
alkana dan Kevin saling menatap, membuat kedua wanita itu merasa cemas. Rania dan Sherly langsung menghadang ke di depan mereka berdua, karena mereka tidak ingin jika melihat Kedua lelaki itu kembali berkelahi, sebab yang salah di sini adalah Rania bukan alkana.
"kak Kevin aku yang salah, tadi aku yang salah lempar dan terlalu kencang melemparnya. aku minta maaf ya kak." ujar Rania.
alkana menarik Rania untuk berdiri di sampingnya, begitupun dengan Kevin yang juga menarik Sherly untuk berada di sampingnya.
Kevin memberikan bola itu kepada alkana dan menarik tangan sherly untuk meninggalkan lapangan, namun langkah Kevin terhenti kembali dan membalikkan tubuhnya. Dia mendekati alkana dan Rania, lalu memberikan undangan ulang tahun untuk mereka berdua.
"datanglah tepat waktu." lalu Kevin kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju tempat mereka duduk tadi.
Kevin menatap Sherly dengan Tatapan yang sulit di artikan, "Sherly Maafkan aku, sepertinya hubungan kita hanya cukup sampai di sini saja."
sherly menepis tangan Kevin dengan kuat dan menatap manik mata itu dengan Tatapan yang nanar, perkataan yang terlalu mudah untuk di ucapkan oleh Kevin namun sangat-sangat sulit di terima oleh Sherly.
"maksud kakak apa?" tanya Sherly.
Kevin menarik tangan Sherly untuk menjauh dari keramaian, mereka menuju Roof top untuk membicarakan ini. karena Kevin tidak ingin jika Sherly merasa malu di hadapan banyak orang.
Sesampainya di Roof top, Sherly menepis kasar tangan Kevin, "Jelaskan Kak, Maksudnya apa?"
"aku tidak bisa menjelaskan apapun padamu, aku hanya Mau mengatakan kau orang yang baik dan pantas mendapat yang lebih baik lagi, bukan laki-laki brengsek seperti aku." ujar Kevin.
"Jadi selama ini kita dekat itu apa artinya, Kak? Kakak mempermainkan perasaanku tahu tidak sih!" teriak Sherly.
"Awalnya aku hanya kagum sama kamu, tapi lama-kelamaan perasaan ini berubah dan ingin jadi milikmu. dan kau mempermudah jalanku menuju padamu, dan sekarang kakak membuang aku begitu saja?" tanya Sherly tidak percaya.
"jadi selama 2 hari ini kakak tidak sibuk, tapi Kakak sedang menghindar dari aku? begitu, hah?" tanya Sherly terus-menerus.
"Aku tidak mau kita sudahi perasaan ini begitu saja! aku mau Kau Jadi Milikku!" ujar Sherly.
Kevin yang sejak tadi menatap ke arah lain langsung menatap ke arah Sherly, "aku tidak pernah mencintaimu! itu saja."
__ADS_1
"jadi sikapmu yang selama ini Apa maksudnya?"
"aku tidak bisa menjelaskan itu, semoga kau mendapat yang lebih baik dari aku."
Kevin langsung meninggalkan Sherly sendiri dan turun ke bawah. tanpa sadar air mata Sherly jatuh begitu saja, dadanya yang sangat terasa sesak membuat dunia ini seakan ingin hancur saat itu juga. dia menangis sejadi-jadinya, untuk meluapkan kekesalan dan sakit hati yang kini di rasakannya.
"kenapa kau tega sekali sama aku, Kak?" lirih Sherly.
sherly mengusap air matanya dengan kasar dan berjalan menuruni tangga untuk menuju kelasnya, namun dia tidak sengaja melewati ruang musik. terdengar Kevin sedang berbicara dengan seorang lelaki, lalu ia mendekatkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan semuanya.
"Aku tidak bisa menyakiti dia terus, aku tidak mau membuat harapan dia ke aku semakin besar. kau tahu sendiri kan alasan aku mendekati Sherly itu apa? karena aku mau tahu semua tentang Rania, aku hanya suka dengan Rania. Aku mau merebut Rania dengan cara mendekati Sherly, tapi Rania terlalu sulit untuk di gapai. dan aku tidak ingin menyakiti Sherly lagi jika dia tahu kenyataannya." teriak Kevin kesal.
"tapi kenapa kau tidak Coba buka hati kau Untuk sherly? kau tahu sendiri dia secinta itu sama kau, bodoh sekali kau ini!" Ketus teman Kevin.
"aku sudah mencobanya, tapi aku malah merasa bersalah. Aku mau dia mendapat yang lebih baik lagi, bukan pria brengsek sepertiku."
"kau tahu keadaan dia di keluarganya, kan?" tanya teman Kevin.
"Selamat, kau telah menghancurkan dia Untuk yang kesekian kalinya. kau berhasil membuat dia semakin terpuruk dan kau lelaki bodoh yang aku jadikan teman, aku tidak mau tahu lagi Tentang kebodohanmu itu. aku yang akan membahagiakan Sherly jika kau tidak ingin."
Kevin menatap tajam ke arah lelaki itu dan ingin memukulnya, namun dia urungkan. temannya itu bernama Revan, dia langsung meninggalkan Kevin dan membuka pintu, membuat Revan terkejut saat sherly berada di depan pintu begitupun dengan Kevin.
Sherly menatap nanar ke arah Kevin dan Revan, dia menarik nafasnya dalam dalam dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan mereka semua. Dia berlari dan mengusap kasar air matanya yang terus memaksa untuk keluar.
dia masuk ke dalam kelas dan rania tersenyum ke arahnya, namun saat melihat Sherly menangis dia langsung mendekat dan memegang tangan temannya itu. sherly mengambil tas dan melepaskan tangan Rania, lalu menatap Rania dengan Tatapan yang sulit di artikan.
"Sherly, Kamu kenapa?" tanya Rania khawatir.
"aku baik-baik saja kok, aku hanya ingin bolos dan menenangkan diri saja." ujar Sherly.
wanita itu langsung berlari keluar dan rania pun mengikutinya dan berusaha mencegah Sherly.
__ADS_1
"Sherly, ada yang mau aku jelaskan." teriak Kevin yang berusaha mengejarnya.
Rania menarik lengan Kevin, "Ada apa ini kak?"
"aku salah, aku bodoh! Maafkan aku Rania." ujar kevin Getir.
"Kenapa minta maaf sama aku? Kakak Dengan sherly Ada masalah apa?" tanya Rania.
Kevin menjelaskan semuanya, namun tanpa sepengetahuan mereka, ada Ketiga lelaki yang sedang menguping yang tak lain adalah alkana dan kedua teman curutnya.
plakk
tamparan keras mendarat di pipi Kevin, Rania benar-benar merasa kesal sekali pada lelaki di hadapannya ini.
"Kenapa kau bodoh sekali sih, Kak? aku sudah punya kak alkana, tidak seharusnya kau melakukan ini ke temanku! kau tahu tidak sih, Bagaimana wajahnya yang bahagia sekali saat menceritakan semua tentang kau."
Alex juga ikut mendekat dan menarik kerah baju Kevin, "Kalau kau memang tidak bisa menjaga dia, jangan buat dia sakit. asu!"
alkana menarik tangan rania, sedangkan Kenan memisahkan Alex dan Kevin. Kenan menggigit tangan Alex agar terlepas, membuat Alex meringis dan melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju Kevin.
"ck, sakit sialan." umpat alex.
"kau mau Pak Nando tahu? tidak usah berkelahi, ayo lebih baik kita kejar Sherly saja." ajak Kenan.
saat mereka ingin mengejar Sherly, Kevin menarik tangan Alex dan menatapnya, "Aku titip Sherly, tolong jaga dia."
Alex menggigit tangan Kevin dan berlari bersama dengan yang lainnya, mereka langsung menuju parkiran. Mobil sherly masih ada dan terlihat jika sherly juga berada di dalam mobil tersebut, Rania yang mengetuknya dengan pelan membuat Sherly menurunkan kaca mobilnya.
"kalian semua sudah tahu semuanya, ya? Pasti kalian mau menertawakan aku, kan? haha, aku memang tidak sebanding dengan Rania, kebahagiaanku hanya sekedar singgah saja." ujar Sherly menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.
"jangan halangi aku, kalian minggir lah." Sherly langsung melajukan mobilnya.
__ADS_1
Rania ingin mengejarnya, namun di hentikan oleh alkana, "dia hanya butuh waktu, aku akan Jelaskan semua tentang pernikahan kita berdua pada Kevin. agar dia berhenti mengharapkan dirimu." ujar alkana.