Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
menguntit


__ADS_3

Alkana membulatkan matanya saat melihat Kenan yang terbaring di depannya, sedangkan Alex langsung terdiam mematung, bahkan kalau bisa dia berharap alkana tidak melihat dirinya. Alex juga menahan nafas agar lelaki itu tidak mendengar suara nafasnya.


"ck! salah ku apa, bambang? ganti rugi nih, sepertinya Pinggangku pindah ke betis." ringis Kenan.


"kalian berdua kenapa datang seperti jelangkung? aaargh, sana-sana. aku sedang tidak ingin diganggu!" usir alkana.


"alkana, kau ini tidak bertanggung jawab sekali! setelah ini, kalau aku masuk ke rumah sakit lalu masuk ke dalam ruang gawat darurat, dan nyawaku terancam terus emak ku akan sedih, bagaimana?" tanya Kenan.


Alkana hanya melengos dan mengacuhkan Kenan, melihat Rania dan Sherly sudah keluar dari ruangan tersebut dan bergandengan tangan dengan senyum merekah, alkana langsung melepaskan gandengan tangan tersebut dan membawa Rania pergi begitu saja. membuat Sherly membulatkan matanya dan menatap ke arah Alex.


"kak alkana kenapa, kak?" tanya Sherly dengan mengernyitkan keningnya.


"biasa dia sedang pms, eh kau terpilih ya?" tanya Alex mendekat.


Sherly menganggukkan kepalanya, "iya kak, aku dan Rania."


"pantas saja, anak itu bawaan nya pengen makan orang terus." timpal kenan.


Kevin melewati mereka begitu saja, membuat Sherly berbinar dan langsung menghampiri Kevin.


"kak Kevin." panggil sherly.


Kevin menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Sherly dengan tersenyum manis, "iya, ada apa?"


"Aaaaa, hatiku tidak kuat melihat senyuman itu!" ujar Sherly histeris.


"lihat itu, saingan mu berat sekali. sudah lah mundur saja!" bisik Kenan pada Alex.


mereka berdua saling menatap Sherly dan Kevin dengan tatapan yang datar, sedangkan Sherly langsung mengeluarkan coklat yang selalu dia bawa untuk Kevin.


"kak Kevin, mau coklat tidak?" tanya Sherly.


"Untukku?"


Sherly menganggukkan kepalanya antusias, dan memberikan coklat tersebut pada kevin. Kevin menerimanya dan langsung melirik ke arah kenan dan Alex, yang terus memperhatikan mereka berdua.


"kalian kenapa menatap kami seperti itu? kalian mau coklat juga?" tanya Kevin.


mereka berdua sama-sama menggelengkan kepalanya, sedangkan Sherly menggerakkan tangannya seakan mengusir mereka berdua agar tidak mengganggu dirinya yang sedang bersama Kevin.


"kak, nanti sibuk tidak?" tanya Sherly.


"tidak kok, kenapa?"


"mau nonton bareng aku tidak? soalnya aku punya tiket nonton dua, tidak tahu mau pergi dengan siapa, kalau dengan Rania pasti tidak di bolehkan kak alkana."


"begitu, ya?"


"iya kak."


"jam berapa?"


"jam empat sore ini, bisa?"


" Oke, nanti aku jemput." Kevin tersenyum dan langsung pergi meninggalkan Sherly Sherly langsung berteriak histeris, dan lompat-lompat bahagia karena sudah menunggu terlalu lama untuk bisa nge-date dengan Kevin, dan akhirnya kesampaian juga sekarang.


"Iki ninti iki jimpit." ejek Alex.


"iiih, kau kenapa kak?" tanya Sherly dengan raut wajah yang berseri.

__ADS_1


"Oh iya, kalian tidak pulang?" tanya Sherly.


"Oops lupa, kalian mau menginap di sini lagi ya? sudah bawa boxer polkadot nya belum, atau mau diganti gambar Spongebob atau batman?" tanya Sherly menahan tawanya.


"ya sudah lah, aku pulang duluan ya bye." Sherly langsung berjalan dengan gembira sambil menyanyi menuju ke parkiran.


"alkana sudah pergi, sekarang ganti Kevin! nasib orang tampan yang tidak terlihat, kenapa begini sekali sih." keluh Alex.


"yang sabar ya bro! ya sudah lah, lebih baik kita beli boxer batman saja, yok." ajak Kenan sambil mengusap punggung Alex.


Alex menganggukan kepalanya setuju, dan kini mereka berdua berjalan menuju parkiran kini mereka berdua melajukan motor sportnya keluar dari halaman sekolah.


***


"mas kamu kenapa?" tanya Rania yang melihat alkana diam saja sejak tadi.


kini mereka sudah duduk di atas sofa yang ada di ruang keluarga raut wajah alkana terus saja terlihat sangat kesal dan tidak ingin membuka suaranya sedikitpun, Rania menghembuskan napasnya pelan, lalu langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang milik alkana dan memeluknya.


"mas, kalau kamu tidak mengizinkan, rania tidak akan pergi kok. sudah ya, jangan kesal seperti itu terus." bujuk Rania.


"apa benar kamu tidak akan pergi?" tanya alkana memastikan.


Rania menganggukkan kepalanya, alkana langsung tersenyum dan memeluk tubuh Rania. dia benar-benar tidak rela jika harus berjauhan dengan istrinya untuk jangka waktu yang lama, rasanya saat ini hanya Rania yang dia inginkan. bahkan dia tidak akan rela jika harus melepaskan wanitanya itu, walaupun sebelumnya mereka menikah hanya karena perjodohan.


"sayang kamu yakin kan, tidak akan pergi kalau mas tidak mengizinkan?"


"Iya mas, kalau kamu izinkan saja baru aku akan pergi."


"ya sudah, kalau begitu Jangan Pergi!"


Rania melepaskan pelukannya dan menatap dalam-dalam manik mata yang ada di hadapannya itu.


"siapa bilang? mas tidak dapat info begitu."


"kalau tidak percaya, telepon saja kak Kevin tanya pada dia."


Alkana langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Kevin untuk menanyakan kebenaran berita itu, dia tidak akan rela jika harus membiarkan Rania berpasangan dengan lelaki lain untuk melakukan drama tersebut.


"halo."


"apa?" jawab Kevin Ketus dari seberang telepon.


"maksudmu apa, mengganti peran ku dengan elvan?"


"ck, sialan kau! jangan membuat pekerjaanku bertambah terus ya, kau sudah di blacklist dari drama itu. aku sangat malas menghadapi mood mu yang berubah-ubah itu, kalau Rania tidak jadi pergi ke luar negeri maka dia akan berpasangan dengan elvan."


"CK, aku tidak terima! enak saja kau mengatur-ngatur pacarku." tolak alkana.


Kevin langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, yang membuat alkana mengumpat kesal dan melemparkan ponselnya asal. dia langsung melirik ke arah Rania dengan tatapan yang sulit diartikan.


"jadi, bagaimana sayang?" tanya Rania mengulum senyum manis.


"ck, kalau mas izinkan kamu pergi, mas harus ikut juga! kamu jangan satu apartemen dengan Sherly bagaimana?"


"oke, deal." Rania langsung tersenyum lebar dan mencium pipi alkana, namun ditahan oleh lelaki itu saat Rania hendak pergi hingga terduduk di pangkuan alkana.


***


"hei, kau yakin ini rumah Sherly?" tanya Kenan.

__ADS_1


"tentu saja, aku pernah lewat sini dan tidak sengaja melihat dia di halaman rumah itu."


"apa harus sekali kita mengikuti mereka?" tanya Kenan.


"ya iyalah, aku curiga sama si Kevin." sahut Alex.


"kau curiga atau cemburu?"


"ck, dasar kau."


kini mereka berada di dekat rumah Sherly dan menunggu mereka pergi, tidak butuh waktu lama ternyata Kevin telah datang dan Sherly langsung naik ke atas motor milik Kevin.


"eh, itu mereka sudah pergi, cepat!" ujar Kenan.


Alex langsung melajukan mobilnya dan mengikuti mereka hingga sampai ke bioskop.


"ck, nonton saja cewek yang modal. dasar kadal tenggoret."


"sudah, ayo kita ikuti saja mereka."


"memangnya mereka mau nonton film apa?" tanya Kenan.


"ya mana aku tahu."


"Ck, sialan! bagaimana mau mengikuti mereka kalau tidak tahu, menyesal aku mengikutimu." umpat Kenan.


"film horor anjir! serius, aargh kenan kau berani?" tanya Alex.


"begitu mau mendekati Sherly, padahal asal kau ngaca juga horor."


Kenan langsung membeli tiket untuk menonton film yang sama dengan Sherly dan juga Kevin, setelah itu mereka berada di pintu masuk akan tetapi Alex menghentikan langkahnya. dia telah melihat trailer film tersebut, kenan yang kesal langsung menendang bokong lelaki itu hingga dia langsung masuk ke dalam.


"ck, brandal sialan! kalau aku mati bagaimana?" sungut Alex.


"dengan setan fiksi saja kau takut, bagaimana kau selama ini menghadapi dirimu sendiri?" tanya Kenan asal ceplos.


"ck, sialan! maksudmu aku setan nyata begitu." Alex ingin memukul kepala Kenan, namun film sudah akan dimulai sehingga mereka langsung mencari tempat duduk.


dari suaranya saja sudah membuat Alex merinding, mereka duduk tepat di belakang Sherly dan Kevin. saat hantu film tersebut mulai menampakan dirinya Kenan menjerit di telinga Alex untuk menakutinya, sehingga membuat Alex langsung menjerit dengan kuat.


"aaarghh, sialan kau Ken! nanti ketahuan mereka berdua." Alex menoyor kepala kenan dengan kuat, karena saking kesalnya.


Semua mata tertuju ke arah mereka berdua begitupun dengan Sherly dan juga Kevin, Sherly membulatkan matanya dan melirik bergantian ke arah dua lelaki tersebut.


"kalian?" ujar Sherly terkejut.


"kenapa bisa ada di sini?"


"mampus lah sudah, ketahuan!" lirih Alex dan juga kenan saling menatap.


.


.


hari ini author sedikit luang, jadi up 2 eps


like komen dan votenya Noona tunggu


makasih buat yg udah support🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2