Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
kekesalan seorang alkana


__ADS_3

kini mereka berempat pergi menuju ke ruang BK, Rania menghela nafas panjang dan langsung mengetuk pintu tersebut, saat sudah dipersilahkan untuk masuk, Rania langsung membuka pintu dan ketiga orang di belakangnya pun juga ikut masuk.


"hei, kalian kenapa ikut masuk juga? keluar sana!" usir Pak Nando.


"astaga Pak, mau ikut silaturahmi saja tidak boleh." sahut Kenan.


"memangnya, kalian sudah siap membersihkan seluruh halaman sekolah?" tanya Pak Nando.


"e-eh Pak, kalau begitu kami pamit ya. tadi dipanggil guru sebelah." ujar Kenan pamit, kini Kenan langsung menarik tangan Alex untuk keluar dari ruangan itu dan begitupun Alex yang juga menarik tangan Sherly, hingga mereka berlari dengan bergandengan tangan bertiga.


"aku mau dibawa ke mana ini?" tanya Sherly kesal.


"ke KUA." jawab Kenan santai.


"mau apa?"


"beli cilok, mau?" tanya Kenan lagi.


"memangnya ada?" tanya Sherly polos.


"cantik sih, tapi blo'on." gumam Kenan.


Alex menoyor kepala kenan dengan kasar, kini mereka telah berada di taman. di tempat inilah mereka mengerjakan kembali tugas mereka kalau ingin pulang tepat waktu, Sherly menghembuskan nafasnya kasar dan duduk di kursi.


di tempat lain, tepatnya di dalam ruangan pak Nando. kini alkana dan Rania saling menatap dengan tatapan yang tajam, seakan menyatakan peperangan. Rania langsung menghela nafas panjang.


"Rania, duduk dulu." perintah Pak Nando.


"ada apa ya pak, memanggil saya? memangnya saya berbuat salah kah?" tanya Rania, saat sudah duduk di kursi dengan tenang.


"jadi begini, kamu kan masuk ke daftar siswa-siswi yang akan dipilih untuk program pertukaran pelajar ke luar negeri. nah alkana protes, karena kamu ada jadwal drama Cinderella untuk pentas seni yang akan diadakan sekitar dua bulan lagi. Jadi kamu mau pilih untuk tetap ikut seleksi, atau mundur dari sekarang? kalau kami para guru, sangat berharap agar kamu tetap ikut ke dalam program ini. karena besar kemungkinan, jika kamu yang akan terpilih nantinya." jelas Pak Nando.


"pak, bisakah saya memberi keputusannya besok. kan sekarang juga belum tahu saya yang terpilih atau tidak, keputusannya setelah pulang sekolah baru diumumkan, Jadi jika nanti saya lolos saya izin ke orang tua dulu, apa boleh Pak?" tanya Rania.


"boleh juga, ya sudah tunggu hasilnya saja nanti setelah pulang sekolah."


lalu Pak Nando menatap ke arah alkana yang terlihat sangat kesal, "alkana, kamu tidak bisa memaksa keputusan Rania untuk drama itu, nanti kita akan cari pengganti Rania."


"kalian memangnya ada hubungan spesial ya?" tuduh Pak Nando.


"ti-tidak Pak." jawab rania spontan.


"Pak, kalau begitu saya mundur dari drama itu, jika bukan Rania lawan mainnya!" ujar alkana.

__ADS_1


"em pak, kalau sudah selesai apa salah boleh saya pamit keluar?" tanya Rania,


"iya boleh, boleh!"


"saya izin bawa ke alkana juga ya pak, biar saya yang bicara saja dengan Kak alkana."


"iya bawa saja dia, pusing saya!" sahut pak Nando.


Rania tersenyum dan langsung menarik tangan alkana untuk keluar dari ruangan Pak Nando, dan langsung menariknya menjauh dari para siswa. alkana hanya memasang wajah datar saja dan tidak ingin menatap Rania yang berada di depannya.


Rania mengajak alkana untuk masuk ke dalam mobil, dia ingin bicara tanpa ada yang mengganggu mereka, terutama Alex dan juga Kenan. di dalam mobil adalah tempat yang paling tepat menurut rania, setelah mereka memasuki mobil Rania langsung menatap manik mata suaminya itu dengan intens.


"mas, belum tentu juga kan aku yang terpilih?" tanya Rania.


"kamu tidak dengar tadi apa kata pak Nando, kalau kamu ada peluang besar untuk terpilih." jelas alkana.


" jadi begini saja deh, misalnya kamu terpilih apa kamu akan tetap pergi begitu saja meninggalkan suamimu?" tanya alkana dengan menatap dalam istrinya itu.


"tapi kan, mas bisa saja menyusul ke sana. Rania tahu kita sudah menikah, tapi Rania juga ingin menikmati masa SMA ini mas. nanti juga Rania akan terus sama kamu seterusnya, kita juga masih bisa video call, bisa teleponan setiap hari atau bahkan jika perlu setiap detik." jelas Rania membujuk.


"jadi, kamu tega membiarkan mas tidur sendirian? mana bisa tidur nyenyak Kalau kamu tidak ada, bisa-bisa mas jadi tengkorak hidup jika menunggu kamu dua bulan kembali."


"astaga suamiku kenapa lebay sekali sih, sini-sini peluk." Rania melebarkan tangannya agar alkana memeluk dirinya, namun lelaki itu malah melipat tangan di depan dada dan tidak memperdulikan Rania.


"ya sudah." Rania langsung menurunkan tangannya kembali dan ingin membuka pintu untuk keluar dari mobil tersebut. akan tetapi alkana langsung memeluknya dari belakang dan meletakkan kepalanya di ceruk leher Rania.


wanita itu mengulum senyum dan langsung berbalik badan membalas pelukan alkana, dia juga bingung dengan keinginannya saat ini.


'aku juga akan susah tidur, kalau tidak ada kamu mas.' batin Rania.


alkana langsung melepaskan pelukannya dan menatap Rania dengan manja.


"sayang aku ingin vitamin." pinta alkana manja.


"vitamin apa mas?" tanya Rania bingung.


"nonon!" ujar alkana dengan pandangan yang mengarah pada dada rania.


"apa?! jangan aneh-aneh ya mas, ini di sekolah loh." ujar Rania kesal.


"aaa, sayang ayolah! sebentar saja, aku sedang butuh vitamin." rengek alkana.


"mas!"

__ADS_1


alkana tidak mempedulikan larangan Rania, dia langsung membuka satu persatu kancing seragam Rania. akan tetapi, saat mendengar suara Kevin dan anak Osis lainnya sedang berbincang-bincang melewati mobil mereka, Rania dan alkana langsung membulatkan matanya dan menunduk agar tidak terlihat dari luar.


"alkana berniat mengundurkan dirinya, kalau bukan berani yang jadi lawan mainnya?" tanya Kevin.


"yang aku dengar tadi sih begitu, Pak Nando sendiri yang menyampaikan ini tadi."


"ck, sialan! di mana dia?" tanya Kevin kesal.


kini mereka berhenti tepat di depan mobil alkana dan lelaki yang menjadi lawan bicara Kevin tersebut menggedikkan bahunya karena tidak mengetahui keberadaan alkana.


"ya sudah, kalau begitu aku ke ruang OSIS dulu ya." ujar andri. Kevin menganggukkan kepalanya dan menghela nafas kasar, lalu dia melirik ke sebelah kanannya, ternyata tepat mobil lelaki yang membuat dirinya kesal itu. dia langsung menendang ban mobilnya.


"alkana sialan! menyusahkan pekerjaan orang saja, kau!" sungut Kevin.


Kevin langsung melangkahkan kakinya kembali untuk mencari alkana, sedangkan yang dia cari berada di dalam mobil yang baru saja dia tendang ban nya. alkana langsung mengepalkan tangannya dan keluar dari mobil ingin segera menghampiri Kevin, Rania yang melihat itu langsung merapikan bajunya kembali. setelah itu Rania langsung ikut keluar dari dalam mobil, dan mengejar alkana.


"Kak apaan sih." ucap Rania saat sudah berhasil mencekal tangan alkana.


"enak saja dia mengumpat aku di belakangku." sahut alkana kesal.


"ya sudah sih, kan memang kamu yang salah."


"ayo masuk ke kelas, kalau kakak cari ribut, aku tidak akan kembali ke Indonesia lagi!" ancam Rania.


alkana langsung melirik ke arah Rania dengan tajam, lalu langsung berubah menjadi Hello Kitty. dia membawa Rania ke dalam pelukannya karena merasa sedih akan di tinggalkan, sedangkan wanita yang dipeluknya panik dan manik matanya melirik ke seluruh penjuru parkiran untuk memastikan tidak ada yang melihat.


***


Sepulang sekolah semua nama yang masuk ke dalam list program pertukaran pelajar telah berkumpul di ruang guru, semuanya ada lima belas orang siswa, dan yang akan terpilih hanya dua saja.


"Rania, Jadi bagaimana kak alkana masih, tidak membolehkan kamu?" tanya Sherly.


Rania menganggukkan kepalanya dengan lesu, lalu saat pengumuman tentang prestasi belajar dan nilai tertinggi jatuh kepada Sherly dan juga Rania membuat kedua wanita itu membulatkan matanya.


"kita berdua?" tanya Sherly dengan mulut ternganga.


Rania menganggukkan kepalanya antusias dan memeluk wanita di hadapannya, "iya, aaaa selamat ya."


alkana berusaha menguping dari luar ruangan membulatkan matanya dan moodnya langsung berubah drastis, Kenan dan Alex baru saja datang namun alkana tidak mengetahuinya. kenan langsung menepuk pundak lelaki di hadapannya itu, namun karena merasa kesal dan tidak ingin diganggu, alkana langsung menarik tangan kenan hingga lelaki itu terangkat dan terbanting ke lantai.


alkana sangat jago dalam bidang bela diri, sehingga dapat dengan mudah membuat lawannya tidak berdaya.


"awwws, tulangku!" teriak kenan memegang pinggangnya.

__ADS_1


__ADS_2