
Dino menggaruk kepala belakangnya yang tidak terasa gatal, dia langsung menarik keduanya untuk berdiri. sedangkan di depan sana Rania terus tertawa melihat tingkah mereka yang semua.
"kak Kenan ada-ada saja sih." ujar Rania menggelengkan kepalanya.
"Hei, sudah mulai dari tadi?" tanya Sherly yang baru saja datang, Rania langsung menolehkan kepalanya ke samping kanan.
"akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu tidak masuk hari ini. keadaan nenekmu bagaimana?" tanya Rania menatap manik mata Sherly dengan serius.
"sudah lebih baik, hanya masih harus dirawat di rumah sakit. aku ke sini, karena tidak mau ketinggalan drama Surti dong." sahut Sherly tersenyum lebar.
"itu, mereka sedang tiduran di lantai." ujar Rania.
Sherly langsung menatap lurus ke depan, dan melihat seorang lelaki yang asing baginya sedang membantu Kenan dan Alex untuk berdiri.
"Rania laki-laki itu siapa? kenapa aku tidak pernah melihatnya, apa Dia anak baru?"
"oh yang itu namanya Dino sepupu Kak alkana, dia satu kelas dengan kita." jawab Rania tanpa menoleh ke arah Sherly.
"What?! sepupu Kak alkana?" tanya Sherly dengan suara yang kencang.
Rania langsung menutup telinganya rapat-rapat karena suara wanita di sebelahnya itu sangat nyaring sekali, "iya, Pelan kan suaramu woi."
Sherly langsung menyengir dan menatap Rania dengan serius, "tampan sekali weh, aku bisa oleng lagi ini. tapi tidak deh, aku fokus dengan ayang Kevin saja." Sasha yang mendengarnya langsung melirik ke arah mereka berdua.
"kalau mau halu ngaca dulu ya, kalian itu hanya di jadikan bahan gabut saja dengan mereka. aku lebih tahu sifat mereka dari pada kalian."
Rania hanya menaikkan satu alisnya, "oh ya? benarkah? bagus dong."
"dasar sialan! jangan merasa sok paling oke ya di Darmayudha ini, Nanti kalau sudah ketahuan saja asli mereka nangis kalian berdua."
Rania tidak mempedulikannya, dia hanya menengok dan menatap lurus ke depan. dalam batinnya dia terus menggerutu karena kesal.
'paling tahu sekali ya dengan sifat suami orang? huh, aku tunjukkan surat nikahku kejang-kejang juga kau."
"Hello kakak Sasha yang katanya cantik jelita tapi lebih cantik kan rania, aku tidak berminat ya debat denganmu. kalau memang merasa tersaingi, Ya seharusnya di imbangi dong jangan seperti ini, malu lah." Sindir Sherly.
"heh, sialan ya kau! Jaga mulutmu itu kalau tidak mau aku habisi." ketus teman Sasha.
"Junior sekarang semakin tidak punya etika, sekali lagi kau berbicara seperti itu Aku tidak akan segan memberimu pelajaran ya." sungut Sasha.
"Ya, silahkan aku tunggu." jawab Sherly dengan acuh.
Rania dan Sherly tidak lagi ingin mendengarkan ocehan tidak berguna dari Sasha maupun temannya itu, mereka kembali fokus menatap ke depan untuk memperhatikan drama yang sedang berlangsung.
"Kang Eko, tidak ada niat menolong Surti?" tanya Kenan dengan raut wajah yang sedih, karena dia sedari tadi tidak mampu untuk berdiri.
Kevin langsung bangkit dan memegang tangan kenan dan berniat membantunya untuk berdiri, lalu saat Kenan telah berdiri dia langsung pura-pura terpeleset kembali hingga Kevin merangkul tubuh Kenan. tatapan mereka Saling bertabrakan membuat seluruh penonton histeris dan menjerit, begitupun dengan mc-nya yang semakin ikut heboh.
"wow, sungguh sangat manis sekali bukan?' tanya mc-nya.
Kevin berdecak kesal, dan langsung membantu Kenan untuk berdiri dan menjauh darinya.
"sialan, kau Kenan."
"kang Eko tidak boleh bicara seperti itu ya" sahut Kenan menahan tawanya.
drama terus saja berlanjut, hingga masuk ke Sesi Surti bertemu dengan sang pangeran di sebuah hutan saat Pangeran tersebut sedang memanah hewan buruannya.
"Kak, kamu ngapain? jangan bilang mau memanah hatiku ya, eh maksudnya mau memanah hewan di sini ya?" tanya Kenan dengan centil.
Alkana langsung menolehkan pandangannya, Dia sangat mendalami perannya dan seakan terpesona dengan kecantikan Surti. sedangkan Kenan langsung mengibas-ngibaskan rambut dan selendangnya.
__ADS_1
"iya, awalnya aku ingin memanah hewan di sini. hanya saja tidak ketemu dan ternyata hewannya ada di hadapanku." jawab alkana dengan raut wajah yang serius.
Dani dan yang lainnya langsung tertawa ngakak, namun di tatap tajam oleh Kevin agar mereka semua diam dan kenan langsung membulatkan matanya.
"maaf, maksudku bidadarinya ada di depanku. Siapa namamu?" tanya alkana.
"mau nama panjang, sedang atau nama pendek?" tanya Kenan dengan centil.
"semuanya juga boleh."
"kalau nama panjang, Surtiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Annisa tersayang." jawab Kenan.
Pangeran tersebut mengerutkan keningnya.
"kalau yang pendek S."
"hah, s?" tanya Pangeran tersebut kebingungan.
"yes, kalau yang sedang Surti."
"Pangeran ternyata anda di sini, kami mencari ke seluruh hutan ini. anda dicari oleh raja Pangeran." ujar Dino sebagai dayang.
"kenapa kalian mencari ku? aku sedang mencari kebahagiaanku sendiri."
"maaf, Pangeran harus segera kembali sebelum Raja marah besar, karena kami sudah kehabisan stok bawang goreng untuk membujuknya." lanjut Alex.
"kok malah Jadi bawang goreng, woi?" Ketus Kenan.
"Pangeran ayo, kita harus segera kembali." ajak Dino lagi.
"tidak mau! aku telah menemukan pujaan hatiku si S." jawab alkana.
Surti langsung menatap ke arah Pangeran dengan mata berbinar, "apakah aku yang anda maksud Pangeran? aku tidak menyangka Jika kamu sebenarnya pangeran, dan ini pertemuan kita yang pertama kali jadi jangan menyukai aku."
"aku mencintaimu dari awal kita bertemu, kamu sangat lucu bagiku dan wajahmu terlihat sangat kuno."
"pangeran sialan." umpat kenan.
"dan begitulah kisah sang pangeran dan juga seorang Surti sang gadis desa, hubungan mereka terus saja di tentang oleh banyak orang, akan tetapi sang pangeran tidak peduli dan tetap mempertahankan Surti di sisinya.
walaupun dia Memiliki seseorang saingan sang Pemuda desa, karena Eko tidak terima dia langsung mengajak Pangeran untuk bermain Ludo, dan siapa yang menang maka dia akan memenangkan Surti." ujar dani menjelaskan jalan cerita drama tersebut.
kini dua lelaki itu sedang fokus bermain ludo untuk memenangkan hati Surti, dan ternyata yang menang adalah alkana hingga hubungannya dengan Surti semakin akrab dan juga semakin saling mencintai.
"Saranghaeyo, Pangeran." ujar Kenan gembira.
"nado saranghae Surti." jawab alkana dingin. (aku juga mencintaimu Surti) *buat yg bingung sama artinya*
"saranghaeyo Pangeran."
" saranghaeyo Surti."
"Saranghae Pangeran." Kenan langsung memukul lengan alkana dan memeluknya.
alkana pun tersenyum manis dan tirai pun tertutup, setelah benar-benar tertutup mereka langsung berbaris kembali dan alkana menggeplak kepala Kenan, lalu melepaskan genggaman tangan lelaki itu.
"lepaskan!" ketus alkana.
"tidak, Saranghaeyo pangeran."
"heh, lepaskan kenan! geli sialan!"
__ADS_1
"tidak pangeran."
hingga tirai kembali terbuka, namun mereka masih sibuk berkelahi karena Kenan terus merangkul alkana. lalu saat tahu kini mereka menjadi pusat perhatian dan ditertawai satu ruangan, membuat alkana langsung menyengir dan ikut mengucapkan terima kasih.
"huwaa, sungguh dapat sekali ya chemistry antara pangeran dan juga Surti. para fans alkana harus segera mundur dari sekarang ya." ujar MC ikut tertawa.
Saat semua telah turun dari pentas, Rania langsung keluar dari ruangan itu namun tangannya ditarik oleh Sherly.
"mau ke mana kamu?"
"setelah ini aku yang tampil."
"tampil apa ran?"
"dance, gara-gara guru kesayanganmu itu Pak Nando." sahut Rania gugup.
"wah, pokoknya kamu pasti hebat. semangat ya, aku akan jadi suporter mu yang paling heboh nanti pokoknya." ujar Sherly memberi semangat.
Rania menghela napas panjang dan langsung melangkahkan kakinya keluar, dia bertemu dengan alkana dan juga yang lainnya.
"kak alkana sumpah ya kalian bagus banget, tapi ingat ya, awas saja kak Kenan menjadi pelakor di hubungan kami! siap-siap saja aku ikat di pohon."
"Dih memangnya aku lelaki apaan? Seleraku bukan alkana, tapi duitnya." jawab Kenan dengan centil.
"sayang, kamu mau ke mana?" tanya alkana.
"kali ini Rania yang tampil, gugup sekali tapi harus tampil karena ini perintah dari Pak Nando." sahut Rania gugup.
"tampil? tampil apa?" tanya alkana terkejut karena dia belum tahu sebelumnya.
"ada deh, nanti lagi ya. Rania ke sana dulu, bye semuanya bye sayang love you." Rania melambaikan tangannya.
"aku juga mencintaimu."
"ah sudahlah, kita jadi obat nyamuk di sini ayo. ayo kita masuk ke dalam Lex." kenan langsung menarik tangan Alex dan juga Dino.
"semangat kakak ipar, eh maksudku calon kakak ipar." teriak dino yang ditatap tajam oleh alkana.
Rania langsung menarik nafasnya dalam-dalam saat namanya telah di panggil, kakinya mulai melangkah dengan sangat elegan namun hatinya tetap saja merasa gugup, alkana terus memperhatikan istrinya itu dari kejauhan.
"baiklah mari kita saksikan dance dari Rania Dwi Eliza." teriak MC tersebut.
"hah, serius? dia punya muka berapa untuk menahan malu?" tanya teman Sasha.
"Rania mau ngedance? aku baru tahu dia bisa ngedance." ujar kenan.
"al, pacarmu multifungsi sekali ya." ujar Alex kepada alkana.
"multitalenta woi." timpal Dino tidak terima.
dengan bentuk tubuhnya yang bagus dan juga langsing, Rania berdiri menghadap ke arah penonton namun dia terus menunduk karena merasa tidak yakin dan juga gugup. saat lagu berbunyi, tatapannya langsung menatap ke depan dengan tajam dan tersenyum tipis. dia menggerakkan tubuhnya dengan penuh kepercayaan yang baru saja dia kumpulkan. semua siswa-siswi bertepuk tangan karena merasa kagum, begitupun dengan Sherly yang berteriak histeris karena tidak menyangka jika Rania sangat ahli dalam melakukannya. namun alkana masih membulatkan matanya saat melihat Rania menari seperti itu. dia berdecak kesal dan keluar dari ruangan untuk naik ke atas panggung.
"berani sekali kamu menari seperti itu di depan banyak orang." kesal alkana.
dia langsung naik ke atas panggung membuat Rania menghentikan dance-nya, begitupun dengan yang lain langsung membulatkan matanya saat alkana sudah berada di atas panggung.
Alkana langsung mendekat, "berani sekali kamu menari seperti itu, lihat saja nanti hukuman apa yang akan aku berikan untukmu."
alkana langsung menarik tangan Rania untuk maju ke depan, Rania terus menatapnya namun tetap menuruti perintah alkana. tiba-tiba dia membulatkan matanya dan seluruh yang ada di ruangan termasuk para siswi berteriak histeris saat alkana ikut ngedance bersamanya. Rania yang mengerti langsung mengeluh senyumnya.
"wah, badas sekali pangeranku." teriak Kenan. "CK, sialan kau rania." umpat Sasha, dia langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Kenan menarik Alex untuk menuju ke atas panggung, namun Alex menepisnya berulang kali.
"apa kau? aku tidak mau!"