Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
eps 23 menghabiskan uang alkana


__ADS_3

Sasha juga menatap temannya saat mendengar alex menyebutkan nama rania, terlebih lagi dia memanggil kevin untuk menemui dirinya. membuat sasha semakin tidak menyukainya, wanita itu langsung bangkit melangkahkan kakinya untuk ikut menemui wanita itu. karena pelajaran yang dia berikan kemarin menurutnya tidak cukup untuk membuat anak baru itu mengerti.


"kevin ada urusan apa kau dengan dia?" tanya sasha.


saat ini sasha menyukai alkana, akan tetapi wanita itu tidak terima jika ada orang lain yang mendekati kevin. sebagai mantan kekasih lelaki itu, dia merasa punya hak untuk melarang siapapun yang ingin mendekati kevin. jika telah lulus seleksi nya, mungkin baru dia bisa menyetujui nya.


"bukan urusanmu sha!" jawab kevin santai.


"Tentu saja urusanku lah! aku ini mantanmu." ujar sasha.


"lalu?"


"ya tidak ada yang bisa mendekatimu, kalau standarnya masih di bawah ku itu sama saja kau merendahkan harga diriku!"


"aku tidak paham standar apa yang kau maksud, tapi yang jelas kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi! mau aku menjalani hubungan dengan siapapun, kau sama sekali tidak ada hak untuk mencampuri nya sasha!" Ketus Kevin.


"kau suka dengan perempuan kampung itu?"


"Tapi setidaknya pikirannya tidak kampungan seperti mu!"


"kevin, kau kenapa jadi seperti ini sih sama aku?"


"apa lagi sasha?" tanya kevin dengan penuh penekanan.


"ya kau kenapa berubah begini?"


"sudahlah itu tidak perlu di bahas,aku sedang ada urusan dulu." kevin langsung meninggalkan sasha sendirian, dan langsung menemui rania yang sedang menunggunya.


"Rania." panggil kevin.


"kak ini, aku mau mengembalikan baju olahraga nya. Terima kasih banyak ya sudah meminjamkan, kalau tidak ada kakak mungkin kemarin rania sudah dihukum." ujarnya dengan tersenyum manis.


sasha langsung merebut paper bag yang diberikan oleh rania dan membukanya


"kau kok memakai baju olahraga kevin?"


"Ya ampun di mana letak urat malumu?" Tanya Sasha.


"kau seorang perempuan memakai baju olahraga milik lelaki, oh karena ini punya Kevin begitu? Ganjen juga kau ternyata ya." Teriak Sasha.


wanita itu sengaja mengeraskan suaranya agar satu kelas mendengarnya, alkana langsung mengepalkan tangannya saat mendengar hal itu. lalu dia memasang earphone untuk mendengarkan lagu, agar hatinya kembali tenang.


"Sasha kau ini apaan sih? masalahnya di mana? bukannya dulu kau juga sering memakai bajuku!" Ujar Kevin menohok.


"ya sudah, kalau begitu aku pamit kelas dulu ya kak." Ujar rania.

__ADS_1


"kau kenapa membela dia terus sih?" Tanya Sasha kesal.


"sudah masuk sana, duduk di kursi mu dengan tenang!" perintah alkana.


alkana memainkan pulpen nya dan tatapannya lurus ke depan, alex dan kenan yang ingin memberitahukan tentang kejadian di depan antara kevin dan rania mengurungkan niat mereka, karena merasakan suasana lain dari lelaki itu.


mereka langsung menatap lurus ke depan untuk menyimak pelajaran hari ini, alkana langsung melipat kedua tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya lalu tertidur, sedangkan kenan dan alexa langsung melirik ke arah alkana.


"dia kenapa?" tanya alex.


kanan mengangkat bahunya dan berbisik


"broken heart mungkin!"


"berarti dia normal, jadi kita tidak perlu khawatir kalau dia suka dengan kita!" sahut alex.


"tapi aku yakin dia tidak normal!"


"kenapa?"


"ya lihat saja tingkahnya."


"CK, berisik! Sekali lagi aku mendengar suara atau bahkan nafas kalian, hilang traktiran satu bulan." ancam alkana


"gara-gara kau ini." tuduh kenan.


"alex kenan, apa yang sejak tadi kalian gosip kan? harga cabe naik dan sembako naik. naik ke mana mereka?" tanya pak alvaro.


"Jika kalian ingin berbicara terus, keluar sekarang!" perintah pak alvaro dengan tegas.


"Tapi, alkana-"


"Alkana anak baik, dia tidak ribut seperti kalian! Keluar atau bapak yang keluar?" Tanya pak alvaro.


"Bapak!" Jawab mereka semua dengan serempak.


"Apa?!" Tanya pak alvaro dengan mata melotot dan semakin kesal.


Pak Alvaro sangat sulit untuk mengeluarkan sifat kejamnya di kelas ini, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi, bapak yang harus keluar ini?"


"Tidak, pak!" Jawab mereka lagi dengan serempak.


"Ya sudah, bagus! Keluar kalian Alex dan kenan!"

__ADS_1


"Tap-i, pak-"


"Tidak ada tapi-tapi! Keluar sekarang!" Bentak pak alvaro.


Suaranya mampu membuat satu kelas jantungan, sehingga Alex dan kenan tidak mau mengambil resiko. Mereka berdua langsung melangkahkan kakinya keluar kelas.


"Woi Lex, mau kemana kau?" Tanya Kenan yang melihat Alex berjalan menjauh dari dirinya.


"Mau ke ruang musik."


"Tunggu, aku ikut!" Kenan langsung berlari menyusul lelaki itu dan kini mereka dengan santainya berjalan memasuki ruang musik.


Setelah jam pelajaran selesai, kini mereka langsung berjalan menuju perkiraan bersama-sama. Alkana langsung melajukan mobilnya tanpa menunggu Rania lebih dulu, sehingga wanita itu yang berlari lari ingin segera masuk ke dalam mobil alkana pun menghembuskan nafasnya kasar.


"CK, aku di tinggal lagi! Kenapa sih lelaki itu berubah-ubah terus sikapnya perasaan!" Keluh Rania.


"Ran, mau pulang bareng aku tidak? Kita nongkrong dulu yuk di kafe, atau mau jalan-jalan ke mall?" Ajak Sherly pada Rania.


Pikiran Rania langsung teringat akan black card pemberian alkana, di pun langsung menyetujuinya dan masuk ke dalam mobil Sherly, mereka langsung meluncur menuju ke mall terdekat.


"Hari ini aku akan mentraktirmu, apapun yang kamu mau pokoknya biar aku yang bayar, tidak perlu melihat harga dan juga jangan sungkan." Ujar Rania.


"Wah, benarkah? Kamu serius ran?"


"Iya dong." Jawab Rania dengan seringai dibibirnya.


'kan aku bilang juga apa alkana? Uangmu akan aku habiskan, dan setelah itu aku tendang kamu ke kutub Utara!' batin Rania.


Lalu mereka langsung masuk ke dalam mall dan membeli tas branded keluaran terbaru dan hanya dua tipe saja di indonesia, lalu Rani langsung mengambil satu.


Sedangkan sherly juga mengambil tas keluaran terbaru yang harganya fantastis. Setelah itu Rania membayarnya dengan menggunakan black card pemberian alkana.


Sherly menganga saat Rania mengeluarkan kartu tersebut, lalu Sherly mendekat dan berbisik pada Rania.


"Itu milik kamu sendiri ran?"


"Bukan, ini milik seseorang dan aku di tugaskan untuk menghabiskan isinya, maka dari itu kita akan berbelanja sepuasnya." Ujar Rania santai.


"Asiiiik, Rania kita ke toko sepatu di depan itu yuk. Aku dengar-dengar ada sepatu keluaran terbaru dan limited edition, sepertinya kmu harus punya deh." Ujar Sherly.


Rania menganggukkan kepalanya, dia menyetujui ajakan Sherly, lalu mereka langsung membeli sepatu dengan motif yang sama. Hari ini Rania menghabiskan waktunya untuk menghabiskan uang alkana dengan berbelanja, dia mengaktifkan mode silent pada ponselnya sehingga dia tidak akan terganggu hari ini.


"Ran, aku lapar ayo kita makan." Ajak Sherly.


Rania langsung menganggukkan kepalanya, dan mereka berdua langsung menuju ke restoran yang ada di tempat itu.

__ADS_1


Setelah sampai di restoran, Rania langsung mengecek ponselnya dan ternyata ada banyak panggilan tidak terjawab dari bapaknya. Dia langsung menghubungi kembali nomor bapaknya, namun tidak mendapat jawaban sama sekali. Lalu ada sebuah panggilan masuk dari alkana, dia menjawab panggilan tersebut dengan malas.


"Rania, kau ini di mana hah? Sejak tadi aku menghubungimu tapi tidak ada jawaban, dimana kau sekarang?" Tanya alkana dengan kesal.


__ADS_2