
Raka menghampiri Lea yang sedang memeluk anaknya itu, Lea yang sadar akan kedatangan Raka, ia hanya memeluk erat anaknya itu, seakan Lea tidak ingin jauh dari anaknya itu.
"Maafin aku, aku memang salah! lirih Raka, lalu Lea menatap raka, rasa cinta itu sudah memudar dari tatapan Lea.
"jangan ngomong di depan anak-anak! ujar Lea tetap tegar.
"Mommy sama daddy kenapa? tanya Zio
Kedua bocah itu melihat mommy dan daddy nya secara bergantian.
"Nggak ada apa-apa! ujar Lea
"Kalian ke tempat oma dulu ya! titah Lea
Kedua anaknya itu mengangguk patuh, mereka berdua berlari ke luar kamar.
Kini tinggal Lea bersama Raka di kamar itu, Lea berjalan ke arah balkon kamar lalu ia menatap gedung-gedung tinggi yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Raka mengikuti kemana perginya Lea, "Aku salah aku minta maaf! ujar Raka
Lea tersenyum sinis lalu tertawa cemooh.
"Tidak ada kata maaf untuk penghianat seperti kamu Raka! ujar Lea
"Sayang tolong maafin aku, aku khilaf sayang, maafin aku! ujar Raka lagi
"Raka, saya ini udah capek dengan kata maaf kamu itu! ujar Lea
"Kamu sendiri tidak memikirkan hati aku, gimana rasa sakit yang aku rasa, tapi kamu tidak pernah memikirkan nya, yang hanya kamu pikirkan itu hanya selingkuhan kamu saja!, kamu hanya memikirkan diri kamu! ujar lea
"Maafin aku sayang, aku memang salah, tolong maafin aku! ujar Raka memohon-mohon.
Lea mulai menitikkan air matanya, ia tidak sanggup lagi air mata yang ia tahan-tahan dari tadi akhirnya tumpah juga.
"Hiks...hiks...hiks...! Isak lea, Raka ingin menghapus air mata Lea tapi Lea langsung menepis kasar tangan Raka.
"Jangan sentuh saya dengan tangan kotor kamu itu! bentak Lea
"Kamu jahat Raka, sangat jahat, apa kurangnya aku lagi, sehingga kamu menghianati aku, aku sudah baik untuk kamu dan aku juga sudah memaafkan kesalahan kamu dulu, terus sekarang kamu membalas aku dengan cara keji seperti ini! ujar Lea terisak-isak.
Lea menghapus air matanya.
"Semenjak kapan kamu selingkuh? tanya Lea
Raka tidak menjawabnya ia hanya diam menatap Lea.
"Punya mulut tidak?, kalau punya tolong jawab! ujar Lea
"Semenjak kamu pergi dari rumah! ujar Raka
Lea tersenyum sinis lagi, lalu dia menepuk-nepuk tangannya.
"prokk
"prokk
"prokk
"Bagus ya, udah lama ternyata!, terus kenapa kamu mencari saya lagi, dan kenapa kamu mati-matian meminta maaf dari saya dan kedua orang tua saya? ujar Lea
"Seharusnya kamu tidak mencari saya!, seharusnya kamu itu menikahi selingkuh kamu itu! ujar Lea
"Aku mencintaimu sayang! ujar Raka
"Cinta kamu bilang?, ini yang di namakan cinta? tanya Lea
Lea menarik nafas berat lalu dia hembusan secara kasar.
"Huufff....
"Sekarang kamu mau apa? tanya Lea
__ADS_1
"Aku hanya mau kamu dan anak-anak kita! ujar Raka
"Tapi aku menolaknya! ujar Lea
"Apa maksud kamu sayang? tanya Raka
"Aku mau cerai dari kamu! ujar Lea
"Tidak! tolak raka
Raka langsung mengatakan tidak, Lea hanya tersenyum.
"Aku bisa urus sendiri kalau kamu tidak bisa! ujar Lea.
Lalu Lea pergi ke bawah ia mencari mami dan papi nya.
"Ternyata mami sama papi ngumpul di sini! ujar Lea
"Iya! ujar mami yulie
"Anak-anak mana mi? tanya Lea
"Mereka lagi di kamar Humaira! ujar mami yulie
"Bagus lah! ujar Lea.
Raka juga ikut duduk di sofa ruang keluarga itu.
Lea menatap mami yulie lalu juga melihat papi Mahendra, Lea menggenggam tangan mami yulie.
Lea meneteskan air matanya, mami yulie yang sadar kalau Lea menangis lalu mami yulie bertanya ke Lea.
"Kenapa kamu menangis nak? tanya mami yulie
"Mami, papi, maafin Lea! ujar Lea
"Maaf? kamu tidak ada salah kenapa kamu minta maaf? tanya papi Mahendra
"Hikss...hikss...hiks...mami...! Isak Lea lalu Lea memeluk erat mami yulie.
"RAKA! bentak mami yulie, lalu Raka melihat mami yulie.
"Ada masalah apa lagi? tanya mami yulie
Raka tidak berani mengakui kesalahannya, lalu Lea sendiri yang angkat bicara.
"Dia menghianati aku mami, papi! ujar Lea terisak-isak.
Mata mami yulie membola sangat sempurna begitu pun papi Mahendra.
"Apa? menghianati apa maksud kamu nak? tanya mami yulie bertanya ke lea
"Hikss...hikss.... mas Raka selingkuh dengan sekretaris nya mami! ujar Lea
Doarrr
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, mami yulie sangat syok apa yang di ucapkan Lea barusan, mami yulie menatap putranya itu.
"Jawab Raka! apa yang di bilang Lea itu benar? tanya mami yulie tidak percaya apa yang di bilang Lea tadi.
Raka mengangguk pelan, "BERDIRI KAMU! titah papi Mahendra marah.
Lalu Raka berdiri ia masih menundukkan kepalanya, ia tidak sanggup melihat orang tuanya karena malu akan perbuatannya.
"Dugg
"Dugg
Papi Mahendra langsung saja menghajar perut Raka dengan brutalnya.
"Papi tidak pernah mengajari kamu selingkuh, papi kecewa sama kamu Raka! ujar papi Mahendra marah.
__ADS_1
Sedangkan Raka hanya dia sambil memegangi perutnya yang sakit karena di hajar oleh papi Mahendra tadi.
"Itu hukum belum seberapa Raka! ujar papi Mahendra lagi.
"Maafin Raka Pi, Raka salah, Raka minta maaf! ujar Raka bertekuk lutut di hadapan papi Mahendra.
"Ini yang kedua kalinya kamu menyakiti istri kamu! ujar papi Mahendra
Sementara mami yulie memegang jantung nya.
"Tega kamu Raka tega, mami kecewa sama kamu, mami bela-belain kamu waktu itu untuk meminta maaf dari Lea, tapi kini kamu malah membuat masalah kembali! ujar mami yulie terduduk lemas masih memegangi jantung nya.
"Maafin aku mami, papi, aku salah maafin aku! ujar Raka bertekuk lutut di hadapan mami nya.
Mami yulie menggeleng-nggelengkan kepalanya, sedangkan Lea masih terisak menangis.
"Apa yang ada dalam pikiran kamu itu? tanya mami yulie menjitak kepala Raka.
"Maafin Raka mi! ujar Raka
Hanya itu saja yang bisa di ucapkan oleh Raka.
"Mami tidak habis pikir sama kamu, istri sebaik Lea kini kamu buang bagaikan barang bekas! ujar mami yulie geram menampar pipi bagian kanan Raka.
"Plakk
Satu tamparan keras melayang di pipi sebelah kiri Raka lagi, membuat Raka meringis kesakitan.
"Plakk
Tamparan bertubi-tubi menghajar pipi Raka, mami yulie menampar pipi Raka tanpa ampun.
"Itu belum seberapa yang telah kamu perbuat ke istri kamu! ujar mami yulie
"Mami sangat kecewa sama kamu, mami tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat jahat ke istri kamu, perbuatan kamu kali ini tidak bisa di maafkan Raka! ujar mami yulie.
"Mami maafin Raka mi! ujar Raka juga ikut menitikkan air matanya.
"Jangan sekali-kali panggil saya mami lagi, karena saya tidak mempunyai anak bejat seperti kamu! ujar mami yulie, mendorong tubuh Raka.
Sementara papi Mahendra melihat anaknya itu dengan tatapan penuh kebencian.
Yang lain hanya bisa melihat kemarahan mami sama papinya ke Raka.
Riki bersama suaminya hanya bisa diam, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena kesalahan yang di buat Raka sangatlah fatal.
"Maafin gue ka, gue sebagai abang Lo nggak bisa membantu Lo, karena perbuatan Lo ini sudah banyak menyakiti hati orang terutama istri Lo! batin Riki
"Mami jangan hukum Raka seperti ini mi! ujar Raka memohon-mohon kepada mami yulie.
"Jangan panggil saya mami! bentak mami yulie.
"Nggak mami adalah mami Raka, tolong maafin Raka mi, Raka janji tidak akan mengulangi lagi mi! ujar Raka memohon kepada maminya.
Namun mami yulie tetap menolak permohonan maaf dari Raka.
"Tidak ada rasa iba lagi dalam diri aku mas untuk kamu, karena hati ini sudah terlalu sering kamu hancur kan! batin Lea.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf ya baru bisa update πππ
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π