Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
aman


__ADS_3

"Hah, bicara apa? Bapak kepo deh." sahut Kenan dengan ketusnya.


"Kenan, Kamu mau saya skors?" ancam pak Nando.


"Ish, Bapak ini ngancam mulu deh. Takut hilang gantengnya ya, kalau senyum? Padahal nih ya Pak saya kasih tahu, senyum itu ibadah loh Pak." Ujar Kenan sok bijak.


"Nah Pak, gitu dong senyum. Masya Allah manisnya Bapak Guruku." ujar Kenan dengan nada menggoda saat melihat Pak Nando sedikit tersenyum.


"Sudah sudah, kamu ini ya Kenan membuat Bapak salting saja." Timpal Pak Nando malu-malu kucing.


"Cie Bapak tahu bahasa salting juga." Ledek kenan.


"Kami tidak Sedang membahas apa-apa kok pak, kami di sini hanya membuat rencana belajar bersama. Kan satu minggu lagi kami akan ujian." Sahut Alex.


"Nah kalau itu bagus, itu baru murid yang patut di contoh oleh adik-adik kelas. Ya sudah, kalau begitu kalian lanjutkan saja diskusinya bapak akan memberitahu yang lain untuk mencontoh kalian agar rajin belajar seperti kalian ini." Sambung Pak Nando.


"Iya Pak betul sekali, semangat Bapak." ujar Sherly.


Kepergian Pak Nando membuat mereka semua bernafas lega, dan sherly menatap ke arah Rania kembali.


"Rania, usia kandunganmu sudah berapa bulan?" Tanya Sherly dengan jiwa keponya.


"Tidak tahu, belum di periksa."


"Oh, ya sudah kalau begitu kita ke kelas saja yuk. Aku takut banyak mata-mata di sini, nanti jadi banyak yang tahu." Ajak Sherly.


"Woi tunggu aku!" Teriak Dino dengan berlarian ke arah mereka.


"Sayang kamu hati-hati Ya, belajar yang rajin biar anaknya pintar seperti Papanya." Ujar alkana tersenyum manis kepada Rania.


Kenan langsung menimpuk bahu alkana, "Kalau Nurun kau kenapa pula kau menyuruh Rania yang belajar rajin? Harusnya kau yang rajin belajar."


"Apa sih, heboh banget." Ketus alkana.


"Iya, ya sudah kalian masuk juga sana. Kami ke kelas dulu ya, bye." Rania Melambaikan tangannya tanda perpisahan kepada mereka bertiga.


"Dino jaga Kakak iparmu dengan baik!" perintah alkana tegas kepada sang adik sepupu.


"Aman, asal kalau anaknya perempuan jangan nikahkan sama Kenan atau Alex." Jawab dino dengan tidak nyambungnya.

__ADS_1


"Lah beda kami hanya 19 tahun, masih aman. Aku tinggal cari uang yang banyak biar bisa jadi sugar daddy." Sahut Alex.


"Itu namanya bukan sugar Daddy, tapi sugar aki-aki." Ketus Dino.


"Weh anak kemarin sore nyari perkara nih, gas kenan." Ajak Alex mencari sekutu.


"kemari kau! habis nanti gigi susu mu aku buat." Ujar Kenan berakting menyeramkan dengan memegang otot lengannya.


"Kau tidak cocok akting seperti itu, cocoknya seperti ini ayo bu ibu ayo yang sayang anak sayang anak balonnya murah meriah cuma lima rebu ambil saja di kantong suami ibu masing-masing." Dino memperagakan orang yang sedang berjualan balon keliling.


Sherly dan Rania tertawa terbahak-bahak meledek Kenan, saat lelaki itu ingin marah pada adik kelas itu langsung berlari menuju kelas mereka.


Alkana khawatir karena Rania berlarian, "Sayang hati-hati, jangan lari-lari!" Teriak alkana.


...****************...


Pelajaran hari ini membuat Rania mengantuk, sungguh dia ingin sekali tidur saat itu juga. Namun dia mencoba menahannya agar tidak tertidur, tetapi sialnya akhirnya dia tertidur juga.


"Rania kamu Kenapa? kamu sakit?" Tanya Ibu Rani.


"Iya Bu, Rania sakit. boleh tidak, kalau Rania saya bawa ke UKS?" Tanya Sherly menimpali.


"Baik bu."


Sherly langsung memapah tubuh Rania untuk berjalan menuju ke UKS, namun saat sudah berdiri Rania langsung terbangun dan menatap semuanya dengan heran.


"Sherly Ada apa ini?" tanya Rania bingung.


"Sudah kau diam saja, ayo kita jalan." Bisik Sherly tepat di telinga Rania.


Sesampainya mereka di UKS, mereka langsung merebahkan diri di tempat masing-masing. Rania berada di ranjang pasien, sedangkan sherly duduk di atas sofa.


"Kita kenapa Ke sini, sher?" tanya Rania lagi.


"Tadi kau tidur, Ibu Rani nanyain kamu. Ya sudah dari pada kamu mendapat masalah, Lebih baik aku alasan kalau kau sedang sakit jadi kita di suruh ke sini deh."


"Ah Sherly, kau memang sangat pengertian sekali."


"Tentu saja." Jawabnya bangga.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka dan Kevin terpaku karena melihat mereka semua ada di sini.


"Kenapa kalian ada di sini? Siapa yang sakit? Rania?"


Rania tidak menjawab malah melirik ke arah Sherly, yang kini ekspresinya berubah total saat kedatangan Kevin.


"Sedang tudak enak badan saja kok, Kakak sendiri ngapain?"


"Itu ada yang cedera, lagi cari kotak P3K." jawab Kevin.


Kevin mendekat ke arah Sherly dengan tersenyum, "Hai sher, apa kabar?" Tanya Kevin menyapa.


"Baik." Jawab Sherly sekenanya.


"Chat aku kenapa tidak kamu balas?"


"Chat apa? aku sudah ganti nomor ponsel." Jawab Sherly datar.


"Tulis nomor mu yang baru di sini, nanti aku kembali lagi harus sudah kau tulis nomornya." Kevin memberikan sebuah kertas dan langsung mengambil kotak P3K dan pergi keluar.


"Hei Enak saja kau nyuruh-nyuruh aku, Aku tidak mau Woi!" Teriak Sherly.


"Sherly sudahlah tulis saja, mungkin Kak Kevin memang mau berbaikan sama kamu." Ujar Rania.


"Kak alkana dan kak Kevin sekarang sudah baikan, tidak seperti dulu lagi. Nanti aku minta ke alkana untuk berbicara baik-baik lagi tentang hubungan kalian berdua." Ujar Rania memberi pengertian kepada Sherly.


"Rania, Dia mungkin itu masih sayang sama kamu. Aku tidak mau berekspektasi terlalu tinggi, Aku tidak siap jika Harus terjatuh Untuk yang kesekian kalinya. Ya walaupun Sebenarnya aku masih cinta sama kak Kevin, aku seperti tidak rela jika melihat dia dekat dengan cewek lain, apalagi dia ketua OSIS dan pasti banyak banget yang kagum sama dia. Sewaktu dia sedang berbicara di atas panggung di depan semua murid, berkarismanya benar-benar membuat aku semakin jatuh hati sama dia."


"Ah sudahlah, aku tidak mau membahas dia lagi. Kalau berjodoh pasti akan ada jalan untuk bersatu." Jelas sherly panjang lebar.


"Itu hanya perasaanmu saja, tenang ya nanti aku bantu kalian berdua agar bisa bersatu. Tapi jangan minta di nikahi sekarang, nanti kamu habis sama papa mamamu loh." Peringat Rania.


"Sekarang saja lah, biar nanti Dedek bayinya tuh ada temennya." Jawab Sherly dengan tertawa menggoda Rania.


"Jadi aku tulis nih, ran?" Tanya Sherly ragu-ragu.


Rania menganggukkan kepalanya menyetujui pertanyaan Sherly, "Iya tulis saja, dari pada nanti kamu menyesal. Kesempatan tidak datang dua kali loh."


Sherly menganggukkan kepalanya, kemudian mulai menulis nomor ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2