
Di SMA Darma Yudha, sasha sudah mulai masuk kembali setelah di scor oleh pak Nando. Sasha menghampiri Helena dan menarik tangan Gadis itu, kemudian membawanya ke gudang dan Sesampainya di tempat itu dia melepaskan cengkraman tangannya. Helena agak meringis dan memegangi tangannya yang terlihat sedikit merah.
"kau sudah memberikan kotak itu pada Rania, kan?" tanya Sasha dengan gaya arogannya.
"su-sudah, kak." jawab Helena gugup.
"lalu, Mana buktinya? berikan padaku." pinta sasha Sasha.
"aku lupa untuk memfotonya." ujar Helena yang berusaha biasa saja.
"kau tahu apa isi kotak itu?" tanya sasha lagi.
"Aku tidak tahu." jawab Helena.
"awas saja ya kalau kau sampai berbohong, kau akan aku Habisi!" ancam Sasha.
setelah mengatakan itu, Sasha pergi meninggalkan Helena begitu saja. sebelumnya Helena membuka kotak itu karena penasaran, dan ternyata di dalamnya ada bangkai tikus yang sudah membusuk dan ada selembar kertas yang di tulis dengan menggunakan darah, jadi Helena membuangnya. dia tidak sanggup memberikan kotak itu pada Rania, karena yang dia tahu Rania adalah orang yang baik, jadi tidak pantas di perlakukan seperti itu. Helena tidak habis pikir dengan kegilaan sasha, mungkin benar saja jika Sasha itu sakit jiwa.
Helena berjalan keluar meninggalkan gudang, Dan manik matanya melihat keberadaan kenan yang tidak jauh darinya. dia segera berlari untuk menghampiri kenan.
"kenan." panggil Helena saat sudah dekat dengan Kenan.
"ah, dukun ilmu hitam putih rupanya. ada apa? apa kau butuh pasien untuk ilmu hitam putih mu itu? sorry aku tidak bisa membantumu mencari pasien, karena aku akan segera debut menjadi idol di korea." ujar Kenan asal.
"heh kau ini. ternyata kau tidak hilang ingatan ya?" tanya Helena.
"ck, kau ini kesambet apa sih? tumben-tumbenan nanya keadaan ku." datar kenan.
"kau katanya punya teman masa kecil kan? apa aku boleh tahu siapa namanya?" pancing Helena agar kenan mau membuka suara tentang kenangan masa kecil mereka.
__ADS_1
"tidak boleh, kepo sekali kau ini!" ketus Kenan dengan wajah dinginnya.
"kau tidak ingat ya?" tanya Helena.
"ingat apa? ingat berapa banyak pasien mu? ya mana aku tahu, itu bukan urusanku."
"ck, aku sedang tidak ingin bercanda ya. kau bisa serius tidak sih?" Helena jadi kesal karena terus mendapat jawaban ketus dari kenan.
"kau mau aku serius bagaimana? menikahi kau begitu? iyuh ogah, yang ada nanti aku di jadikan tumbal ilmu hitam putih mu itu." ceplos kenan.
Helena yang sudah semakin kesal pun menjewer telinga Kenan dengan sekuat tenaga, kemudian setelahnya dia pergi meninggalkan Kenan begitu saja. sedangkan Kenan, pria itu mematung di tempatnya, apa yang Helena lakukan tadi mengingatkan Kenan pada Stefani. Dulunya, Stefani akan menjewer dirinya jika sedang kesal.
"kenapa aku malah merasa kalau Helena adalah Stefani ya? tapi mana mungkin, mungkin itu hanya perasaanku saja." gumam Kenan.
kenan melangkahkan kakinya kembali untuk menuju ke dalam kelasnya, tapi manik matanya melihat alkana dan Rania yang baru saja datang dengan bergandengan tangan.
"pokoknya kamu jangan bilang siapa-siapa kalau aku hamil ya mas, awas saja kamu kalau sampai keceplosan!" tegas Rania.
"what! apa?! oh my gosh! apa aku tidak salah dengar? ini benar-benar berita yang sangat menggemparkan pemirsaaaaahh." pekik Kenan histeris karena baru datang dia sudah mendengar berita yang sangat luar biasa.
Alkana dan Rania terkejut mendengar pekikan kenan, mereka berdua membulatkan matanya tidak percaya. kenapa si cecunguk ini selalu muncul di mana-mana sih? Hal ini membuat Rania semakin kesal, kenan sudah mengetahuinya. Lelaki itu pasti akan mempunyai seribu macam cara untuk menggodanya, apa lagi mulut lelaki itu sepertinya tidak bisa menjaga rahasia.
"Alex, Sherly keluar! Kalian dengar? Ini berita yang sangat menggemparkan!" Pekik kenan lagi dengan hebohnya.
Dan benar saja, setelah itu muncul lah dua cecunguk lagi dari balik persembunyiannya. sontak saja alkana dan rania langsung melotot di buatnya.
"Aaaaaaw ouh, aku akan jadi uncle! Kapan? Kapan dia akan keluar? nanti sore? Besok? Atau besoknya lagi?" tanya Alex yang tak kalah hebohnya dari Kenan.
"Ck, diam lah bodoh! Kau berisik sekali." ketus Rania kesal.
__ADS_1
Alex tak menggubris ucapan Rania, dia malah langsung berjalan dengan menirukan gaya ibu-ibu yang sedang hamil tua.
"Aah mas, tolong bantuin adek bangun dong, adek susah nih mau bangun. Nanti ke gencet bisa-bisa langsung brojol, wkwkwk hahah." Alex tertawa ngakak sambil memegangi perutnya yang terasa keram akibat tertawa.
"Plakk."
Alkana langsung menggeplak kepala Alex agar lelaki itu berhenti tertawa, takut-takut kalau Rania akan semakin kesal.
"aku dan rania tidak mau tahu, karena kalian sudah mengetahui hal ini, kalian harus merahasiakannya dari siapapun. Dan kalian juga harus membantu ku menjaga Rania." ujar alkana memperingati ke tiga cecunguk itu.
"Kau tenang saja alkana, kami akan menjaga rahasia ini." Sahut Kenan serius, yang di angguki oleh Alex dan Sherly.
"Iya, Kau tenang saja. percayakan ini pada kami." timpal Alex dengan gaya tidak jelasnya itu.
"Eh, tapi beneran kau hamil ran?" tanya Sherly dengan suara berbisik.
Rania menjawab dengan anggukan kepala, hal itu membuat Sherly membulatkan bibirnya. Dan sedetik kemudian dia langsung memeluk Rania dengan erat, hingga membuat Rania tertekan.
"Aaaa, senangnya!" pekik Sherly sembari berputar-putar dengan masih memeluk Rania.
Alkana yang melihat hal itu pun langsung menarik Rania dari pelukan Sherly, "jangan peluk peluk!"
Sherly langsung mengerucutkan bibirnya kesal karena kesenangannya di ganggu.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" Tanya pak Nando yang tiba-tiba datang entah dari mana, membuat mereka terkejut.
halo-halo hai, author udah kembali nih
Apa masih ada yang setia menanti cerita konyol mereka😍😍
__ADS_1
Maafkan author krna terlalu lama hiatusnya🙏