
Semua yang mendengar ucapan rania langsung menatap alkana dengan berbinar, dan mereka langsung berebut untuk duduk di kursi tersebut. Alkana sangat terkejut, begitupun dengan Alex dan kenan. Lalu Kenan dan Alex langsung bangkit untuk mengamankan situasi.
"Dengar semuanya, bukan untuk hari ini ya tapi untuk besok!" Ujar Alex.
Alkana hang merasa aman karena kedua temannya langsung mengamankan situasi malah semakin dibuat tercengang. "CK dasar sialan!"
"Jadi kalian persiapkan saja dulu uangnya dan kumpulkan pada bendahara selaku saya sendiri!" Lanjut Alex.
"Jadi kalau begitu, bisa makan di temani kak alkana kan?" Tanya mereka semua.
"Bisa dong, dan bonusnya kami berdua!" Jawab Alex.
"Ya sudah kak aku daftar dong."
"Aku juga kak!"
"Kak ingat loh nama aku yang pertama!"
"Iya-iya, suka-suka kalian saja lah atur sendiri." Teriak kenan sambil menerima pendaftaran nama mereka.
Setelah semuanya selesai mendaftar, Alex langsung menganga melihat jumlah siswi yang mendaftar untuk bisa makan dengan alkana, Alex langsung menggelengkan kepalanya. Kenan hanya diam saja sambil menahan tawanya, dia tidak ingin ikut campur dalam menghadapi masalah yang Alex hadapi.
Wajah alkana saat ini terlihat sangat datar dan juga tenang, namun tatapannya sudah setajam tatapan mata elang yang sedang bersiap untuk memangsa lelaki di hadapannya. Alex langsung membalikkan badannya dan tersenyum senang lalu dia memberikan daftar nama kepada alkana tanpa melihat ekpresi lelaki itu.
"Wuih gila, banyak banget yang minat, Al!" Ujar Alex.
"Banyak juga ya, ada berapa ini? Dua ratus dua belas orang?" Tanya alkana sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ya pasti banyak lah."
"Iya banyak! Nyawamu ada sebanyak itu tidak?" Tanya alkana dengan nada penuh penekanan.
Alex yang sadar langsung meneguk salivanya dalam-dalam saat melihat raut wajah alkana sudah seperti ingin menelan dirinya hidup-hidup, lalu Alex tersenyum bodoh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia segera mengambil ancang-ancang untuk berlari.
"Kak Alex." panggil seorang siswi.
Alex dan lainnya langsung menoleh ke arah gadis itu dan mendengarkan apa yang akan siswi itu katakan. "Aku juga mau mendaftar!" Ujar siswi itu sambil tersenyum.
"CK, sialan kau Lex! Kali ini akan aku habisi kau!" Umpat alkana.
Alex langsung berlari meninggalkan kantin untuk menghindari alkana yang mengejarnya. Sedangkan Kenan menghampiri siswi tersebut, "kalau makan sama Abang saja mau tidak?"
__ADS_1
"Ogah!" Siswi tersebut langsung meninggalkan Kenan, yang membuat hati Kenan terasa berdenyut.
Lalu Kenan langsung teringat nasib Alex, dia langsung berlari menyusul mereka dan dia telah kehilangan jejak mereka. Lalu dia bertemu dengan Rania dan memanggil wanita itu.
"Rania, kau melihat Alex dan alkana lewat sini tidak?" Tanya Kenan dengan ngos-ngosan.
"Tidak, kenapa kak?" Tanya Rania pura-pura tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.
"Nyawa ale-"
Belum selesai berbicara Kenan langsung berlari kembali saat melihat alkana dan Alex kejar-kejaran di lapangan basket, Rania dan Sherly yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak.
"Rania, kamu berani sekali sih! Kalau nanti dalam Masalah lagi bagaimana?" Tanya Sherly.
"Sudah biarkan saja, itu urusan belakang! Memang dia siapa berani-beraninya mau menguasai tempat itu, apa dipikirnya orang tidak butuh duduk apa." Sahut Rania.
"Tapi kamu lihat tidak sih tadi wajah kak alkana yang panik saat banyak sekali yang datang?" Tanya Rania.
"Lucu kan?" Tanya Sherly balik.
Membuat Rania langsung memasang wajah datar dan kembali menatap lurus ke depan, si Sherly memang sudah bucin total pada alkana. Maka dari itu pikirannya hanya tentang ketampanan lelaki itu saja.
"Alka, iya aku tau aku salah! Please ya lepaskan aku, aku belum membayar cicilan sekolah." Ujar Alex memohon.
"Maka dari itu aku bisa mempermudah kau, kalau kau di kubur hidup-hidup otomatis kau tidak perlu membayar cicilan itu lagi!" Jawab alkana.
"Please Al! Aku belum nikah dengan Rania!"
"Shitt, sialan! Apa kau bilang hah? Coba katakan lagi!" Alkana langsung meraih kerah baju Alex, namun lelaki itu berhasil meloloskan diri kembali.
"Woi, sudah lah! Kalian jadi tontonan satu sekolah, nanti kau jadi tranding di sosial media Karena bermain kejar-kejaran seperti anak kecil, bukan lagi alkana yang terkenal berwibawa." Teriak kenan.
"Argh, Shitt! Tidak ada yang mendengarkan aku!" Umpat Kenan.
"Kemari kau!" Teriak alkana.
"Alkana, ada Tante Silvi." Teriak kenan.
Alkana langsung terdiam dan menoleh ke arah gerbang dan ke Alex secara bergantian, namun ternyata tidak ada mamanya. Lalu dia melirik ke sekeliling dan semua siswa sedang menonton dirinya, dia mengumpat kesal dan langsung memasang wajah dingin. Lalu tangannya melambai ke arah alex memintanya untuk mendekat.
"Kemari kau akan aku beri pengampunan, jika sampai aku yang kesana maka habis kau hari ini juga!" Ancam alkana.
__ADS_1
Alex langsung berjalan mendekat dan alkana langsung menarik kerah baju Alex, membawanya masuk ke dalam ruang musik. Dan mendorong tubuh Alex hingga dia jatuh tersungkur.
"Ah, ayolah alkana. Aku hanya membantu Rania, jika ternyata tidak jadi tadi dia akan di serbu satu sekolah, memangnya kau tega?" Tanya Alex.
"Masa bodoh dengan wanita itu, apa kau pikir aku mau mengampuni kau hah?" Bentak alkana.
"Iya-iya, jadi aku harus apa ni?"
"Urus semuanya, aku tidak akan datang besok!" Ujar alkana.
"Ah habis aku di serbu kalau tidak jadi datang, ayolah alkana pemasukan kita kan jadi semakin banyak, kita ini memperkaya diri agar semakin kaya loh." Celoteh Alex.
"AKu tidak peduli!! kalau masih ingin hidupmu tenang, kau urus semua yang terjadi karena ulah kau!" Tegas alkana.
alkana lalu langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa dan memejamkan matanya, alex langsung mendekati kenan yang hanya menonton mereka saja.
"Kenan, Ayolah bantu aku!" pinta Alex.
"Tidak!"
"Nanti aku kasih nomornya rania atau Sherly!" tawar Alex.
"Ya sudah, ayo!" Kenan langsung menarik kerah baju alex dan mereka Langsung berjalan menuju ke luar ruangan musik.
mereka Langsung kembali menuju ke kantin untuk menyelesaikan masalah ini, setelah membuat pengumuman lagi jika semua dibatalkan mereka Langsung diserbu oleh para siswi dan langsung berlari masuk ke ruangan musik untuk bersembunyi di dalamnya.
Rania yang melewati ruangan musik hanya tersenyum tipis saja, dia langsung masuk kembali ke dalam kelasnya. namun dia teringat tentang baju Kevin, yang harus dirinya kembalikan. Rania mengambil baju olahraga itu dan berjalan menuju ke kelas Kevin, terlihat ruangan music sudah terdengar hening. namun, dia mengacuhkannya dan langsung berjalan menuju ke kelas Kevin.
Sesampainya di depan kelas Kevin, dia bingung harus melakukan apa, apalagi dia takut jika bertemu dengan Sasha yang bisa membuat masalah lagi. lalu dia melihat Alex, dan langsung menghampirinya.
"Kak, ada Kak Kevin tidak?" tanya Rania.
"ada, Memangnya ada urusan apa?" tanya Alex.
"ada Kak, bisa bantu Tolong panggilkan tidak? please!"
"Oke tunggu ya."
lelaki itu langsung berjalan masuk ke dalam kelas dan berteriak. "kevin kau di cari Rania!"
rania langsung menepuk jidatnya, yang diharapkan adalah panggilkan nya pelan-pelan agar tidak ada yang tahu ini malah berteriak seperti itu. alkana yang juga berada di dalam kelas, langsung melirik tajam kearah kevin yang telah berjalan keluar kelas.
__ADS_1