Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
geser dong mbak!


__ADS_3

Berhubung satu minggu lagi siswa kelas 12 akan melakukan ujian akhir semester, maka hari ini semua siswa telah berkumpul di aula untuk membahas ujian yang akan datang.


Alkana merasa tidak tenang karena di dalam aula, dia tidak bisa memantau keberadaan Rania. Sasha tiba-tiba memegang erat tangan alkana, membuat lelaki itu tersentak dan langsung menepis kasar tangan Sasha.


"Kau apa-apaan sih." Ketus Alkana kesal.


"Kamu kenapa sih gelisah banget? Rania juga bisa jaga diri sendiri kali, memangnya dia ibu hamil yang harus selalu Kau jaga setiap saat?" Tanya Sasha dengan nada ketus membuat alkana membulatkan matanya.


"A-apa maksud mu?"


"Ya dia kan bukan ibu hamil, Jadi kenapa kau sampai khawatir seperti ini? Lagi pula ya, dia itu tidak pantas buat kamu alkana Seharusnya kamu membuka mata lebar-lebar."


"Tapi Menurut ku, kau lah yang tidak pantas di dapatkan siapapun, sebelum kau benar-benar berubah." Sahut alkana menohok.


"Alkana kau jangan seperti itu dong, Ayah aku teman dekat Papa kamu loh. Kenapa kita tidak mencoba saling dekat? Lagi pula, untung juga untuk kedua Perusahaan kita."


"Tanpa bantuan perusahaan mu, kami bisa menjadi lebih baik lagi. Dan ingat ya, aku bisa dengan mudah menghancurkan usaha keluarga kalian. Sekali lagi kau berani bermain-main dengan Rania, maka kau akan aku habisi."


"Apa nih, Geser dong Mbak! kenapa duduk di kursiku ya?" Tanya Kenan yang menyerobot tempat duduk yang di duduki Sasha.


"Mbak bisa geser sana lagi? Ini masih kursi ku loh, jadilah rakyat yang tidak suka menindas." ujar Alex.


"Kumpulan makhluk tidak jelas yang terbuat dari tanah sengketa." Kata Sasha kesal.


"Jangan mendekati alkana Karena dia sudah mempunyai dua orang yang spesial!" Ujar kenan memperingati.


Sasha tidak menggubris ucapan Kenan, wanita itu hanya langsung melengos pergi meninggalkan mereka.


Karena semua siswa telah berkumpul di gedung ini, maka kata sambutan telah di mulai. Antusias para siswa-siswi untuk mengikuti ujian akhir mereka sangatlah besar, membuat para guru bangga pada mereka dan mungkin tahun ini adalah tahun untuk para lulusan terbaik dari SMA Dharma Yudha.


"Karena acara ini akan segera berakhir, maka Apa ada yang ingin memberikan pertanyaan?" Tanya kepala sekolah.


Kenan dengan semangat langsung mengangkat tangannya tinggi tinggi, membuat kepala sekolah beserta guru lainnya tersenyum dan mempersilahkan Kenan untuk mengajukan pertanyaan.


"Pak mau tanya, apa ada info loker Pak?" Tanya Kenan dengan serius, dan sontak saja hal itu mengundang gelak tawa dari para siswa-siswi dan para guru.

__ADS_1


Alex dan alkana langsung menutup wajah mereka karena malu melihat teman tingkah temannya itu.


"Kenan, bapak kau kan kaya minta saja sama bapak mu." Teriak salah satu teman kenan.


"Oh astaga kamu ya kenan, dari dulu tidak berubah. Ini sedang serius, kamu belajar dulu yang benar, biar lulus dengan nilai yang sempurna, lalu lanjut ke jenjang yang lebih serius. Yaitu apa?"


"Pernikahan." Teriak Kenan Memotong pembicaraan sang kepala sekolah.


Kepala sekolah menggelengkan kepalanya, "memang kamu sudah punya pacar? Sudah punya calon untuk di bawa ke KUA?"


"Oh yaa belum dong Pak."


"Diam Anjir, kau duduklah yang tenang. Kau membuat kami malu saja, dasar kutu kupret." Alex menarik baju kenan agar kembali duduk.


*****


Alkana langsung berlari menuju ke kelas Rania saat semuanya sudah mulai pulang, kini lelaki tampan itu terlambat pulang akibat banyak tugas yang harus dia selesaikan.


Sesampainya dia di kelas Rania, sudah tidak ada siapapun dan hal itu membuatnya khawatir. Kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi istrinya itu, tanpa Butuh waktu lama akhirnya Rania langsung menjawab panggilan teleponnya.


"Maaf ya Mas, aku di rumah mama nih. Tadi rania pulang bareng Dino, karena katan Kak Kenan kamu masih banyak tugas." Jawab Rania dari seberang teleponnya.


"Ya sudah kalau begitu, Mas susul ke rumah Mama sekarang." Alkana langsung mematikan sambungan teleponnya dan berlari menuju ke arah parkiran.


Alkana melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil menghidupkan sebuah lagu yang bisa membuatnya menjadi lebih rileks, karena selalu khawatir berlebihan tentang keadaan Rania, sebab wanita itu sedang mengandung buah cinta mereka.


"Kasihan sekali tidak sih, sekolah harus membawa balon? tapi ya mau bagaimana lagi, Aku juga tidak sengaja. apa aku harus mengurus home schooling Rania saja mulai sekarang?"


Alkana kebingungan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "nanti tanya Mama saja deh."


Sesampainya di rumah mamanya, dia langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan sang istri, namun tidak terlihat sama sekali dan hanya terlihat sepupunya yang sangat menyebalkan itu.


"Heh curut di mana Kakak ipar mu?" Tanya alkana pada Dino.


akan tetapi bukannya menjawab pertanyaan Alkana, Dino malah terus bernyanyi layaknya orang gila karena melompat ke sana kemari dan terus menjerit-jerit, seakan banyak penonton yang sedang menikmati lagunya. Dan hal itu sukses membuat alkana mumet dengan tingkahnya. *berasa konser ya Dino🤭

__ADS_1


Di sekolah bertemu dengan dua makhluk yang selalu membuatnya kesal, dan kini di rumah pun juga ada jelmaan Jin yang selalu membuat tensinya naik.


Alkana melangkahkan kakinya mendekat dan menarik telinga Dino, membuat lelaki itu terdiam dan menoleh ke arah alkana sambil nyengir.


"Eh ada kakak sepupu ternyata, kenapa ke sini? apartemennya di sita bank ya?" tanya Dino asal.


Alkana tersenyum miring, "Iya, sebentar lagi kau yang akan aku jadikan bahan tebusannya."


"Aw Aw Jangan dong, baru juga mulai menikmati indahnya hidup ini." Ujar dino tersenyum manis seperti orang yang jatuh cinta.


"Heh kenapa kau seperti itu? Jangan bilang kau sedang jatuh cinta?" tanya alkana dengan di bubuhi tuduhan.


"Apa ini yang di namakan jatuh cinta? Ah masa sih? kayaknya enggak deh." Tanya dino yang di buat nada centil.


"Kau menjijikkan! Di mana Rania?"


"Kakak ipar sudah aku museum kan."


Alkana langsung menatap tajam manik mata Dino, membuat lelaki itu tertawa bodoh dan menutup mata alkana menggunakan kedua tangannya. Namun Alkana langsung menarik tangan Dino dan memutarnya, membuat Dino terus merengek memohon ampun.


"Hei kalian ini selalu saja berkelahi, itu Rania sedang menunggu kamu kenapa malah berkelahi dengan Dino di sini Bukannya ke atas?" Tanya Mama yang mendengarkan keributan yang di ciptakan oleh mereka berdua.


"Rania di mana mah?"


"Di kamar lah."


Alkana langsung melepaskan tangannya dan mendorong Dino hingga Dino tersungkur di atas sofa, lelaki itu meringis sambil memegangi bokongnya.


"Aduh sakit banget, encok nih."


"Dino sana makan, kamu itu Jangan asik memancing emosi alkana terus, nanti kamu di kembalikan ke Amerika mau?" Tanya Mama Silvi.


"Ah tidak mau tante."


"Ya sudah, makan dulu sana." Perintah Mama Silvi.

__ADS_1


"Siap tanteku sayang."


__ADS_2