
Lea menatap wajah anaknya itu penuh dengan kasih sayang.
Pagi ini Lea tidak menyiapkan segala kebutuhan suaminya, ia hanya duduk termenung di sofa ruang keluarga.
Sarapan pagi juga sudah di siapkan oleh bik iin di meja makan.
Sedangkan kedua anaknya lagi bermain di taman belakang bersama bik iin, sementara Raka lagi kesusahan menyiapkan keperluan nya sendiri.
Seperti biasa ia tidak tau dimana letak kaus kakinya.
"Hadeh kalau istri ngambek gini emang susah, susah cari barang milik sendiri! keluh Raka, ia mengeluarkan semua baju-baju yang sudah tersusun rapi di dalam lemari pakaian.
Raka mengaruk-garuk kepalanya, ia pusing sendiri apa yang telah dia perbuat.
Raka sudah menyerahkan akhirnya dia memanggil istrinya juga.
"Sayang...! panggil Raka
Keringat sudah bercucuran di pelipis nya, "aduh berkeringat lagi! ujar Raka menghapus keringat nya
Panggilan Raka tidak dihiraukan oleh Lea, malahan Lea menutup kedua telinganya menggunakan tangan nya.
"Sayang...! panggil Raka lagi
Lea masih menutup kedua telinganya, Raka turun ke bawah mencari istrinya itu, ia mendapati istrinya itu yang lagi menutup kedua telinganya.
"Ayolah sayang jangan marah lagi sama aku! ujar raka
Lea tetap saja pada pendiriannya, ia tidak mau melirik suaminya apa lagi untuk bicara saja dia tidak mau.
Raka jongkok di hadapan istrinya itu, Raka menatap dalam-dalam wajah istrinya itu, yang masih sembab karena efek dari menangis semalam.
"Help me baby! ujar Raka
Lea malah membuang mukanya, dia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Raka.
Lea menaiki anak tangga, Raka mengikuti istrinya itu, "istri ku yang paling cantik se dunia, jangan diamin aku seperti ini! bujuk Raka, sambil mengikuti istrinya itu.
Lea membuka pintu kamarnya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar yang semulanya rapi, bersih kini sudah berserakan.
Seperti yang pernah Raka lakukan waktu itu, kali ini Lea tidak memarahi Raka seperti waktu itu.
Malahan kali ini Lea sendiri yang merapikan nya kembali, dia tetap diam tanpa mau bicara sekali pun.
"Sayang maaf ya aku berantakin! ujar Raka
Tetap saja Lea diam, dia tidak mau bicara sama sekali.
Lea mengambilkan kaus kaki yang di minta Raka tadi, Lea menjulurkan kaus kaki itu ke suaminya.
Raka menerima kaus kaki itu, dengan usilnya Raka menarik tangan Lea, alhasil Lea terjatuh ke pangkuan nya.
"Baby, please talk to me! ujar Raka, mengecup singkat bibir ranum istrinya itu.
Lea mendorong tubuh Raka, ia langsung bangkit dari pangkuan suaminya itu.
"Maaf mas, aku masih sakit hati sama kamu, apa lagi kamu berbohong!
Raka menarik nafasnya dalam-dalam, sudah berbagi cara ia merayu istrinya itu, tapi tetap saja Lea tidak mau bicara.
__ADS_1
"Sayang! ujar Raka sambil memasang wajah iba.
Lea melanjutkan membereskan pakaian yang berserakan tadi.
"Kenapa nggak sekalian saja kamu buat kamar ini hancur, kata kamu nggak capek kerja dua kali gini! umpat Lea dalam hatinya
"Bidadaa--!, ucapan Raka di potong oleh Lea, ia mengangkat tangannya untuk diam dan berhenti berceloteh.
"Bisa diam nggak sih? ucap Lea mengertakan giginya.
Raka langsung merapatkan bibirnya, "Dari tadi aku liatin aja kamu mas, nggak tau apa aku ini lagi capek!
"Capek hati, capek pikiran, capek fisik, dan semuanya capek! ujar Lea.
Raka mendekati istrinya itu, lalu ia memeluk Lea, Raka mengusap-usap lembut punggung istrinya itu.
"Maaf sayang! lirih Raka
Lea menangis dalam pelukan suaminya itu, semuanya ia tumpahkan ke suaminya itu, mungkin dengan menangis hati nya lebih plong dan beban di hatinya itu bisa berkurang.
"Aku minta hari ini kamu jangan kemana-mana!
"Tetap di sini saja, jangan pergi ke kantor dulu! minta Lea ke suaminya itu, Raka menganggukkan kepalanya, "iya aku hari ini nggak ke kantor! ujar Raka.
Raka mengajak Lea untuk duduk di sofa, "Sekarang coba ceritakan apa yang kamu rasakan, dan kenapa juga aku diamin aku? tanya Raka.
Lea sudah mulai tenang, sebelum ia mulai bicara ia menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu.
"Kamu tau kenapa aku diam dan tidak mau banyak bicara sama kamu! ujar Lea
Raka menggeleng sambil menghapus sisa-sisa air mata istrinya itu.
"Aku tanya sama kamu!
"Jawab dengan jujur tanpa ada kebohongan! ujar Lea
"Kamu mau nanya tentang apa? ujar Raka
"Kemaren kamu kemana? tanya lea
Raka tampak kelimpungan dengan pertanyaan dari Lea, "aku...aku...aku meeting sayang! ujar Raka gelagapan
"Emang ada ya meeting hari libur? tanya Lea
"A-ada buktinya kemaren itu apa! jawab Raka
"Terus kok pamitnya sama aku, kamu ke kantor, kan kemaren tanggal merah lho! ujar Lea
"Hmm...anu, hmm...ke-kemaren aku ambil berkas sama dokumen yang ketinggalan di kantor! ujar Raka gugup
"Kenapa harus bohongi aku? tanya Lea, ia merasa ada sesuatu yang di tutupi oleh suaminya itu.
"Aku kira kamu tau kalau kemaren itu hari libur! ujar Raka
"Kenapa aku kirim pesan kamu nggak balas?, apa segitu pentingnya meeting itu? tanya Lea
"Kemaren...hmm...aku sibuk! jawab Raka berbohong lagi
"Terus kenapa juga pulang nya lama? tanya Lea
__ADS_1
"Kamu main kemana dulu setelah meeting itu selesai? tanya Lea lagi, Raka mengaruk-garuk kepalanya, Raka pusing mau jawab apa, dia sudah kehabisan alasan untuk menjawab pertanyaan dari Lea.
"Aku meeting sayang! ujar Raka asal
"Adakah meeting sampai se sore itu? ujar Lea lagi, semua pertanyaan ia limpahkan ke suaminya itu.
"Iya meeting! ujar Raka lagi
Lea mengangguk-angguk, ia merasakan ada yang aneh dari sikap suaminya itu.
"Aku rasa ada yang aneh pada diri kamu mas, tapi aku tidak tau itu apa, aku merasa kamu bohong lagi mas! batin Lea
Lea kembali diam, ia beranjak dari tempat duduk nya dan ia memilih untuk keluar kamar.
Di dalam kamar hanya Raka yang duduk termenung, lamunannya buyar karena hp nya bergetar.
~Honey kenapa lama sekali ke kantor nya?, apa istri kamu masih butuh kamu?~siaka
Itu isi pesan Siska yang di kirimkan ke Raka, lalu pesan dari Siska masuk lagi ke hp Raka.
~kapan ada waktu nya dengan aku?, masa kamu bersama istri kamu terus sih!~siska
Raka membaca pesan itu, lalu Raka membalas pesan itu.
~Maaf sayang aku hari ini tidak ke kantor dulu~ Raka mengirimkan pesan singkat itu
Tidak lama dari itu Siska pun membalas pesan dari Raka.
~kenapa?, apa dilarang sama istri kamu?, masa kamu mau-mau aja di perintah oleh istri kamu, kamu itu kepala keluarga lho!~siska
Raka membalas pesan dari Siska
~Ini urusannya beda, ini menyangkut rumah tangga aku, coba kamu mengerti sedikit~ pesan Raka, ia kesal dengan Siska kenapa ia tidak pernah mengerti sedikit dengan nya.
"Coba ngertiin aku sedikit kenapa! umpat Raka membuang sembarangan hp nya.
Dia menjambak rambutnya frustasi, lalu ia pergi menyusul istrinya tadi.
Lea kembali duduk di sofa tempat ia termenung tadi, ia kembali seperti semula.
Raka menatap Lea dari belakang, ia menatap dengan tatapan iba.
"Maafin mas sayang, mas selalu menyakiti perasaan kamu! batin Raka.
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1