Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 60. Selamat Bertemu Dimeja Hijau


__ADS_3

Malam harinya semua orang sudah tertidur, kecuali Lea dia masih duduk menatap anaknya.


"Maafin mommy sayang, mommy harus memisahkan kalian dari daddy kalian! lirih Lea mengelus-elus rambut anaknya.


"Ini hari yang tepat untuk kita pergi! ujar Lea


Lea dari kemaren-kemaren sudah menyiapkan barang nya dan juga anaknya itu.


Lea mengendong Zia lalu Lea membawa Zia ke dalam mobil nya, lalu Lea kembali ke atas untuk mengendong Zio.


"Maafin Lea mami, Lea tidak sanggup hidup dengan mas Raka lagi! gumam lea menatap rumah yang selalu membuatnya bahagia.


Tapi kebahagiaan itu sudah sirna begitu saja.


"Aku akan menggugat cerai kamu mas! lirih Lea menghapus air matanya.


Kini Lea pergi membawa kedua anaknya, dia melajukan mobilnya ke rumah Acha.


Sesampai nya dia di sana Acha sudah menunggu kedatangan Lea.


Acha langsung memeluk Lea sambil mengusap-usap punggung lea, "yang sabar Lee, gue merasakan gimana rasa sakit hati lo! ujar Acha melepas pelukannya.


"Bantu gue gendong anak gue! ujar Lea.


Mereka mengendong anaknya itu ke kamar yang sudah di siapkan oleh Acha.


"Cha! ujar Lea menitikkan air matanya.


"Udah Lo jangan tangisi laki-laki brengsek itu lagi! ujar Acha


"Gue nggak salahkan untuk pergi dari rumah dan membawa anak-anak gue? tanya Lea


"Menurut gue, Lo nggak salah sama sekali lee, yang Lo lakuin itu udah benar, gue kalau jadi Lo udah pasti gue minggat dari rumah, gue akan melakukan yang sama seperti Lo ini! ujar Acha


"Eh, iya gue mau tanya sama Lo, tapi Lo jangan marah! ujar Acha


"Lo mau tanya apa? ujar Lea


"Semenjak kapan sih pak bos selingkuh sama sekretaris nya itu? tanya Acha


"Sejak gue nggak ada di rumah dulu, mereka udah pacaran Cha! ujar Lea


Acha mendengar nya sangat syok, "gila udah lama ya! ujar Acha menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Terus Lo sekarang mau apa? tanya Acha


"Cerai, cerai adalah salah satu jalan terbaik yang gue ambil, gue nggak mau hidup menderita lagi Cha, gue pengen bahagia bersama anak-anak gue! ujar Lea


"Iya, jalan satu-satunya ya cerai! ujar Acha


"By the way, nyokap sama bokap Lo udah tau? tanya Acha, Lea menggelengkan kepalanya


"Gue takut kasih tau mereka Cha, gue nggak sanggup melihat ayah gue akan marah besar, kalau tau semuanya! ujar Lea


"Nggak mungkin Lo tutup-tutupi ini kan dari nyokap ama bokap Lo! ujar Acha


"Nggak tau gue Cha! ujar Lea

__ADS_1


"Mungkin gue udah cerai besok baru gue kasih tau ayah sama bunda, gue berencana untuk pergi nyusul ayah sama bunda ke Amerika! ujar Lea


"Gue setuju kalau Lo pergi ke sana Lee, tapi kita bakalan terpisah lagi dong! ujar Acha


"Gue akan sering telepon Lo kok, jadi Lo tenang aja, gue sengaja pergi jauh supaya Raka tidak mencari anaknya lagi, mungkin gue akan menetap di sana! ujar Lea


"Lo harus janji sama gue, jangan Lo kasih tau ke siapa pun kemana gue pergi! pesan Lea ke Acha


"Gue janji, gue nggak akan kasih tau siapapun! ujar Acha


"Besok Lo harus temani gue ke pengadilan agama, gue mau gugat cerai suami gue! ujar Lea memantapkan hati nya untuk bercerai dengan Raka.


"Gue akan temani lo! ujar Acha.


...


Pagi harinya semua orang di kediaman rumah Raka sudah panik mencari Lea dan twins.


"Mami apa Lea kabur membawa twins? tanya aura


"Mami tidak tau ra! ujar mami yulie


Sementara Raka masih mencari keberadaan istri dan anaknya itu, dia menelepon Lea tapi nomor hpnya tidak bisa tersambung.


"Apa kamu pergi meninggalkan aku lagi sayang? lirih Raka.


"Ini hukuman untuk kamu! ujar papi Mahendra


"Meyia-nyiakan istri sebaik dia, kamu bodoh Raka, sudah berkali-kali papi bilang jangan meyia-nyiakan kesempatan itu, tapi kamu tidak pernah mendengar kan papi! ujar papi Mahendra lagi


"Sudah ngapain aja kamu sama pelakor itu? tanya papi Mahendra


"Raka tidak ngapa-ngapain Pi, raka tidak pernah menyentuh dia! ujar Raka.


"Kamu jangan bohong! ujar papi Mahendra


"Raka serius Pi, Raka tidak pernah melakukan zina itu, Raka berani bersumpah! ujar Raka


Papi Mahendra hanya diam, lalu meninggalkan Raka sendirian.


Air mata Raka akhirnya meleleh juga, "aku menyesal sayang, sangat menyesal, seharusnya aku tidak menyakiti hati kamu! lirih Raka


...


Di pengadilan agama Lea sudah melakukan gugatan cerai ke suaminya itu.


"Apa ibu yakin dengan keputusan ibu ini, sangat di sayangkan lho kalau ibu mengugat cerai suami ibu! ujar mediator


"Apa ibu tidak ingat kenangan indah yang pernah ibu lalui bersama suami ibu, apa lagi ibu sudah memiliki anak dari pasangan ibu, apa ibu tidak kasihan dengan anak ibu kalau ibu berpisah dengan suami ibu! ujar mediator itu.


"Tolong kabulkan permintaan saya pak, hanya saya saja yang tau bagaimana kelakuan suami saya, bapak tidak tau bagaimana rasa sakit yang saya alamkan! ujar Lea


Pihak mediator masih saja membujuk Lea untuk tidak melakukan perceraian.


"Apa ibu tidak takut dosa kalau ibu menggugat cerai suami ibu? tanya mediator


"Apa saya salah untuk menggugat cerai suami saya, kalau dia tidak pernah menghargai saya, apakah saya berdosa untuk menggugat cerai suami saya kalau dia sudah bermain api di belakang saya? Lea membalik pertanyaan semuanya ke pihak mediator kembali.

__ADS_1


"Semuanya bisa di bicarakan dengan baik-baik bu, nanti ibu bisa menyesalinya! ujar mediator


"Saya tidak akan pernah menyesal! ujar Lea


Sudah berbagai cara pihak mediator membujuk Lea, tapi Lea menolaknya terus.


"Baik, kami akan mengabulkan permintaan ibu! ujar mediator itu.


Lea tersenyum kecil, karena permintaan nya di kabulkan oleh pihak pengadilan agama.


"Gimana Lee?, apa permintaan Lo dikabulkan? tanya Acha


Lea mengangguk kecil, "semoga Lo bisa bahagia kedepannya setelah bercerai dengan suami brengsek Lo itu! ujar Acha.


"Aamiin, gue akan hidup bahagia dengan cara gue sendiri, tanpa harus ada laki-laki itu! ujar Lea


"Setelah dari sini Lo temani gue ke showroom mobil ya! ujar Lea.


"Mau ngapain ke sana?, Lo mau beli mobil lagi? tanya Acha


"Bukan, gue ke sana mau jual mobil gue! ujar Lea


"Kenapa Lo jual, sayang lho! ujar Acha


"Nggak papa, mobil ini banyak kenangan gue dengan dia, gue mau melupakan dia dengan cara menjual barang pemberian nya!


"Terus uangnya bakalan gue sumbagin ke panti asuhan! ujar Lea.


"Gue salut sama Lo Lee, Lo masih mau mengingat orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan dari kita! ujar Acha.


Setelah surat dari pengadilan agama itu selesai di buat, barulah Lea bersama Acha pergi dari sana.


Lea menatap tulisan besar yang berada di atas gedung itu.


"Selamat bertemu di meja hijau Raka putra mahendra gentala! lirih Lea.


"Akhir dari sebuah hubungan ku yang sangat menyedihkan! batin Lea.


"Pengadilan agama ini merupakan tempat saksi akhir sebuah hubungan kita, maafkan aku semuanya! batin Lea.


...


bersambung...


...----------------...


Hari ini double up ya


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2