakukan aktivitas di dapur, ia sering membantu mami yulie dan art rumah ini.


"Lea senang mi, akhirnya lea bisa ke sini lagi, ngumpul bareng kalian! ujar lea sedang memotong-motong wortel


"Mami juga senang, akhirnya kamu mau balik ke sini lagi! ujar mami yulie


"Sudah banyak yang berubah ya mi, mbak aura sekarang lagi hamil, humaira sudah kerja, dan! lea tidak melanjutkan ucapan nya


Selesai memasak dan menyajikan makanan di meja makan, kini keluarga besar itu menyantap makanan nya.


Lea masih melamun sambil mengaduk-aduk makanan nya di atas piring, semua orang menyadari itu bahwa lea sekarang ini pasti memikirkan raka.


"Mommy! ujar zio memegang tangan mommy nya itu


Namun lea tetap saja melamun, "mommy, zio pengen di suapi sama mommy! ujar zio


"Zia juga mommy! ujar zia


Lea tidak mendengar panggilan dari anaknya itu, lamunannya masih berlanjut.


"Kak anak kakak manggil tuh! ujar humaira


Lea tersentak kaget dengan tepukan di bahu yang humaira lakukan.


"Ya! ujar lea


"Tuh anak kakak minta di suapin! ujar humaira


"Iya, mommy ini kenapa melamun sih! celoteh zio


"Mommy sakit? tanya zia

__ADS_1


"Mommy tidak apa-apa! ujar lea


Kini lea menyuapi makanan ke anaknya itu, selesai makan lea menemani kedua buah hatinya itu bermain di kamar nya.


"Mommy, daddy dimana? tanya zia memasang wajah cemberut


"Daddy kerja, kita belum bisa menemuinya! ujar lea


"Apa bertemu dengan daddy harus ada jadwal nya juga? tanya zio


Lea tertawa kecil, "haha, putra mommy ada-ada saja, mana mungkin bertemu dengan daddy sendiri harus ada jadwal nya dulu!


"Untuk sekarang ini daddy tidak bisa kita temui karena daddy kerja nya sangat jauh, mommy sendiri juga tidak tau dimana! ujar lea berbohong


"Apa kita tidak bisa telepon daddy? tanya zia


"Di sana tidak ada sinyal sama sekali, ya jadinya kita tidak bisa menelepon daddy! ujar lea


"Kalau kirim surat dengan burung merpati! ujar zio


Lea mengerutkan keningnya, "kirim surat itu tidak gampang juga sayang! ujar lea


"Hiks...hiks...hiks...! tangis mereka berdua


"Lho kok kalian nangis? tanya lea


"Kita sudah di sini mommy, tapi daddy tidak ada, kita kangen daddy! ujar zio di sela-sela tangis nya


"Zia kangen daddy, mommy, zia rindu daddy! ujar zia


"Mommy juga rindu dengan daddy kalian, tapi mau gimana lagi, daddy sangat jauh! ujar lea


"Daddy...hiks...hiks...! tangis mereka berdua memanggil daddy nya


"Mommy, aku mau sama daddy...! pekik zio


"Huaaa... daddy dimana? tanya zio lagi


"Nanti yaa...! ujar lea menenangkan mereka, mereka masih menangis, membuat lea ikut pusing dengan rewelan mereka.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2