Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
dibalik perkelahian alkana dan Kevin


__ADS_3

"lah iya, kenapa Bapak ikut lari juga?" Tanya alkana bingung.


"sudah sudah, ke sini kalian berdua. kalian berdua ini selalu saja membuat masalah, pusing saya nama Kalian terus yang saya lihat." Ketus Pak Nando.


Pak Nando membawa mereka ke tengah-tengah lapangan, "sekarang kalian berdua push up dua ratus kali!"


"apa! Dua ratus kali?" tanya Kenan membulatkan matanya.


"kenapa? Kurang?" tanya Pak Nando.


"apa? ah y-ya tidaklah Pak, berlebih malah." kenan langsung mengambil posisi, begitupun juga dengan alkana.


di barisan kursi penonton ada Sherly dan juga Alex yang menuntut penjelasan dari Rania, namun wanita itu hanya tersenyum kaku dan mengalihkan pandangannya.


"Rania jujur padaku, apa ini alasannya kamu tidak mengizinkan aku ke rumah mu?" tanya Sherly.


"oh, astaga! kalian ini kenapa sih? yang masuk akal saja dong, masa iya aku masih SMA dan Kak alkana juga masih SMA sudah menikah. kak Kenan kalian percaya? sudah tahu dia suka membuat onar." jelas rania kesal.


"lalu kenapa kau tadi gugup saat menjelaskannya? kalau memang tidak ada apa-apa seharusnya kalian santai saja dong." timpal Alex.


"nah benar itu, kata Kak Alex." sahut sherly.


saat ini Rania benar-benar di buat tidak berdaya oleh pertanyaan mereka berdua, Rania menghembuskan nafasnya kasar dan merlirik ke arah Kevin lalu menyeringai.


"Eh itu ada kak Kevin."


Sherly langsung berpindah dan menolehkan kepalanya ke belakang, dan langsung menghampiri lelaki itu.


"hai, kak Kevin."


Rania menghela nafas lega karena telah berhasil mengalihkan perhatian Sherly, Sedangkan untuk Alex, rania langsung menatapnya dengan Tatapan yang tajam.


"apa! kak alex mau penjelasan apa lagi? tanya saja sana sama sama Kak Kenan, minta pertanggung jawaban pada dia itu." ketus Rania kesal.


"eh seriusan Rania, aku juga bisa jaga rahasia kok kalau itu memang benar."


"Astaga Kak Alex! aku harus memberi penjelasan yang bagai mana lagi coba?" rania langsung mendorong tubuh Alex agar segera turun dan bergabung dengan tim basketnya.


"sudah sana!"


"CK, kau tidak seru Rania." Alex langsung berlari menuju Kenan dan alkana lalu ikut push up.


"Kamu, kenapa ikut push up juga?" tanya Pak Nando.

__ADS_1


"kami kan best peren, Pak."


"blender?" tanya Pak Nando memastikan ucapan Alex.


Alex memutar bola matanya malas, "Iya Pak blender."


di depan Rania, tepatnya Sherly dan Kevin sedang berseteru. terlihat jika mereka sedang membicarakan hal yang serius.


"Kau kenapa sih, asik mengikuti aku terus?" tanya Kevin kesal.


"karena aku suka dengan kakak."


"ya Aku tidak suka kau ikuti seperti ini terus, Lebih Baik Kau jaga jarak lah denganku."


"kak Kevin kok jadi beda begini sih?"


"beda Bagaimana? aku tidak mau memberi harapan padamu, Aku tidak ingin kau berekspektasi yang tinggi karena aku tidak bisa memenuhi ekspektasi mu itu!" Ketus Kevin.


Sherly sangat tahu Resiko yang akan dia hadapi di masa depan, karena walaupun perasaannya dengan Kevin hanya sekedar kagum dan suka saja, Belum memasuki level yang lebih tinggi. jadi dia memang tidak terlalu berekspektasi tinggi kepada lelaki di hadapannya itu.


"aku tahu kok, aku bisa membuat kak Kevin suka sama aku." ujar Sherly tersenyum manis.


"CK, susah sekali kau di kasih tahu!x Kevin langsung melirik ke arah Rania dan langsung menghampirinya.


"rania, kau mau tidak nonton dengan aku?" tanya Kevin pada rania dengan lembut.


"Kak, aku tidak salah dengar kan? Kenapa Kakak mengajakku? jelas Sherly suka dengan kakak."


"tapi yang aku suka hanya kau Rania."


Rania terkejut dengan pernyataan yang keluar dari mulut Kevin, "kau bercanda Kak?"


"Tidak! aku tahu kau sudah punya alkana, tapi perasaanku bebas untuk siapapun dan aku akan memberitahu kejelekan alkana padamu." ujar Kevin serius.


"kejelekan apa?" Rania langsung menatap ke arah Sherly yang sedang menatap mereka, dengan tatapan yang sulit di artikan.


Rania langsung berdiri, namun Kevin menarik tangan Rania kembali agar duduk


"Rania aku serius suka padamu dari awal aku melihatmu."


"Kak, perasaanmu itu tidak benar. Kenapa kau tidak Mencoba membalas perasaan Sherly saja, dan seharusnya kau tidak mengatakan hal seperti ini padaku saat ada Sherly di sini." jelas Rania menatap Kevin dengan tatapan kesal.


"aku suka nya hanya padamu rania, dan aku tidak pernah menyukai Sherly sama sekali, kau tahu tidak sih Rania?"

__ADS_1


Sherly langsung meninggalkan tempat itu membuat Rania langsung turun mengejar temannya itu, "Sherly."


sherly menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya saat namanya dipl panggil untuk kedua kalinya, dia memperlihatkan senyuman termanisnya.


"jangan Jelaskan apapun padaku ran, aku tidak mempermasalahkan itu. aku juga tidak apa-apa kok." jawab sherly.


"Aku tidak suka pada kak Kevin sher, kau Jangan berpikiran yang tidak-tidak ya." Sherly Sherly tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"aku pulang duluan ya, soalnya aku harus belajar lagi. Kamu harus menyemangati kak alkana, kan? kalau begitu aku duluan ya."


Sherly Melambaikan tangannya dan langsung berjalan menuju mobilnya berada, sedangkan rania merasa sangat bersalah sekali karena sudah membuat Sherly kecewa. walaupun dia tidak memiliki perasaan apa pun pada Kevin, tetapi lelaki itu dengan jelas menyatakan perasaannya untuk dirinya di hadapan Sherly.


Rania menarik nafas panjang saat alkana melangkah ke arahnya, begitupun juga dengan Kevin. membuatnya langsung berlari menuju alkana dan memeluknya, membuat Kevin menatap nanar ke arah mereka berdua dan langsung mendekat pada Rania dan juga alkana.


"Rania, kau jangan percaya pada lelaki itu, dia busuk! kau mau tahu yang sebenarnya?" tanya Kevin pada Rania.


alkana langsung mengeraskan rahangnya dan menatap tajam ke arah Kevin, dengan Tatapan yang panik dan juga emosi.


"CK, sialan! jangan bicara omong kosong kau di sini!"


"aku? omong kosong? kau tahu kan kenapa kita bisa berkelahi waktu itu?" tanya Kevin dengan menatap manik mata alkana dengan tajam.


Rania langsung melepaskan pelukannya dan menatap manik mata alkana dengan tatapan dalam, dia melihat jelas jika alkana seakan tidak ingin menjelaskan apapun. dia benar-benar panik saat ini, membuat Rania mengerutkan keningnya bingung.


"Apa masalahnya?" tanya Rania pada Kedua lelaki itu dengan serius.


"sayang, Rania. jangan dengarkan omongan Kevin, dia adalah pembual handal. kamu jangan percaya pada dia, kamu percaya sama aku kan?" tanya alkana.


"Tentu saja aku percaya sama kamu, tapi aku ingin tahu apa Masalah kalian waktu itu. apa ada kaitannya denganku?" tanya Rania yang menatap manik mata mereka berdua secara bergantian.


" jelas ada, Rania. kau di jadikan-"


buuugh...


pukulan kuat menghantam perut Kevin, Rania langsung membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Alex dan Kenan langsung berlari untuk melerai mereka berdua, "Rania Kenapa mereka bisa berkelahi lagi?"


Rania hanya menggelengkan kepalanya dan meringsut mundur.


sedangkan Kenan dan Alex memegang tubuh mereka berdua agar tidak berkelahi lagi.


"Sudahlah, masalah kalian apa sih?" tanya Alex.

__ADS_1


__ADS_2