Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
setan di kolam renang


__ADS_3

"Waalaikumsalam. Eh, ada Kenan dan Alex juga ya? pas sekali kita barbeque yuk." ajak tante Silvi.


"party nya, mana Tante?" tanya Kenan.


"Wah, kalian gercep sekali datangnya. ayo sini ke belakang, kita menyiapkan peralatannya, ayo ayo."


Dino mendorong tubuh Kedua lelaki itu, Rania menghampiri Mama silvi.


"ma, itu tadi siapa Kak Kenan dan Kak Alex ya?"


"Iya sayang, jadi makin ramai acara kita."


"ah sebentar ya Ma, Rania ada urusan penting dengan Kak Kenan."


Rania langsung melangkahkan kakinya menuju ke halaman belakang meninggalkan Mama Silvi sendirian. dia sangat-sangat kesal dengan lelucon konyol Kenan tadi.


"Kak Kenan."


"eh kakak ipar, sini-sini gabung." ajak Dino.


"ah Rania, kebetulan kau datang, sini Kipasi aku." perintah Kenan pada Rania.


kenan yang sedang mengipasi panggangan itu dengan santai meminta Rania untuk mengipasi dirinya juga, Rania langsung mengambil kipasan dan mengarahkan asap ke arah kenan hingga lelaki itu tubuhnya berbau asap.


"Rania, kau ini apa-apaan sih? aku sudah tampan begini juga, apes sekali aku, sudah di kerjain sama Berandal cilik itu, sekarang kau lagi." protes Kenan.


"Siapa tadi yang menyuruh kak alkana suruh mengelus gigiku, Hah?" tanya Rania emosi.


Kenan langsung tertawa keras, begitupun dengan Alex dan juga dino yang mendengar perkataan Rania. Alex langsung menghampiri Rania dan menatapnya.


"Gigi kau di elus sama alkana? serius? sakit perut aing Anjir, itu anak polosnya kebangetan ya." Timpal Alex.


"Eh tunggu, maksudnya elus gigi apa? memangnya kau dari pagi di sini ya?" tanya Alex.


"ya tidaklah, ya kakak ipar di apartemen Sama Kak alkana." Timpal Dino dengan spontan.


"Ups keceplosan, hehe." Dino memegangi mulutnya dan menutupnya dengan tangan rapat-rapat.


"Kakak ipar? Kenan kau tidak terkejut sama sekali?" tanya Alex yang terkejut mendengarnya.


"aku tidak hanya sekali dua kali loh, mendengar kau memanggil Rania dengan sebutan kakak ipar." ujar Alex lagi pada Dino.


"Sayang kamu ngapain di sini? Mas cariin kamu loh Dari tadi, ternyata ada di sini." ujar alkana santai, namun saat sadar kehadiran Alex dan kenan, dia langsung membulatkan matanya.


"Anjir! apa tadi kau bilang? Mas? Wah kalian benar-benar sudah menikah ya?" tanya Alex yang tidak percaya.

__ADS_1


akan tetapi dari keempatnya tidak ada yang berani membuka suara untuk menjawab semua pertanyaan yang Alex lontarkan, Rania bersusah payah meneguk salivanya, akan tetapi alkana kembali berjalan santai dan merangkul pinggang Rania.


"Oke, karena kau kebetulan ada di sini, Jadi aku akan memberi kah kejutan. peganglah jantungmu erat-erat, kalau lepas dia tidak mau kembali padamu lagi karena kau Toxic." ujar alkana.


"Jadi benar kalau kalian berdua sudah menikah?" tanya Alex lagi untuk memastikan.


"benar, Rania istriku! dan kami sudah menikah 6 bulan yang lalu." jelas alkana.


"Sialan kau Al, aku temanmu sejak dari masih jadi zigot. dan setelah 6 bulan pernikahan kalian, aku baru tahu kalau kau sudah beristri? ah kawan laknat kau, al. Aku mau datang ke pernikahanmu, Anjir." ketus Alex yang kesal.


"nanti kalau Rania sudah lulus baru aku adakan resepsinya, tapi kalian jangan memikirkan itu dulu karena aku mau kalian membawa pacar kalian masing-masing ke acara pernikahan aku nanti. kalau tidak, aku tidak akan memberi kalian masuk dan itu juga berlaku untukmu si Bocil." ujar alkana sembari menunjuk Dino.


"Jadi kalian sudah enak-enak?" tanya Alex asal ceplos.


Rania langsung membulatkan matanya, Kini dia merasa malu dan langsung berbalik badan memeluk alkana, lelaki itu langsung tersenyum lebar lalu tangan kirinya membalas pelukan Rania, sedangkan tangan lainnya menoyor kepala Alex.


"dasar kau piktor." hina alkana.


"piktor? Apa itu?' tanya Alex polos.


"PIKIRAN KOTOR!" teriak kenan di telinga Alex.


"Aaaa aku mau menikah juga, tolong bujuk dedek Sherly biar mau aku nikahi." rengek Alex.


"Terserah kalian mau membahas apa, intinya aku tidak mau kalau sampai rahasia ini bocor! aku paham sekali mulut Kalian bertiga sudah seperti knalpot bocor, tapi kali ini kalian harus benar-benar menjaga itu kalau tidak mau nyawa kalian yang akan bocor." ancam alkana.


"Sebenarnya aku mau mengumumkan ini pada semuanya, kalau rania itu sah menjadi milik ku, istri sah ku. tapi aku masih memikirkan perasaan Rania yang belum siap dan pastinya banyak Pro kontra nya, jadi ingat perkataanku yang satu ini." tegas alkana.


"siap Papa muda, anakmu nanti jodohkan denganku ya?" pinta Alex.


"eiiit, sudah aku booking duluan." Kenan langsung mengusap kasar kepala Alex.


"enak saja, lihat itu bibitnya saja bagus begitu, Bagaimana anaknya coba. cocoknya ya denganku."


"Woi, aku tidak rela ya kalau keponakanku Nanti dengan salah satu dari kalian. lawan dulu pamannya ini, baru." Ketus Dino.


"Oh cuman lawan kau saja?" tanya Kenan meremehkan. Lalu Kenan mengedipkan matanya ke arah Alex untuk mengerjai Dino.


Kini Kenan dan Alex langsung maju mendekati Dino, membuat lelaki itu beringsut mundur.


"Woi jangan dekat-dekat."


"gas." perintah Kenan pada Alex.


kini Alex dan Kenan langsung menangkap Dino dan membawanya ke arah kolam renang, lalu menceburkannya, membuat lelaki itu berdecak kesal dan mengumpat.

__ADS_1


"Woi beraninya sama anak kecil." teriak Dino.


Rania dan alkana hanya tertawa menatap mereka, lalu Rania ikut melangkahkan kakinya mendekat pada mereka semua. Rania Mengayunkan tangannya mendorong tubuh kenan dan juga Alex hingga mereka berdua ikut tercebur.


"Sudah sana sama penunggu kolam saja kalian, memang anakku apaan di perebutkan sama aki-aki ubanan. nih ya, aku kemarin ada baca berita ada orang mati tenggelam di kolam renang dan arwahnya gentayangan di malam hari. kalau ada yang menarik kaki kalian Mungkin saja itu dia, ajaklah berkenalan kalau saja dari kalian ada yang tidak jomblo lagi." ledek Rania.


"ya sudah ya, bye bye." Rania Melambaikan tangannya dan langsung berjalan menuju alkana.


"ah sialan, kau Rania. alkana tolong aku woi, ah laki bini tidak ada bedanya."


"Huwaaaa, Apa itu yang memegang kakiku? setaaaan." teriak Alex ketakutan.


di kolam renang hanya ada satu tangga dan mereka berebut untuk naik lebih dulu.


"Aku dulu, Aku yang lebih tua." Ketus Kenan. "tidak! aku lebih muda, Seharusnya aku yang duluan." Timpal Dino tidak terima.


"enak saja kau, aku sudah Dua abad umurnya! Minggir kau semua." Alex langsung menarik tangan kenan dan Dino hingga mereka terjatuh, lalu dia naik lebih dulu.


"di belakang Kalian!" teriak Alex menunjuk ke arah belakang mereka berdua.


di dalam, rania dan alkana mengambilkan handuk agar mereka bisa mengganti pakaiannya. alkana membawa semua handuk tersebut.


"Biar tahu rasa mereka, mengganggu orang sedang bucin saja."


"Tapi kasihan tahu, mas. Sudahlah, ayo." ajak rania.


kain putih melayang-layang terkena hembusan angin malam, membuat ketiga lelaki itu ketakutan sehingga Alex yang sudah naik kembali melompat ke air, agar ada temannya. jeritan mereka bertiga membuat Rania dan alkana beserta kedua orang tua alkana langsung datang ke halaman belakang melihat apa yang terjadi.


"Hay, ada apa?" tanya Tante Silvi.


"setaaaan." teriak kanan.


"enak saja kalian mengatai tante setan."


"bukan Tante, Tapi itu." Alex menunjuk ke arah belakang.


tante Silvi langsung melangkahkan kakinya mengambil selendang putihnya yang terbang.


"ini selendang tante." ketiga lelaki itu langsung merubah raut wajahnya, dan langsung saling menjauh berpura-pura tidak terjadi apapun. sedangkan Rania dan alkana sudah tertawa ngakak.


"Badan saja besar, dengan selendang saja takut." ledek Rania.


byuuuur


ada sesuatu yang terjatuh ke dalam kolam renang, membuat air menciprati alkana dan Rania beserta dua orang tua alkana.

__ADS_1


__ADS_2