Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
nah kan!


__ADS_3

Sherly langsung mengambil Cup Minuman itu dari atas kepala Helena, dan langsung meletakkannya dengan paksa di tangan Helena juga. lalu dia membantu Rania berdiri, membuat Helena langsung menjerit dengan kencang.


"aaargh! basah!" teriak Helena.


Pak Nando yang melewati tempat itu, langsung menghampiri Helena yang berteriak.


" Helena kenapa kamu mandi di sini? ini bukan kamar mandi umum ya, tapi sekolahan DarmaYudha."


"Pak saya juga tidak bodoh loh, masa iya saya siram badan saya sendiri pakai minuman ini. ini semua ulah Rania Pak." tuduh Helena.


Pak Nando langsung melirik ke arah Rania dan juga Sherly yang sedang bercerita tanpa menoleh ke arah mereka.


"Rania, apa benar yang dikatakan oleh Helena?"


"hah? bapak panggil saya, Pak?" tanya Rania pura-pura bodoh.


"iya kamu, jadi di sini yang namanya Rania ada berapa Memangnya? satu lusin?"


"ada apa ya, Pak?" tanya Rania pura-pura tidak mengetahui yang terjadi.


"apa benar kamu yang memandikan Helena di sini?" tanya Pak Nando.


Sherly dan yang lainnya sedang menahan tawanya, akan tetapi Helena berdecak kesal dan menatap ke arah Pak Nando. "dia sengaja menyiram saya, Kenapa harus ditanya lagi pak?"


"Helena kau mandi di depan kelas? air di rumahmu kenapa? habis ya?" tanya Sherly.


" Diam ya kau, kau juga yang sengaja meletakkan cup minuman sialan ini di tangankun"


"Hei.. kau punya bukti tidak? jangan menuduh tanpa bukti yang kuat ya, itu jatuhnya fitnah. benar kan Pak?" tanya Sherly.


"Helena kau kenapa sih tidak suka sekali padaku? Kenapa harus menuduhku seperti itu?" Rania memulai aktingnya.


"tidak usah kau tunjukkan wajah sok polosmu itu, ya!" bentak Helena.


"Helena, sudah diam kamu! kalau kamu bisa menemukan bukti jika Rania yang bersalah, langsung ke ruangan bapak!" hardik Pak Nando.


"Alisha, kau lihat kan tadi Kalau Rania dengan sengaja menyiramku?" tanya Helena untuk memperkuat bukti.


"tidak! aku tidak melihat apa-apa." jawab Alisha.


"Helena, sudah jangan mencari kesalahan orang lain. Lebih baik kamu pulang saja mandi di rumah, dan jangan ulangi tingkah kamu yang seperti inin" Pak Nando langsung meninggalkan mereka dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para siswanya.


"Raniaaaaa!" geram Helena.


"apa?" sahut Rania dengan santai menaikkan satu alisnya.


"CK, sialan! awas ya kau!" umpat Helena.


Rania dan Sherly tertawa dan langsung melangkahkan kakinya, lalu Sherly langsung mencolek bahu alisha, "ajak pulang saja itu temanmu, suruh mandi di rumah pakai air bersih."


**


**

__ADS_1


Jam pelajaran kini telah berlangsung, rania menatap lurus ke depan ke arah pak Alvaro yang sedang menjelaskan materi fisika saat ini. banyak siswa yang menguap karena mengantuk, namun saat bel pulang berbunyi seketika rasa kantuk itu lenyap begitu saja dan kelas menjadi sangat berisik.


"ah, akhirnya!" teriak Dani.


"huh, akhirnya ya selesai juga. tidak enak sekali, pelajaran dengan bapak fisika." keluh Sherly.


semua siswa-siswi di dalam kelas itu satu persatu keluar dari dalam kelas, dan beberapa dari mereka berteriak histeris membuat Sherly dan Rania saling menatap heran.


"ada apa ya?" tanya Sherly.


Rania menggedikkan bahunya dan langsung bergegas melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas, manik matanya melihat alkana yang berdiri bersandar di depan kelas dengan kedua tangan dilipatkan di depan dada. tatapannya lurus dan datar tanpa ekspresi apapun.


"oh, karena Kak alkana. sudah sana sama Pangeranmu itu." ujar Sherly.


" apa sih?" alkana langsung melirik ke arah Rania berada dan tersenyum lalu merentangkan tangannya, seakan menyuruh Rania berlari ke arahnya dan memeluk dirinya.


Rania langsung membulatkan matanya melirik ke arah Sherly dan tersenyum kaku, Rania langsung berlari ke arah alkana dan menurunkan tangan lelaki itu.


"kakak ngapain kayak gitu?"


"loh, kenapa? kita kan pacaran." tanya alkana.


"malu Kak, dilihat dengan yang lain." bisik Rania.


alkana langsung melirik ke penjuru arah, ternyata benar kini mereka berdua menjadi pusat perhatian seluruh siswa-siswi. bahkan ada yang histeris karena alkana ingin memeluk Rania.


"Ya sudah, kalau begitu di rumah saja ya." bisik alkana.


"ah, akhirnya tidak takut lagi kalau mau menggandeng istri." bisik Elkana.


"Memang sebelumnya takut? kan bukan karena itu, tapi karena kakak tidak mau mengakui Rania!" ketus rania.


"mana ada seperti itu." mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan alkana tersenyum manis ke arah istrinya itu, dan mendekatkan wajahnya. Rania pun ikut mengulum senyumnya dan memejamkan matanya.


"ekhem..!" dehem Alex dan kenan.


Sontak saja membuat Rania dan juga alkana langsung membulatkan mata dan melirik ke belakang.


"Kalian?!" teriak alkana dan Rania secara bersamaan.


"hayoloh, mau apa kalian?" tanya Kenan.


"sedang apa kalian di sini, hah?" Ketus alkana.


"Rania hati-hati loh sama alkana, dia bagaikan harimau. Hauuum." ujar Alex memperagakan gaya Harimau.


"Hah? harimau?" gumam Rania, kini pikirannya langsung melayang ke arah harimau milik alkana yang sebelumnya pernah dia lihat dan langsung memejamkan matanya lalu melirik ke arah kanan dan Alex.


"keluar, kalian!" usir alkana.


"Oh please Babang alkana, antarkan saudaramu ini ya." mohon Kenan dan Alex.


" tidak!"

__ADS_1


"Rania, nebeng ya." mohon Kenan.


Rania hanya menggedikkan bahunya dan menoleh ke arah alkan, akan tetapi lelaki itu tetap kekeh tidak ingin memberikan tumpangan kepada kedua temannya itu.


"cepat keluar!" usir alkana.


"CK, pelit banget sih! ya sudah, bye-bye Dedek Rania sayang." melambaikan tangannya kepada Rania.


"shittt, sialan! Apa kau bilang tadi, hah?" teriak alkana murka, Kenan dan Alex langsung lari dan tertawa keras.


"mas, Kenapa mereka diusir. aturannya kan biarkan saja mereka nebeng." ujar Rania.


"mereka itu mau mengganggu kita saja, biarkan saja mereka jalan. lagi pula uang mereka yang Mas kasih juga masih cukup untuk mereka naik taksi." sahut alkana.


"mas menafkahi mereka juga?" Tanya Rania.


"yang benar saja mas menafkahi lelaki, ya Tidaklah!"


"ooh, aku kira."


"mas lapar nih." ujar alkana.


"ya sudah, kita cari makan dulu baru pulang."


"bukan makan itu, tapi makan kamu!" ujar alkana tersenyum nakal sembari menaik turunkan alisnya.


"Heh, Mesum banget deh." Rania langsung memukul bahu alkana dengan tas nya.


***


Sesampainya mereka di apartemen, alkana langsung mengeluarkan kartu aksesnya dan langsung membuka pintu. dia menarik tubuh Rania dan langsung mengunci pergerakan wanita itu, membuat Rania membulatkan matanya. alkana mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir mungil istrinya itu.


Rania masih saja terpaku dengan sikap lain dari suaminya yang sangat agresif itu, karena terbuai akan kelembutan alkana, rania pun mulai membalas ciumannya.


alkana menggendong tubuh Rania menuju kamar tanpa melepaskan pagutan bibir mereka, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan membuka kancing baju bagian atas tubuh Rania, membuat pemandangan yang sangat sensasional menurut alkana.


akhirnya, pergulatan itu terjadi juga Setelah sekian lama mereka menikah.


***


Kini sepasang suami istri itu sedang berada di ruang keluarga menonton televisi, Rania sejak tadi terus saja memandang perutnya terus-menerus membuat alkana menaikkan alisnya dan menyentil kening istrinya.


"Heh, kenapa lihat perut terus? tidak akan tumbuh balon dalam sekejap, apalagi baru sekali kita melakukannya sayang." ucap alkana.


Rania menyipitkan matanya dan langsung mengacuhkan suaminya itu, lalu alkana membawa Rania ke dalam pelukannya.


"sayang, mas mengerti yang seharusnya Mas lakukan."


"alkana!"


"alkana!" teriak seorang laki-laki dari luar, membuat alkana dan Rania saling menatap.


" Mas itu bukannya suara Kak Kenan ya? kenapa bisa ke sini?"

__ADS_1


__ADS_2