Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
rencana liburan


__ADS_3

Setelah berakhirnya acara itu, Kini rania dan alkana berada di bawah selimut yang sama. namun sayangnya hanya Rania saja yang belum bisa tertidur, dia terus melirik ke arah alkana dengan Tatapan yang sulit di artikan.


Rania menghela nafasnya lalu memiringkan tubuhnya ke arah alkana yang sedang memejamkan mata, beberapa bulan lagi alkana akan lulus dari Darma Yudha begitupun dengan Kenan dan Alex. Mungkin rania akan kesepian dan bosan di sekolah itu tanpa adanya mereka bertiga.


Rania mengusap lembut wajah suaminya itu, "love you."


alkana membuka matanya dan menyeringai, membuat rania membulatkan matanya, "I love you too."


Alkana langsung bangkit dan kini sudah berada di atas tubuh Rania, "Kenapa kamu membangunkan Harimau yang sedang tidur?"


"mas, awas ih. jangan aneh-aneh ya mas."


"Aneh apanya, sayang? lagi pula kita sudah halal, jadi aman-aman saja dong."


"Tidur lagi, ayo." ajak rania.


"iya iya." alkana langsung berbaring lagi di sebelah Rania dan membawanya ke dalam pelukannya, Rania langsung mengeratkan pelukan itu.


rania tersenyum saat membayangkan betapa anehnya tingkah mereka dulu saat awal-awal menikah, dia langsung memejamkan matanya namun kembali membukanya saat alkana membuka suaranya.


"sayang."


"hemm, ada apa?" tanya Rania.


"besok libur kan? kita berlibur yuk." ajak alkana.


Rania langsung membulatkan matanya, "liburan?"


alkana menganggukkan kepalanya, "kamu boleh pilih mau liburan ke mana."


Rania langsung tersenyum lebar saat memikirkan sebuah liburan yang selama ini ingin dia nikmati dengan orang tersayangnya, dan juga teman baiknya.


"Ya sudah tidur dulu, besok kita langsung berangkat." perintah alkana.


"Siap Bapak harimau." jawab Rania centil kemudian tertawa lebar.


alkana tersenyum lebar dan langsung mengusap lembut surai Rania dan membawanya ke pelukannya kembali, kini mereka sama-sama memejamkan mata mereka dan kemudian tertidur.


di lain tempat, Alex tidur dengan nyenyak namun saat kakinya mengarah ke arah tempat tidur Kenan dia langsung terbangun saat merasa tempat itu kosong, manik matanya mencari keberadaan Kenan.


Kenan malam ini ingin sekali menginap di rumah Alex, karena dia tidak terlalu nyaman di rumah neneknya dan juga rumahnya telah dia Sumbangkan semua. Dia hanya tersisa uang tabungan saja dan akan mencari pekerjaan paruh waktu untuk menambah keuangannya.


Alex mengucek matanya dan langsung bangkit menepuk kuat pundak Kenan yang sedang melamun di balkon, Kenan tidak terkejut sama sekali. dia terus menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


"Kau kenapa belum tidur? ini sudah pukul dua dini hari, sudah hampir pagi." tanya Alex.


"kau berisik, mendengkur, ngiler, mengigau lagi. menyesal aku menginap di sini." umpat kenan.


"ya sudah menginap di rumah tetangga saja sana lah."

__ADS_1


"ada anak gadisnya?"


"ada, gadis yang sudah punya cicit sepuluh." jawab Alex santai.


Kenan langsung menoyor kepala Alex, "maksud kau aku laki-laki apa, hah?"


"aku hanya rindu pada Mamaku." ujar Kenan tersenyum manis.


Alex menghela nafas panjang dan langsung mengusap bahu kenan, membuat lelaki itu menatap Alex dengan tatapan kesal lalu menepisnya.


"Heh, aku tidak selemah itu yang harus membutuhkan hal semacam itu."


"kau Sudah ikhlas, kan?" tanya Alex.


"aku ikhlas, tapi aku masih suka rindu saja tapi bukan berarti aku lemah.' jelas Kenan.


"kau belajar kuat dengan siapa sih? penasaran aku."


"dengan bulu ketek." jawab Kenan asal.


"sialan kau! karena walaupun terjepit dia tetap tumbuh lebat, begitu? aku serius anjir."


"aku tidak kuat Lex, aku ini manja. keadaan lah yang mengajarkan aku semua ini, Kalau kau mau belajar itu tidak bisa karena kau tidak boleh mengalami hal yang sama sepertiku." jelas kenan.


Alex tersenyum lalu menatap lurus ke depan, "aku tetap ada di Garda terdepan untukmu."


"tidak minat! aku hanya mau Sherly."


"Oh iya, aku mau tanya yang tadi sore kau katakan kalau Rania dan alkana sudah menikah, apa itu benar?" tanya Alex serius, karena dia baru saja teringat soal itu lagi.


"Sejak kapan kau percaya dengan kata-kataku? ya tidaklah, itu hanya candaan saja." Jawab Kenan berbohong.


Alex menganggukkan kepalanya, "Iya ya, ya sudah ayo kita tidur Besok kita ke rumah alkana, soalnya kan hari libur." Alex mendorong tubuh kenan masuk ke dalam namun dia langsung menepisnya.


"ck, awas kau ah nanti di kira kita lesbi lagi."


"homo, bodoh! kalaupun memang aku suka dengan laki-laki, kau itu bukan tipeku ya. Najis." ketus Alex.


"apa kau yakin? Aku tampan loh, sebelas dua belas dengan Alkana." jawab kenan bersikap sok cool dan tebar pesona.


"kau itu lebih cocok jadi Surti." jawab Alex langsung berlari masuk.


"ck, sialan kau Alex!"


Kenan langsung masuk melemparkan botol minuman ke arah Alex, namun berhasil di tangkap oleh Alex dan dia langsung meminumnya. Kenan langsung berbaring di atas ranjang begitupun dengan Alex, saat Alex sudah hampir tertidur, Kenan langsung menendangnya hingga terjatuh ke lantai.


"****, dasar manusia laknat."


"Aduh pinggangku encok." Alex langsung berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sana.

__ADS_1


"rumah, rumah siapa kamar juga Kamar siapa. aku pula yang harus tidur di sofa, kalau tidak karena-"


"karena apa? Karena yatim piatu, begitu? bodo amat!" jawab Kenan Memotong ucapan Alex.


"kau itu tidak yatim ya bansyat." Ketus Alex.


"bodo amat." jawab Kenan.


mereka Langsung tertidur walaupun masih terdengar ringisan dari Alex karena pinggangnya yang masih saja sakit, beberapa saat kemudian tidak lagi terdengar suara apapun kecuali helaan nafas yang teratur.


*****


"asiik, kita berkemah aku senang sekali." teriak Rania heboh.


Rania langsung menghidupkan kamera dan langsung tersenyum lebar, "Halo guys Aku mau berkemah bareng suamiku, haha suami tidak tuh? haha, nama lainnya Harimau, hauuuuum."


Rania menahan tawanya dan melirik ke arah alkana yang masih sibuk berkemas, sedangkan dirinya malah asik merekam semua momen yang ada.


"jadi dia itu Suamiku, namanya alkana Vano Anggara. calon ayah dari anak tetangga, Eh maaf salah maksudnya anakku dong. eh Omongan doa ya kan? Mas alkana, aku mau kita tidak punya tetangga, aku itu dulu tetangganya ya guys jadi itu maksudnya."


"Oke sudah aman ya guys, Sudah aku batalkan kata-katanya."


"Sayang ayo kita berangkat." teriak rania.


"iya, ayo." jawab alkana.


alkana berjongkok di depan Rania, membuat wanita itu membulatkan matanya.


"kenapa Kok jongkok?"


"Ayo naik, sayang."


"ah Maksudnya, kita ke tempat tujuan jalan kaki dan aku di gendong sama kamu, begitu? ah ya ampun, sweet sekali sih suamiku." Rania langsung naik ke atas punggung alkana.


"Ya tidaklah, hanya sampai mobil saja." Jawab alkana.


"Oh ternyata aku salah sangka pemirsa, kalau begitu sudah dulu ya sampai bertemu di tempat selanjutnya bye bye." Rania langsung mematikan kameranya dan melingkarkan tangannya di leher suaminya.


di dalam mobil, Rania memposting foto mereka berdua yang akan berlibur.


Rania membentangkan kain untuk mereka duduk, Dia mulai merapikan semua barang dan juga agar terlihat sangat indah saat di foto, sedangkan alkana mendirikan tenda untuk mereka tidur.


"Aduh berat sekali Kau ini sih, Kenapa tidak mau membawanya bergantian." sungut Alex.


"mau Pingsan aku, argh." kenan langsung berbaring di atas kain yang telah Rania Susun dan jadi berantakan kembali.


"kalian kenapa bisa ada di sini, hah?" tanya alkana dengan kesal.


"Sherly kau ada juga?" Tanya Rania.

__ADS_1


Sherly hanya tersenyum lebar dan mengangkat dua jarinya seakan berpose, sedangkan Kenan langsung bangkit untuk melihat pemandangan di depan matanya dengan berlari karena takjub, tanpa sadar kakinya tersangkut akar pohon hingga membuatnya tersungkur.


"aduh."


__ADS_2