
"ucapkan saja kak, kalau kau ada permohonan terakhir." ujar Sherly santai.
"apa! kalian gila ya? kalian benar-benar akan menghabisi aku, bapak tolong kenan pak. lihatlah menantu bapak itu, dia sudah seperti buaya betina yang akan menerkam mangsanya." cerocos Kenan panik kemudian berpindah lari bersembunyi di belakang pak Hary.
sedangkan pak Hary hanya tersenyum tipis melihat kekonyolan yang mereka buat, untuk sejenak pak Hary bisa mengalihkan kesedihannya. kenan yang melihat tidak ada pergerakan dari pak Hary pun, berteriak histeris.
"huwaaaaa! nenek tolong kenan, cucu nenek yang tampan ini mau di mutilasi. huwaaa!" teriak Kenan dramatis.
"huwaaaa! baik oke-oke tunggu, aku ada permintaan terakhir. aku ingin melihat kalian berempat berfoto, aku ingin melihat untuk yang terakhir kalinya. sroook." ujar kenan dengan mengelap ingusnya.
"iiwh, jorok sekali kau ini." ketus Sherly.
"cepat foto, aku ingin melihat untuk yang terakhir kalinya." desak kenan.
alkana pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, dan mereka pun mulai mengambil gaya untuk berfoto.
"kabooooor!" teriak Kenan dengan berlari terbirit-birit.
"ck, sialan si Kenan. selalu saja ada cara di otaknya untuk mengerjai kita." sungut alkana.
Alex dan Dino langsung segera berlari megejar kenan untuk memberi pelajaran, mereka sudah sangat geram di kerjai berulang kali oleh Kenan.
sedangkan alkana malah memeluk Rania dari samping, dia tidak berniat untuk berlari megejar kenan. biarlah Dino dan Alex saja yang bertindak, haha.
Alex dan Dino berlari dengan tenaga kudanya, dia tidak akan membiarkan kenan lolos begitu saja setelah mengerjai mereka semua habis-habisan.
"Dino kau kejar dia terus, aku akan mencoba mencegat dia dari sana." ujar alex memberi arahan pada Dino.
Dino hanya mengangguk, kemudian melanjutkan acara larinya itu. kenan melirik ke arah belakang dan ternyata hanya tinggal si Dino yang mengerjarnya, dia tersenyum lega karena berpikir mungkin si Alex sudah lelah berlari, tapi dia tidak menyadari bahwa ternyata si alex sudah mencegatnya dari depan.
bruuk!
"Aaakh, bokongku. sialan kalian." keluah Alex yang terjatuh akibat menabrak Alex.
"ha, kena kau."
Dino langsung mencekal tangan kenan, begitu pula Alex yang ikut memegangi kenan agar tidak kabur lagi.
"woi lepaskan aku! huwaaaa, nenek lihatlah cucumu ya tampan ini sudah akan tinggal nama saja." teriak Kenan histeris, karena Alex dan Dino menyeretnya menuju ke pohon yang lumayan besar, di belakang rumah pak Hary itu.
Alex dan Dino mengikat tubuh Kenan di pohon itu, kenan terus memberontak dan berteriak namun tidak ada yang mau berbaik hati menolong nasib malangnya itu.
"ck, woi lepaskan aku." teriak Kenan.
__ADS_1
"dedek Rania sama Dedek Sherly tolong babang Kenan yang tampan paripurna ini dong." bujuk Kenan pada Rania dan Sherly, pria itu sedikit mengedipkan matanya agar Rania dan Sherly luluh.
"malas." sahut Rania.
"Rania, aku dengar-dengar pohon itu angker, benar tidak sih?" tanya sherly pada rania dengan suara yang keras, agar kenan mendengarnya.
"memang benar sih, bapak juga tahu kalau pohon itu angker." ujar rania yang mengerti arah pertanyaan Sherly itu.
kenan yang mendengar hal itu langsung membelalakkan matanya, dia jadi agak merinding gara-gara ucapan rania.
"huwaa! sialan kalian, lepaskan aku woi. nanti kalau aku di bawa pergi sama penghuni pohon ini bagaimana? kalian tidak akan memiliki teman yang setampan aku lagi." teriak Kenan memberontak.
"ya malah bagus itu, jadi kami tidak perlu lagi melihat wajahmu yang jelek menyebalkan itu." ejek alkana.
"makanya, jangan main-main sama kita, salah siapa kau beraninya membohongi kita selama ini." timpal Alex.
"kalian ini sensitif sekali. sudah seperti orang primitif saja, masa orang bercanda kalian tidak paham. lepaskan ya, nanti aku ajak kalian ke kebun binatang untuk melihat teman si Alex." bujuk Kenan.
"siapa?" tanya Sherly.
"gorila, hahah." ujar kenan dengan tertawa sendiri.
"ck, sialan kau kenan." umpat Alex kesal.
mereka semua melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, meninggalkan Kenan yang masih terikat di pohon sendirian. kenan berteriak histeris dan terus memberontak, membuat mereka mengintip kenan dari jendela dekat pintu belakang rumah pak Hary.
"kakak ipar, itu pohonnya benar angker ya?" tanya Dino yang agak takut.
"tidak kok, tenang saja. palingan juga dia di keroyok semut, ya kalo gak dia kejatuhan eek burung." ujar rania santai.
"hah? hahaha."
tawa nereka pecah seketika saat mendengar penuturan rania itu. mereka tidak bisa membayangkan bagaimana, jika kenan benar-benar kejatuhan eek burung di kepalanya, pasti akan... hahaha.
"ku menangis, membayangkan betapa kejamnya kalian pada diriku yang tampan ini kalian pasti akan menyesal nanti. heeee aa." kenan bernyanyi dengan mimik wajah yang sangat menghayati.
"sialan si Kenan, dia malah konser dadakan di sana." gerutu Alex.
...*****...
sma darma yudha
helena tenaga berjalan sendirian di koridor sekolah, dia merasa kesepian. kenan dan antek-anteknya kompak tidak ada yang masuk satu pun, padahal Helena sangat merindukan teman masa kecilnya itu. dia sangat yakin jika kenan lah teman masa kecilnya.
__ADS_1
helena kemudian berjalan menuju ke ruang TU, dia ingin melihat data kenan guna memastikan bahwa dugaannya benar tentang kenan. dia membuka pintu ruang TU, dan kosong tidak ada siapapun. dia melangkah masuk ke dalam, dia langsung mencari buku data jelas dua belas unggulan. dia mencari nama kenan dan melihat biodatanya. tepat sekali, dari tanggal lahir kenan dan nama orang tuanya yang sama, itu sudah membuktikan bahwa kenan lah teman masa kecilnya itu.
"benar dugaanku, dialah orang yang selama ini aku cari. tapi sayang sekali, dia sudah tidak mengingatku." gumam helena.
setelah selesai Helena kembali meletakkan buku itu, dia bergegas keluar dari ruang TU sebelum staf TU ada yang masuk. helena langsung berjala dengan tergesa-gesa.
"hey."
langkah Helena terhenti, jantungnya berpacu dengan cepat. dia takut jika itu adalah guru staf TU, dengan ragu-ragu helena menoleh ke belakang, dan nampaklah sella teman satu geng sahsa, tengah berdiri di sana. Helena menghembuskan nafas lega, ternyata itu bukan guru.
"apa yang kau lakukan di ruang TU? kenapa gelagatmu mencurigakan?" ketus sela.
"ti-tidak apa-apa." jawab Helena.
"benarkah?" tanyanya dengan tatapan menyelidik.
Helena hanya menganggukkan kepalanya.
"ikut aku sekarang, ada perintah dari Sasha yang harus kau laksanakan" perintah sella.
Helena hanya mengikuti langkah Sella dari belakang, dia tidak punya kuasa untuk membantah Sasha.
Sella mengajak Helena ke toilet siswi, mereka masuk ke sana, dan ternyata sudah berkumpul semua antek-antek Sasha di sana.
"ada apa kak sell? kenapa semua berkumpul di sini?" tanya Helena yang merasa ada yang tidak beres.
"ini, kirim ini ke rumah Rania. cari tahu di mana rumahnya." sella memberikan kotak yang di titipkan oleh Sasha.
"ingat, jangan pernah membawa-bawa Sasha di setiap tindakanmu." peringat sella.
"ini, apa?" tanya helena penasaran.
"tidak usah banyak bertanya, kau hanya perlu melakukan perintah Sasha, kau di larang bertanya, awas saja jika sampai kau berani membuka kotak itu, kau akan terkena masalah besar. dan Pastikan kotak itu sampai di tangan Rania, kau mengerti?!" ketus Sella.
helena hanya bisa menghembuskan napas kasar, dia tidak bisa menolak perintah Sasha. Helena segera berlalu dari sana, dia membawa kotak itu bersamanya, dia menyembunyikannya di balik bajunya.
sesampinya di kelas, Helena meletakkan kotak itu di laci meja. wanita itu sangat penasaran dengan isi nya, tapi dia urungkan untuk membuka kotak itu.
*
*
selamat akhir tahun semuanya, selamat menikmati liburan akhir tahun ya.🥳🥳
__ADS_1
author akan kembali lagi di tgl 2 Januari😍