Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
Helena dan kenan


__ADS_3

rania sedang duduk melamun di balkon kamar alkana, jadi dia sekarang sedang berada di rumah mertuanya. entah kemana alkana pergi, membuatnya sangat cemas sekali. bahkan lelaki itu tidak ingin memberitahukan ke mana dia akan pergi hari ini.


"dia ke mana sih sebenarnya? aku bosan sekali di sini." keluh Rania.


Rania langsung melangkahkan kakinya keluar kamar untuk menemui Mama Silvi, dia ingin meminta saran wanita paruh baya itu agar dirinya menjadi lebih tenang.


"Mama." Sapa rania.


"Eh sayang, sini." ajak Mama Silvi.


"Mah, kenapa kok sepi sekali? Dino ke mana?" tanya Rania.


"Oh si dino, dia memang anaknya jarang di rumah sayang. dia selalu saja keluyuran, Padahal baru saja pindah, tapi Kalau tadi sih keluarnya dengan alkana. Memangnya alkana mau ke mana?"


Rania menaikkan bahunya, "tidak tahu mah, Mas alkana tidak ada memberitahu apapun. kalau di tanya jawabnya, iya nanti di jelaskan begitu terus."


"ya sudah, palingan ada urusan kerjaan dengan papa. sini duduk."


"Iya Mah mungkin saja ya." Rania duduk di sebelah Mama Silvi dan mereka sudah menonton televisi.


"ma, Rania punya teman namanya Sherly. dia baik sama Rania dari awal Rania masuk ke SMA Dharma Yudha, tapi sekarang mungkin hubungan kami renggang." ujar rania.


Mama Silvi langsung menatap rania dengan tatapan Serius, "kenapa bisa renggang sayang?"


"ada ketua OSIS dia namanya Kevin, Sherly suka sama dia tapi kak Kevin memanfaatkan Sherly hanya untuk mendekati Rania. padahal posisinya kak Kevin tahu kalau Rania pacaran dengan mas alkana di sekolah, rania bingung mau menjelaskan Bagaimana ke dia mah."


"sayang begini ya, kamu tidak ada salahnya kok di sini. yang salah itu sifat lelaki itu, tapi kamu bisa Coba jelaskan baik-baik ke siapa tadi namanya?"


"Kevin ma."


"ah ya, nah Coba kamu jelaskan ke Kevin kalau dia tidak boleh mengharapkan dirimu lagi. setelah itu kamu jangan pernah ikut menjauh dari Sherly, dia baik kan? mungkin dia sedang ingin menenangkan dirinya, jadi kamu harus sabar, kamu tidak boleh egois atau malah memojokkannya. dan mama yakin pasti dia akan kembali seperti sherly yang kamu kenal dari awal." jelas Mama Silvi.


"tapi dia juga dinkekang sekali sama orang tuanya, dia di tuntut sempurna. harus sempurna di segala bidang, dan harus masuk ke Universitas terkenal di luar negeri."


"Oh ya? Siapa nama orang tuanya?" tanya Mama Silvi ikut kesal.


"Rania tidak tahu Ma, hanya saja mungkin Kak Kenan atau kak Alex tahu."


"Berikan mama alamatnya ya." pinta Mama Silvi.


"Memang mama mau ngapain?" Mama Silvi tersenyum manis dan mengusap lembut Puncak kepala menantunya itu, lalu dia langsung mengalihkan pandangannya dan menatap lurus ke depan dengan Tatapan yang sulit di artikan.


Kenan dan yang lainnya berpencar untuk mencari alamat preman itu, mereka harus segera menemukannya. alkana telah menyiapkan beberapa Bodyguard untuk membantu mereka, namun kini kenan menuju ke arah selatan. dia melajukan motornya dengan kencang menuju salah satu markas yang terkenal dengan jasa para Bodyguard, kenan merasa jika ketiga lelaki kemarin di sewa dari tempat itu.

__ADS_1


ckiiiiitt


mengerem mendadak, hingga dia terjatuh. motornya terjatuh dari dirinya, dan dia terguling guling dari tengah jalan namun dia terus saja menggulingkan tubuhnya hingga di trotoar. sebab tubuhnya sangat sakit jika bangkit lebih dulu.


"maaf, Aku minta maaf ya karena menyeberang jalan tidak melihat-lihat. kau tidak apa-apa kan?" tanya seorang wanita.


Kenan duduk dan memegangi tangannya yang nyeri, kenan membulatkan matanya begitupun dengan wanita itu. kenan langsung berdiri dan menatap tajam ke arah Helena.


"Ck, kau ternyata." Ketus Kenan.


"Ya ampun, kau ternyata kak Kenan! sudahlah aku tarik kata maaf ku, kau harus tanggung jawab karena hampir menabrakku tadi."


"CK, sadar sialan! kau yang jalan tidak pakai mata, Aku pula Yang Kau Salahkan. enak saja kau, tanganku ini sakit! tuh lihat motorku bodynya juga pasti rusak, ganti rugi! Aku minta kompensasi lima puluh juta." Ketus kenan.


Helena membulatkan matanya, "apa-apaan kau hah? enak saja! kau mau aku teriak Kalau kau mau menghipnotis ku?"


"ya sudahlah, Ayo aku obati lukamu."


Helena langsung membangkitkan motor kenan. lalu dia naik naik ingin membawanya, membuat kenan berlari dan menatap tajam ke arah Helena.z


"Woi mau kau apakan motorku, hah?"


"memangnya kau kau bawa motor sendiri?"


"tapi kau tidak akan membuatku jatuh lagi, kan?"


"hemm." dehem Helena.


Kenan mau tidak mau segera naik ke atas motor, dia dengan hati-hati naik ke atas motornya.


"Anjir! Kenapa jadi terbalik begini?"


Helena mengikat rambutnya dan memakai helm, dia langsung melajukan motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi. membuat Kenan membulatkan matanya dan ingin memegang pinggang Helena, namun dia langsung mengangkat tangannya lalu menggaruk kepala belakangnya seperti orang bodoh.


"ini mah, depan salah belakang salah. bodo amat lah, pegang tempat duduk saja." Kenan langsung memegang kursi kuat-kuat, terlihat aneh namun lebih baik begitu daripada harus memegang Helena.


"Woi pelan-pelan! aku denda kau kalau nyawaku melayang ya." ujar Kenan mengancam.


"berisik!"


"Helena, Helena! lihat ke depan, ada kakek-kakek." kenan memegang dadanya karena merasa lemas sendiri.


"sialan kau! Lebih baik kau jadi dukun sesat saja, dari pada jadi pembalap liar. berhenti sekarang, Lalu kau turun!" perintah Kenan.

__ADS_1


namun bukannya mendengar ucapan Kenan, Helena Malah semakin menambah kecepatan lajunya. membuat kenan terus mengumpat dan memaki wanita yang ada di depannya itu.


Sesampainya di rumah sakit, Helena memberhentikan motornya dan melihat Kenan yang Langsung terjatuh tidur ke bawah. Helena hanya menatap Kenan dengan memutar bola matanya malas tanpa ingin menolongnya, lalu Kenan berdiri dan menatap kesal ke arah helena.


"kau gila ya, Hah? Kalau aku mati Bagaimana? sialan ya kau!" ketus Kenan.


"Kau terlalu banyak bicara, tidak berguna! Ayo cepat." Helena menarik tangan kenan kasar untuk memasuki rumah sakit, kenan terus meringis karena tangannya terasa di pelintir Oleh helena.


"dok, tolong Bodyguard Saya sedang cidera." ujar Helena pada Dokter wanita tersebut.


"apa!?" tanya Kenan menganga.


"kalau bisa, mulutnya di jahit juga ya Dok." pinta Helena.


dokter tersebut hanya tersenyum saja dan langsung membawa Kenan masuk ke dalam ruangannya untuk segera di obati.


"ini kenapa bisa luka seperti ini? jatuh dari motor ya?"


"iya dok, tadi ada simpanse lewat jadinya jatuh." ujar Kenan menatap tajam ke arah Helena.


"memangnya ada?"


"ada dok, sudah jelek tidak berguna lagi." jawab Kenan.


"dok, lukanya mau di apakan?" tanya kenan khawatir saat melihat dokter tersebut.


"lukanya harus segera di jahit, karena ini lukanya parah."


"di jahit pakai mesin jahit?" tanya Kenan cemas dengan wajah polosnya.


"pakai mesin penghancur kayu. gila ya kau? mana mungkin pakai mesin jahit." sahut Helena.


" heh, aku tidak nanya sama kau ya."


"dok lukanya parah ya? dia masih bisa hidup lama lagi kan?" tanya Helena dengan wajah pura-pura khawatir.


"ck, sialan kau!" kenan ingin melempar Helena menggunakan bantal, namun dia urungkan.


"kenan! kenan! kau masih hidup kan?" tanya Alex dengan mengusap-usap kasar wajah kenan.


Kenan menepis kasar dan memukul lengan Alex, "kalian kenapa tahu aku ada di sini?"


"Helena membuat informasi di sosial media, lalu menandai kau di postingannya." sahut Alex.

__ADS_1


Kenan langsung menatap Helena, "Dasar kau dukun sesat. apa yang kau posting, hah?"


__ADS_2