Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
acara barbeque


__ADS_3

"Lalu kamu percaya begitu dengan ucapan dia? ck, Baru tahu aku ada orang sakit perut dengan di elus gigi." ketus rania.


kini wanita itu langsung masuk ke dalam kamar karena malas melihat tingkah aneh suaminya yang malah semakin membuatnya kesal, sedangkan alkana menggaruk kepala belakangnya yang tidak terasa gatal dan langsung mengejar istrinya itu. dia melihat Rania sudah tidur berbaring di atas ranjang, dia langsung ikut berbaring di sebelahnya.


alkana memeluk tubuh Rania dari belakang, "sayang Jangan cuekin Mas terus dong, Iya iya Mas minta maaf, besok Mas akan hajar kenan."


"kamu juga sih mas, aneh banget."


"ya sudah ya, jangan marah dong nanti mas bisa-bisa mimpi buruk."


"Biarkan saja kamu dengan Kak Kenan join di dalam mimpi mengelus gigi dedemit, sudahlah aku mau tidur, jangan berisik." Ketus Rania.


"lepas jangan pegang-pegang, perut aku sedang sakit." Rania menepis tangan alkana dan langsung memejamkan matanya.


alkana tidak mau mendengarkan Rania, dia kembali memeluk istrinya. tangannya mengelus perut istrinya.


"sayang, masih sakit perutnya?" tanya alkana.


"hmmm."


"mas belikan obat ya, sayang." ucap alkana lembut masih mencoba membujuk.


"tidak perlu! Rania tidak bisa minum obat, Besok mungkin sudah tidak sakit lagi. Mas cukup Diam jangan ganggu Rania, itu sudah membantu, oke."


"Baiklah sayang, maaf." alkana menutup mulutnya dan ikut memejamkan mata, serta tangannya tetap mengelus perut istrinya itu.


...***...


hari sudah malam dan alkana juga Rania akan pergi menuju rumah mamanya alkana, kali ini Rania merindukan mertuanya itu. mobil melaju di terpaan Dinginnya angin malam.


"mas, kita mau bawa apa ke rumah mama?" tanya Rania.


"kamu mau beli apa? kita mampir ke mall dulu ya?" tanya alkana.


"boleh."


alkana membelokkan mobilnya dan masuk ke parkiran Mall, sesampainya mereka di tempat itu Rania langsung turun lebih dulu. alkana menggenggam erat jemari istrinya itu, dan mereka langsung masuk ke dalam.


"perutnya tidak sakit di bawa Jalan begini?" tanya alkana cemas.


"masih sakit, Tapi hanya sebentar saja kok."


"mas gendong saja ya, sayang. biar kamu tidak lelah."


"tidak mau! kamu ini ada-ada saja Mas, yang benar saja di tempat seperti ini kamu menggendongku." tolak Rania.


manik mata Rania terus menatap ke seluruh Mall ini, dia mencari hal menarik yang di sukai Mama mertuanya itu, namun manik matanya menangkap sosok Sherly dengan seorang pria yang sepertinya tidak asing baginya.


"itu Sherly bukan sih?" tanya Rania.

__ADS_1


alkana langsung melirik ke arah istrinya itu menunjuk, ternyata benar jika saja Sherly Berada di tempat ini, akan tetapi bersama pria yang sangat dia kenal.


"Dengan Kevin ya?" tanya alkana.


"sepertinya sih Iya, dia tidak ada mengatakan apapun padaku. Sudahlah Biarkan saja, nanti yang ada kalian malah berkelahi lagi di sini."


Rania menarik tangan alkena untuk melangkahkan kakinya kembali.


"Rania." teriak Sherly.


Rania menghentikan langkahnya dan menolehkan wajahnya, dia menatap Kevin dan Sherly yang sedang berjalan mengarah ke dirinya. Rania tersenyum lebar dan Melambaikan tangannya.


"kamu di sini juga ya? kalau begitu ayo kita bareng-bareng saja." ajak Sherly.


Rania menarik tangan Sherly menjauh dari Kevin, "Sejak kapan kau dan kak Kevin dekat lagi?"


"tadi pagi dia mau mengajakku jalan-jalan dan mau minta maaf, Memangnya kenapa?"


"kamu tidak takut kalau dia hanya main-main saja denganmu? aku tidak mau kamu kecewa lagi."


"Kau kenapa sih Rania? jangan bilang kalau kau suka juga dengan kak Kevin, makanya kau berbicara seperti itu padaku."


Rania langsung menoyor kepala sherly, "gila ya Kau? ya tidaklah! Ya sudah deh, Asal kamu bahagia saja. kami tidak bisa bareng dengan kalian, ada urusan penting. semoga kalian makin akrab ya."


"Yah tidak seru sekali Kamu ini, Memangnya kamu mau ke mana sih?"


"Ada deh, Ya sudahlah kalau begitu kami duluan ya sher."


...*****...


sesampainya di rumah mamanya alkana, mereka berdua langsung turun dan membunyikan bel rumah. keluar Asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuk mereka berdua, Rania melemparkan senyumnya kepada asisten rumah tangga tersebut.


"sayang sini sini, Ya ampun Mama kangen sekali loh sama kamu. kalian menginap di sini kan?" tanya Silvi.


"tidak mau." jawab kalau karena cepat.


"tidak terima penolakan, harus menginap di sini pokoknya!"


"Iya Ma, kami menginap di sini kok." jawab rania.


"padahal tadi baru ketemu di sekolah, masa iya sudah kangen lagi." Timpal alkana.


"Kenapa memangnya, tidak boleh? Papa lihat itu anak kamu." ujar Mama Silvi.


"alkana kamu jangan membuat istriku Kesal ya, nanti kamu Papa hukum." ancam Hendra.


"Wooahh, kakak ipar." Dino berlari kesenangan dan melebarkan tangannya ingin memeluk Rania, namun alkana langsung menarik Rania ke belakang tubuhnya.


Akhirnya Dino memeluk tubuh alkana, Dino menatap manik mata sepupunya itu yang sedang menatapnya kembali dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"tidur di luar mau kau?" tanya alkana dengan nada mengancam.


Dino langsung tersenyum bodoh dan melepaskan pelukannya, "ah elah, hanya begitu saja."


"kakak ipar bantu aku mengerjakan tugas kimia dong." pinta Dino.


"kau itu kelas IPS seharusnya, kenapa pindah ke sini mengambil jurusan kelas IPA?"


"ya kan biar bisa satu kelas dengan kakak ipar, seharusnya kau itu bersyukur karena aku menjaga dia di kelas."


"apanya yang di jaga? kau tahu tidak kejadian hari ini, di sekolah?" Ketus alkana.


"aku tahu, tadi tante baru memberitahu. kalau begitu aku tidak akan libur libur lagi, biar full menjaga kakak ipar." ujar Dino.


"si Helena dengan Sasha itu kan? aku rasa Annabelle juga akan terkejut, karena ada yang lebih jahat dan jelek darinya." Timpal Dino.


"kakak ipar Tenang saja ya, Selama ada dino semua akan Aman. yang terpenting bantu tugas-tugas ku ya."


alkana langsung menggeplak kepala Dino, "Kerjakan sendiri."


"ya ampun, sudah sudah. kalian ini selalu saja ribut terus, kita buat barbeque Bagaimana?" ajak Mama Silvi.


"Rania kamu mau kan, sayang?" tanya Mama Silvi.


Rania menganggukkan kepalanya dan tersenyum, "boleh, Rania bantuin ya Ma."


"Ya sudah ayo kita siapkan semua bahan-bahannya ya, Dino kamu Siapkan tempatnya ya." perintah Mama Silvi.


"alkana Ngapain Tante?" tanya Dino protes.


"ada yang mau Om bicarakan dulu dengan alkana." sahut Hendra.


alkana dan Papanya langsung menuju ruang kerja milik Papanya tersebut, Sedangkan Dino memanyunkan bibirnya dan langsung teringat dengan Kenan dan Alex.


"bodo amat, panggil saja mereka suruh bantu aku." dia langsung menghubungi Kenan.


"Halo ada yang bisa di bantu? dengan Kenan si tampan rupawan di sini." sapa kenan.


"kenan, Kau ke sini cepat!"


"tidak mau, untuk apa aku ke sana?"


"banyak cewek di sini, Kami sedang party."


"eh Anjir tidak ngajak-ngajak, Ya sudah aku ke sana dengan Alex sekarang."


Kenan langsung mematikan sambungan teleponnya, sedangkan Dino menyeringai dan langsung menuju ke halaman belakang.


.

__ADS_1


sesampainya Kenan dan Alex langsung menyelonong masuk, karena pintunya terbuka lebar.


"Assalamualaikum Tante Silvi."


__ADS_2