Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
cemburu buta


__ADS_3

manik mata mereka saling menatap, alkana masih ingat jelas lelaki di hadapannya itu dengan sengaja mendorongnya saat dipertandingan tadi, bahkan saat ini dia memanggil nama istrinya membuatnya semakin tidak menyukai lelaki itu.


"kau yang tadi mendorongku kan!" apa maksud mu, hah?" tanya alkana dengan kesal.


"Oh ya, Sorry. aku tidak sengaja." ujar Yoga dengan tersenyum mengejek.


"Yoga." lirih Rania.


alkana langsung melirik ke arah Rania, "sayang, kamu kenal sama dia?"


"Rania, ternyata kamu pindah ke sekolah ini ya. pantas saja kemarin kata Nisa kamu sudah pindah ke kota, aku senang sekali bisa bertemu lagi dengan kamu." ujar Yoga dengan suaranya yang terdengar lembut.


Rania menghela nafas pelan dan menatap ke arah alkana, "dia Yoga, teman satu sekolah sewaktu di desa."


"hanya teman? kenalkan aku pacarnya Rania." alkana mengulurkan tangannya, Yoga juga membalas uluran tangan itu.


"aku Yoga, lelaki yang pernah menyukai Rania bahkan sampai saat ini." ujar Yoga terus terang, membuat alkana mengeraskan rahangnya dan menatap tajam manik mata lelaki itu.


Anggia yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya saat ingin menghampiri Yoga, dia menghela nafas kasar dan menguatkan hatinya kembali. dia langsung menghampiri Yoga dan merangkul lengannya, Yoga menoleh ke arah Anggia dan berdecak kesal.


"hilangkan perasaan tidak berguna mu itu, kalau kau tidak mau berurusan denganku!" ancam alkana.


"kau tidak bisa melarang atau mengatur perasaan orang lain." sahut Yoga.


"cih, brandal sialan!" alkana ingin memukul wajah Yoga namun dihalangi oleh Rania.


"Anggia lebih baik kau bawa Yoga pergi dari sini." perintah Rania.


'heh, berasa oke sekali kau di perebutkan seperti itu' batin Anggia.


Anggia langsung menarik lengan Yoga dan meninggalkan mereka berdua, sedangkan alkana menatap Rania dengan tajam lelaki itu benar-benar merasa cemburu sehingga tidak dapat mengontrol dirinya sendiri.


"kamu suka sama dia?"tanya alkana kesal.


Rania hanya mengulas senyum lalu tertawa kecil, dia menutup mulutnya dengan tangan kanan lalu menoleh ke kiri. sedangkan alkana yang kesal merasa aneh dan menatap rania dengan tatapan kesal.


"kenapa kamu tertawa?"


"ehem.. ehem.. kamu lucu tahu kalau sedang cemburu menggemaskan sekali sih. cemburunya bagaimana, bagaimana?" tanya Rania tertawa kecil.


"cih, aku tidak bercanda Rania, jawab pertanyaanku cepat." sungut alkana.


Rania tidak mempedulikan alkana dan meninggalkan lelaki itu, membuat alkana menatap punggung Rania dengan kesal. amarahnya semakin menjadi, sedangkan Rania berhenti saat jaraknya sudah sekitar 5 meter dari alkana, dia membalikkan tubuhnya dan tersenyum manis.


Rania membentuk hati dengan kedua tangannya di atas kepala, "i love you!" teriak Rania.


alkana yang sedang kesal langsung menepuk jidatnya, "kalau begini mana bisa aku marah, menggemaskan sekali sih istriku."


alkana langsung tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju Rania, sedangkan wanita itu malah berlari menjauhi alkana. Rania bersembunyi di belakang Alex dan Kenan.


"rania, akhirnya kau sadar juga dan memilih kami." ujar Kenan dramatis.

__ADS_1


"kami? Jadi maksudnya, kalau pacaran dengan kak Kenan bonus kak Alex begitu?" tanya Rania.


"iya dong, begitupun sebaliknya." jawab Kenan santai.


"kalian, kenapa dekat-dekat istri-" ucapan alkana terpotong dan langsung menggelengkan kepalanya.


"kalian kenapa dekat-dekat pacarku?'


"dia sudah sadar, jadi lebih baik kau ikhlaskan saja ya Al." ujar Alex dengan memasang wajah sedih.


"cih, sialan! kau itu cocoknya dengan Sasha!" alkana langsung menarik tangan Rania dan pergi meninggalkan mereka berdua.


.


.


"kak Kevin haus kan, ini aku bawakan minum untuk kakak." Sherly memberikan minuman yang baru saja dia beli kepada Kevin.


"terima kasih ya." Kevin menerimanya dan langsung meneguknya hingga habis setengah.


"kak ini aku bawakan handuk kecil untuk mengelap keringatnya." Sherly menyodorkan handuk kecil yang sengaja dia siapkan untuk waktu seperti ini.


Kevin hanya terkekeh kecil dan langsung membungkukkan badannya agar seimbang dengan Sherly, "tanganku sedang Penuh semua, jadi tolong lap kan ya."


sherly langsung menganga dan meneguk salivanya dengan susah payah, dia langsung mengangguk dan tersenyum manis Sherly dengan lembut dia mengeringkan keringat Kevin.


'astaga hatiku tidak akan aman kalau begini terus, apa ini tandanya kak Kevin mulai sadar kalau selama ini aku hidup.' batin Sherly.


"ck, sialan. mau lepas rahangmu aku buat?" tanya Alex dengan raut wajah yang kesal.


"lihat itu!" ujar Kenan.


Alex langsung bangkit dan melihat Sherly yang sedang mengelap keringat Kevin dengan handuk, dia langsung memasang wajah bodo amat dan meninggalkan lapangan.


"woi, kau mau ke mana?" tanya Kenan.


"mau pulang, cari emak."


"kenapa kau mencari emak?"


"biar di lap juga keringatku, kasih sayang emak tidak mengecewakan. tidak seperti dedek Sherly."


Kenan langsung tertawa terbahak-bahak dan mengikuti langkah Alex, kini manik mata mereka menatap lelaki yang sebelumnya mencari perkara dengan alkana.


"Lex, Itu anak yang dorong alkana tadi kan?" tanya Kenan memastikan.


"iya, apa masalah dia dengan alkana, memangnya alkana kenal dengan dia?" tanya alex.


"ayo kita tanya saja." Kenan langsung berjalan menuju ke arah Yoga berada, namun kerah baju Kenan langsung ditarik oleh Alex sehingga lelaki itu memundurkan langkahnya kembali.


"mau tanya apa kau?"

__ADS_1


"ya tanya apa ada masalah dia dan alkana."


"bodoh sekali sih punya teman, kalau itu tanya ke alkana saja bukan pada dia." Alex langsung berjalan lebih dulu dan mendorong tubuh Yoga hingga dia terjatuh.


"yoga, kau tidak apa-apa?" tanya Anggia membantu Yoga berdiri.


"oops, sorry aku tidak sengaja. aku tidak melihat kau tadi, aku kira patung." ujar Alex tersenyum mengejek.


"ck, sialan! kau anggap aku patung?" tanya Yoga kesal.


"Iya kau patung! sekali lagi kau berani mencari masalah dengan alkana, urusanmu dengan kami!" ancam Alex.


"ternyata kalian sukanya main keroyokan ya, alkana yang menyuruh kalian? cih payah." ledek Yoga.


Alex langsung menarik kerah baju Yoga dan menatapnya tajam, "kau ingat saja ucapanku, aku harap kau masih sayang dengan nyawamu ini."


Alex melepaskannya dengan mendorong Yoga lalu dia melangkahkan kakinya meninggalkan mereka begitupun dengan Kenan.


"anjay, badas banget kau Lex." Puji Kenan.


"keren tidak, aku tadi?" tanya Alex.


kenan bertepuk tangan lalu mereka Langsung menoleh ke belakang, ternyata Helena juga ikut bertepuk tangan dengan mengejek mereka berdua.


"mental kerupuk saja sok keren, geli aku lihatnya." ledek Helena wanita itu langsung meninggalkan Kenan dan juga Alex.


"woi kau, dukun ilmu Hitam Putih kemari kau!" teriak Alex kesal.


.


.


tepat di depan kelas dua belas unggulan, alkana dan Rania duduk tanpa ada gang berbicara. alkana masih merasa kesal dan ingin mendapatkan penjelasan dari Rania, namun wanita itu belum juga membuka suaranya sejak tadi.


"kak, dia itu hanya masa lalu aku saja kok. aku tidak punya perasaan apa-apa lagi sama dia." ujar Vania memecah keheningan Setelah sekian lama.


"jadi kamu pernah punya perasaan sama si kotoran kerbau itu?" tanya alkana kesal dan sedikit meninggikan nada bicaranya.


'haduh, salah ngomong lagi aku kan.' batin rania.


"ya itu kan hanya masa lalu saja kak, tidak sempat jadian juga kok."


"apa?! jadi kamu pengen gitu, jadian sama kotoran kerbau itu?"


"oh astaga, kak alkana coba deh dengarkan penjelasan Rania dulu." perintah wanita itu.


"Rania kenal dia sebelum Rania mengenal kakak, jadi Rania tidak ada menghianati kakak dan sekarang di antara kami hanya teman biasa saja tidak ada lebih karena aku sekarang sudah mempunyai kamu saja." jelas Rania.


Alkana menghela nafas panjang dan menatap Rania dengan tatapan yang sulit diartikan, "ya sudah lah, lupakan saja tentang dia. aku emosi kalau ingat dia terus."


Sherly dan Kevin berjalan di lorong kelas dan melihat adanya Rania, Sherly langsung melambaikan tangannya dan mendekat ke arah rania. dia melirik kembali ke arah Kevin karena hatinya masih terasa ingin mencuat keluar, namun manik matanya membulat saat melihat ada ulat daun menempel di kerah baju Kevin.

__ADS_1


Sherly langsung mendorong Kevin hingga lelaki itu kehilangan keseimbangannya, hingga terjatuh di pangkuan alkana membuat Kevin dan alkana saling menatap lalu melebarkan manik matanya.


__ADS_2