
"halo dedek Sherly." sapa Alex.
Kenan juga ikut menempelkan telinganya di ponsel Alex untuk menguping pembicaraan mereka berdua, sehingga Alex menarik ponselnya menjauh dan mendorong kepala kenan dan juga pergi menjauh.
"CK, hei aku kan juga mau mendengar." ketus Kenan.
"anak kecil tidak boleh ikut campur."
Alex langsung mendekatkan ponselnya kembali dan tersenyum lebar, "maaf ya dedek Sherly, biasa tadi ada pengganggu."
"kak Alex sedang di kelas kan?" tanya Sherly.
"aku mau bicara dengan kak Kevin, boleh?" tanya Sherly.
seketika itu juga raut wajah Alex berubah drastis dan menurunkan ponselnya dari telinganya, lalu berjalan masuk ke dalam kelas dan mendekati Kevin. dia menyodorkan ponselnya begitu saja tepat di depan wajah Kevin, sehingga membuat lelaki itu mengerutkan keningnya.
"ini, Sherly mau berbicara denganmu!" ujar Alex ketus.
Kevin dengan ragu mengambil ponsel tersebut dan mendekatkan ke telinganya, sedangkan Kenan yang duduk tepat di belakang alkana sudah tertawa terbahak-bahak karena hal itu.
"rasakan itu, makanya jangan kepedean dulu kau! nah kapok kan kau, aduh sakit hati babang Alex." ujar Kenan masih saja tertawa terbahak-bahak, sedangkan alkana hanya tersenyum tipis lalu kembali fokus ke layar ponselnya.
Alex duduk di kursinya dengan bibir yang di manyunkan, sedangkan Kenan masih saja terus menerus menertawakan temannya yang bernasib sial hari ini.
"sudah, kau tenang saja masih ada Helena."
"ogah!" ketus Alex.
"hei, jangan begitu. nanti kalian jodoh beneran baru tahu rasa kau."
"kau sajalah yang berjodoh dengan Helena, aku mah mending cari yang lain saja."
"awas kalau menyesal, yakin ini?" goda Kenan.
Alex langsung melemparkan buku tulis ke arah Kenan dan di tangkis menggunakan lengan tangannya, lalu Kenan mengambil buku tersebut dan masih saja terus tertawa.
"Alex sana nguping pembicaraan mereka, mana tahu mereka sedang membahas tentang Sherly yang punya perasaan padamu. bisa saja kan?" tanya Kenan menahan tawa.
"iya bisa jadi, kalau tidak kenapa coba dedek Sherly nelpon aku kan?" tanya Alex balik dengan wajah yang sumringah.
Kenan mengganggukan kepalanya dan saat Alex mendekati Kevin, kenan tertawa namun dia tahan dan langsung mengalihkan pandangannya.
"mau apa kau di sini? mau menguping ya kau!" tuduh Kevin.
"heh, itu kan ponselku. ya suka-suka lah."
Kevin hanya memutar bola matanya malas dan langsung mendekatkan ponselnya, kembali Dia berbicara serius dengan Sherly membuat Alex penasaran akan tetapi dia tidak bisa mendengar apapun dari pembicaraan mereka tersebut. Alex menghela nafas panjang lalu berdiri terus di samping Kevin untuk menunggu teleponnya sudah selesai digunakan oleh Kevin, setelah itu baru nanti dia akan bertanya kepada lelaki tersebut yang membuat mood-nya hari ini menjadi kacau balau.
"lama sekali sih! menggibahi siapa saja kalian?" tanya Alex.
"berisik!" hardik Kevin.
"dasar sombong, mentang-mentang tampan."
__ADS_1
Alex langsung duduk di atas meja milik Kevin, membuat pemiliknya membulatkan matanya.
"ngapain kau duduk di situ, hah?" tanya Kevin kesal.
Alex tidak menjawab, dia hanya menatap ke arah lain dengan kesal. sedangkan Kenan terus menertawakan Alex hingga perutnya terasa kram.
.
.
hari ini adalah hari terakhir siswa-siswi DarmaYudha melakukan latihan yang akan mereka pertunjukan nantinya, sudah hampir dua bulan lamanya alkana terus berlatih drama bersama dengan Kenan dan Alex juga.
Dia sangat bosan melakukan hal ini, sebab dipikirannya hanya Rania terus. bahkan wanitanya itu melarangnya dengan tegas untuk tidak terus mengunjunginya ke negara y, karena alkana harus sekolah juga dan tidak boleh bolos dan akhirnya alkana kesal sudah dua minggu lamanya mereka tidak saling berkomunikasi.
"woi, kau yang serius kenapa sih? ah aku capek jadi melehoy begini terus, kenapa sih harus aku yang menjadi Surti nya." ketus Kenan.
Drama ini tentang kehidupan seorang gadis desa yang akan menikahi seorang pangeran dari istana, drama ini dilakukan oleh murid laki-laki semua bahkan yang menjadi pemeran wanita juga lelaki yang akan dipoles menjadi cantik.
alkana berperan sebagai seorang pangeran, sedangkan Alex dan Dino menjadi dayang istana. Kevin juga ikut berperan menjadi seorang pemuda tampan dari desa yang mencintai Surti, Dani dan yang lainnya menjadi seorang prajurit dan ada yang menjadi buruh tani. saat latihan alkana terus tidak merasa bersemangat karena dia kesal dengan rania yang tidak mau menjawab pesannya dan juga panggilan teleponnya.
"karena kau yang paling cocok, kak." jawab Dani tertawa bahagia.
"diam kau! mau aku tendang kau dari drama ini, biar kau ikut dance dengan anak perempuan!" ancam kenan.
"jangan dong kak, setidaknya aku lebih kelihatan gagah jadi seorang Prajurit, aura kak alkana tersebar padaku juga." Jawab Dani polos.
"alkana, kau bisa serius tidak sih? besok drama ini sudah harus dimulai." ketus Kevin kesal.
"cih, sialan! menyesal aku dipilih satu grup dengan kalian." umpat Kevin.
"Surti, cepat kau kejar Pangeranmu." teriak Alex.
kenan langsung melepas selendangnya dengan kasar dan menatap kesal ke arah Alex, kenan melemparkan selendang itu ke arah temannya dan langsung berlari keluar.
"mas, tunggu dedek."
Kenan berlari mengejar alkana dengan centil, sedangkan yang lain terus tertawa melihat tingkah lelaki itu kecuali Kevin. keadaan latihan mereka terus saja begini, tidak ada yang pernah serius untuk melakukan latihan padahal pentas seni itu akan diadakan esok hari. Kevin menghela nafasnya panjang dan duduk di lantai memegang kepalanya yang terasa pening.
di luar alkana terus melangkah tak tentu arah, sedangkan Kenan yang terus berlari mengejarnya langsung menarik tangan alkana dan menatapnya dalam, membuat alkana mengerutkan keningnya dan menoyor jidat Kenan dengan kasar.
"jauh-jauh kau! lebih baik kau bujuk Rania agar pulang, agar dia yang menjadi surtinya daripada kau." ketus alkana.
"oh ayolah, semangat bro semangat. kita harus buktikan kalau kita bisa, kita tidak boleh kalah bagus dari yang lain apalagi grup kita yang paling tersorot di sini." teriak Kenan.
"siapa yang memilih drama ini, hah? siapa yang menyuruh?" tanya alkana.
kenan tertawa kaku dan menggaruk kepala belakangnya yang tidak terasa gatal, "aku sih, lagi pula yang tersisa hanya drama ini."
"cih, kalian saja yang latihan. suruh Dino menggantikan posisiku."
"tidak bisa! orangnya sudah pas dan kita latihan serius hari ini. ayolah al, nanti Rania pasti bangga denganmu." bujuk Kenan.
"bangga apaan? kalau di sandingkan dengan Surti sepertimu." ketus alasan.
__ADS_1
"ya sudahlah, ayolah."
"tidak!"
"ayo."
"tidak!" tolak alkana acuh.
"astaga, tolonglah untuk kali ini saja. selamatkan nilai kami semua, ya kau enak nilai kau sudah terjamin sedangkan kami apa.?"
"ya sudah, terserah kau saja." alkana langsung memutar tubuhnya, dan berjalan memasuki ruang latihan mereka kembali.
.
.
di bandara, Sherly langsung menarik lengan Rania dan menatapnya.
"kau tidak bilang pada kak alkana, kalau kau sudah sampai di bandara?"
"tidak! untuk apa?" tanya Rania.
"ya agar dia tahu."
"tidak perlu, aku dan dia saja sudah dua minggu lebih tidak berkomunikasi dan aku mau membuat kejutan untuk dia." jawab rania santai dan tersenyum.
"astaga, tampan begitu di anggurin."
"dia sudah kelas dua belas dan harus fokus belajar dengan kegiatan lainnya, kalau dia harus bolak-balik terus dia bakal bolos terus kan aku tidak mau Sherly." jelas Rania.
"iya juga sih." Sherly menganggukan kepalanya, karena yang dikatakan oleh Rania ada benarnya juga.
'tidak tahu saja kamu, hatiku sudah tidak kuat menahannya ingin cepat-cepat kembali ke apartemen dan memberi dia kejutan.' batin yang Rania.
"eh aku dengar-dengar, mereka akan menunjukkan drama di pensi besok." ujar sherly dengan raut wajah sumringah.
"kamu mau tahu tidak, dramanya apa?" tanya Sherly lagi.
Rania menggelengkan kepalanya, "tidak, kak alkana tidak ada bilang apapun padaku. memangnya apa?"
"drama Romansa gadis desa dengan pangeran, mau tahu yang jadi pangeran dan gadis desanya siapa?" tanya Sherly lagi menahan tawanya.
"siapa? Jangan bilang ya yg jadi gadis desanya si sasha itu, dan kak alkana yang menjadi pangerannya."
"bukan! Kalau pangerannya benar kak alkana, tapi yang menjadi gadis desanya kak Kenan." jawab Sherly dengan tertawa keras.
Rania langsung membulatkan matanya, "kak Kenan?"
"iya, hati-hati saja. kamu karena punya pesaing baru." sahut Sherly masih juga tertawa.
Rania ikut tertawa kecil, "awas saja kak Kenan berani merebut suamiku."
"hah? a-apa?! suami?" tanya Sherly melebarkan matanya.
__ADS_1