Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
demit palsu


__ADS_3

"Rania itu istriku! kami sudah menikah Semenjak dia pindah ke darma yudha, dan kau harus menjauhi dia Kalau kau tidak mau berurusan denganku." ancam alkana.


buugh! pukulan keras mengarah ke arah alkana, hingga membuat hening tempat itu. namun beberapa detik kemudian, semua langsung berdatangan dan semakin berisik. alkana mengusap sudut bibirnya lalu menyeringai menatap ke arah Kevin.


Rania langsung berlari dan di ikuti oleh Sherly dan yang lainnya, dia mendorong dengan kuat tubuh Kevin dan menatapnya tajam. dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah alkana dan mengusap sedikit darah yang ada di bibir suaminya itu.


"kak Kevin Kau ini apa-apaan sih? kau tidak ada puasnya ha membuat ulah?" teriak rania yang benar-benar sangat kesal.


"kalian berdua yang apa? Rania kau Jelaskan padaku, kalau yang di katakan oleh alkana itu salah! Kenapa kalian berdua sudah menik-"


belum selesai Kevin berbicara, Alex sudah menutup mulut Kevin kuat, membuat lelaki itu berontak, "lepaskan, lex."


"jaga ucapanmu ya, kalau sampai semua anak Darma Yudha tahu tentang alkana dan Rania, kau akan benar-benar habis sama kami." ancam Alex berbisik di telinga Kevin.


saat itu juga Kevin berhenti memberontak, lalu menatap Alex, "jadi itu benar?"


Alex menarik satu alisnya, lalu Kevin langsung menarik alkana dan rania menuju ke tempat yang lebih sepi. sedangkan Kenan dan Alex mengamankan keadaan agar tidak terjadi keributan lagi.


Di taman belakang rumah Kevin, kini mereka bertiga saling berhadapan. Kevin menarik nafasnya panjang, lalu menghembuskannya secara perlahan.


"kau di buat hamil sama alkana?"


plaaakk.


Tamparan keras mendarat di pipi Kevin, membuat alkana tersenyum penuh arti.


"itu tamparan karena kau sudah berani menyakiti suamiku! kak Kevin aku beri penjelasan ke kau Ya, aku tahu perasaan mu itu tidak sepenuhnya tertuju padaku. Kau itu hanya terobsesi mendapatkan aku untuk mengalahkan alkana, Lebih baik kau buka mata dan pikiran mu lebar-lebar. sebelum kau akan benar-benar kehilangan orang yang tulus sayang sama kau Kak." jelas Rania.


"Dan satu lagi, aku saat ini tidak hamil tapi sebentar lagi aku akan mengandung anaknya kak alkana. terdengar konyol ya? haha mungkin benar, saja tapi aku hanya mau kakak paham kalau Obsesi Kakak itu salah, dan itu bisa menghancurkan Kakak sendiri. kenapa sih Kalian tidak coba untuk berbaikan saja? atau kalian dulunya pernah hidup di masa lalu dan mempunyai dendam tersendiri?"tanya Rania yang tidak habis pikir.


mendengar penjelasan Rania, pikiran Kevin benar-benar terbuka sepenuhnya. Apa benar kalau rasa itu hanya halusinasi ku saja? dan hanya ada Obsesi yang terlalu besar untuk mengalahkan alkana? apa selama ini aku seburuk itu? batin Kevin.


alkana menarik tangan Rania membawanya ke belakang tubuhnya, dan kini dia yang berhadapan dengan Kevin.


"aku alkana Vano Anggara, resmi menjadi suami Rania Sejak enam bulan yang lalu, dan aku tidak akan membiarkan siapapun merebut yang sudah menjadi milikku!"


"Kevin, untuk kali ini aku bisa berbaik hati dengan menerima permintaan maaf dari kau. lebih baik pikirkan itu baik-baik, jika sekali lagi kau berani melirik istriku, maka aku ganti Matamu dengan ulat daun!" ancam alkana.


alkana menarik tangan Rania untuk menjauh dari tempat itu, Kevin mengusap kasar rambutnya dan berteriak melepaskan kekesalannya. Entahlah, itu rasa kesal atau rasa bersalah, keduanya sangat sulit untuk Kevin bedakan.


Sesampainya di depan, semua keadaan telah kembali normal seperti biasanya acara potong kue tidak ada karena Kevin tidak menyukainya. dia memilih acara yang bebas agar semuanya dapat menikmati acara ini.


namun Sasha datang dengan wajahnya yang tetap terlihat sangat cantik dan senyum manis, dia berjalan dengan sangat Anggun membawa sebuah kue untuk Kevin. setelah Kevin datang menemui sasha, semuanya berkumpul untuk melihatnya.


"Aku tidak suka potong kue dan aku tidak suka kue!" Ketus Kevin.


"Kevin, oh Ayolah. waktu kita masih pacaran kau juga mau kan menuruti aku untuk potong kue, kali ini berikan potongan pertama untuk orang yang spesial menurutmu." ujar Sasha dengan tersenyum manis dan tatapannya sedikit melirik ke arah Rania dengan sinis.

__ADS_1


Sherly berdiri agak menjauh dari mereka, dia tidak ingin menyakiti dirinya saat Kevin memberikan potongan kue pertama ke wanita lain. Kevin dengan terpaksa mengambil pisau dan memotongnya, lalu potongan pertama itu semuanya terlihat ingin mendapatkannya, namun saat Kevin melirik ke Rania wanita itu merangkul erat lengan alkana.


hanya Sherly yang ingin aku beri potongan pertama ini, Tapi apa dia akan menerimanya Setelah semua yang terjadi ini? batin Kevin.


Sasha tersenyum manis, Dia mengira jika potongan pertama ini akan Kevin berikan padanya. dan itu bisa membuat citranya kembali baik di depan temannya, namun Kevin bukan memberikannya kepada Sasha malah melahapnya sampai habis.


"orang spesial itu ya hanya diriku sendiri, tidak ada yang lain." ujar Kevin.


"yahh, tidak seru ih." ujar para cewek lainnya.


sedangkan wajah sahsa saat ini sudah sangat kesal dan menahan malu, lalu dia meletakkan kue itu di atas meja dan melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa. hingga tanpa sadar dirinya mengenai Rania yang posisinya sangat dekat dengan kolam renang.


byuuuur!


Rania terjatuh ke dalam kolam renang, membuat Sherly geram dan mendorong kuat tubuh sasha, hingga dia juga ikut terjatuh. sedangkan alkana membulatkan matanya dan Langsung Melompat terjun ke kolam untuk menolong istrinya.


"Hey apa-apaan kau mendorong Sasha?" Tanya teman sasha.


"teman kau yang mendorong rania sampai jatuh." sahut Sherly dengan ketus.


"halah, berisik amat Kalian berdua, sudah nyemplung juga." ujar Alex dan Kenan mendorong dua wanita itu hingga juga ikut terjatuh ke dalam air.


"kenan! Alex! Awas kalian ya!" teriak Sherly.


"Kevin, Malam ini acaranya berenang kan?" tanya kenan.


'Kenan jangan mengada-ngada kau ya, aku tampol juga kepala kau!" ujar dino yang tidak mau jika di dorong masuk ke dalam air.


Kevin tersenyum tipis, acaranya yang tadi terlihat tegang kini berubah menjadi cair di buat oleh Alex dan kenan dengan sifat bobroknya. namun manik matanya melirik ke arah Sherly yang kesal dan meminta Dino untuk membantunya naik, namun Kevin langsung mendekatinya dan mengulurkan tangannya.


Kevin melirik tangan di sebelahnya yang juga telur, yaitu tangan Dino. Sherly bingung memilih tangan siapa yang akan dia raih, hingga dia lebih memilih menggapai tangan Dino. Dino menyeringai dan menarik Sherly, namun belum sempat Dino membawa Sherly ke permukaan tubuhnya ikut di dorong oleh Kenan, hingga cipratan airnya mengarah ke Kevin.


"hahaha rasakan kalian semua!" teriak Kenan sambil tertawa puas.


karena banyaknya orang di dalam kolam renang itu, membuat alkana menarik Rania dan mendekapnya. yang lain terlalu berisik dan terus mengumpati Kenan dan Alex, hingga tidak sadar jika alkana dan rania malah menikmati komen itu. Rania tersenyum manis membuat alkana tidak tahan jika tidak mengecup bibir manisnya itu, Rania langsung membulatkan matanya dan melirik ke kanan dan kiri memastikan jika tidak ada yang melihat mereka.


"nanti ada yang melihat." ujar Rania panik.


"Aku mencintaimu, Aku tidak akan membiarkan lelaki lain merebut mu dariku, dan aku juga tidak akan membiarkan kamu bersaing dengan wanita manapun." ujar alkana lembut.


Rania terpaku dan dia langsung memeluk erat tubuh alkana lalu melepasnya, "aku juga mencintaimu."


satu persatu telah naik ke atas permukaan, hingga Hanya menyisakan alkana dan Rania. saat sepasang suami istri itu ingin naik, Kenan dan Alex tertawa keras karena Hanya mereka yang tidak basah dan selamat. Namun siapa sangka jika Sasha yang kesal itu mendorong kedua lelaki itu hingga masuk ke dalam air.


"rasakan Kau!" Ketus sasha, lalu Sasha menatap ke Sherly.


"kau tadi yang mendorong aku Hah?"

__ADS_1


"Iya, kenapa?" Jawab Sherly santai.


sasha ingin menampar pipi Sherly, namun Kevin langsung menepis kasar tangan sasha kasar dan menatapnya tajam, "stop membuat kekacauan!"


"ck! Awas kau ya." ancam Sasha melirik ke arah Sherly dan juga Rania.


"baju kau basah, ganti pakaian dulu pakai baju Adikku mau? dari pada kau sakit pulang basah-basah begini." ujar Kevin.


"tidak perlu." ketus Sherly.


"Dino, Ayo kita pulang." ajak Sherly pada Dino.


"Ayo baby." Dino langsung merangkul pundak Sherly dan menatap remeh ke arah Kevin.


"lepaskan Kenan!" teriak Alex.


"Kenan? ini aku woi, lepaskan apa?" tanya kenan yang ingin naik ke atas.


"itu kau? terus ini yang pegang kakiku di bawah Siapa?" tanya Alex membulatkan matanya.


"seriusan Woi? angker rumah kau Kevin?" tanya Kenan.


Alex terus memberontak namun tangan itu tidak ingin melepaskan Alex sama sekali, membuatnya berteriak histeris. sedangkan rania menahan tawanya Lalu naik ke atas.


"kenan sialan, bantuin aku ada demit di bawah. ini ulah kau semuanya Kenan!" teriak Alex.


"tidak! itu demit asli ori ada badaknya, bukan ulah ku." jawab kenan langsung ngibrit.


setelah puas mengerjai Alex, alkana langsung naik ke permukaan di bantu oleh Rania. Alex masih sibuk melirik ke bawah untuk melihat apakah itu ulah alkana, hingga dia tidak menyadari jika lelaki itu telah naik ke atas.


"ini pasti ulah kau alkana!" teriak Alex.


"Woi, aku ada di sini." sahut alkana.


Alex lagi-lagi membulatkan matanya, "lepaskan kakiku! aku belum cuci kaki satu bulan."


sedangkan di atas alkana menatap Kevin dengan Tatapan yang sulit di artikan, "ni terakhir kalinya aku memberi peringatan padamu, jauhi istriku!"


mereka semua telah meninggalkan acara tersebut, karena telah berakhir hanya tersisa Alex yang masih berusaha melepaskan kakinya. dia ingin menyelam ke bawah tapi takut kalau wajah hantu itu tepat di depan wajahnya, seperti di film horor yang pernah dia lihat.


"Pak, Buang airnya ya." perintah Kevin kepada tukang kebunnya sambil menahan tawa melihat ke arah Alex. Kevin hanya memperhatikan Alex saja namun enggan menolong.


hingga air surut membuat Alex menghela nafas, "demit, setan. Arghh aku di kerjai! Siapa yang meletakkan kain dan batu di sini woi?"


"Alex, ini aku bawa dukun katanya dia suka menangkap dedemit." ujar Kenan yang baru saja datang.


Kevin yang melihat tingkah mereka berdua hanya menggaruk kepala belakangnya dan langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"muka kau itu yang kayak demit!" sahut Alex.


__ADS_2