Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 71. Sangat Menghawatirkan Keadaan Pasien


__ADS_3

Kini lea sudah sampai di rumah nya, dia masih duduk di dalam mobil, ia menghapus jejak air matanya, supaya orang rumah tidak tau kalau dia habis menangis.


"Huff...sudah lea kamu harus kuat, jangan nangis di depan ayah ataupun bunda! gumam lea


"Mommyyyy...! teriak kedua anaknya


Lea mengintip dari dalam mobil, ia melihat kedua anaknya yang sedang berlari ke arah mobil nya.


Lea tersenyum melihat kedua anaknya yang kelihatan gembira gitu.


"Sedih ku seakan hilang melihat mereka lagi bahagia! lirih lea, lalu ia turun dari mobil itu.


"Assalamualaikum...! ujar lea memberikan tangan nya ke mereka.


"wa'alaikumussalam mommy! ujar mereka meraih tangan lea, lalu mereka menyalami punggung tangan mommy nya itu


"Kenapa mommy pulang nya cepat? tanya zio


"Mommy kangen sama kalian! ujar lea


"Kita baru saja ketemu mommy! ujar zia


"Mommy tidak ingin jauh-jauh dari kalian! ujar lea mengelus-elus pipi gembul kedua anaknya


Lea masih mengelus-elus pipi anaknya itu, ia menatap kedua anaknya itu, mata nya kembali berembun.


"Mommy nangis? tanya zio


"Nggak, mata mommy sedikit perih! ujar lea berbohong


"Mommy, kita kapan ketemu daddy? tanya zia dengan berbisik


Lea menghela nafas, "nanti ya, kita cari waktu luang dulu! ujar lea


"Apa masih lama mommy? tanya zio


"Hmm... mommy juga tidak tau, tapi secepatnya! ujar lea tersenyum menyakinkan anaknya itu


"Jangan lama-lama mommy, zio kangen banget sama daddy! ujar zio


"Zia juga kangen! ujar zia


"Iya, nanti mommy atur waktu nya dulu! ujar lea


Kini lea mengajak anaknya itu masuk ke dalam rumah, di ruang keluarga ternyata kakek harto lagi duduk santai di temani juga oleh bunda inka, sementara ayah arka lagi ada urusan di luar.


"Lho kok kamu pulang nya lebih awal? tanya kakek harto


"Nggak papa kek, lea nggak enak badan aja! ujar lea


"Nggak enak badan atau ada hal lain yang kamu tutupi dari kami? ujar kakek harto menatap lea dengan tatapan menyelidik


"Nggak kek, lea nggak enak badan aja! ujar lea


"Papa jangan gitu sama cucu sendiri, mungkin lea emang nggak enak badan pa! ujar bunda inka ke kakek harto


"Siapa tau, papa kan cuma tanya aja! ujar kakek harto


"Kakek lea benaran nggak enak badan! ujar lea


"Istirahat gih kalau nggak enak badan! titah bunda inka


"Iya bunda, ini lea mau ke kamar!


"zio, zia ikut mommy yuk, kita bobok siang bareng! ajak lea


"Yeeey...bobok barang mommy! teriak mereka dengan senang nya

__ADS_1


Mereka pergi ke kamar, setelah sampai di kamar lea langsung menaikan kedua anaknya itu ke atas ranjang.


"Sekarang kita bobok! ujar lea


Mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur, zio tidur dekat dengan mommy nya, sementara zia agak jauh dari mommy nya.


"Kakak, zia dekat mommy! ujar zia tidak terima, ia juga ingin tidur dekat dengan mommy nya.


"Kakak lebih dulu dapat tidur dengan mommy, adek di sana saja! ujar zio lalu memeluk mommy nya


"Hikss... mommy! rengek zia


Lea masih memicingkan matanya, "mommy! ujar zia berdiri di atas kasur lalu ia mendekati mommy nya


"Adek, kakak dulu yang dapat tidur dekat dengan mommy! ujar zio mendorong tubuh zia


Lalu zia terjatuh, untung saja dia tidak jatuh ke lantai.


"Hiks... mommy.... hikss...! tangis zia


Lea yang melihat itu lalu mengambil zia, "zio kasihan adek nya, lain kali jangan dorong adek nya, nanti adek bisa jatuh! ujar lea


"Kalau ada daddy kamu, udah pasti kamu di marahin! ujar lea


"Adek salah mommy! ujar zio


"Zio mau tidur dekat mommy! ujar zio


"Udah jangan bertengkar lagi! ujar lea


Lalu lea pindah posisi tidurnya, kini lea tidur di tengah dan zia sebelah kanan lea, sementara zio sebelah kiri lea.


"Begini solusi yang tepat untuk kalian berdua! ujar lea


Lalu mereka berdua diam dan memeluk mommy nya itu, hati lea terasa tenang saat anaknya itu memeluk dia.


"Adek juga! ujar zia


"Kakak juga! ujar zio


"Jadi ingat sama mas raka, dia kan juga sering bertengkar dengan anak-anak nya, mas raka juga berebutan juga ingin tidur dekat dengan aku!


"Tapi itu cuma kenangan indah dulu saja, kini kami sudah berpisah, mana mungkin bisa terulang lagi! batin lea


Kedua anaknya tertidur pulas karena lea mengelus-elus dengan lembut rambut anaknya itu.


Lea tertawa kecil, "haha, sudah tidur saja kalian, tadi berantem sekarang anteng-anteng ya kalau lagi tidur gini! ujar lea


Kini lea juga ikut memicingkan matanya.


...


Di Indonesia hari sudah menunjukkan pukul dua malam, sementara di Amerika masih pukul dua siang, perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika yaitu 12 jam.


...


Jam 02.00 dini hari mami yulie tersentak karena dia bermimpi bertemu dengan cucu nya.


"Cuma mimpi saja! gumam mami yulie, lalu ia pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Mami yulie melaksanakan shalat tahajud, setelah selesai sholat mami yulie menengadahkan kedua tangannya.


"Ya Allah ampunilah dosa hamba dan keluarga hamba!


"Hamba tau anak hamba salah ya Allah, tapi hamba tidak tega melihat anak hamba mengalami sakit depresi seperti itu, sembuhkan lah raka ya Allah!


"Hamba juga merindukan kedua cucu hamba, dengan izin mu pertemukan hamba dengan cucu-cucu hamba ya Allah, luluhkan lah hati lea untuk mau membantu proses penyembuhan raka ya Allah, aamiin! lirih mami yulie

__ADS_1


Setelah selesai berdo'a mami yulie masih duduk di atas sajadah nya, ia menangis mengingat nasib putra nya yang berujung mendekam di ruang PICU rumah sakit jiwa.


"Ini teguran dari Allah untuk mu nakkk...! lirih mami yulie dengan pilu nya.


"Mami sangat-sangat luka nak, hati mami luka saat mendengar kabar buruk yang kamu lakukan ke keluarga kamu, kamu tega menyelingkuhi istri kamu! lirih mami yulie


"Semoga dengan teguran yang di berikan oleh Allah untuk kamu, kamu bisa berubah! ujar mami yulie di sela-sela tangis nya.


...


Malam berganti pagi kini papi mahendra dan juga mami yulie lagi pergi ke RSJ untuk menjenguk raka.


Sesampai nya di sana hal yang pertama di lihat oleh mereka adalah, raka yang sedang ngamuk-ngamuk, dokter dan perawat yang biasa menangani raka, mereka tidak bisa menenangkan raka.


"KALIAN PEMBOHONG, MANA ISTRI DAN ANAK SAYA, KALIAN PEMBOHONG! teriak raka ke dokter dan perawat itu


"Tenang kita pasti akan bertemu dengan mereka! ujar dokter itu


"SAYA TIDAK BUTUH JANJI DARI KALIAN! ujar raka, lalu ia membanting semua peralatan yang di bawa oleh perawat tadi.


"Hiks...istri saya...kembali kan mereka kepada saya....hiks...istri saya anak saya...kembali kan mereka...hiks...! tangis raka, setelah tidak ada barang yang akan ia banting kini ia menjambak-jambak rambutnya.


Papi mahendra juga ikut masuk ke ruangan PICU itu, sementara mami yulie hanya menunggu di luar karena ia tidak sanggup melihat raka seperti itu.


Raka melihat papi nya itu, lalu ia menunjuk ke arah papi mahendra, "istri saya kamu kemana kan? ujar raka ke papi mahendra


"Nanti kita akan bertemu mereka! ujar papi mahendra


"TIDAK, saya mau nya sekarang, jangan bohongi saya lagi, tolong kamu bawa istri dan anak saya ke sini! ujar raka hendak memukul papi mahendra, beruntung dengan sigap perawat laki-laki itu memegang raka, kalau tidak sudah pasti papi mahendra kena amukan raka.


"Beri dia suntik penenang! ujar dokter itu, lalu salah satu perawat yang lain menyuntikkan obat penenang ke raka.


Tidak lama setelah itu tubuh raka langsung lemas, dia di bawa oleh perawat ke tempat tidur nya.


"Anda tidur di sini ya! ujar perawat itu, lalu raka menurut saja.


Kini dokter dan yang lain sudah pergi ke luar ruangan PICU itu.


"Kenapa anak saya bisa seperti itu dokter? tanya papi mahendra


"Awalnya pasien teringat lagi dengan anak dan istri nya, entah kenapa dia mengamuk-ngamuk sendiri, lalu pasien tidak bisa tenang!


"Apa bapak sudah menemukan istri dan anaknya? tanya dokter itu


"Kami sudah menemukan mereka, tapi istri nya menolak untuk menemui raka! ujar papi mahendra


"Apa tidak bisa di bujuk?


"Saya sangat menghawatirkan kondisi pasien saat ini! ujar dokter itu


"Kami akan berusaha dok! ujar papi mahendra


Setelah banyak berbicara dengan dokter itu, kini mereka pergi dari rumah sakit itu.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2