Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku
part 43. Pijitan lea


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu siang ini Lea bersama anak-anak berencana pergi ke kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya.


"kakak sama adek mau ikut sama mommy nggak? tanya Lea ke anak-anaknya yang lagi asik bermain


"kemana mommy? tanya Zio


"kantor daddy kalian! jawab lea


"hole ke antol daddy! ucap Zia semangat


Lea tersenyum melihat anak-anaknya yang gembira itu. Hari ini ia akan memasak makanan kesukaan Raka yaitu udang tepung goreng.


kini Lea sedang sibuk membuat makanan siang untuk suaminya itu, setelah selesai membuat makanan Lea pergi ke kamarnya terlebih dahulu untuk berdandan cantik.


ia sekarang sedang memilih baju yang ingin ia kenakan, setelah memilih baju begitu lama ia memutuskan untuk memakai baju gamis motif bunga-bunga dan tidak lupa jilbab yang senada dengan bajunya itu.


"udah cantik! ucap Lea tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin.


Mereka pergi ke kantor Raka di antara oleh supir pribadi nya.


Hari ini Raka sangat sibuk di kantor ia harus menandatangani berkas-berkas yang menumpuk di mejanya.


"hufff.. sekali-kali ia membuang nafas kasar karena terlalu lelah sama berkas ini belum lagi ia harus mempelajari lebih lanjut tentang berkas yang baru.


Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 Raka sampai sekarang belum istirahat karena ia harus menandatangani berkas ini


Sekarang Lea bersama dengan anak-anaknya sudah sampai di kantor raka.


Mereka menuju ruangan Raka, tak henti-hentinya pegawai kantor melihat ke arah mereka bertiga.


"eh Ibuk Lea makin cantik aja! ucap salah satu pegawai yang menyapanya


Lea tersenyum, "ah bisa aja! ucap lea


"ini anak Ibuk Lea? tanya pegawai itu lagi


"iya, mereka berdua anak saya! ucap Lea


"waah cantik dan ganteng ya! nama kamu siapa? tanya pegawai itu ke zia


"Zia! ucap Zia malu-malu


"nama yang bagus, kalau kamu namanya siapa?


"Zio! jawabnya sedikit jutek


"kalau gitu saya permisi dulu! pamit lea


Mereka menuju ruangan Raka, setelah sampai di depan pintu Lea mengetuk-ngetuk pintu terlebih dahulu.


tok


tok


tok


"masuk! jawab Raka dari dalam


Lea membuka pintu itu lalu ia masuk bersama anak-anaknya


"assalamualaikum mas...!


"eh wa'alaikumussalam...! jawab Raka sedikit kaget.

__ADS_1


Ia tidak tau kalau hari ini ia akan kedatangan tamu sangat spesial baginya


"daddy...! teriak Zia memeluk daddy nya


"iya anak cantik daddy! mencium pipi Zia


"Zio nggak daddy cium juga gitu? ucap Zio cemberut


"ooh tentu sini sayang! ucap Raka


Zio berlari ke tempat daddy nya, Raka mencium pipi Zio.


"tumben kesini tidak bilang aku dulu? tanya raka


"kalau bilang ke kamu dulu jadinya nggak surprise! ucap lea


"istirahat dulu mas! titah Lea meletakkan paper bag berisi makanan itu di atas meja.


"kamu bawa apa sayang? tanya Raka juga ikut duduk di sebelah istrinya itu


"ini aku bawain masakan kesukaan kamu udang tepung goreng! ucap Lea membuka tutup makanan itu, lalu dia menyuapi suaminya itu


Raka tak henti-hentinya tersenyum melihat istrinya itu, mereka saling senyum-senyuman dan melupakan anak-anaknya


"masakan kamu benar-benar enak sayang! puji Raka


"siapa dulu chef nya! ucap Lea membanggakan dirinya


mereka berdua asik berdua saling suap-suapan sedangkan anaknya cuma melihat mommy sama daddy lagi mesra-mesraan.


"Mommy daddy! teriak Zia


mereka berdua kaget karena Zia teriak.


"kok nyalahin aku sih sayang? ucap Raka tak terima


"ya kamu lah! ucap Lea malu sama anak-anak nya.


"bukan aku aja yang salah tapi kamu juga! ucap Raka


"iya iya kita berdua salah! ucap Lea mengalah


Mereka berempat sekarang lagi bermain, selesai makan tadi Raka tidak ingin melanjutkan pekerjaannya ia lebih memilih bermain bersama anak kembarnya.


"Mommy adek antuk! ucap Zia menguap


"tidur di kamar itu aja sayang! ucap raka


ya selain ruangan ini besar ruangan ini juga memiliki kamar khusus untuk Raka istirahat.


Lea membawa Zia ke kamar itu sedangkan Zio masih bermain sama daddy nya


Raka mengendong Zio masuk ke kamar dimana sudah ada Lea dan zia, ia melihat istri dan putrinya tidur sangat pulas, Raka meletakkan Zio perlahan-lahan di atas kasur.


"Jangan pernah menyesali sehari dalam hidupmu. Hari-hari baik memberimu kebahagiaan dan hari-hari buruk memberimu pengalaman. Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya. Jangan berhenti ketika lelah.


...


Jam delapan malam mereka pulang ke rumah nya, keluarga kecil itu sangat kompak, apa lagi Zio dan Zia yang selalu aktif-aktifnya.


"Kamu gendong Zio ya mas! tutur Lea


pulang dari kantor tadi Zio sama Zia tertidur, kini mereka sudah meletakkan ke anak kembarnya di kamar anak-anaknya.

__ADS_1


"Mau mandi dulu atau makan? tanya Lea


"Mandi dulu aja deh, aku udah gerah banget! tutur Raka


Sekarang Raka pergi ke kamarnya di ikuti oleh Lea, Lea menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu, sedangkan Raka mandi.


Selesai bersih-bersih Raka turun ke bawah untuk makan malam.


"Bibik masak apa Lea? tanya Raka ke istrinya


"Hati ayam goreng mas! jawab Lea


"Kamu makan duluan aja mas, aku mau bersih-bersih dulu, udah gerah banget! ujar Lea


Raka menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, kini Lea sedang mandi.


Sekitar dua puluh menitan Lea kembali lagi ke bawah untuk makan malam.


Di meja makan ia tidak menemukan keberadaan Raka lagi.


"Cepat banget ya mas Raka makannya! gumam lea, mengambil nasi lalu dan lauknya


"Nyonya cariin tuan Raka? tanya bik iin baru datang dari arah kamarnya


"Iya! bibik tau dimana mas Raka? tanya Lea


"Tadi tuan bilang dia mau ke ruang kerjanya nya! ucap bik iin


Lea mengangguk, lalu ia melanjutkan makan malam nya, selesai makan Lea menyusul suaminya di ruang kerjanya.


Lea membawakan teh hangat untuk suaminya itu.


"Minum dulu mas! titah Lea meletakkan teh itu di atas mejanya.


Raka tersenyum seraya mengangguk, "perhatian banget sih istri aku! ucap Raka


"Udah kewajiban aku! ujar Lea lalu memijit bahu Raka


"Enak nggak pijitan aku? tanya lea


"Pijitan kamu tidak enak sayang! ujar Raka pura-pura menepis kecil tangan lea


"benar kah? tanya lea cemberut


Raka tersenyum lalu mencubit pipi Lea, "Bercanda! pijitan kamu enak banget, membuat capek aku ini hilang! ujar Raka menghibur hati istri nya itu


"Sekarang pijitin kepala aku!


"Boleh tidak? tanya Raka


Lea mengangguk lalu tersenyum, ia memijitkan kepala suaminya.


...


bersambung...


...----------------...


Setelah di pikir-pikir author mau melanjutkan cerita ini lagi


Cerita ini hanya khayalan semata author saja, jadi kalau cerita nya tidak bagus author mohon maaf, karena author masih pemula, author harus banyak-banyak lagi belajar nya, supaya cerita author bisa berkembang kayak cerita-cerita author yang berbakat lain nya!


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2