Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
berkelahi lagi


__ADS_3

"Aku juga mengetahui rahasiamu, pergi sekarang atau aku sebar sekarang juga!" ancam Sherly dengan menyeringai.


"ck, sialan! adik kelas tidak berguna, Awas saja kalian ya." Sasha langsung menarik tangan temannya Ayo kita kembali ke kelas. kini Rania dan Sherly duduk kembali ke kursi mereka, sedangkan satu kelas sangat heboh dengan yang mereka dengar barusan. bahkan Rania menjadi perbincangan hangat di kelas itu.


"Rania tidak mungkin kan kalau yang di katakan oleh Sasha itu benar? tapi kalau itu memang benar, Ternyata kau tidak sealim yang aku kira ya."


"iya parah sekali, masa menginap berduaan di puncak segala, satu tenda lagi." sahut yang lainnya lagi.


"kalian tahu apa kejadian di sana? Rania tidak hanya dengan Kak alkana saja, ada aku Kak Kenan dan juga Kak Alex di sana. Sasha kalian dengarkan, tolong ya berpikir lah jangan terlalu sempit." Ketus Sherly menohok.


Rania menatap ke arah Helena, kali ini dia tidak bisa tinggal diam dan berbuat baik terus terhadap wanita yang selalu mencari perkara dengan dirinya. Dia bangkit dan duduk di meja Helena sambil melipat dua tangannya di depan dada.


"Helena Aku penasaran sebenarnya rahasiamu Apa sih yang berada di tangan Sasha Sampai Kau terlalu tunduk dengan dia, Lalu berani mengarang cerita seperti itu."


"untuk kali ini aku tidak bisa diam saja ya, saat kesabaranku kau manfaatkan." ujar dengan tegas dan menatap tajam ke arah Helena.


Helena membulatkan matanya lalu meneguk salivanya dengan susah payah, dia seperti gugup dan juga gelagatnya yang aneh. dari sikapnya Rania yakin jika Helena mempunyai rahasia yang di pegang oleh Sasha, hingga membuatnya terus menjadi budak wanita itu.


"A-apa maksudmu? aku tidak mempunyai rahasia apapun, enak saja kau mengatakan sembarangan. Aku begini karena kau itu memang pantas mendapatkannya, soalnya aku sudah muak melihat wajahmu yang sok Oke di Darma yudha ini." ketus Helena dengan tergagap.


"sekali lagi aku melihatmu mencari masalah denganku, Aku juga akan cari tahu rahasiamu loh." ujar Rania mengancam.


wanita itu langsung duduk kembali ke kursinya saat Pak Alvaro telah memasuki kelas untuk memulai pelajaran hari ini, Helena dan Rania masih saja saling menatap namun Tatapan yang di berikan oleh Rania adalah tatapan datar lalu menyeringai.


'Tidak sia-sia aku meniru sifat suamiku. hehe' batin Rania.


...*****...


di luar kelas, alkana telah menunggu Rania untuk keluar. dia melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap ke arah salah satu siswa yang baru saja keluar yaitu Dani, lelaki itu langsung mendekati alkana.


"Kak, Apa benar ya kalau kalian kemarin menginap di puncak berduaan dengan Rania saja?" tanya Dani dengan hati-hati.


alkana langsung melotot tajam dan menarik kerah baju Dani, sehingga membuat lelaki itu gelagapan dan ketakutan.


"siapa yang mengatakan itu?"


"sasha tadi yang bilang." jawab Dani dengan memohon untuk di lepaskan.


alkana langsung melepaskan Dani, wajahnya kini memerah padam. dia menatap serius manik mata lelaki di depannya yang enggan menatapnya kembali.

__ADS_1


"apa saja yang di katakan oleh Sasha?" tanya alkana dengan kesal.


"tadi tapi Kakak jangan marah sama aku ya, Aku cuma memberi tahu kebenaran saja pada Kakak." pinta Dani yang masih ketakutan melihat alkana yang emosi.


"cepat katakan!" bentak alkana.


"dia juga mengatakan kalau Rania itu pelacur."


"badjingan, habis kau sasha!" alkana mengepalkan tangannya lalu meninggalkan Dani sendiri.


Rania yang baru saja keluar dari kelas melihat alkana Pergi, "loh kenapa dia pergi? dia tadi di sini ya?"


"iya menunggumu sepertinya, sudahlah aku tidak mau ikut campur lagi." Dani dengan tubuhnya yang gemuk itu langsung berlari menuju kantin.


"Ikut campur apa sih?" tanya Rania bingung.


"Mungkin maksudnya es campur, ran." sahut Sherly.


Rania menghela nafas panjang, lalu mereka berdua bersama-sama menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah demo sejak tadi.


kini kantin terlihat sangat sepi, Tidak seperti biasanya. membuat Rania dan Sherly merasa bingung.


"tumben sekali ini kantin sepi, apa tutup ya?" tanya Sherly.


"Astaga anak itu sudah tidak heran lagi, kalau bisa Kursi ini pun akan di makan tuh sama dia." Timpal Sherly.


"Bu kenapa sepi ya? apa sudah pada selesai makannya?" tanya Sherly kepada pemilik kantin.


"tidak, tadi rame tapi tiba-tiba pada lari keluar tidak tahu ada apa di luar. Memangnya kalian tidak tahu?"


Rania menggelengkan kepalanya, "kalau begitu kami pesan seperti biasa ya Bu."


"ada apa sih ribut-ribut?" tanya Rania yang kebingungan.


"entahlah, mungkin kedatangan artis kali." jawab Sherly santai.


"hah, artis?"


"Iya." jawab Sherly.

__ADS_1


kini mereka telah duduk dan melahap makanan mereka dengan khidmat, setelah mereka selesai makan Kenan berlari menuju ke arah mereka berdua dengan nafas ngos-ngosan.


"Kenapa sih Kak? di kejar apa? bulldog ya?" tanya Sherly santai sambil meminum minumannya.


Rania menahan tawanya dan langsung menatap Kenan dengan serius, "ada apa Kak?"


"alkana, itu si alkana-" ujar Kenan.


Rania langsung berdiri dan menatap Kenan dengan Tatapan yang serius, "kak alkana kenapa?"


"Sudahlah Ayo ikut aku saja." Kenan langsung menarik tangan Rania, Namun karena lupa menarik tangan Sherly juga dia kembali ke belakang.


kini mereka bertiga sama-sama menuju ke lapangan yang terdapat alkana berkelahi dengan Kevin, entah apa kini masalah Mereka lagi. tapi kali ini mereka berkelahi lebih mengerikan dari sebelumnya, alkana menarik kuat kerah baju Kevin. Rania ingin memisahkan mereka namun Kenan memegangi tangannya, karena takut kejadian sebelumnya terulang kembali.


"alkana hentikan!" teriak Rania.


"kamu apa-apaan sih, hentikan!" teriak Rania lebih kencang lagi.


"Sebenarnya Apa lagi sih, masalah mereka?" tanya Rania.


"tadi dia marah besar pada Sasha, lalu tidak tahu kenapa bisa berkelahi dengan Kevin. nanti kau akan tahu sendiri kok." ujar Kenan.


"Alex kau yang pisahkan Mereka, jangan Rania." perintah Kenan pada alex.


"apa? enak saja! sini aku yang memegangi Rania, kau yang memisahkan mereka." ujar Alex.


Rania kesal mendengar ocehan mereka berdua, dan langsung menepis tangan kenan.


"kalian itu kalau ada yang berkelahi di pisahkan, bukan malah menjadi tontonan satu sekolah."


Rania langsung maju dan ingin memisahkan mereka berdua, Namun keburu pak guru telah datang dan Pak Nando langsung turun tangan untuk memisahkan mereka.


"Astaga! apalagi ini, kalian mau saya skor?" tanya Pak Nando dengan meninggikan suaranya.


saat para guru datang, alkana dan juga Kevin telah berhenti dengan sendirinya. mereka saling menatap tajam dan alkana memilih menghindar dan duduk di bawah pohon.


Rania langsung menghampirinya, "kamu sudah hebat berkelahi seperti itu di sekolah?'


"dia yang salah, kamu tidak tahu apa-apa Rania." sahut alkana.

__ADS_1


"Walaupun dia yang salah, tidak semuanya harus kamu selesaikan dengan kekerasan. lebih baik gunakan akal pikiran dari pada otot, sudah ah Aku malas melihat wajahmu lagi." sungut Rania yang sudah terlihat sangat kesal.


Rania langsung meninggalkan lapangan, sedangkan Pak Nando menarik Kevin dan alkana menuju ruangannya.


__ADS_2