
Mereka semua langsung menatap ke arah kenan, lalu mengacuhkannya. Kenan langsung bangkit sendiri dan membersihkan bajunya.
"kalian itu teman apa sih? tidak mau menolong temannya yang sedang terpuruk."
"Jawab dulu kenapa kalian bisa sampai di sini, tahu dari mana kalian?" tanya Rania lagi.
"tahu dari Rania." jawab Alex santai.
"hah? aku?" tanya rania terkejut karena dia tidak pernah memberitahukan pada siapapun tentang rencana liburan ini, bahkan dengan sherly sekalipun.
flashback...
beberapa jam sebelumnya saat Kenan dan Alex uring-uringan di halaman belakang rumah Alex, kenan memilih memainkan ponselnya dan terlihat jelas di status sosial media Rania jika mereka akan berlibur dan tempatnya juga tertera di sana. Lalu Kenan langsung mengambil inisiatif untuk menyusul mereka.
"Lex lihat nih, mereka sedang liburan kita ikutin yuk." ajak Kenan pada alex.
"ck, liburan tidak mengajak-ajak, tidak bisa di biarkan ini. Ayo kita susul mereka, Aku juga mau liburan kali. lagi pula senin juga libur, kan?"
"ya Libur lah kan tanggal merah, Memangnya kau tidak punya kalender apa?"
"kalenderku hitam semua tidak suka aku ada yang warna merah, jadi aku warnai pakai spidol hitam." Sahut Alex.
"terserah atok saja lah, Ya sudah ayo kita meluncur. ajak sherly juga kalau bisa." usul Kenan.
"ah benar, biar aku bisa berduaan dengan ayang."
"ayang? peang yang benar."
kenan langsung masuk ke dalam, rumah ini terlihat sepi karena orang tua Alex sedang pergi ke luar kota dan di rumah hanya ada mereka berdua dan asisten rumah tangga saja.
"Bi Kami mau pergi liburan ya, bibi jaga rumah saja. kalau mau liburan di belakang dengan Kang Jono." ledek Kenan.
"mau liburan ke mana Den? Bibi mah ogah sama si jono, lebih baik Bibi sama Suga saja." Jawab Si Bibi.
"hah, siapa Suga bi?"
"itu loh artis Korea, masa aden tidak tahu sih."
kenan langsung membulatkan matanya, "Astaga, ya sudahlah terserah Bibi saja deh."
"dia mah tampan, kalau sih jono mah mukanya kayak ikan piranha."
"bagus dong bi, biar bisa gigit-gigitan."
"ogah, kalau yang gigit suga Bibi mah mau saja."
"Ya sudah kalau begitu ya, Nanti kenan titip salam sama Suga ya Bi. bilang Titip cilok dua ribu." sahut kenan.
"eh si Aden mah Aya Aya wae, mana ada cilok di Korea Den."
"jadi di sana adanya apa Bi?"
"teboik."
"apa itu cebok?" tanya Kenan mengerutkan keningnya.
"itu loh den, yang sering di makan sama orang Korea terus Satu lagi rayon."
"ya sudah itu pun jadi, kalau begitu Kenan mau ke atas dulu ya Bi."
Alex sudah lebih dulu naik ke atas dan kenan langsung menyusulnya.
"cebok sama rayon? cebok ya?" gumam Kenan.
"alex kau tahu makanan korea cebok dan rayon? kata bibi itu makanan orang Korea." tanya Kenan dengan wajah serius.
"mana ada Anjir."
"jadi?
"tteokbokki dan ramyeon itu maksudnya, BI Nani kau tanggapi serius."
"aku di bodohi sama dia, asyem lah."
Setelah selesai berkemas mereka langsung turun kembali ke bawah, Alex langsung menghampiri bi Nani untuk berpamitan.
"bi Alex pergi dulu ya, besok sudah pulang kok."
"mau ke mana Den?"
"mau kemping sama teman."
"ya sudah hati-hati kalau gitu ya Den."
"baik Bi." jawab mereka berdua serempak.
"bi ingat, Kang Jono jangan di duain." teriak Kenan.
"igak."sahut bi nani.
Kenan tertawa keras dan langsung masuk ke dalam mobil, Alex langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Sherly. Kenan menghidupkan lagu kesukaannya dan langsung berjoget sambil berteriak mengikuti alunan lagu tersebut.
Alex sebenarnya merasa jika Kenan terlalu berisik, namun dia tidak akan menghentikan Apa yang di lakukan oleh Kenan. bisa saja lelaki itu sedang berusaha untuk menutupi lukanya, atau sedang berusaha merupakan semua kesedihan yang dia rasakan. Sesampainya di tempat sherly Alex langsung turun dan menekan bel rumah sherly.
"Ya sebentar!" sahut Sherly dari dalam.
__ADS_1
"Sudah ayo cepat, sebelum Papaku pulang." Sherly langsung menuju mobil Alex dan meninggalkan lelaki itu di depan pintu rumahnya.
"aku belum salam dengan mertua." ujar Alex.
"tidak ada mertua kau di sini, cepat Kak Alex!"
Alex berdecak kesal dan langsung masuk ke dalam mobil, setelah mereka telah siap semua Alex langsung melajukan mobilnya menuju tempat tujuan mereka.
flashback off...
"kamu posting di sosial media, sayang?" tanya alkana pada rania.
Rania menganggukkan kepalanya, "tapi kan kalian kenapa ganggu kebersamaan kami? tapi ya sudah deh rame-rame juga seru kok."
"seru apanya." Ketus alkana, dia kesal dan masuk ke dalam tenda.
"Yaelah Si Bambang tega sekali kau tidak mengajak teman cute kau ini." Ketus Alex.
Alex dan kenan langsung masuk ke dalam tenda dan menimpa tubuh alkana yang sudah telungkup hingga membuat lelaki itu sesak nafas.
"CK, pergi Kalian sialan."
"Ya sudah sana pasangkan tenda untuk rania dan juga Cherly, Aku mau tenda sendiri tidak mau berbagi dengan kalian berdua." ketus alkana.
alkana langsung bangkit dan berjalan menuju luar, "sayang ayo kita cari kayu bakar dulu, awas saja ya kalau aku kembali tenda belum terpasang." ancam alkana kesal.
"Siap pangeranku." jawab Kenan dengan centil.
alkana langsung mengalihkan pandangannya dan merangkul bahu Rania, kini mereka menelusuri tempat ini walaupun terbilang hutan tapi tetap indah dan juga sudah di jamin keamanan hutan ini.
mereka berada di puncak sedangkan alkana dan Rania sudah turun ke bawah, banyak sekali yang melakukan camping di tempat ini bahkan di sini banyak yang menjual berbagai makanan atau minuman membuat Rania sangat menyukainya.
"sayang untuk apa cari kayu bakar, Bukankah sudah ada ya?" tanya Rania mengerutkan keningnya.
"mas sedang ingin berduaan dengan kamu tanpa ada para pengganggu, jadi kita di sini saja ya menikmati tempat ini." jelas alkana.
Rania tersenyum manis lalu menganggukkan kepalanya, lalu manik mata Rania membulat saat melihat anak kecil sedang menangis tersedu-sedu. rania langsung menghampirinya.
"Hei kamu kenapa menangis?" tanya Rania lembut dengan memegang bahu anak perempuan itu.
"aku mencari Mamaku, mama entah pergi ke mana." jelasnya dengan sesegukan.
"tadi kamu ke sini dengan siapa?"
"sendiri." jawabnya singkat.
"maksudnya sendiri? Kamu ke sini sendiri tanpa mama kamu?"
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya, "kak tolong carikan mamaku."
"Ya sudah kalau begitu Tunjukkan rumah kamu di mana ya." pinta rania menahan tawanya.
"tidak, memangnya kayak kamu."
Rania menggenggam tangan anak manis itu, namun alkana langsung menggendongnya agar bisa lebih cepat sampai. Rania menatap ke arah suaminya dengan tersenyum manis.
"rumah kamu di mana?" tanya alkana.
"di sana." anak kecil itu menunjuk ke arah Perumahan warga elit.
Tangan alkana satunya menggendong anak kecil tersebut dan satunya lagi dia gunakan untuk menggenggam tangan istrinya, Dia seperti sedang membawa dua anak kecil yang menggemaskan.
"yang mana rumah kamu cantik?" tanya rania pada anak kecil itu.
"Kakak lebih cantik, nanti kalau aku sudah besar mau jadi cantik juga seperti kakak." jawab anak itu tanpa di duga.
Rania membulatkan matanya dan tertawa kecil, "Benarkah? Apa benar Kakak cantik?"
anak kecil itu menganggukkan kepalanya, sedangkan alkana langsung menatap ke arah anak kecil itu.
"istri Kakak memang cantik."
"pasti Kakak beruntung kan, kakak kan jelek."
Rania yang mendengarnya langsung tertawa keras saat anak kecil itu mengatai alkana jelek, "masa tampan begitu di bilang jelek sih."
"masih tampan Papaku." jawabnya.
"anak kecil ini melunjak juga ya." gumam alkana.
"itu Kak, rumahku."
Anak kecil itu menunjuk rumah mewah di depan mereka, mereka langsung menuju ke rumah tersebut dan membunyikan bel dan langsung ada seorang asisten rumah tangga yang membukakan pintu, membuat wanita paruh baya tersebut Langsung menangis haru karena anak itu sudah di temukan.
"Alhamdulillah, non bella Dari mana saja?x tanya asisten tersebut.
"bu ini non bella sudah ketemu." teriak sang bibi.
keluarlah wanita paruh baya dengan raut wajah yang khawatir dan juga berlinang air mata yang kemungkinan adalah ibu dari anak tersebut, dia langsung mengambil gadis kecil itu dan memeluknya erat.
"Kamu dari mana saja sayang?"
"Bella tadi dari sana, terus ketemu Kakak baik sama istrinya dan di antarkan pulang." ujar anak kecil tersebut.
"haha kenapa harus bilang kalau aku istri kamu tadi? Lihatlah anak kecil itu terlalu jujur." bisik Rania pada alkana.
__ADS_1
"terima kasih ya, terima kasih banyak kami sejak tadi mencari Bella. dia hilang sudah dari 2 jam yang lalu." jelas mamanya Bella.
"bella kalau main keluar jangan jauh-jauh ya, kasihan Mama khawatir mencari kamu." ujar Rania kepada bella.
"baik Kakak cantik."
"Bu, kalau begitu kami pamit pergi dulu ya." pamit Rania.
"Oh iya iya terima kasih ya Nak, sudah menolong anak saya."
"sama-sama bu."
mereka berdua meninggalkan rumah itu dan akan kembali ke tenda mereka tadi, Rania mengeluh kelelahan dan berhenti. dia memegang lututnya untuk istirahat sejenak, tiba-tiba alkana sudah berjongkok di hadapan Rania dan meminta wanita itu untuk segera naik ke punggungnya.
"naiklah." perintah alkana.
"tidak usah, kamu kan lelah juga.x
"tidak, sudah Ayo naik." paksa alkana.
Rania langsung naik ke atas punggung alkana dan melingkarkan tangannya di leher lelaki tersebut, Rania melirik ke arah wajah alkana yang juga menatapnya dengan senyuman manis.
"memangnya aku tidak berat?" tanya Rania.
Arkana menggelengkan kepalanya, "kamu tidak boleh kelelahan."
Rania tersenyum lebar dan mencium pipi alkana, lalu langsung menatap lurus ke depan.
sesampainya mereka di tenda, terlihat Kenan dan juga Alex sedang memainkan gitar sambil bernyanyi begitupun juga dengan Sherly yang berteriak menyuruh Rania untuk segera bergabung.
"Rania, sini Sini." teriak Sherly.
Alkana menurunkan Rania dan wanita itu langsung berlari untuk bergabung dengan mereka, alkana juga ikut melangkahkan kakinya dan menggeserkan tubuh Kenan agar tidak dekat dengan istrinya lalu dia langsung duduk di sebelah Rania.
"gila indah sekali pemandangan dari sini, kalau malam bintang jelas sekali dari sini."
"bahkan bisa melihat dengsn jelas kalau kau ada bintang jatuh." jelas alkana.
"berarti aku bisa melihat mamaku dari sini dong." Timpal kenan tersenyum dengan mengarah ke langit.
Kenan masih mengingat perkataan teman masa kecilnya dulu, jika seseorang yang akan meninggal akan menjadi bintang dan akan bersinar lebih terang. namun seseorang itu belum kenan temukan sampai saat ini setelah mereka beranjak dewasa.
"kalian kenapa diam semua? kasihan padaku? ingat ya, aku tidak perlu rasa kasihan dari kalian kita ke sini untuk bahagia jadi jangan canggung karena aku." jelas kenan tanpa menoleh ke arah mereka semua.
"woi Enak sekali ini, ini buah apa Ya?" tanya Alex untuk memecah keheningan.
"itu anggur." jawab Sherly datar.
"kalau ini apa? Enak tidak?" tanya Alex berbohong saat mencicipi makanan masakan Rania.
Rania langsung membulatkan matanya dan memukul kepala Alex menggunakan vas bunga yang dia letak di tengah-tengah, membuat Alex meringis.
"Enak saja tidak enak! aku itu masaknya pakai hati ya, kalau memang tidak mau ya sudah sini."
Rania menariknya kembali dan menatap tajam ke arah Alex.
"pulang sana! Enak saja mengatai masakan kekasihku tidak enak!" Ketus alkana.
" dedek Sherly tolong." ujar Alex.
"kalian jangan begitu dong, kan kasihan bayi simpanse ini." ujar Sherly dengan wajah berpura-pura sedih.
"CK, sialan kalian." umpat Alex.
Sherly langsung tertawa ngakak, sedangkan Alex langsung mendekatinya dan menggelitik pinggang Sherly membuat wanita itu memohon ampun.
"ampun, Kak Kenan tolongn bayi simpanse mengamuk." teriak Sherly.
"kak Kenan tolong!"
"tidak ada, dia sedang menghayal uang turun dari langit." celetuk Alex.
Kenan langsung menoyor kepala Alex dan menariknya, "tenang saja, Babang Kenan akan menyelamatkan Bidadari Babang."
"sudah-sudah, lebih baik kita membakar ikan saja Bagaimana?" usul Rania.
yang lain langsung setuju, kini mereka semua membuat tempat pemanggangan dengan alat seadanya. bagian kenan dan Alex membuat tempat bakaran sedangkan Sherly dan Rania mengambil ikannya.
"Kak Kenan, mulut ikannya Kenapa mirip dengan Kak Alex ya?" tanya Sherly serius.
"Dia anakku! puas kalian semua." ketus Alex.
Alkana menyiapkan peralatan lainnya, dan saat ikannya masih ada yang hidup dan loncat. Sherly langsung menepisnya dan mengarahkan ke Alex hingga seperti terkena tamparan ikan, membuatnya langsung meringis.
Kenan langsung tertawa keras, "ikan saja kesal melihatmu, bagaimana kami coba?"
"CK, sialan! tampan begini juga."
"Kak sorry ya, ikannya tiba-tiba loncat aku reflek gampar tuh ikan." ujar sherly tersenyum lebar.
"ya sudahlah, mumpung aku tampan jadi aku maafkan."
"terima kasih orang tampan." sahut Sherly.
"Hah?" Alex terkejut dan langsung memegang dadanya dan tertidur di atas rerumputan.
__ADS_1
"lebay kau kayak badut." Kenan mengarahkan asap bakaran ke arah alex membuat wajah lelaki itu menghitam, hingga semuanya sontak tertawa.
"ck, sialan!" Alex langsung bangkit dan mengarahkan asap itu ke arah kenan, namun malangnya alkana juga ikut terkena hingga wajahnya juga ikut menghitam.