Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
wanita gila


__ADS_3

"Ops." Alex melemparkan alat untuk mengipas api tersebut, dan langsung berlari.


"kalian benar-benar tidak ada gunanya." teriak alkana.


alkana langsung mengejar mereka berdua membuat Rania dan Sherly menggelengkan kepalanya kemudian merapikan tempat yang telah jadi berantakan di buat tiga lelaki itu, alkana mengusap wajahnya yang menghitam hingga hitam wajahnya menghilang, begitupun dengan Kedua lelaki yang sedang berlari di depannya yang menghindari dirinya.


alkana menambah kecepatannya dan langsung menarik kerah baju ke dua lelaki itu.


"mau kemana kalian, hah?"


"Hai tampan." sapa seorang wanita.


ketiga lelaki itu sontak menatap ke depan dan membulatkan matanya, di tempat seperti ini ada saja orang gila dengan tampilan yang berantakan dan juga selalu menggulung rambutnya menggunakan tangannya.


wanita itu langsung berlari ke arah mereka bertiga, hingga membuat mereka sontak berkata, "stop!"


namun wanita gila itu tidak juga berhenti dan tetap berlari ke arah mereka, membuat alkana refleks melepaskan kerah baju Kedua lelaki itu dan mendorongnya hingga mereka terjatuh dan tepat di depan kaki wanita gila itu. Sedangkan alkana telah berlari menuju ke tendanya.


"ck, alkana sialan!" umpat Kenan dengan tubuh gemetar.


mereka berdua dengan perlahan mengangkat wajah ke atas, dan membulatkan matanya saat wanita gila itu tersenyum manis ke arah mereka.


"aaaaa." teriak mereka berdua.


"Run Kenan, Run!" teriak Alex.


"tanganku ke injak bodoh." sahut kenan.


"beli permen sama Dedek, yuk." ajak wanita gila itu.


wanita gila itu langsung Duduk menatap mereka yang sedang tertidur di tanah, Alex melirik langsung menoyor kepala orang gila itu hingga dia tersungkur. dia langsung berdiri dan menggeserkan kaki orang gila itu dan menarik Kenan agar berlari.


ada seorang security yang menjaga tempat tersebut langsung menghampiri mereka dan menarik orang gila itu dengan paksa untuk pergi dari tempat ini, setelah orang gila itu pergi baru mereka berdua bisa bernafas dengan lega.


"huh, mimpi apa aku semalam bisa bertemu orang gila di sini." ujar Kenan dengan nafas tersengal-sengal.


"mimpi basah mungkin." jawab Alex dengan ngos-ngosan juga.


Kenan langsung menoyor kepala Alex dan bangkit.


"kepala kau!"


Kenan langsung berjalan menuju tenda dan hari sudah mulai gelap, mereka membuat penerangan di sekitar dan langsung mulai membakar ikan tersebut. Kenan memasang earphone di telinganya karena sedang mendengarkan lagu, Dia mengipasi Ikan bakarnya sambil meloncat-loncat gembira dan berteriak heboh sendiri.


"asek..... yang di sana, ya.... lebih keras lagi. ooooo aaaaa heeeeee-" teriak Kenan.


alkana langsung menyumpal mulut Kenan dengan tisu yang sudah dia Jadikan bulat seperti bola kasti.


"hee apa? bakar yang benar!"


Kenan langsung membuang tisu dari mulutnya lalu kembali bernyanyi dan berteriak di ikuti oleh Sherly, sedangkan Alex dia memilih Istirahat di dalam tenda dan menunggu hingga ikannya matang.


alkana dan Rania berbaring di atas kain dan Di Bawah Langit, pemandangan malam ini terlihat indah sekali membuat rania takjub.

__ADS_1


"Kak Kayaknya seru deh kalau nanti kita sudah lulus camping di sini lagi bersama-sama."


"boleh, mau kapan saja juga boleh. mau pas anak kita lahir juga boleh." celetuk alkana.


Rania langsung menyumpal mulut alkana dan melirik ke arah yang lainnya yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, alkana menyingkirkan tangan Rania dan menggenggamnya.


"tidak akan ada yang mendengar, Mereka sibuk sendiri. karena mereka kita yang mau bermesraan berdua jadi gagal, sepertinya perlu nih Mas kerjain lagi mereka seperti waktu itu." ujar alkana kesal.


"yang kamu antar ke sekolah pakai Boxer polkadot itu? itu kan punya kamu kan?" tanya Rania tertawa kecil.


alkana juga ikut tertawa dan mengusap surai rania yang lembut dan mendekatkan kepalanya hingga ujung kepala mereka saling bersentuhan.


"kalau misalnya kita dulu tidak di jodohkan mungkin aku tidak akan pernah sebahagia ini, punya kamu, punya mereka semua, tidak bertemu tingkah konyol Kak Kenan dan kak Alex." jelas Rania dengan terus menatap langit.


"Seharusnya kamu berterima kasih padaku karena tidak tergiur untuk memutuskan Perjodohan kita." ujar alkana berbangga diri.


"Iya sih tapi aku tidak mau mengucapkan terima kasih, Seharusnya kamu yang Terima kasih karena mempunyai istri cantik sepertiku."


alkana langsung mencubit gemas hidung Rania dengan lembut dan mencium pipinya, "nanti malam harus datang ke tenda kita ya." rania tertawa kecil dan menggeserkan kepala alkana, agar sedikit menjauh.


"kenapa gitu?"


"harus lah, Kalau kamu tidak datang aku yang akan datang ke tenda kamu, mau?"


"ih mulai kamu ya, Kak."


"setuju dulu." pinta alkana.


"tidak setuju."


"Astaga ikannya gosong!" teriak Rania saat melihat ikan tersebut sudah seperti arang hitamnya.


Rania langsung menarik kabel earphone mereka berdua hingga Sherly dan Kenan saling menatap bingung ke arah Rania, "Ada apa sih? ganggu orang lagi happy saja." Ketus Sherly.


"entah tuh." sahut Kenan.


"ganggu kalian bilang? lihat itu, ikannya gosong gara-gara Kalian!" teriak Rania kesal.


alkana langsung menghampiri mereka dan melihat ikannya yang gosong, lelaki itu langsung tertawa keras karena dia bingung ingin kesal atau sedih.


Kenan dan Sherly langsung saling menatap dan berpelukan, lalu Sherly langsung mendorong tubuh Kenan karena sudah sadar. sedangkan kenan langsung memeluk tubuh alkana dan bersedih, akan tetapi alkana langsung mendorongnya dan melihat ikan yang sudah habis gosong. tidak ada satupun yang tersisa, untuk bisa mereka makan.


"woi, gimana sudah matang ikannya?" tanya Alex yang baru saja keluar dari tenda dengan suara khas bangun tidur.


"sudah matang, tapi kenan pakai elemen api bakarnya, jadi langsung cantik warnanya." Ketus alkana.


Rania langsung menarik tangan alkana pergi untuk mencari penjual makanan di sekitar tempat itu, perut mereka semua harus segera di isi karena sudah terus memberontak.


"kau punya elemen api, Ken?" tanya Alex serius dengan wajah polosnya.


"iya punya, punya! mau kau, aku bakar Hah?" tanya Kenan kesal.


"Sudahlah, tidak minat aku. sudah lapar lagi." ujar kenan.

__ADS_1


"Ini semua karena Kak Kenan, kalau tidak sibuk mendengarkan musik pasti ikan kita tidak gosong." Timpal Sherly menyalahkan kenan.


"kau juga mendengarkan lagu kan?" tanya Kenan.


"Ya iya, tapi kan karena Kak Kenan duluan. terus kenapa tidak di lihat-lihat ikannya?"


"Sudahlah Bro, wanita itu kasta tertinggi. mereka tidak punya kesalahan sama sekali, mengalah saja." bisik Alex.


"Ya sudahlah aku yang salah." sahut Kenan langsung merebahkan tubuhnya.


"orang berdua itu lama sekali sih cari makanannya." ketus Kenan.


"ya kalau lama kakak saja Yang beli sana." Timpal Sherly ikut kesal.


Kenan kembali teringat tentang orang gila tadi dan dia pun langsung bergidik ngeri sendiri, "tidak mau! lebih baik aku di sini kelaparan."


Alex yang masih ngantuk Langsung tertidur kembali, padahal saat ini sudah pukul delapan malam tapi dia malah asik tertidur. kenan langsung mendorong tubuh Alex dan tertidur di sebelahnya.


sedangkan di bawah alkana kembali teringat tentang orang gila tadi juga, sehingga membuatnya sangat mengawasi sekitar. dan tangannya menggenggam jemari Rania, agar jika orang gila itu kembali lagi mereka tidak akan terpisah.


"Kak melihat apa sih sampai seperti itu sekali?" tanya Rania mengerutkan keningnya bingung.


"melihat orang gila, takut dia ada di sini lagi menampakan wujudnya."


"mana ada orang gila, ada-ada saja kamu. sudah deh Ayo kita cepat belinya, pasti mereka semua sudah pada lapar."


alkana menganggukkan kepalanya, kini mereka menelusuri banyaknya para penjual makanan dan semuanya Rania sukai. hingga dia telah membelinya dengan sangat banyak di satu tempat.


"berapa Bu?" tanya Rania.


"85 ribu saja Neng."


Rania mencari uang cash di tas dan sakunya, ternyata tidak ada.


"kalau pakai kartu debit, apa bisa bu?"


alkana yang mendengarnya langsung membulatkan matanya dan tertawa kecil, dia langsung membayarnya dan menarik tangan Rania untuk meninggalkan tempat itu.


"mana bisa di sini bayar pakai kartu, ada saja kamu ini."


"ya namanya uang cash sedang tidak ada."


"Ya sudah, kamu mau apa lagi?" tanya alkana.


Rania langsung memesan kembali makanan dengan jumlah yang banyak, Sebab mereka ada berlima, setelah itu alkana kembali membayarnya.


"Ya sudah ayo kita kembali ke tenda." ajak Rania.


saat mereka berjalan menuju tenda, manik mata Rania melihat ada sosok wanita yang duduk sendirian sambil menatap Langit.


"Itu siapa? Kenapa dia sendirian di situ?"


"Sebentar ya."

__ADS_1


Rania langsung berlari menuju wanita itu dan menepuk pelan bahunya, dan kini mereka berdua saling beradu pandang.


__ADS_2