Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
Kenan keceplosan


__ADS_3

"ngeri kali bapak itu." ujar Alex.


lalu Alex melirik ke arah kenan, "kau tidak mau ngamok juga, Ken?" Tanya Alex.


"tidak minat aku."


"kenan, ayolah. kau jangan seperti ini dong." Timpal Alex.


"tidak ada teman goblok ku lagi, alkana terlalu pintar." lanjut Alex.


Kenan hanya melirik ke arah alkana sekilas, membuat Alkana yang di tatap merasa kurang nyaman. alkana ingin sekali kenan berkata yang sejujurnya, karena masalah ini mereka jadi renggang.


'apa dia masih berpikiran buruk tentang pernikahan kami.' batin alkana.


Saat sore hari mereka sedang latihan basket, alkana mencekal tangan kenan dengan kasar.


"maksud kau seperti ini Apa, hah?" kenan melirik tajam ke arah alkana.


"Aku sedang tidak minat."


" masalah kau sekarang apa, hah?c


"aku sudah bilang, aku sedang tidak minat! Jangan ganggu aku dulu." ketus kenan.


"kau mau cerita ke semua orang tentang pernikahanku dan Rania? iya? ceritakan saja! kau masih berpikir kalau aku dan Rania melakukan hal yang buruk ya? aku tidak menyangka sama kau Ken, kau itu sahabatku dari kecil kau lebih tahu aku itu Bagaimana dengan wanita, jadi kau percaya kalau aku menghamili rania, iya?!" tanya alkana menggebu-gebu.


Kenan langsung menoyor kepala alkana, "kau itu pintar tapi bodoh, aku tidak ada mempersalahkan itu! aku hanya sedang memikirkan surat yang kau berikan kemarin."


"surat dari papa mu?" tanya alkana.


kenan menganggukkan kepalanya, "itu Belum aku buka, bukan surat hutang-hutang lelaki itu kan."


"ck, mana aku tahu! kenapa kau tidak buka saja kalau penasaran, mungkin saja benar itu surat hutang." canda alkana.


"CK, dasar berandal sialan!" umpat kenan kepada alkana.


"woi, kalian kenapa berkumpul di sini sih?"ntanya Alex yang baru saja datang.


"kau bawa tidak, suratnya?"tanya alkana.


"surat apa wey?" tanya Alex, namun lagi-lagi tidak ada yang mempedulikannya.


"bawa, tapi aku malas membukanya kau saja deh." pinta kenan.


"Hei, demi bunga bangkai yang baunya seperti nafas Kenan. Anjir lah kalian, Ah sudahlah malas aku melihat kalian lagi." Alex langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


alkana dan kenan mengerutkan keningnya dan menatap ke arah Alex sekilas, namun fokus kembali ke surat yang di bawa Kenan.


Alex mendengus kesal dan berbalik badan menghampiri Mereka lagi.


"surat apa itu?" tanya Alex.


"jawab woi." teriak Alex Kesal.


"husttttt." Kenan dan alkana menatap tajam ke arah alex.


"CK, sialan ya kalian berdua! Sudahlah, Lelah aku." Alex langsung duduk di sebelah kenan memperhatikan lelaki itu membuka surat.


"hayoooo, ngapain kalian bertiga?" tanya Rania mengejutkan mereka bertiga.


"sayang, kamu kenapa ke sini?" tanya Alkana.


"mau melihat kamu latihan, aku ajak Sherly juga." jelas Rania.


"Rania kau melakukan kesalahan besar dengan datang ke sini, tapi karena kau membawa Sherly kesalahan kau menjadi tidak besar." ujar Alex.


Rania mengerutkan keningnya, "salahku apa? kan aku ke sini mau melihat ayang pacar."


"dasar ya kalian bucin! Anjir, aku jomblo apes sekali nasibku." keluh Alex.


"makanya aku bawakan Sherly untuk mu kak." bisik Rania.


"Dedek Sherly jangan di situ!" teriak Alex panik saat Sherly hendak duduk, membuat wanita itu terkejut dan menatap tajam ke arah Alex.


"apa sih Kak, membuatku terkejut saja! memangnya kalau aku duduk di sini Kenapa?" tanya Sherly Kesal.


"di situ panas, duduknya di hati babang Alex saja." jawabnya dengan tersenyum lebar.


"ih ogah!" sungut Sherly, dia langsung kembali duduk dan membiarkan Alex menggerutu kesal.


alkana fokus kembali membuka surat-surat tersebut, "ini semua harta warisan untukmu Ken, dan tidak hutang apapun."


"serius?" tanya Kenan tidak percaya.


"Iya, di sini semua aset yang di kumpulkan papamu hanya untukmu seorang. ini juga ada surat dari ayahmu sepertinya sih ini tulisannya sendiri, Coba baca saja." perintah kalau.


Kenan langsung mengambil surat itu dan merobeknya menjadi dua, lalu memasukkannya kembali ke dalam tasnya. dia malas membaca surat dari lelaki itu karena pastinya akan menyakitkan untuknya.


"aku tidak minat hartanya, Jadi ini akan aku Sumbangkan saja." ujar Kenan.


"Apa kau yakin?" tanya Alex.

__ADS_1


"rumah kami dulu akan aku jadikan Yayasan Panti Asuhan, dari pada rumah itu tidak berguna sama sekali. nanti malah di tempati sebangsa denganmu lagi." celetuk kenan pada Alex.


"Kalian tidak perlu bersimpati atau iba padaku, aku masih punya uang tabungan yang cukup dan juga aku akan usaha sendiri untuk diriku sendiri. aku tidak ingin hidup hasil dari lelaki itu." Jelas Kenan.


mereka yang mendengarnya hanya mampu mendukung yang kenan lakukan, karena hanya dia yang paling mengerti jalan seperti apa yang akan di pilihnya nanti. namun mereka semua tetap akan berada di garis terdepan jika kenan membutuhkan bantuan atau sesuatu apapun.


kenan langsung meletakkan surat dan tas tersebut, lalu dia melirik ke arah Rania dan juga alkana.


'Oh ya, Selamat ya atas pernikahan kalian berdua."


Rania dan alkana langsung membulatkan matanya menatap horor ke arah kenan, lelaki itu pun ikut terkejut dan melirik ke arah yang lain yang sedang membutuhkan penjelasan dari perkataannya barusan.


"ka-kalian sudah menikah, hah? Demi apa Ran? kau tidak cerita padaku? Kak alkana, yang di katakan dengan Kak Kenan itu serius?" tanya Sherly dengan raut wajah yang terkejut.


kenan tersenyum kaku lalu menggaruk kepala belakangnya yang terasa tidak gatal, dia langsung mengangkat tangannya ke atas dan kabur begitu saja lari dari kenyataan. "woi, kau ya! sini tidak, Jelaskan pada orang ini." teriak alkana kesal.


"alkana jelaskan padaku, apa-apaan ini hah? kalian sudah menikah?" tanya Alex.


"Rania jawab." pinta Sherly dengan tidak sabarnya.


"a-apa sih kalian, ya tidak mungkin lah!" jawab Rania.


alkana langsung berdecak kesal dan turun dari kursi penonton, dia langsung berlari mengejar Kenan dan menangkapnya.


"Ken kemari kau! gara-gara kau ini, Jelaskan semua pada mereka."


"aku keceplosan, ampun! aku tidak sengaja, Jangan lempar aku ke kandang aligator." jawab Kenan dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Dino Tolong aku, kau yang Jelaskan ke mereka ya." Kenan bersembunyi di balik tubuh Dino Dan menarik-narik bajunya.


"jelaskan apa? bajuku nanti robek sialan!" dino berusaha melepaskan tangan kenan dari bajunya.


"Jelaskan pada mereka semua kalau omonganku tadi tidak benar, semua akan kacau Kenan, aku Habisi kau sekarang juga!" ancam alkana terus mengajar kenan.


hingga guru berolahraga mereka datang dan membunyikan peluit, Kenan dan alkana tetap terus saling mengejar, membuat guru penjas tersebut yang melihat Pak Nando baru keluar ruangan langsung menyuruhnya datang ke lapangan.


"Pak tolong hukum mereka berdua." pinta guru penjas.


sebab hanya Pak Nando saja yang bisa menghadapi alkana, Pak nando berdesak dan langsung mengejar mereka juga. lalu Kenan bersembunyi di balik tubuh Pak nando, namun alkana bukannya berhenti dia tetap terus mengajar hingga Pak nando ikut berlari bersama Kenan.


"ayo pak, cepat lari!" ujar Kenan pada Pak Nando.


"ini saya sudah balap! Kenapa kita di kejar?" tanya Pak Nando.


saat itu Pak Nando langsung sadar dan menarik Tangan kenan untuk berhenti, lalu menatap ke belakang ke arah alkana dengan tatapan horornya.

__ADS_1


"kenapa saya juga Di kejar?" Ketus Pak Nando.


__ADS_2