Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
teman lama


__ADS_3

"ini benar kau kan, Rania? jadi kau pindah ke sini ya?" tanya Anggia.


Rania menganggukkan kepalanya, "kau pindah juga ke kota?"


"iya sudah lama, dengan Yoga juga. apa kabar kau Rania?"


Rania menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis, lalu melirik ke arah lapangan dan ternyata benar di sana ada Yoga lelaki yang dia sukai saat di sekolah lamanya. cintanya juga terbalaskan, akan tetapi Anggia menghancurkan semua dan memisahkan Rania dengan Yoga.


Yoga juga menoleh ke arah Rania dan membulatkan matanya, "Rania?"


Rania menundukkan pandangannya lalu menatap ke arah Anggia, "aku baik, kalian baik juga kan?"


"baik, hubunganku dan Yoga juga semakin baik. aku tidak menyangka sekali ternyata Yoga itu bucin tahu sama aku."


Sherly yang mendengarnya langsung menaikkan satu alisnya dan langsung duduk diantara mereka berdua, "hai namaku Sherly, sahabat Rania." Sherly mengulurkan tangan kepada Anggia.


Anggia langsung membalas uluran tangan Sherly, dan mereka saling berjabat tangan.


"Jadi, kalian saling mengenal?" tanya Sherly.


Anggia menganggukkan kepalanya, "kami dulu teman di sekolah lama, bahkan kami juga menyukai satu laki-laki yang sama. lucu kan tapi lelaki itu lebih memilih aku. namanya yoga."


Rania yang mendengarnya hanya menarik sudut bibirnya tipis, menatap lurus ke depan. Yoga masih saja terus menatapnya, namun rania mengalihkan pandangannya ke arah alkana yang sedang berkelahi dengan kedua temannya itu.


"Yoga? Yoga itu siapa? aku boleh tahu orangnya?" tanya Sherly.


"Itu." Anggia dengan senyuman yang lebar menunjuk Yoga dengan bangga kepada Sherly.


'cih, apa sih tampannya lelaki itu. kalah jauh woi, begitu saja bangga.' batin Sherly.


"Oh yang itu." ujar Sherly tersenyum masam.


alkana dan kenan saling berkejaran di lapangan, manik mata Anggia terpesona akan ketampanan lelaki itu hingga dia tidak mengedipkan matanya. bahkan dia tidak mengetahui jika Yoga terus menatap ke arah Rania. Sherly yang melirik ke arah tatapan Anggia, langsung menyeringai.


"kenapa kau melihatnya terus? tampan ya?"


"dia siapa?"


"dia itu, alkana Vano Anggara idaman satu sekolah DarmaYudha. tapi yang bisa memenangkan hatinya, hanya satu wanita saja."


" Siapa?" tanya Anggia penasaran.

__ADS_1


"Rania!" alkana berteriak dan membentuk gambar hati ke arah rania, sedangkan Rania tersenyum lalu ikut membentuk gambar hati yang ditujukan untuk suaminya itu.


Anggia membulatkan matanya saat rania yang dahulu selalu menjadi pesaingnya kini bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Yoga, bahkan dia diperlakukan istimewa oleh lelaki itu. tidak seperti dirinya yang selalu membuat cerita seolah dirinya begitu dicintai oleh Yoga, akan tetapi kenyataannya Yoga masih mencintai Rania sampai saat ini.


Yoga juga melirik ke arah alkana dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan alkana langsung berlari ke arah Rania dengan tersenyum lebar membuat Rania membulatkan matanya.


"hei, kenapa ke sini?" tanya Rania.


alkana berdiri di hadapan Rania dan menundukkan kepalanya, sedangkan Rania mengangkat wajahnya menatap lelaki itu. alkana langsung mencubit pelan hidung Rania, membuat para siswi darmayudha berteriak histeris dan Sasha yang melihatnya pun mengepalkan tangannya karena kesal.


Anggia terkejut saat mendengar teriakan para siswi darmayudha dan langsung menoleh ke arah mereka semua dengan tatapan yang sulit diartikan, begitupun dengan Yoga.


Rania menangkup wajah alkana dengan tersenyum manis, "yang semangat mainnya ya, nanti akan ada hadiah." bisik Rania di telinga alkana.


alkana langsung berbinar dan mengganggukan kepalanya semangat, "kalau begini, makin semangat dong jadinya." alkana mengusap lembut Puncak kepala Rania dan langsung membalikkan tubuhnya, lalu raut wajahnya pun kini berubah menjadi datar kembali. sedangkan Rania memegang dadanya yang terasa berdetak dengan kencang.


"sekarang kau tahu kan, siapa pemenangnya?" tanya Sherly dengan menaikkan sebelah alisnya.


Anggia yang merasa kesal, langsung kembali ke rombongan dari sekolahnya. sedangkan Rania langsung berdiri.


"kak alkana."


alkana langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Rania dengan menaikkan satu alisnya, sedangkan Rania langsung memajukan langkahnya dengan raut wajah yang datar. semua siswa memperhatikan rania begitupun dengan Alex dan Kenan yang menunggu Rania berbicara.


"aargh, tiket ke alam lain ada tidak sih? belikan untuk orang berdua itu lah, aku sedang mager." keluh Kenan.


Alkana langsung tersenyum lebar lalu menundukkan kepalanya, ternyata lelaki itu sedang salah tingkah. sedangkan Alex langsung menatap ke arah Sherly.


"dedek Sherly, mau dong di semangati juga." teriak Alex.


"dasar kau tulang nyamuk." Kenan menendang bokong Alex.


Sherly menaikkan satu alisnya lalu langsung berdiri sambil menyeringai, "kak Alex, kak Kenan! semangat ya biar bisa menguntit acara kencan ku lagi."


"ck, menyesal aku." umpat Alex.


pertandingan dimulai kembali alkana menerima operan bola dari Alex, dia langsung menggiring bola menuju ring basket lawan akan tetapi Yoga langsung mendorong alkana dengan kuat dan mengambil bolanya membuat alkana hampir tersungkur.


rahang alkana mengeras dan menatap sengit yoga yang menatapnya juga dengan tatapan merendahkan alkana, Rania menutup mulutnya dengan kedua tangan, Rania langsung berdiri lagi dia ingin melakukan cara apapun agar emosi lelaki itu tidak terpancing.


"kak alkana, ayo semangat!" teriak Rania.

__ADS_1


" kak Kevin juga semangat." teriak Sherly.


"Kita diam saja Ken, kita tidak ada yang menyemangati." ujar Alex mengusap punggung kenan.


"kak alkana!" teriak Rania.


alkana langsung menoleh ke arah Rania, wanita itu langsung tersenyum manis untuk menyemangati alkana. lelaki itu langsung mengusap rambutnya kasar ke belakang, lawan mainnya telah mencetak poin. alkana langsung kembali fokus dan bermain dengan baik.


Kini dirinya dan juga Kevin saling bekerja sama, setelah mencetak poin dia dan Kevin melakukan tos tangan lalu tersenyum lebar. saat alkana sadar dia langsung mendorong Kevin dan berlari menuju ke arah kenan dan juga Alex.


"yoga semangat!" teriak Anggia.


Yoga hanya menoleh sekilas dan kembali bermain, dia terus saja ingin menjatuhkan alkana namun dia belum tahu siapa lelaki yang ingin dia saingi itu. alkana tidak memberi respect lagi kepada lawannya, dia langsung mencetak poin sebanyak mungkin. yoga menggiring bola kembali dan dihalangi oleh Kevin, alkana merebut bolanya dari yoga dan mendorongnya juga, hingga alkana berhasil mencetak poin kembali.


"CK, sialan!" umpat Yoga.


selama ini belum ada yang bisa mengalahkan tim basket DarmaYudha, alkana dan Kevin berpelukan begitupun juga dengan Kenan, Alex dan juga Elvan. Rania dan Sherly melompat bahagia dan tos tangan.


"kak alkana memang tidak ada lawannya, tapi kak Kevin juga tidak ada obat." ujar Sherly dengan tersenyum manis.


"sana kasih minum, biar kalian semakin dekat." bisik Rania.


"oh iya, mana minuman yang aku bawa tadi ya?" Sherly langsung menuju ke tasnya dan ternyata minuman itu telah diminum oleh Alex hingga habis.


"dedek sherly, terima kasih ya. pengertian sekali sih." ujar Alex tersenyum lebar.


sherly langsung memasang wajah jutek, yah habis, kak Alex ih. awas kau ya!" Sherly melemparkan botol minum yang kosong kebawah.


"Saranghaeyo." ujar Alex membentuk finger heart dan langsung berlari seperti dikejar anjing galak.


Rania hanya tertawa dan langsung berlari memberikan minuman pada alkana, namun Sasha sudah lebih dulu memberikannya. jadi saat ini ada dua botol minuman yang ada di hadapan alkana, Rania langsung melirik tajam ke arah Sasha sedangkan Sasha hanya tersenyum manis ke arah alkana.


alkana langsung mengambil minuman dari Rania dan merangkul wanita itu untuk duduk di kursi, Rania langsung tersenyum manis dan menolehkan kepalanya ke belakang menjulurkan lidahnya mengejek Sasha.


"ck, awas ya kau." ketus sasha.


Kenan langsung mengambil minuman dari tangan Sasha dan meneguknya hingga habis, membuat Sasha membulatkan matanya, botol itu langsung kosong dibuat oleh Canon.


"CK, sialan kau!" Sasha mengejar Kenan yang beralih kencang di pinggiran lapangan.


Yoga langsung menghampiri Rania yang sedang mengobrol dengan alkana.

__ADS_1


"rania." sapa Yoga membuat alkana langsung berdiri dan menatap tajam lelaki itu.


__ADS_2