
"Hah, suami? anak bapak siapa namanya?" tanya Kenan dengan raut wajah yang sangat terkejut.
alkana menggelengkan kepalanya ke arah mertuanya itu agar tidak membocorkan rahasia yang telah mereka jaga selama ini, Namun karena Pak Hary tidak tahu maksud alkana menggelengkan kepalanya itu. jadinya membuat Kenan ikut menatap ke arah alkana dengan Tatapan yang tajam, alkana menggaruk kepala belakangnya yang tidak terasa gatal.
"Pak dia teman alkana di sekolah."jelas alkana, berharap jika penjelasannya itu membuat Pak Hary mengerti jika tidak seharusnya dia menceritakan rahasia itu kepada Kenan, karena dia sangat tahu sekali sifat temannya itu yang sangat sulit untuk menjaga rahasia. mulutnya sangat susah untuk di kendalikan saat sedang berbicara.
"Oh ya? bagus dong, berarti kalian saling mengenal?"tanya Pak hary.
"iya, jadi Siapa nama anak bapak itu?" tanya Kenan lagi, karena dia sudah sangat penasaran.
"Rania." jawab Pak Hary tersenyum.
duarr..
Bagaikan di sambar petir di cuaca yang sudah mulai terang benderang, membuat kenan hampir pingsan karena kenyataan itu.
"jadi alkana sudah menikah dengan rania? Sejak kapan Pak?"
Alkana menepuk jidatnya, karena merasa jika usahanya selama ini akan sia-sia. dia tidak tahu lagi apa yang akan terjadi jika semua ini di ketahui oleh satu sekolah, dia tidak menginginkan jika rania terbebani dan menjadi Murung setiap harinya, karena pastinya akan di cap hamil di luar nikah, karena menikah terlalu cepat.
"em, sepertinya sudah lama. 6 bulan yang lalu Kalau tidak salah." jelas pak hary.
'Hah Sudahlah, mampus tidak tertolong lagi.' batin alkana, dia langsung duduk lemas di atas kursi.
"Wah gila kau alkana, tidak pernah cerita padaku kalau kau sudah menikah. Hah, kalian pacaran saja baru 4 bulan kan, jadi waktu Rania pindah ke Darmayudha dia sudah menjadi istrimu?" tanya kenal serius.
"bapak percaya sama kamu, Nak Kenan. jangan beritahukan berita ini kepada siapapun ya, tolong jaga rahasia ini dan juga bapak minta jika kamu kenal dengan rania Jangan pernah beritahukan soal ibunya pada Rania." pinta Pak Hary.
"Pak, Kenan itu tidak bisa menjaga rahasia. Kenapa Bapak harus menceritakan semua pada anak itu?" tanya alkana dengan mulai tidak bisa mengkondisikan perasaannya saat ini.
"gila ya kau Al, Aku tidak menyangka. Rania bukan korbanmu, kan?" tanya Kenan menuduh.
alkana langsung berdiri, dan menggeplak kepala Kenan dengan kasar, "ya tidaklah, kami di jodohkan."
"Bapak Tenang saja, aku bisa menjaga rahasia kok." ujar Kenan lembut walaupun banyak pertanyaan yang berputar di pikirannya.
Kenan langsung menarik alkana untuk keluar dari ruangan tersebut dengan kasar dan langsung melepaskannya saat mereka telah sampai di depan ruangan tersebut.
" kau serius kan Rania tidak hamil diluar nikah, makanya kalian menikah?" tanya Kenan.
"ya tidaklah! otakmu kotor sekali, Kau kira aku lelaki seperti itu apa? awalnya memang Kami nikah karena perjodohan dan juga tidak ada perasaan sama sekali Entah kenapa semenjak berjalannya waktu perasaanku tulus padanya."
__ADS_1
kini gantian alkana yang memegang kerah baju kenan dengan kuat, "kalau berita ini sampai bocor ke anak-anak yang lain, habis kau aku buat!"
"ck, iya aku percaya denganmu. tenang saja aku juga sedang tidak minat untuk mencari masalah, Tidak tahu nanti kalau kondisiku sudah lebih baik." ujar Kenan, dia langsung berjalan meninggalkan alkana membuat lelaki itu membulatkan matanya dan segera mengejarnya.
***
Dua minggu kemudian, keadaan telah membaik bahkan Kenan yang sudah libur selama kurang lebih 2 minggu tersebut kini telah masuk kembali ke sekolah. membuat Alex yang melihatnya langsung berlari ke arah kanan dengan gembira, dia melompat ke arah kenan dan melingkarkan tangannya di leher lelaki itu, sedangkan kakinya melingkar di pinggang milik kanan.
Kenan menggeplak kepala Alex dan memaksanya melepaskan pelukannya itu, "heh lepaskan sialan!"
"Aku rindu sama kau Besti!" teriak Alex yang tidak ingin melepaskan pelukan itu, semua siswa-siswi yang melihat mereka berdua tertawa. "ih, kalian homo ya."
"kakek kau homo!" ketus Kenan tidak terima.
"Surti, kau benar suka dengan laki-laki ya?" tanya siswa lain.
"iya, aku suka denganmu. awas saja kalau kau tidak membalas perasaanku ya." ketus Kenan.
"ih amit-amit jabang babu."
"kau babu sekolah." jawab Kenan kepada laki-laki yang anggota OSIS tersebut.
"turun Anjir, Aku geli."ujar Kenan kepada Alex.
Kenan langsung memaksa lepas tubuh Alex, sehingga lelaki itu terjatuh dan merintih kesakitan, lalu mengumpati Kenan.
"bokongku tepos sialan!" umpat alex.
alkana dan Rania yang baru saja datang langsung menghampiri dua lelaki tersebut.
kenan langsung melirik ke arah mereka dengan Tatapan yang sulit di artikan, Rania merasa tidak nyaman karena dia telah di beritahu oleh alkana jika Kenan mengetahui rahasia pernikahan mereka. dia hanya takut jika Kenan berpikiran buruk dan menyebarkannya kepada semua orang, terlebih lagi tatapan Keenan saat ini sangat membuatnya semakin khawatir dan merasa tidak nyaman.
Kenan berlalu begitu saja meninggalkan mereka semua, membuat Rania dan alkana saling menatap. sedangkan Alex mengejarnya.
"Mas, kak Kenan sepertinya tidak suka pada kita, karena tahu rasanya itu pasti dia sedang berpikiran yang tidak tidak tentang kita." ujar rania.
"tidak sayang, kamu tenang saja ya nanti mas yang akan bicara dengan kenan, kamu jangan khawatir. mas lebih paham Bagaimana Kenan, Dia mungkin masih belum bisa seceria sebelumnya karena mamanya Belum lama ini pergi kan." jelas alkana dengan lembut.
Rania menganggukkan kepalanya, "ya sudah, kalau begitu rania masuk kelas dulu ya."
wanita itu Melambaikan tangannya dan alkana membalasnya, menatap punggung rania hingga wanita itu masuk ke dalam kelasnya.
__ADS_1
***
"Kenan Kau kenapa sih, diam saja?" tanya Alex putus asa, karena sudah berbagai cara dia lakukan untuk membuat kenan kembali ke setelan pabrik.
"Oh aku punya ide, Bagaimana kalau hari ini kita bolos dan pergi ke warung tidak jelas itu. kau bisa meluapkan semua emosimu di sana, bagaimana?" usul Alex.
kenan menaikkan satu alisnya dan langsung berdiri meninggalkan Alex, membuat lelaki itu berdecak kesal.
"woi malah pergi lagi!"
"tadi kau bilang apa? ayo cepat!" Ketus Kenan.
"Eh, loh kalian mau ke mana?" tanya alkana yang baru saja datang.
"hayuk lah kau ikut saja." Alex menarik tangan alkana untuk ikut bersama mereka.
Sesampainya di warung itu, membuat alkana mengerutkan keningnya karena terlihat sangat tidak ramah sekali penjualnya.
"Pak pesan kopi tiga." ujar alkana santai.
"tidak hutang kan? kalau mau hutang pulang saja, wajah kalian tampang-tampang orang miskin." ketus penjual tersebut dengan emosi yang tinggi.
"Heh, apa kau bilang?" tanya alkana emosi, dia langsung maju ingin dan menghajar penjualnya namun di tahan oleh Alex.
bruakkk
suara gebrakan meja sangat kuat, membuat semuanya terdiam dan terfokus kepada Kenan.
"kopi tiga, buatkan sekarang Kalau tidak mau warung ini aku bakar!"
"iya iya oke, silakan duduk ya mas nanti saya antarkan ke mejanya." jawab penjualnya dengan ramah.
alkana di buat tercengang dengan keadaan ini, dia menatap Alex dengan Tatapan yang sulit di artikan. sedangkan Alex hanya menaikkan bahunya, "Ya seperti itulah."
kini mereka bertiga duduk di meja kursi mereka, dan Alex menepuk Pundak alkana.
"bacalah slogannya."
alkana langsung menetap ke arah yang Alex tunjuk, "warung macam apa seperti ini?"
"entahlah, mungkin penjualnya menderita penyakit darah rendah, Jadi harus di maki biar naik darahnya." sahut Alex dengan asal.
__ADS_1
"woi lama sekali, apa saja kerja kalian? apa tidak bisa lebih cepat?! aku sudah lapar!" teriak seseorang lainnya, membuat mereka bertiga terkejut yang langsung menatap ke arah lelaki yang baru saja berteriak dengan sangat emosi itu.