
Kenan langsung membulatkan matanya, "perasaan aku tadi hanya sendiri, tidak ada membawa pasukan."
Alex yang mendengar ucapan kenan langsung menatap Kenan dengan kesal, dan langsung menggeplak lelaki di hadapannya dengan kuat.
"kau itu memancing, sialan."
"tidak, aku tidak memancing lex. aku ada di sini."
"bukan mancing ikan, tapi mancing dedemit datang, bodoh."
"kalau itu alkana atau Rania dan Sherly juga bisa saja kan?" tanya kenan berusaha berpikir positif.
walaupun pikiran positifnya tidak berarti sama sekali, karena mereka berdua tetap ketakutan. kini dua lelaki itu gemetar dan saling berpelukan, tangan Alex berusaha meraih selimut yang berada di ujung tenda dengan hati-hati Setelah dia mendapatkannya langsung dia tarik dan dia gunakan untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"bagi aku juga." kenan meraih selimut itu, namun saat mereka telah menutup wajah mereka tenda mereka bergoyang sangat kencang di buat oleh hantu itu, membuat mereka berteriak dengan kencang.
"alkana kalau itu ulahmu Aku tidak akan tinggal diam ya, Aku akan minta kompensasi." teriak kenan.
"kau malah memikirkan kompensasi, bisa selamat sampai besok pagi saja sudah syukur kau." Ketus Alex.
"alkana aku bilang sekali lagi ya, kalau kau tidak menyudahi tingkah mu ini aku akan keluar sekarang juga. satu.. dua.. ti-" ucapan kenan terhenti saat dia ingin mengatakan tiga, namun tenda mereka belum juga berhenti bergoyang. dia takut Jika dia benar-benar keluar dan yang dia temui bukan lah alkana, melainkan dedemit sungguhan maka.
"tidak!" teriak Alex melanjutkan perkataan kenan.
Kenan langsung menoyor kepala Alex, "ngapain kau sambung Berandal."
"Keluar sana!" Alex mendorong tubuh Kenan dengan kuat, hingga membuat Kenan sampai di pintu tenda.
Akan tetapi lelaki itu gemetar ketakutan, saat ingin membuka resleting tangannya tidak bisa bergerak dengan baik karena dia benar-benar bergetar ketakutan.
"Lex, ayo keluar sama-sama kita lihat bersama, enak saja kau mau menumbalkan aku." pinta kenan.
"ogah! Siapa suruh kau mancing Mereka datang, aku tadi sedang tidur nyenyak tiba-tiba kau mengejutkan, ya Salah Kau."
"CK, dasar tidak setia kawan kau!"
"bodo amat! Cepat keluar. kalau Mereka terlihat, tanyai saja mau apa ke sini Terus bilang juga kita tidak menerima tamu dua kali 24 jam. suruh kembali Besok pagi saja."
"matamu, Diam kau Lex! Tidak ada gunanya solusi itu." umpat Kenan kesal.
Kenan berhasil membuka resleting tenda tersebut , Namun dia Belum berani untuk keluar sehingga Alex menendang bokong kenan hingga lelaki itu tersungkur ke depan.
"aaargh." teriak kenan.
__ADS_1
"Asu, itu beneran setan!" umpat Alex, lelaki itu langsung menutup matanya dan berpura-pura mati agar tidak di ganggu.
"pura-pura mati saja aku sudah paling benar."
"eh Mas, Kenapa toh teriak-teriak tengah malam begini?" tanya seorang lelaki yang tak lain adalah penjaga tempat itu.
"Allahu akbar, ternyata Bapak." Kenan langsung mengelus dadanya yang masih terus saja berdebar karena takut.
Kenan memegang lututnya yang lemas, dan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. bapak itu mendekat dan memegang pundak Kenan sambil mengarahkan senter ke wajahnya, membuat Kenan kembali terkejut.
"Bapak jangan di gitukan senternya." Ketus Kenan kesal.
"apa ada maling di dalam?" tanya Bapak security itu.
"Iya bapak malingnya, hampir mencuri jantung saya."
"bapak Ngapain di sini memutari tenda kami? saya kira bapak hantu."
"Eh si Akang asal bicara saja, mana ada hantu yang ganteng seperti bapak. lagi pula Bapak tidak bisa lompatnya jauh-jauh begitu, Bapak di sini sedang berjaga soalnya takut wanita gila itu datang lagi ke tempat ini. karena katanya ada yang dia cari, suaminya tampan ada tiga, ada-ada saja orang gila itu pusing Bapak." jelas bapak satpam tersebut.
kenan meneguk salivanya dalam-dalam, "wanita gila? suaminya tiga? jangan bilang itu kami, argh aku benar-benar sial datang ke tempat ini."
"Hei kenapa kamu melamun? Kalau tidak ada apa-apa Ayo kalian masuk lagi, di luar dingin. Bapak mau ke tempat lain jaganya."
"Oh iya pak, nanti saya masuk. bapak hati-hati ya, jangan lupa minum kopi." teriak Kenan.
"Aaarghh, tidak bisa apa melihat orang tenang sebentar." Gerutu Kenan.
dia langsung melangkahkan kakinya menuju ke dalam tenda, melihat Alex menutupi tubuhnya dengan selimut seperti itu membuatnya menahan tawa, dan langsung berbisik di telinga Alex.
"Abang Alex mau beli sate 10 tusuk." bisik Kenan.
"aaargh, pergi kau pergi sialan!"
"kalau tidak di kasih sekarang juga, nanti abang Alex yang di makan, mau?"
Alex yang mengenali kalau itu suara Kenan langsung membuka selimutnya kasar dan menghela nafasnya panjang, sedangkan Kenan hanya tertawa keras.
di depan tenda mereka, ada sepasang suami istri yang sedang tidur dengan nyenyak sambil memeluk satu sama lain. bahkan suara jeritan mereka tidak hiraukan dan malah asik tidur saja.
tiba-tiba Rania terbangun dan mengerjapkan matanya berulang kali, dia langsung bangkit karena merasa haus. alkana pun ikut terbangun karena merasa ada pergerakan.
"Sayang, kamu mau ke mana?"
__ADS_1
"haus, mau minum."
"sudah di sini saja duduk, biar aku yang ambilkan." alkana bangkit lebih dulu dan mengambilkan botol minum yang ada di ujung tenda.
Rania menerima botol minuman yang telah di bukakan oleh suaminya itu dan meneguknya hingga habis setengahnya, alkana tersenyum manis dan mengusap lembut Puncak kepala istrinya itu.
"kamu kehausan ya? memangnya habis mimpi apa sampai kamu seperti itu?" tanya alkana.
"habis Mimpiin kamu di kejar orang gila dan di kejar hantu." jawab rania.
"terus kok kamu yang capek, ngapain? Kan aku yang di kejar."
"aku hanya menyemangati kamu biar larinya lebih kencang lagi." ujar Rania tersenyum lebar.
"begitu saja lelah?"
"ya lelah lah, kamu kira bertepuk tangan terus menerus tidak lelah?"
"iya iya, sudah sini dekat mas biar tidak mimpi buruk lagi." ujar alkana.
Rania tersenyum manis dan langsung mendekat memeluk suaminya itu, kini mereka sama-sama tidak bisa tertidur kembali.
"aku sudah tidak mengantuk lagi." ujar Rania.
"ya sudah, kalau begitu kita tidak usah tidur, kita begadang sampai pagi."
"mas tidak ngantuk juga?" Tanya Rania.
alkana menggelengkan kepalanya pelan, mengusap wajah Rania dengan lembut. dia memainkan pipi Rania dan tiba-tiba langsung tertidur membuat Rania menahan tawanya.
"dasar kerbau satu ini, katanya tidak mengantuk lagi tapi nyatanya malah tidur juga kan." gerutu rania.
Rania langsung menarik selimut itu hingga sampai ke dada mereka dan Rania ikut memejamkan matanya, walaupun sebenarnya dia sudah tidak merasa mengantuk lagi.
Keesokan paginya, Rania terbangun dan membangunkan alkana lebih dulu sebelum dia pindah tempat.
"Mas bangun, aku kembali ke tenda ya." ujar Rania.
"sekarang? nanti saja deh."
"sekarang mas, nanti ada yg lihat."
"hmm Ya sudah ayo, mas juga mau bangun." ajak alkana.
__ADS_1
kini mereka berdua sama-sama keluar tenda dan Kebetulan juga Sherly, Kenan dan Alex keluar dari tenda mereka masing-masing. sontak saja Sherly dan Alex membulatkan matanya.
"kalian satu tenda tadi malam?" tanya Alex dan Sherly secara bersamaan.