Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
sial untuk yang ke sekian kalinya!


__ADS_3

alkana membaringkan tubuhnya di samping Rania yang sudah tertidur, dia menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka hingga sebatas ke dada. alkana memeluk Rania dari belakang, kepalanya dia letakkan di ceruk leher istrinya. Rania yang bergerak membuat alkana menjauhkan kepalanya dan menatap istrinya yang masih terpejam itu, kini Rania menghadap ke arah alkana dan memeluknya. dia meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya, dan kembali tertidur pulas.


alkana tersenyum manis dan mengecup lembut Puncak kepala istrinya, lalu langsung membalas pelukannya. dia ikut memejamkan matanya dan melewati malam itu dengan pelukan hangat mereka berdua.


...***...


Keesokan paginya, Rania dan alkana telah bersiap-siap untuk lari pagi.


"Mas ayo cepat, aku sudah semangat nih." teriak rania yang sudah tidak sabar.


alkana keluar dari kamar dan tersenyum melihat Rania, "tumben semangat sekali, biasanya juga kalau di ajak lari pagi tidak mau terus."


"iya mas, aku sepertinya makin gendutan deh. Jadi Rania harus membakar lemak-lemak ini Biar tahu rasa."


"butuh api tidak?"


"butuhnya duit." Ketus Rania.


alkana tertawa lebar, "kamu itu sudah sempurna sekali, mana ada gendutan. perasaan kamu saja itu."


"masa sih? tapi Pipinya Gembul gini." keluh rsnia.


"imut dong."


"ck, berarti aku gendutan!"


"tidak sayang, Astaga kamu itu sudah sempurna sekali. imut dan menggemaskan, semuanya sudah ada padamu." ujar alkana jujur.


"Ah sudahlah, kamu bohong." Rania keluar lebih dulu dan berlari menuju Taman.


alkana menggaruk-garuk kepala belakangnya karena bingung harus berkata seperti apa lagi pada istrinya itu, Kini dia langsung berlari juga mengikuti Rania.


"sayang, larinya jangan seperti mau lomba lari tingkat internasional begitu dong. kita ini mau lari pagi, jadi santai saja tidak usah terburu-buru." teriak alkana.


Rania tidak mempedulikan perkataan suaminya itu, dia hanya terus berlari. hingga dia kelelahan dan berhenti, alkana mendekatinya dan tertawa kecil.


"makanya, kalau di kasih tahu suami itu di dengarkan. ayo lari santai saja." ajak alkana.


"Aku lelah, huh huh huh." keluh Rania.


"Baru juga lari sebentar."


"ya terus kalau lelah Bagaimana? Rania duduk di sini dulu, mas saja yang lari duluan." perintah Rania.


alkana langsung berjongkok di depan Rania, "Ayo naik, mas gwndong."


"tidak mau! kalau di gendong namanya bukan lari pagi, tapi gendong pagi." tolak Rania.


"lari woii, ada anjing!" teriak Kenan yang baru saja datang dengan hebohnya.

__ADS_1


Rania langsung membulatkan matanya dan langsung melirik ke belakang, dan benar saja ada anjing yang sedang mengejar kenan dan Alex.terlebih lagi ada dino yang berlari paling belakang, Rania langsung melompat naik ke atas punggung Alkana. lelaki itu ikut berlari dengan sangat kencangnya.


"Sayang, ayo lebih cepat lagi! ck, sial terus kalau ada mereka tuh." keluh Rania.


guk guk guk


gonggongan anjing itu terus saja terdengar mengiringi langkah mereka, alkana berlari dengan sangat kencang dan kekuatan penuh. Untung saja alkana tidak pingsan karena berlari sambil menggendong rania, karena dia sangat rajin olahraga.


"kakak ipar, lari cepat! anjingnya semakin dekat!" teriak Dino.


"kalian itu Kenapa sih harus ada di mana-mana? Heran aku. mana bawa anjing segala lagi." ketus Rania.


suara gonggongan anjing itu semakin dekat dan membuat mereka semua berlari terbirit-birit. Kenan yang melihat ada pohon langsung naik ke atas pohon, dan yang lainnya tetap terus berlari. namun anehnya, anjingnya tidak lagi mengejar mereka, tetapi menunggu Kenan di bawah pohon sambil terus menggonggong.


"ck ck, sialan! anjing itu hanya mengejar kenan saja rupanya." ujar Alex.


alkana yang kesal pun menoyor kepala Alex dan Dino, "kalian kenapa ada di sini juga? tidak bisa apa, apa Biarkan kami berdua saja?"


"Hei, ya Mana kami tahu kalau kalian ada di sini juga, kami juga sedang mencari pacar di sini biar tidak jomblo terus." sahut Alex.


"ya, itu yang kalian maksud, kan? di kejar betina? Kenan sudah dapat, tinggal kalian berdua yang belum dapat." ketus alkana yang merasa kesal.


"mas, turunin." pinta rania.


setelah Rania turun, dia langsung menatap ke arah Alex dan Dino dengan tajam, "Memangnya Kak Kenan ngapain sampai di kejar-kejar anjing begitu?"


"tadi anaknya di kejar-kejar sama Kenan, emaknya ngamuk makanya ngejar Kenan." jawab Alex.


"ogah!"


"tadi malam aku membawa dukun untukmu ya." ketus kenan.


"ck, iya iya."


Alex langsung mencari apa saja di sekitarnya yang bisa membuat anjing itu berhenti mengejar Kinan.


"bisikin saja, dia kan betina pasti nurut sama kak Alex." usul Rania.


"apalagi kalau sampai kamu panggil Sayang, belum jadian saja sudah kau panggil sayang dia pasti akan langsung luluh." Timpal Dino.


alkana langsung menarik dengan Rania untuk melanjutkan lari pagi mereka, dan membiarkan mereka bertiga melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan.


"Sudah, Ayo kita tinggalkan mereka saja."


"kak kenan bagaimana rasanya di kejar-kejar sama cewek? bahagia tidak?" tanya Rania dengan tertawa puas.


kenan hanya menatap kesal ke arah mereka semua dan melepaskan sepatunya, kemudian melempari anjing itu dengan sepatunya, namun langsung di tangkap oleh Kevin. lelaki itu mengusap lembut kepala hewan itu hingga dia pergi. Kevin lalu menatap ke arah kenan dengan Tatapan yang sulit di artikan, dia melemparkan sepatu itu ke arah kenan kemBali, lalu dia langsung berlari melanjutkan aktivitasnya.


"Woah gila, pawangnya sudah datang." ujar Dino dengan pandangan takjub.

__ADS_1


karena hari ini adalah hari libur, area taman terlihat sangat ramai sekali orang yang sedang berlari pagi. Rania dan alkana berjalan santai karena telah lelah berlari.


"ramai juga ya ternyata." ujar Rania.


"ya Ramailah, kamu saja yang tidak mau kalau Mas ajak lari pagi ke sini."


"Lain kali kita lari pagi lagi ya, suasananya enak sekali di sini." ujar rania senang.


alkana langsung mengusap kepala istrinya dan mengecup lembut keningnya itu sembari tersenyum manis.


"apapun yang kamu inginkan, pasti akan Mas turuti selagi aku bisa."


mendengar perkataan manis suaminya, rania langsung berjinjit kemudian mengecup pipi alkana. kini pipi Rania sudah merona merah, setelah itu dia langsung berlari karena merasa malu.


alkana memegang pipinya dan tersenyum, kemudian langsung mengejar rania.


"lagi sayang." pinta alkana.


"lagi Apanya?" tanya seorang pria yang suaranya tidak asing bagi mereka berdua.


Sontak saja alkana dan Rania menghentikan langkahnya, dan melirik ke arah belakang, "pak Nando?"


alkana dan Rania meneguk salivanya dengan susah payah, mereka seperti pacaran yang terciduk oleh kedua orang tua mereka. terlihat, langkah Pak Nando mendekat dan tersenyum.


"pada kaget ya, lihat Bapak di sini?"


alkana menghela nafasnya panjang dan tersenyum kaku, lalu manik matanya tanpa sengaja melihat Helena yang sedang berolahraga di bawah sebuah pohon besar yang bayangnya hampir jatuh.


"Helena." ujar alkana membulatkan matanya.


Pak Nando dan Rania juga ikut melirik ke arah tatapan alkana, Pak Nando sontak berlari begitupun dengan alkana Setelah dia memastikan Rania untuk tetap diam di tempat.


"Helena minggir!" teriak pak Nando sambil berlari.


Helena mengerutkan keningnya bingung, "minggir? apa maksudnya?"


batang pohon yang lumayan besar itu benar-benar patah dan terjatuh, Kenan ingin menarik tubuh Helena namun kakinya tersandung dan dia hanya bisa mendorong Helena hingga wanita itu terjatuh ke depan, dan melirik ke belakang melihat Kenan yang tertimpa batang pohon itu.


"Kak Kenan!" tiba-tiba pikirannya memutar ulang tentang Kejadian beberapa tahun yang lalu, saat dia di selamatkan oleh lelaki kecil dari sebuah batang pohon yang akan menimpanya juga.


semua yang berada di tempat itu berteriak Memanggil nama Kenan dengan histeris, begitupun dengan rania yang langsung terjatuh lemas.


alkana berusaha menarik batang pohon itu, di bantu oleh Pak Nando dan yang lainnya.


"Kenan! Kenan!" Panggil alkana.


"panggilkan ambulan, cepat!" teriak alkana panik.


Alex langsung terburu-buru pergi untuk mencari bantuan yang paling cepat.

__ADS_1


"kau harus bertahan Kenan, kalau kau tidak mau aku benci seumur hidupku!"


__ADS_2