
Rania mengerutkan keningnya saat melihat tingkah aneh mereka berdua, sedangkan Kenan langsung melirik ke arah Alex yang juga sedang memperhatikan tingkah mereka.
"Sudahlah, cinta jajar genjang ini namanya!" Ujar Alex.
"Kok jajar genjang? Segitiga dong!" Protes Kenan.
"Lah aku juga ikut!" Sahut Alex.
"Jangan, gak usah ikutan! Kebantingnya jauh banget!" Ledek Kenan.
"Kak, kalian pada ngapain sih? Nanti di lihat pak reno yang ada nanti semakin di tambah hukumannya." Protes Rania.
"Kau kenapa ikut-ikutan sih?" Ketus Kevin.
"Heh, aku sua-" ucapan alkana terpotong karena Rania menyikut pinggangnya.
"Sua apa?"
"Suatu hari nanti Rania akan menjadi istriku!" Sahut Alex menimpali.
Alkana langsung menyentil jidat Alex karena meras kesal, lalu Rania menghentikan tingkah aneh mereka semua. Dia kembali fokus untuk hormat ke bendera, dia sudah ketinggalan banyak pelajaran hari ini yang membuatnya merasa sangat kesal sekali.
"Rania, kalau Sasha gangguin kamu lagi bilang sama aku ya!" Perintah Kevin.
Alkana hanya mendengus kesal dan meledek cara berbicara Kevin, lalu tidak lama kemudian pak Reno kembali datang dan berdiri di hadapan mereka semua.
"Eh, kamu anak baru di kelas unggulan itu kan? Kenapa kamu bisa bolos?" Tanya pak Reno pada Rania.
"Emmm, anu pak itu!"
"Anu? Itu?.. Anu itu apa?" Tanya pak Reno dengan nada tegas.
"Karena saya panggil dia ke ruang OSIS tadi, pak! Sebenarnya kami ada agenda OSIS yang akan di lakukan dalam waktu dekat, kami tidak berniat bolos pak!" Jawab Kevin.
"Tapi kan alkana bukan anggota OSIS."
"Memang bukan pak, tapi kami membutuhkan dia untuk jadi donatur di acara ini pak!"
"Hmmm, begitu ya! Jadi siapa yang salah sekarang?" Tanya pak Reno.
"Loh, ya bapak lah yang salah!" Timpal Alex.
"CK, bangkai belatung tutup mulutmu!" Umpat Kenan.
Alex langsung menutup mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya dan langsung menunduk, lalu pak Reni menatap tajam ke arah Alex sehingga membuat Alex bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Ya sudah, kalian semua boleh kembali masuk ke kelas masing-masing. Jangan sampai saya melihat lagi kalian semua berkeliaran saat jam pelajaran sudah di mulai, kalian paham?"
"Paham, pak!" Jawab mereka dengan serempak dan secara langsung bubar berlari menuju kelasnya masing-masing.
Rania mengetuk pintu dan melangkahkan kakinya memasuki kelas, "maaf Bu saya terlambat."
"Dari mana saja kamu Rania jam segini baru masuk ke kelas?" Tanya Bu Rani.
"Ya sudah masuklah, untuk kali ini saya maafkan karena sudah terlambat!"
"Terima kasih bu." Ujar Rania dan langsung melangkah masuk menuju ke tempat duduknya.
"Rania, kamu dari mana saja sih?" Tanya Sherly.
"Aku ketemu dengan kak Sasha."
"Apa! Sasha? Terus kamu di apain?"
"Tidak ada, nanti saja aku ceritakan ya. Sekarang aku pinjam catatanmu!" Ujar Rania.
Rania langsung mencatat pelajaran yang tertinggal, dia melirik ke arah kursi Helena dan tenyata Helena tidak ada di dalam kelas. Membuat Rania bisa menghembuskan nafasnya dengan lega.
Bel istirahat telah berbunyi, kini Rania dan Sherly langsung berjalan menuju ke kantin, tetapi Dani tiba-tiba menghadang jalan mereka dan menatap Rania dengan tatapan aneh.
"Rania, kau di cari kak alkana tau. Dia sepertinya marah sekali denganmu!" Ujar Dani.
"Sepertinya iya, sebaiknya kau hati-hati ya, Rania. Jangan sampai membuat kesalahan lagi." Peringat lelaki itu.
"Iya, terima kasih ya Dani!" Ujar Rania.
"Oh iya, Rani aku tadi sempat mengobrol dengan kak alkana loh." Pamer Sherly dengan tersenyum bahagia.
"Lalu?"
"Ya tidak ada sih, dia seperti biasa acuh dan tidak menatapku sewaktu aku berbicara." Keluh Sherly.
"Dan seperti itu kamu masih suka dengan dia?"
"Tentu saja masih, dan tidak akan pernah pudar sedikitpun!"
"Jadi kalau semisal kamu tahu jika kak alkana sudah memiliki kekasih atau istri, memangnya kamu akan tetap suka juga?" Tanya Rania memastikan.
"Ya kalau itu sih tergantung, kalau pacarnya di bawah standar ku ya aku terobos saja lah."
"Hissh, aku museum kan juga kamu lama-lama."
__ADS_1
"Heheh ya tidak lah, sedikit tergores saja hatiku! Soalnya kak alkana tidak pernah ada isu dekat dengan wanita manapun, bahkan dia itu dingin sekali terlalu misterius. Pokoknya wanita yang jadi pacar kak alkana nanti pasti sangat beruntung!" Ujar Sherly.
Rania langsung saja tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Sherly, dia sudah mengomel di dalam hatinya. 'apanya yang misterius, yang benar itu dia adalah lelaki paling aneh sejagat raya. Dan apa tadi, beruntung? Aku malah merasa sial!"
"Kamu kenapa Rania, kenapa diam saja?"
"Ya habisnya kamu terlalu asik membicarakan kak alkana mu itu, membuat ku mual saja!"
"Aku doakan ya kamu suka dengan kak alkana juga biar tau rasa." Ancam Sherly.
"Tidak akan pernah!" Timpal Rania percaya diri.
Saat mereka memasuki kantin, terlihat semua kursi sudah penuh dan hanya dua kursi di hadapan alkana dan teman-temannya. Sherly dan rania menghentikan langkahnya, sebab semua tahu tidak ada yang boleh duduk di kursi itu selama masih ada mereka di kantin.
"Sudah tidak ada tempat, ayo kita kembali saja!" Ajak Sherly.
"Tidak mau, aku lapar! Itu masih ada dua kursi di tempat kak alkana." Rania langsung melangkahkan kakinya namun di hentikan oleh Sherly.
"Rania, kamu mau mencari masalah lagi ya? Tidak ada yang boleh duduk di kursi itu selama mereka masih berada di sana." Bisik Sherly pada Rania.
"Lah, memangnya kantin ini milik bapaknya alkana apa?" Tanya Rania.
'eh itu kan mertuaku, jadi kalau ini punya papa aku juga bisa bebas dong.' batin Rania.
"Kalau kamu mau makan ikut aku, kalau tidak ya sudah biar aku sendiri saja." Rania langsung melangkahkan kakinya mendekat dan Sherly di buat panik olehnya.
Sherly bingung antara harus mengikuti Rania atau tidak, namun di tidak ingin jika Rania di permalukan sendirian. Biarlah di ikut di permalukan asal berdua dengan Rania tidak masalah.
Rania langsung berdiri di dekat meja mereka, Kenan dan Alex langsung menatap Rania dengan tersenyum manis. Lalu langsung berdiri mempersilahkan Rania untuk duduk.
"Ayo dedek Rania duduk disini, mau di samping babang Kenan apa di depan babang? Agar kita bisa hadap-hadapan makannya." Tanya Kenan dengan menaik turunkan alisnya.
Alex langsung menyentil jidat Kenan, "jangan di dengarkan ya, Rania. Jangan duduk di sini ya, bahaya nanti alkana marah. Aku Carikan kursi biar kamu bisa duduk ya!"
"Apa sih kalian berisik banget, kalau mau duduk ya sudah Tinggal duduk saja!" Ketus alkana.
Rania menatap Sherly dengan tersenyum, sedangkan sherly langsung melebarkan matanya karena merasa ini sebuah keajaiban di dalam hidupnya. Sehrly dengan tersenyum manis langsung duduk di hadapan alkana dan terus menatap lelaki itu dengan pandangan kagum.
"Satu bangku lima juta!" Ujar alkana.
"Hah? Apa!" Pekik Sherly terkejut.
Sherly terkejut dan langsung berdiri sat belum sampai satu menit, karena uang jajannya sehari tidak sebanyak itu. Rania langsung menatap acuh ke arah alkana dan langsung bangkit.
"Hei semuanya, dengar ya! Siapa yang ingin makan duduk bersama kak alkana, cuma bayar lima juta loh!" Teriak Rania pada seluruh penghuni kantin.
__ADS_1
Alkana langsung melebarkan matanya, jika benar akan ada yang mau membayarnya bisa-bisa dia tidak akan jadi makan karena hal ini. Dia mengumpat kesal karena Rania selalu saja ada cara untuk membalikkan keadaan.