Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
kejahilan kenan


__ADS_3

halo para pembaca setia alkana&Rania, author mau promosi karya baru nih. mampir yah di karya baru author, judulnya pesona istri kontrak. mampir yah, siapa tau aja suka🙏☺️


...*****...


Wanita dengan usia yang sudah lanjut itu tidak lain adalah nenek dari Kenan, yang selalu memantau keadaan cucunya lewat pengawal pribadinya.


"itu neneknya Kenan." ujar Alex.


Alex langsung mendekati wanita tua itu dan menyalaminya, begitupun dengan yang lainnya. wanita yang wajahnya terlihat di penuhi garis kerutan Itu tampak tersenyum getir ke arah teman-teman Kenan.


"Terima kasih ya, kalian sudah mau menjadi teman yang baik untuk Kenan. dia tidak pernah mau nenek ajak tinggal bersama, katanya dia ingin belajar hidup mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain." jelas nenek sambil melirik ke arah ranjang kenan tempat berbaring.


"nenek, bagaimana bisa nenek tahu kalau Kenan ada di sini?" tanya Alex penasaran.


"nenek selalu meminta seseorang untuk menjaganya dari jauh, namun kali ini dia telah lalai karena kejadiannya begitu cepat."


"apa Kenan tahu, nek?"


nenek menggelengkan kepalanya, "kalau dia tahu, apa kamu kira dia akan terima kalau di awasi seperti itu?"


Alex menggelengkan kepalanya, dia sangat paham akan sifat sahabatnya itu. nenek langsung berjalan mendekat ke arah ranjang Kenan dan mencium lembut pipi cucunya, dia memandangi kenan dengan pandangan nanar, dia merasa sangat bersalah pada Kenan.


"Maafkan nenek ya." lirih nenek tua itu.


"nenek, dokter mengatakan kalau kenan kehilangan ingatannya. dan yang dia ingat hanya wanita yang bernama Stefani, apa Nenek tahu siapa wanita itu?" tanya Alex penasaran.


"Stefani?" Tanya nenek.


"nenek tahu ya? Kenapa nenek terkejut begitu?" tanya Rania.


"Stefani itu teman masa kecil Kenan yang tidak sengaja nenek pisahkan, Karena nenek tidak mau jika nasib Kenan sama dengan anak itu. tapi ternyata sekarang nasib Kenan sungguh menyedihkan, ini salah nenek. nenek Sudah dari lama mencari anak itu tapi nenek tidak menemukannya sampai sekarang." jelas sang nenek membuat mereka semua terkejut mendengarnya.


"Apa alasannya Nek? kenapa di pisahkan?" tanya Sherly Yang penasaran.


Nenek terdiam dan menunduk, seakan menandakan bahwa ia tidak ingin menjelaskan apapun. membuat mereka semua paham akan hal itu, dan berhenti bertanya, kemudian menatap ke arah kenan. ya, lelaki itu telah membuka matanya, membuat Alex dan yang lainnya terkejut sekaligus senang.


"kau sudah bangun kenan?"


lalu Keenan menatap ke arah neneknya, "nenek." Kenan langsung memeluk erat tubuh wanita tua itu.


"Kenan kau sudah sadar?" tanya Alex lagi karena tidak mendapat jawaban.


"menurutmu kalau aku sudah membuka mata aku sudah bangun atau belum?" Ketus Kenan.


"e-eh, bukan itu. maksudku Apa kau sudah mendapatkan ingatanmu lagi?"


'ingatan? jadi tadi aku hilang ingatan? oh jadi mereka tahunya aku masih hilang ingatan, aku kerjai saja kalian haha.' kenan tertawa jahat dalam hati karena telah menemukan ide jahil.


"kalian ini siapa? kenapa Jelek sekali?" tanya Kenan dengan ketusnya.


"Apa! kau benar-benar tidak ingat padaku ya?" tanya Alex memastikan.


kenan menggelengkan kepalanya, "tanganku nyeri, Pijatkan."


Alex menurut, dia langsung berjalan untuk memijat tangan kenan.


"begini?" tanya Alex.


Kenan dengan jahilnya memukul tangan Alex yang memijatnya dengan kuat, "pelan-pelan bodoh, kau kira tanganku baja!"

__ADS_1


Alex meringis dan menurut saja, "tidak apa-apa kau ginikan, aku ikhlas. asal kau cepat pulih lagi."


"hai kenapa kalian berdiri saja! cepat ambilkan aku minum, aku juga lapar cepat Carikan aku makan." ketus Kenan menyuruh alkana.


membuat mereka melebarkan matanya masing-masing, Rania mengelus pelan lengan alkana guna menenangkannya.


"sudahlah mas, turuti saja."


alkana menghembuskan nafas kasar, kemudian langsung melangkah keluar memanggil suster untuk memberikan makan untuk Kenan karena dia telah sadar.


sementara di dalam ruangan, kenan menatap sang nenek dengan Tatapan yang sulit di artikan. namun dia langsung memejamkan kedua matanya sekilas dan menatap ke arah Sherly.


"kalian ini siapa sebenarnya? Kenapa kalian ada di sini? apa kalian pikir aku ini taman hiburan yang bisa kalian datangi?" tanya Kenan.


"Kami ingin memastikan kondisimu kak." jawab Sherly.


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud, Lebih baik kau pijat tanganku yang sebelah kiri, cepat!" perintah Kenan dengan nada Ketus kembali.


"aku, kak?" tanya Sherly tidak percaya.


"tentu saja kau, jadi siapa lagi? sofa?" tanya kenan.


"kak, kalau aku ngapain?" tanya Rania antusias membuat Kenan mengernyitkan keningnya bingung, kenapa Rania sangat semangat untuk menuruti keinginannya?


"kau cukup diam saja! jangan sok imut." Ketus Kenan.


Rania yang mendengarnya langsung membulatkan matanya, 'loh aku kan memang imut.'


tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan Helena dengan wajah yang nampak serius, lalu dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"kau sudah sembuh kak?"


"Hah, maksudnya apa?"


"kak kenan lupa ingatan." bisik Rania.


Helena langsung membulatkan matanya, dia langsung berlari mendekat dan menggeser tubuh Sherly. dia lalu memeluk Kenan begitu saja, membuat semuanya membulatkan matanya begitupun dengan Kenan yang terkejut.


"kak, Maafkan Aku." lirih Helena.


alkana yang baru saja membuka pintu langsung terkejut melihatnya, "astaga, Ya ampun."


"Heh, memangnya kamu lihat hantu?" tanya Rania.


"itu yang meluk Kenan siapa?"


"Helena."


"Sejak kapan Kalian jadian?" tanya alkana lagi.


"kau lupa ingatan tapi di leluk cewek diam saja ya kau, senang kau?" alkana melemparkan bantal sofa ke wajah Kenan.


kenan langsung melepaskan pelukan itu dan menatap tajam ke arah Helena, kedua tangannya langsung menghilang di depan dada.


"Aaaakh, kau menodai ku." tuduh Kenan.


"tidak kak, aku merasa bersalah sama kau." jawab Helena.


"Tapi kenapa harus memelukku seperti itu? memangnya kau ini siapa, berani sekali memelukku?" tanya Kenan pura-pura santai, padahal hatinya berdebar kencang.

__ADS_1


"Hei kau deg-degan ya." ejek Alex.


"diam kau! pijat saja yang benar." perintah kenan lagi pada Alex.


"aku merasa bersalah, karena aku kau jadi tertimpa batang pohon itu." ujar Helena.


Nenek langsung berdiri dan menatap Helena, "Stefani."


Helena langsung membulatkan matanya dan melirik ke arah nenek dengan Tatapan yang sulit di artikan, "hah, Stefani?"


"eh tidak, maaf nenek salah orang. Maaf ya nak." jelas nenek.


Helena menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah kenan lagi, "sekali lagi aku minta maaf ya kak, aku akan melakukan apa pun agar bisa membalas budi padamu."


"Oh jadi kau orang yang sudah membuat aku sampai nyasar ke sini?" sungut kenan.


"Siapa namamu?" tanya Kenan lagi.


'wah wah, akting yang bagus ya kenan, kau memang cocok jadi aktor, haha.' kenan tersenyum bangga dalam hati.


"Helena Kak."


"kau harus jadi pelayanku mulai sekarang."


Dokter masuk ingin memeriksa keadaan Kenan, setelah itu semuanya langsung menatap ke arah dokter tersebut dengan khawatir.


"dok Apa benar dia akan lupa ingatan selamanya?" tanya Rania.


"lupa ingatan? jadi dia belum mengingat Siapa kalian? seharusnya saat ini dia baik-baik saja." Jawab dokter itu.


"loh, tapi dok dia tidak ingat sama sekali Siapa Kami semuanya." Timpal Alex.


dokter itu melirik ke arah kenan dengan tatapan bingung, lalu Kenan mengedipkan sebelah matanya sebagai kode, membuat dokter itu menggelengkan kepalanya.


"kondisinya sudah baik-baik saja, dia hanya sedang butuh waktu saja."


"woi Kau, siapa namamu?" tanya Kenan pada Rania.


"Rania Kak, Kakak butuh apa? atau kakak ingin apa, biar aku bantu." tanya Rania antusias dengan tersenyum manis.


"bantu aku meletakkan bantal itu di punggungku." pinta Kenan.


Saat Rania ingin mendekati kenan, alkana langsung menghentikannya. dia memeluk Rania dari belakang, "enak saja kau, tidak boleh! biar aku saja yang membantunya."


"Tidak mau! kau itu siapa? kenapa peluk-peluk seperti itu? jangan-jangan kau laki-laki mesum ya." tuduh Kenan pada alkana.


ingin sekali rasanya alkana melempar kenan dari gedung rumah sakit ini, dia langsung mendekati kenan.


"Biar aku saja." alkana mengambil bantal dan langsung menutup wajah kenan dengan kasar, membuat lelaki itu berteriak.


"Woi, apa-apaan kau ini!"


"Oh sorry, aku kira tadi ini punggungmu. soalnya sama-sama jelek." jawab alkana kesal, membuat Kenan menatap tajam ke arah lelaki itu.


"kau ini sebenarnya Hilang Ingatan atau tidak? Kenapa kau tetap saja menyebalkan?"


"kak Kenan, Biar aku saja yang bantu kamu ya, apa boleh?" ujar Helena menawarkan diri.


Sherly yang kesal langsung menjulurkan kakinya, hingga membuat Helena tersandung dan terjatuh tepat di atas tubuh Kenan.

__ADS_1


"hei, se-sedang apa kau?" tanya Kenan gugup.


__ADS_2