
"CK, lepaskan!" Kenan menepis kasar tangan Dino.
"aku bilang jangan lihat, nanti Citra baikmu sebagai gadis desa hilang." jelas Dino dengan dramatis.
Alex melirik ke arah mereka berdua yang sedang merebutkan hal yang tidak jelas.
"Kenan, gadis desa itu seperti Rania, cantik dan anggun. bukan sepertimu yang kumisan."
"heh stob it! dasar dayang tidak berguna, ini bukan kumis sembarangan, ini kumis pemikat Pangeran." jawab Kenan.
"awas kalian, Pangeran aku di rebut dari Putu bambu." teriak Kenan.
"anjir, putu bambu tidak tuh." jawab Dino tertawa keras.
begitupun dengan semua orang yang ada di ruangan tersebut, bahkan Kevin yang sedari tadi selalu diam dengan raut wajahnya yang tampak kesal pun ikut tertawa tipis karena tingkah mereka bertiga.
"abang, jangan tergoda sama Putu bambu itu." ujar Kenan Seraya mencoba melepas pelukan Rania dan alkana.
Rania membulatkan kedua bola matanya, dan menetap ke arah kanan tajam.
"kak Kenan, astaga! aku yang gadis desa saja kalah sama kamu."
"ya iyalah, kita kan berbeda." Kenan menyibak selendangnya dengan centil.
"Rania kau harus hati-hati, pelakor varian terbaru sudah muncul." teriak Alex.
"kalau kau bertingkah lagi, aku tendang kau ke bawah panggung!" ancam alkana kepada Kenan.
Rania tertawa kecil dan menatap ke arah alkana, yang juga menatapnya dengan tatapan yang dalam.
"kenapa? kenapa tiba-tiba bisa ada di sini? sejak kapan kamu sudah disini? kenapa tidak mengabari aku? kapan pulangnya? kapan sampai di indonesia? apa aku ini tidak penting sampai tidak tahu apa yang kamu lakukan? apa kamu sudah tidak menganggap aku?" tanya alkana dengan beruntun.
"astaga Al, sudah berapa lama kau menyiapkan pertanyaan sebanyak itu?' tanya Kenan.
"pantas saja dia diam terus di pojokan, ternyata sedang merancang pertanyaan." timpal Alex.
"sayang jawab, kenapa diam saja!" perintah alkana.
Kevin yang melihat pemandangan itu semakin tidak berselera, dia langsung berdiri dan melepaskan genggaman tangan alkana dari Rania. hingga mereka berdua saling menatap.
"kita sudah mau mulai, simpan bucinmu norak itu untuk nanti."
__ADS_1
"rania, kau tunggu di tempat acaranya saja ya." pinta Kevin dengan tersenyum manis dan suaranya yang lembut, berbeda saat berbicara dengan alkana.
"oh, iya kak. kalau begitu kalian semua semangat ya, semangat Surti." Rania memberi semangat untuk semua, lalu menatap alkana dan tersenyum hangat, "semangat sayang."
Alkana yang tampak kesal langsung salah tingkah dan menundukkan kepalanya lalu tersenyum manis, rupanya dia sedang salah tingkah. Rania langsung melambaikan tangannya dan meninggalkan tempat itu, sedangkan alkana langsung merubah raut wajahnya.
"ah drama yang sangat romantis sekali, kisah cinta yang sangat di impikan para wanita, benar Bukan?" tanya seorang MC dengan lantang.
semua para penonton langsung bersorak gembira dan mengangkat tangannya, berakhirnya drama Cinderella itu, kini selanjutnya drama pangeran dan gadis desa akan segera dimulai. Rania berdiri agar bisa melihat dramanya dengan jelas. dia akan menampilkan sebuah dance ketika drama ini telah selesai, Sherly tidak terlihat sama sekali di tempat itu.
"sherly ke mana ya? Apa dia tidak masuk? apa dia masih di rumah sakit menemani neneknya, nanti saja deh aku menghubunginya."
manik matanya langsung menatap lurus ke depan, di atas panggung alkana berjalan dengan pakaian kerajaan yang semakin membuatnya tampak gagah. raut wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi apapun Hanya menatap lurus ke depan.
"oke, ini adalah penampilan dari drama gadis desa dan seorang pangeran. wah cantik sekali bukan, gadis desa satu ini? Pasti kalian jatuh hati dengan surti kan?" tanya MC dengan tersenyum lebar.
kenan langsung bergaya dan di anggun-anggunkan, dia melebarkan roknya dan berputar lalu tersenyum. Alex yang melihatnya langsung menoyor apalagi.
"Astaga aku sepertinya terjatuh nih sama pesona Surti." teriak penonton yang satu kelas dengan kenan.
"nomor whatsApp Dedek ada di bawah ini ya." jawab Kenan menuju ke bawah hingga membuat seluruh penonton tertawa, begitupun dengan para guru dan tentunya Pak Nando yang tertawanya lebih keras dari yang lain.
"Astaga aku semakin merasa bahwa kak alkana memang benar-benar tidak bisa di gapai, tapi kalau Kak Kevin masih ada harapan." ujar seorang siswi.
"pangeranku! eh, maksudnya Kak kevin Ayo semangat." teriak para siswi.
Semua siswi terus saja teriak, Sedangkan para lelakinya meneriakkan nama Surti untuk diberikan semangat. Alkana justru mencari keberadaan Rania dan terus menetapnya, Rania mengangkat tangannya ke atas dan membentuk gambar hati membuat alkana tersenyum lebar. akhirnya drama itu pun dimulai juga, tirai langsung tertutup rapat dan para pemeran menyiapkan diri untuk segera memulai aktingnya.
"alkana kau disini!" teriak kenan.
"aku part terakhir ketemu sama kau, kau dengan kevin dulu." sahut alkana.
"oh iya, ternyata begini ya rasanya di perebutkan oleh pria tampan dan kekar." ujar Kenan centil.
"Iya nanti setelah drama ini selesai kau langsung daftar masuk ke gengnya Sasha." sahut Alex.
"iyuh, ogah! surti cocoknya gabung dengan Rania dan Sherly agar bisa gandengan terus."
alkana langsung menggeplak kepala Kenan, "tidak Sudi kekasihku berteman dengan yang modelan nya sepertimu."
"diam kalian! fokus, tirainya sudah mau terbuka." teriak Kevin kesal.
__ADS_1
tirai terbuka, drama pun akhirnya dimulai. Surti duduk di sebuah tepi kolam dengan sangat anggun, manik matanya menatap ke arah kolam itu dengan penuh penghayatan. datanglah Dani sebagai seorang petani mendekati mendekati surti.
"adek Surti jangan dekat-dekat dengan kolamnya ya, nanti jatuh." ujar petani tersebut.
"Ih Bapak bisa saja, kalau jatuh kan bisa berenang." jawab Surti centil menirukan gaya berenang.
'teman laknat memang, Kenapa dia ubah dialognya.' batin Alex menahan tawanya.
"Ya sudah, kalau begitu Bapak ke sawah dulu ya." petani tersebut pun langsung meninggalkan Surti sendiri.
"Surti, Kenapa kamu di sini seorang diri?" tanya Eko seorang Pemuda desa yang tidak lain adalah Kevin.
"ah kang Eko, Iya lagi menemani ikan berenang." jawab Kenan.
"dialog mana itu? yang serius kau, kalau tidak aku aku blacklist dari Darma Yudha!" ancam Kevin.
"eh Kang Eko, tidak ada kok hanya sedang duduk saja menikmati suasana yang indah." jawab Kenan dengan serius.
"apa boleh Kang Eko temani?" tanya Kevin.
Surti tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.
kini tibalah Alex dan Dino yang maju, mereka memakai kebaya yang berjalan sangat kesusahan karena roknya yang sempit. langkahnya terlalu kecil dan Alex terlalu fokus untuk segera mendekati Surti untuk bertanya, namun dia tidak melihat ada genangan air membuat lantai menjadi licin hingga membuatnya tersungkur terpeleset.
"Aaaa."
Kenan menahan tawanya dan langsung mendekati Alex untuk meneruskan drama, walaupun sebenarnya jatuh itu bukan dari bagian drama tersebut.
"astaga, kamu nggak apa-apa? kenapa bisa jatuh?"
"siapa yang menaruh air di situ, hah?" tanya Alex Ketus dan dengan berbisik.
Kenan menggelengkan kepalanya, dan membantu Alex agar bisa berdiri kembali. namun sayangnya mereka berdua malah tersungkur hingga membuat seluruh penonton tertawa karena mengira jika itu adalah bagian dari drama mereka.
"anak sialan! aku jatuh juga, ah Pinggangku serasa patah."
"woi, malah Join lagi kau." Ketus Alex.
.
.
__ADS_1
haihai author kembali dengan drama cerita Surti, makasih yg udh setia dengan pasangan alkana dan Rania.🥰