Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 82. (POV Raka) Apa Kamu Mau Rujuk?


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Raka sudah kembali ke rumah nya, ia di nyatakan sudah benar-benar pulih, ia sudah melewati masa-masa depresi nya itu.


Lea sudah menyiapkan barang-barang nya untuk balik ke Amerika karena tugas nya sudah selesai di sini.


Ia juga telah mendapat izin dari mami yulie dan papi mahendra untuk balik lagi ke Amerika.


Sementara raka masih diam ia tidak pernah menegur ataupun menyapa lea, walaupun lea masih tinggal di sini.


Saat mereka saling berselisih mereka berdua hanya diam saja tanpa tegur sapa.


Kalau dengan anak-anak nya raka sering tertawa bahagia.


"Apa kamu benaran mau balik ke Amerika lagi? tanya mami yulie, sebenarnya mami yulie tidak rela kalau lea pergi lagi


"Iya mami, pekerjaan lea telah usai, jadinya ngapain lagi lea di sini! ujar lea


"Apa raka masih mendiami kamu? tanya mami yulie


Lea mengangguk kecil wajah nya kembali sedih, "nggak papa lah mi, lea tidak mempermasalahkan itu! ujar lea


Mami yulie melihat lea yang lagi sedih itu


"Mami lea ke belakang dulu! ujar lea pamit dengan mami yulie


Mami yulie mengangguk kecil, lalu lea menuju ke belakang, ia hendak mengambil air minum karena tenggorokan nya kering.


Tak di sangka-sangka raka juga mengambil air di botol yang sama dengan lea, tangan mereka saling bersenggolan.


Lalu lea menatap mantan suami nya itu, sementara raka hanya mengabaikan lea, lalu lea juga mengabaikan raka pula.


Mereka di dapur itu saling diam-diaman, seperti orang yang tidak kenal saja, setelah minum lea hendak pergi dari sana.


Tapi tangan nya di cekal oleh raka, dengan sigap lea langsung menepis tangan laki-laki yang pernah jadi bagian hidup nya itu.


"Kamu mau bikin aku gila lagi? tanya raka


Lea mengerutkan keningnya, ia bingung dengan ucapan raka barusan.


"Maksud kamu apa?


"Kalau boleh jujur aku tidak ingin melihat kamu gila lagi, karena apa? karena kasihan dengan anak-anak yang selalu menangis setiap malam memikirkan daddy nya! ujar lea


"Terus kenapa kamu pergi lagi? tanya raka


"Aku pergi karena tugas aku sudah selesai, kamu sudah sembuh dari penyakit kamu!

__ADS_1


"Aku akan membawa anak-anak kemana pun aku akan pergi, jadi kamu tidak boleh egois! ujar lea hendak pergi dari sana


"Aku tidak egois, kamu yang egois, kamu tega memisahkan aku dengan anak-anak aku sendiri, biar bagaimanapun dia darah daging ku! ujar raka


"Hak atas anak itu adalah aku, jadi aku berhak membawa mereka kemana pun aku pergi, dan kamu tidak berhak atas mereka! ujar lea


"Mereka adalah bagian dari hidup aku, di dalam tubuh mereka mengalir darah aku, jadi aku juga berhak atas anak-anak ku! ujar raka


"Aku tidak mempercayai kamu mas! ujar lea, ia masih membelakangi raka, dari tadi lea bicara hanya membelakangi raka saja.


"Apa maksud kamu tidak mempercayai aku? tanya raka bingung


"Aku tidak bisa mempercayai kamu untuk menjaga mereka, aku takut kamu kembali depresi lagi, bukan nya aku menyumpahi kamu, tapi aku hanya waspada saja! ujar lea


"Aku sudah sembuh dari penyakit aku, jadi kamu tidak perlu waspada lagi, aku juga bisa menjaga mereka! ujar raka


"Tidak, aku tidak mau berpisah dari anak-anak ku! ujar lea sedikit membentak


"Tapi mereka anak-anak aku juga lea, aku daddy nya, aku juga berhak atas anak aku, bukan kamu saja! ujar raka


"Tidak ya tidak mas, besok aku akan kembali ke Amerika jadi kamu jangan halangi aku dan anak-anak untuk pergi! ujar lea lalu ia pergi dari sana.


Raka mengejar lea sampai di depan mami yulie dan papi mahendra.


"Ada apa ini kenapa kalian seperti bertengkar? tanya papi mahendra


Mereka berdua saling diam, lea menundukkan kepalanya, ia takut kena marah dengan mami yulie dan papi mahendra karena ia egois tentang anak-anak nya.


"Maaf mi pi lea hanya sekedar membahas tentang hak asuh anak! ujar lea


"Hak asuh anak? tanya mami yulie sedikit kaget


"Kamu mau memisahkan raka dengan anak-anak nya? tanya papi mahendra sedikit tidak setuju


"Maaf papi tapi lea tidak ingin juga berpisah dengan anak-anak! ujar lea


"Kamu egois lea, kamu tega dengan aku! ujar raka


"Aku egois seperti ini gara-gara kamu mas! ujar lea membentak raka


Lalu lea berlari menuju anak tangga air matanya sudah menitik, karena ia teringat kembali dengan tingkah laku raka yang menjijikkan dulu.


"Biarkan lea sendiri dulu ka! ujar mami yulie menghalangi raka untuk mengejar lea.


"Papi tidak setuju mi dengan tindakan lea tadi, ia tega memisahkan raka dari anak-anak nya, anak-anak raka juga cucu kita mi, papi tidak mau berpisah kembali dengan cucu-cucu papi! ujar papi mahendra mengeluarkan pendapat nya


"Tapi yang di perbuatan lea itu sudah benar pi, lea melakukan ini karena ia takut untuk meninggalkan anak-anak nya ke raka!

__ADS_1


"Papi kan tau kalau raka baru sembuh dari depresi nya, yang di pikirkan lea itu keamanan anak-anak nya! ujar mami yulie


"Lea itu pasti beranggapan kalau raka itu belum pulih betul! ujar mami yulie lagi


"Tidak mami, raka sudah sembuh! ujar raka


"Betul mi, raka sudah sembuh, pokoknya papi tidak mau cucu-cucu papi balik lagi ke Amerika, kalau lea sendiri yang balik ke sana papi izinkan, tapi kalau cucu papi, papi tidak mengizinkan! ujar papi mahendra


"Solusi yang baik untuk sekarang ini adalah rujuk! ujar riki yang baru datang.


"Rujuk? ujar raka


"Iya, itu solusi yang paling tepat untuk kalian berdua, mana mungkin seorang anak yang mau kedua orang tua nya berpisah! ujar riki


"Apa lea mau rujuk dengan raka, sedangkan raka sudah terlalu sering menyakiti lea? tanya mami yulie


"Mereka saling mencintai mi pi, riki bisa menebak itu! ujar riki melihat raka


"Ka, apa kamu mau rujuk? tanya riki


"Aku mau saja kak, apa lea mau dengan aku, sementara yang di bilang mami tadi benar! ujar raka


Riki mendekati raka lalu ia menepuk-nepuk kecil pundak raka, "lea itu sangat mencintai kamu ka, aku tau itu, karena aku sering melihat dia yang sering menangis saat ia melihat foto kamu, ia sering berceloteh sendiri tentang kamu! ujar riki


Mami yulie mengangguk kecil mendengar ucapan riki tadi, sementara papi mahendra hanya diam saja, kini raka menghela nafas panjang.


"Kita coba merundingkan ini dengan lea, semoga saja ia mau memberikan kamu kesempatan yang ketiga!


"Dimana-mana kesempatan itu hanya ada dua kali, tapi ini demi kebaikan anak-anak kalian! ujar riki.


Raka mengangguk kecil, "semoga saja! ujar raka


"Apa kamu mau rujuk dengan aku Lea, sementara aku laki-laki brengsek! batin raka


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2