
"Hanya untuk mengabari ke teman mu saja, kalau kau sedang sekarat." jawab helena santai.
"sudah jangan berisik, dokternya susah mengurus kau tahu." Timpal alkana.
"jadi bagaimana? Apa kalian sudah bertemu dengan salah satu dari mereka?" tanya Kenan.
"belum, Nanti Bodyguard ku yang akan melanjutkan pencariannya. aku tidak bisa tinggal diam kalau Sasha belum mendapatkan balasannya."
****
keesokan harinya, Rania melihat Sherly yang sedang berjalan menuju ke kelas. Rania langsung mempercepat langkahnya, Namun siapa sangka jika tangannya di cekal oleh Kevin dan kini mereka sedang di tengah lapangan dan menjadi sorotan banyak orang.
saat semuanya berteriak histeris Sherly langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, matanya membulat saat melihat Kevin menggandeng tangan rania tepat di tengah lapangan. kini rasa sesak di dadanya semakin membuatnya sakit.
"Rania aku mau berbicara serius denganmu." teriak kevin.
"aku tahu perasaanku salah, tapi aku tidak. bisa tenang mikirin ini semua. rania aku sayang sama kamu, aku suka sama kamu." lanjut Kevin.
Rania menepis tangan Kevin dan memundurkan langkahnya, sedangkan alkana yang melihatnya langsung emosi. dia mengepalkan tangannya, namun di tahan oleh Alex dan Kenan.
"kita lihat saja apa yang akan di lakukan oleh Rania, Percaya saja dengan dia." ujar Alex.
"Kevin harus benar-benar mendapatkan penolakan besar dari Rania, baru dia akan berhenti. kau tahu sendiri bagaimana sikap anak itu." Timpal kenan.
"tapi dia berani menyentuh tangan Rania Ku!" geram alkana.
"Rania sudah melepaskannya, sudah jangan membuat keributan lagi, kita saksikan saja." sahut Alex.
dari jarak yang tidak terlalu jauh Dino melihat Sherly, dia langsung melangkahkan kakinya dan melepaskan jaketnya untuk menutupi pandangan itu dari Sherly. dan kini mereka berdua saling menatap, Dino tersenyum manis sedangkan sherly sudah meneteskan air matanya.
"jangan pernah rusak yang sudah ada, aku harap kau bisa paham dengan apa yang aku ucapkan." ujar Dino.
"kalau kau butuh Apapun, kau bisa hubungi aku ya. aku akan selalu ada untukmu, Kita kan teman." sambung dink Dengan tersenyum manis.
Sherly meneguk salivanya dengan susah payah, dan menurunkan tangan dino. dia ingin melihat ke arah lapangan, lelaki itu juga ikut menatap ke arah Kevin dan rania yang berada di tengah lapangan.
"Aku tahu aku terlalu nekat, dan aku benar-benar tulus sama kamu. Aku harap kamu mau menerima perasaanku, Rania." ujar Kevin memohon
Rania menatap Kevin dengan Tatapan yang sulit di artikan, tiba-tiba.
plakkk.
tamparan keras mendarat di pipi Kevin, namun tubuh rania gemetar setelah melakukan itu.
"itu tamparan untuk kakak karena sudah menyakiti Sherly, Perasaanku hanya untuk satu orang dan orang itu adalah alkana, bukan kau. Aku harap kau bisa membuka hatimu untuk Sherly, dan maafkan tamparan itu karena aku sulit mengendalikan diriku saat ini. Aku tidak ingin bertemu lagi dengan kakak sebelum kakak bisa melupakan aku dan menyambut hangat kedatangan Sherly." ujar Rania.
Rania langsung memundurkan langkahnya lagi, dan langsung mengembalikan tubuhnya. dia melihat Sherly yang juga menatapnya, saat rania ingin menuju ke arah Sherly, wanita itu langsung melangkahkan kakinya menjauh.
"Sherly Tunggu Aku!"
alkana menghembuskan nafasnya kasar dan mendekat ke arah Kevin, "Rania bukan wanita sembarangan seperti yang kau pacari selama ini. kau mendapatkan cinta dari Sherly, seharusnya kau bersyukur sebelum kau benar-benar menyesal nanti."
Alkana dan kedua temannya langsung pergi meninggalkan lapangan, Kenan yang berjalan dengan terpincang-pincang sebab lukanya belum sembuh dan masih terasa nyeri.
__ADS_1
Di tempat lain, Rania menarik tangan Sherly namun tamparan keras mendarat di pipi Rania yang mulus, setelah tamparan itu mendarat Sherly langsung membulatkan matanya dan menatap tangannya dengan tatapan bersalah. dia ingin memegang Rania, namun dia urungkan.
"aku ingin sendiri dulu, Lebih baik kau jauhi aku."
"tidak! kau mau tampar aku lagi? silakan. aku hanya ingin kau tahu, aku tidak pernah suka dengan Kevin dan aku tidak ada niat merebut siapapun dari mu, aku sudah menganggapmu sahabatku Sherly."
"tapi sekarang kau bukan sahabatku lagi." Timpal Sherly.
"kita harus bicara berdua."
"aku ingin sendiri, aku tidak mau tanganku menyakiti kau lagi."
"aku tidak masalah, Intinya kau harus mendengarkan penjelasanku. sepertinya kau memang harus tahu semua ini, Maafkan aku yang sudah menutupinya terlalu lama dari mu." ujar rania.
"Apa maksudmu?" tanya Sherly mengernyitkan dahinya.
Rania melirik ke kanan dan kiri untuk memastikan situasi tempat ini kosong tidak ada siapapun, Namun karena tempatnya tidak tepat jika membicarakan rahasia itu Rania langsung menarik dengan sherly untuk pergi ke belakang sekolah.
Sesampainya di belakang sekolah Sherly langsung menepis kasar tangan Rania dan menatapnya tajam, "mau apa kau membawaku ke sini?"
"aku dan kak alkana sudah menikah." ujar Rania serius.
"apa?! apa maksudmu?" tanya Sherly dengan tidak percaya dengan pendengarannya.
"gila ya kau! kalau bicara Yang benar saja, jangan bercanda. suasananya sedang tidak lucu." lanjut Sherly.
"itu memang benar, semenjak aku pertama kali pindah ke sekolah ini aku sudah tunangan dengan kak alkana. kami menikah karena perjodohan orang tua kami sebelumnya." jelas Rania.
sherly langsung memegang kedua tangan Rania dan menatap manik mata wanita yang ada di hadapannya itu, "kau tidak bohong? apa kau serius?"
"kalau ini memang serius, Memangnya kau tidak takut aku bocorkan Semuanya?" tanya Sherly.
Rania menggelengkan kepalanya, "Aku percaya sama kamu kok, kalau memang kau mau memberitahu satu sekolah juga tidak masalah intinya aku tidak kehilangan kau."
sherly langsung memeluk tubuh Rania, dia kembali meneteskan air matanya. dia merasa sangat bersalah karena telah menyalahkan rania atas semuanya, padahal kesalahan itu juga berasal dari dirinya yang tidak pernah sadar jika Kevin Memang mencintai Rania.
"Dino, Kak Kenan dan Kak Alex?" tanya Sherly saat setelah mereka melepaskan pelukannya.
"mereka juga sudah tahu."
"jadi cuma aku yang tidak tahu tentang kalian sebelumnya?"
Rania menganggukkan kepalanya dan menunduk, "maaf aku hanya takut dengan kejadian kedepannya, tapi sekarang aku tidak peduli kalau semua orang akan tahu, kalau bisa semua orang malah harus tahu kalau kak alkana adalah milikku, Begitupun sebaliknya."
"aku akan menjaga rahasia kamu kok, Maafkan aku terlalu emosi padamu dan menyalahkan kau atas semua yang aku rasakan." ujar Sherly.
"tapi apa kak Kevin tahu?" tanya Sherly.
"Kak alkana akan memberitahu dia, jika pernikahan kami terbongkar maka aku akan pindah dari sekolah ini."
"apa kau masih mengharapkan kak Kevin untuk kembali padamu?" tanya Rania.
Sherly Dengan bodohnya tetap menganggukkan kepalanya, "tapi aku lebih pasrah jika memang bukan aku yang dia mau."
__ADS_1
"aku akan membantumu dan juga membuat Kevin sadar, tapi aku tidak mau kalau kau kecewa lagi. Lebih baik kau pikirkan baik-baik ya." ujar Rania.
"Kak kevin tidak terlalu buruk, aku tahu dia baik. aku merasa Jika dia melakukan itu semua tulus, hanya karena dia merasa bersalah karena niat awalnya salah. tapi aku tidak terlalu banyak berharap." sahut Sherly.
"ya sudah, kita kembali ke kelas dulu yuk." ajak Rania, Sherly menganggukkan kepalanya dan kini mereka berdua langsung melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu dan menuju ke kelas mereka.
Setelah kepergian mereka berdua, ada seorang wanita yang keluar dari suatu tempat yang selama ini menjadi tempatnya saat membutuhkan ketenangan. Namun nyatanya dia malah mendengar semua rahasia itu, Helena langsung melangkahkan kakinya berjalan menuju ke kelas.
***
Rania memakai dress Maroon di atas lutut dengan rambutnya yang dia biarkan tergerai dengan indah, balutan make up tipis menambah kecantikannya malam ini. di sampingnya ada seorang lelaki yang sedang menggandeng tangannya, dan juga terlihat sangat tampan, siapa lagi kalau bukan alkana vano Anggara.
"sayang, Kamu sudah siap dengan apapun konsekuensinya setelah ini?" tanya alkana lagi.
"siap, memang seharusnya kak Kevin tahu. rania tidak takut untuk Apapun yang akan terjadi setelah ini, dan Rania kan punya kamu." alkana tersenyum manis dan mengecup bibir istrinya yang terlihat sangat menggemaskan.
"kamu sudah selesai datang bulan, kan?"
Rania menganggukkan kepalanya, "kenapa kamu tahu? kamu hitung hari selama seminggu ini ya?"
alkana tersenyum licik dan menatap rania dengan Tatapan yang nakal, membuat Rania menutup wajahnya dengan tas yang dia bawa. kenan dan Alex datang langsung mengejutkan mereka berdua.
"Woi! pacaran terus, nikah sana!" teriak Kenan.
"Seharusnya yang nikah itu kau, bukan aku. karena aku sudah menikah." sahut alkana.
"Oh ya alkana sudah kawin!" teriak Kenan.
alkana langsung menyepak kaki Kenan yang sakit, membuat lelaki itu langsung meringis kesakitan.
"ck, sakit Woi! kalau kakiku di jahit lagi Bagaimana?"
"kalau perlu sekalian saja dengan mulutmu juga yang di jahit." Ketus alkana.
"eh Sherly, kau datang juga?" Tanya Alex terkejut.
kini mereka semua melirik ke arah manik mata Alex, pandangan mereka tertuju pada Sherly. semuanya juga ikut terkejut, yang mereka pikir Sherly tidak akan datang ke acara ini karena masalahnya dengan Kevin.
"datang dong, dengan Dino." jawab Sherly.
"gila ya kau Dino! kau tikung aku dari depan!" Ketus Alex.
"ini demi misi, sudah kau diam saja." sahut dino.
Kevin terlihat berjalan menuju ke arah mereka dengan Tatapan yang sulit di artikan, "kalian kenapa di situ terus? ayo masuk."
Setelah berkata seperti itu, manik mata Kevin melihat Sherly sedang menggandeng erat tangan Dino, membuatnya sedikit kesal namun dia langsung menggelengkan kepalanya dan membalikkan tubuhnya.
alkana melihat Rania yang sedang asyik bersama Sherly dan juga lainnya, lalu dia mengalihkan pandangannya melirik ke arah Kevin yang juga sedang menatap ke arah Sherly dan Rania berada. namun dia tidak tahu siapa yang dia tatap seperti itu.
Alkana mendekatkan langkahnya ke arah Kevin, dan mencekal kuat tangannya hingga mereka saling bertatapan.
"jauhi Rania karena dia hanya milikku, Rania itu istriku! dan kami sudah lama menikah, jadi aku peringatkan lagi ke kau untuk menjauh dan Buang jauh-jauh perasaan bodohmu itu." jelas alkana tanpa basa-basi lagi.
__ADS_1
hal itu sontak saja membuat Kevin membulatkan kedua bola matanya, dan menatap ke arah alkana dengan tatapan tidak percaya.
"apa maksudmu?"