Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
ulang tahun


__ADS_3

Karena mereka tak kunjung berhenti juga walaupun Alex dan Kenan sudah melerainya, Rania langsung maju ke depan karena dia sudah kehilangan kesabarannya, dia menarik keras tangan alkana dan menatap tajam ke arah Kevin.


"apa yang ingin Kakak katakan?" tanya Rania Kesal.


"sayang-" Timpal alkana terpotong.


"kau diam dulu!" Ketus Rania menatap tajam alkana.


"kak Kevin, cepat jelaskan sekarang juga!"


"sebenarnya kami berdua sebelumnya taruhan untuk mendapatkan kau-" ujar Kevin terpotong.


"dan kakak kalah begitu, iya kan? lalu aku harus apa? sudah ya Kak jangan mencari masalah lagi, aku tahu kok soal ini dan aku juga tidak mempermasalahkannya." jelas sarannya tegas.


"s-sayang, ka-amu sudah tahu?" tanya alkana membulatkan matanya.


"kak, aku tidak bisa dengan kakak. Sherly itu menyukai Kakak, jadi lebih baik Kakak coba lah buka hati kakak untuk Sherly." pinta Rania.


"sudah selesai kan latihannya?" tanya Rania kepada Kenan dan alex.


mereka berdua langsung menganggukkan kepalanya dengan Tatapan yang tidak percaya, lalu Rania langsung pergi menarik tangan alkana untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


"gila itu si Rania Badas banget, anjir! aku jadi ngeri melihatnya." ujar Alex takjub sambil bertepuk tangan.


"Badas? badas apa sih? Aku tahunya kadas." ketus Kenan, lalu dia langsung menarik kerah baju Alex untuk pergi dari sana meninggalkan Kevin sendirian.


kevin masih sulit untuk percaya dengan apa yg baru saja dia dengar, dia terus menatap punggung wanita yang dia cintai dengan lelaki yang selalu dia anggap saingannya itu.


"ah ****, sialan kau alkana!"


saat berada tepat di depan mobil, Rania langsung membukakan pintu untuk alkana dan menatap alkana dengan tajam.


"masuk cepat!"


alkana terkejut dan langsung bergegas masuk ke dalam, Rania menutup pintunya dengan kencang.


blaamm


membuat alkana memegang dadanya karena terkejut, manik matanya terus menatap Rania yang sedang berjalan menuju pintu satunya. setelah Rania masuk dan duduk dengan tenang, alkana masih tetap menatap lurus ke depan.


"Kenapa diam saja? nyalakan mesinnya, kita pulang!"


'Buset bini aing galak amat, sudah seperti mama saja.' batin alkana.


alkana langsung menurut kemudian melajukan mobilnya tanpa berkata-kata, dia akan menjelaskan semuanya ketika mereka sudah sampai di rumah, pikirnya.


sesampainya mereka di basement apartemen, alkana ingin membukakan pintu mobil untuk Rania. namun wanita itu lebih dulu membukanya dan telah masuk ke apartemen, alkana meneguk salivanya dengan susah payah, dia menatap ngeri istrinya itu, lalu dengan segera ikut mengejarnya.


"Rania, sayang mas bisa menjelaskan semuanya." ujar alkana.


"jelaskan apa?" tanya Rania Ketus.


"Jelaskan apa? cepat!" Ketus Rania lagi.


"huh kau ini lama sekali sih, kalau begitu sudahlah aku mau mandi dulu." rania langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya.

__ADS_1


"Rania hei, Sayang! apa tadi kamu bilang, hah? kau? buka pintunya dulu!" teriak alkana.


"kau, mandi di kamar mandi satunya saja. aku mau mandi lama!" teriak Rania dari dalam.


alkana membulatkan matanya, "apa?! kau lagi? argh, benar-benar tidak benar ini!"


alkana terus menggedor-gedor pintunya, namun tetap tidak di buka. sudah satu jam lamanya Rania belum keluar juga, sedangkan alkana telah selesai mandi hanya dengan melilitkan handuk di tubuhnya sebab pakaiannya semua berada di dalam kamar.


"sayang buka pintunya." rengek alkana sudah seperti anak kecil.


"Sayang aku kedinginan, buka pintunya."


"aaa, sayang."


"sayang, sayang, sayang."


"sayang aku mau peluk."


"sayang aku mau peluk, bagaimana kalau aku masuk angin?"


"sayang."


dia langsung terduduk di depan pintu dengan kakinya dia selonjorkan ke depan, hingga akhirnya alkana malah tertidur dan waktu juga sudah berganti malam. Rania langsung membuka pintu kamar membuat alkana jatuh terjengkang ke belakang.


"aaws, sakit sayang." keluh alkana.


tiba-tiba lelaki itu membulatkan matanya saat melihat Rania sudah berdandan sangat cantik dan juga memakai dress di atas lutut berwarna pink baby, membuat kecantikannya bertambah drastis.


"Sayang? kamu mau ke mana Sayang? kamu tidak mau mencari berondong atau sugar Daddy kan?" tanya alkana cemas.


Rania langsung turun meninggalkan alkana, tetapi lelaki itu langsung berlari mengejar Rania hingga handuknya terlepas. rania langsung melotot melihatnya dan mengalihkan pandangannya. alkana buru-buru memakainya dan langsung menarik dengan Rania lagi.


"sayang kamu mau ke mana? Aku antar ya."


"tidak!"


alkana langsung berlari menuju pintu lalu Mengunci pintu tanpa memberi kartu itu kepada Rania, dia langsung masuk ke dalam kamar untuk segera memakai baju sembarangan.


"Hei berikan kartunya." teriak Rania.


tidak butuh waktu lama, alkana keluar dengan baju berwarna pink dan juga Boxer yang biasa dia pakai di rumah berwarna kuning motif harimau, membuat rania membulatkan matanya dan berusaha keras menahan tawanya.


"kau yakin akan keluar dengan memakai baju seperti ini?" tanya Rania.


alkana mengangguk, "kan hanya mau mengantar kamu saja, lagi pula Nanti aku akan menunggu di dalam mobil." jelas alkana.


"kau tidak akan menyesal kan?" tanya Rania.


alkana menggelengkan kepalanya dengan dengan pasti dan langsung membuka pintu.


"sayang kamu Jangan marah lagi dong, masa mau cari sugar Daddy. aku juga tidak kalah tampan, aku juga kaya loh sayang."


"hemm." dehem Rania.


"ngapain kita ke hotel? Kamu mau ngapain, hah?" tanya alkana terkejut saat telah sampai di tempat yang ingin rania kunjungi.

__ADS_1


tanpa menjawab pertanyaan alkana, Rania langsung keluar mobil dan berlari begitu saja.


alkana sempat keluar dan melihat Rania di bekap dua lelaki membuatnya membulatkan mata dan langsung mengejar masuk ke dalam, bahkan alkana tidak mempedulikan banyak pengunjung hotel yang sedang menertawakan penampilannya.


"dia masuk ke mana? argh, sialan! ke mana kamu sayang?" tanya alkana.


"Maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang housekeeping.


"tadi ada satu perempuan di bawa oleh dua lelaki berbaju hitam, mengarah ke mana?" tanya alkana panik.


"oh tadi masuk ke dalam kamar VVIP Mas, sebelah sana."


"terima kasih."


alkana Langsung kembali berlari dan membuka pintu itu dengan kasar, dan ternyata gelap gulita.


"Rania, Sayang? kamu di mana Sayang?" teriak alkana saat dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam, dia menginjak sesuatu hingga terdengar letusan.


"arghh, sialan! Siapa yang memainkan balon di sini, woi."


Lampu hidup dengan terang, membuat semuanya langsung tertawa keras. yang awalnya mereka semua ingin menyanyikan lagu Happy Birthday jadi gagal, Rania hanya menahan tawanya dan langsung menghampiri suaminya berlari memeluknya.


"Selamat ulang tahun sayang." ujar Rania.


alkana membulatkan matanya, dia baru ingat jika Hari ini adalah hari ulang tahunnya. lalu dia langsung melepaskan pelukan itu dan menatap manik mata Rania dengan serius.


"kamu tidak marah soal tadi sayang?"


Rania menggelengkan kepalanya, "aku hanya butuh kamu mengatakan kalau kamu memang tulus mencintaiku, bukan karena taruhan."


alkana tersenyum manis tanpa sadar air matanya lolos begitu saja, dia langsung membawa Rania ke dalam pelukannya lagi.


"sayang, aku sangat mencintaimu."


semua yang ada di ruangan itu terharu, namun tidak dengan Alex dan Kenan yang terus saja mencoba menahan tawa mereka untuk tidak merusak suasana romantis pasangan tersebut.


Hendra dan Silvi saling merangkul karena mereka sudah sangat bahagia melihat Putra dan menantunya kini telah saling mencintai, pelukan itu terlepas saat Kenan dan Alex tidak lagi mampu menahan tawa mereka.


"hauuuum." ledek Kenan terus tertawa aja.


"sialan kalian berdua." alkana langsung melemparkan apa saja ke arah mereka berdua.


"tante Kenapa kuenya bukan gambar harimau?" tanya Alex.


"Ya tentu saja tidaklah, harimaunya kan itu di sana." Kenan menunjuk ke arah celana alkana.


"diam kalian berdua!" Ketus alkana dengan pipinya yang sudah merah merona karena malu.


pintu kamar terbuka karena Ada petugas house keeping yang ingin memberikan pesanan Silvi sebelumnya, namun pandangan wanita itu langsung tertuju pada celana alkana lalu menahan tawanya.


"Maaf Mas, anda jadi viral di hotel ini." ujar petugas house keeping itu sebelum meninggalkan ruangan tersebut.


"CK, sialan! kenan ayo tukar celana." alkana langsung menarik Kenan membuat lelaki itu memberontak.


"ogah! awas kau argh." kenan terus menepis tangan alkana namun malangnya Alex berkhianat dan membantu alkana.

__ADS_1


__ADS_2