Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
peluk erat-erat


__ADS_3

Rania dan alkana meneguk salivanya dengan susah payah dan saling menatap, sedangkan Kenan yang baru saja bangun langsung ikutan panik dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. setelah itu dia mengangkat tangannya seakan tidak mampu lagi untuk bersandiwara.


"ka-kami tidak tidur bersama, ha Iya kami tidak tidur bersama, aku sudah bangun sejak tadi Sherly, karena kau tidur nyenyak sekali sampai mendengkur aku tidak tega dong membangunkan mu. Jadi aku membangunkan kak alkana dulu." Jelas Rania.


"Hei asal tuduh kau ya, Mana ada aku tidur mendengkur. enak saja kau bohong ka." protes Sherly karena tidak terima di katakan mendengkur.


"jelas-jelas aku tidurnya selalu santai seperti Rapunzel." lanjut Sherly.


"Mamanya Rapunzel mungkin kau." Timpal kanan.


"Kalau aku sih percaya yang di bilang oleh Rania. gini deh aku tanya sama kau, tadi malam kau dengar tidak ribut-ribut di tenda kami?" tanya kenan.


Sherly menggelengkan kepalanya, "ga Mana aku dengar, aku kan sedang tidur."


"sudah dapat di pastikan tidur kau seperti kerbau mati, jadi yang di bilang Rania fakta dong."


"Woi kok kau jadi membela Rania terus sih." Ketus sherly.


"Entah tuh, belain Rania mulu perasaan. jangan-jangan kau suka ya sama Rania, Wah alkana hati-hati kau mulai sekarang dia suka makan daging manusia apalagi daging temannya sendiri." Timpal Alex.


"peluk erat-erat, kalau bisa pantau Rania. karena predator ini sungguh sangat-sangat berbahaya." lanjut Alex lagi.


"sudahlah, kenapa kalian malah ribut seperti ini sih. intinya tadi malam aku tidur denganmu Sherly tidak mungkin aku tidur di sini, Memangnya kamu tidak ingat tadi minta ambilkan minum?" tanya Rania.


Sherly menggelengkan kepalanya, "memangnya ada?"


"ada lah, kamu lihat tuh botol air minum Kamu pasti kosong." perintah Rania.


Sherly langsung mengecek botol minumnya ternyata benar sudah habis dan kosong tak bersisa, tapi tenggorokannya masih terasa kering dan haus saat ini.


"Iya sih, tapi aku kenapa Haus sekali ya seperti belum ada minum sejak zaman pra-sejarah." ujar Sherly dengan tampang bodoh.


"pantas saja aku seperti merasa kau ini vampir yang hidup ribuan tahun, Soalnya kalau kena panas."


"kenapa kalau kena panas?" tanya Sherly memotong ucapan kenan.


"makin cantik dan glowing." jawab kenan tersenyum lebar.


"CK, dasar buaya buntung."


"Ya sudah lah, dari pada mengurusi Rania dan alkana lebih baik kita siap-siap agar bisa segera pulang. soalnya aku tidak bisa kalau lewat dari jam 10.00 sampai rumah." ujar Sherly.


"benar itu, ayo kita beres-beres agar bisa segera pulang." Timpal Rania setuju.


Rania langsung berjalan menuju tendanya dan menyusun semua barang-barangnya, setelah mereka selesai alkana merebut barang yang ada di tangan Rania dan memberikannya kepada kenan dan Alex agar mereka membawanya.


"bawa itu." perintah alkana.

__ADS_1


"Woi apa-apaan kau ini, tidak mau! bawa badan saja sudah susah." Ketus Kenan menolak.


"yang iya itu, Dosa Kau yang keberatan." Timpal Alex.


"Ya sudah, ini kau yang bawa semua." Kenan langsung memberikannya kepada Alex semua.


Sherly yang melihatnya langsung mengambilnya dan membantu Alex untuk membawanya, sedangkan Alex kembali merebutnya dari tangan Sherly.


"jangan lukai tangan mulus Itu demi membantu Babang Alex ya." ujar Alex tersenyum manis.


"Ya sudah kalau tidak mau di tolong." Sherly langsung berjalan lebih dulu meninggalkan Alex, sedangkan Alex menganga lebar saat melihat semua barang yang harus dia bawa.


*****


Sesampainya di rumah, Rania dan alkana membersihkan tubuh mereka dengan berendam di Bath up bersama. Rania memeluk tubuh suaminya yang terdapat kotak-kotak di bagian perutnya.


"mas, ini kenapa bisa kotak-kotak sih? kamu dulu suka minum susu kotak ya?' tanya Rania polos.


"suka makan kamu." jawab Alkana.


"iiih, orang Rania serius juga."


"ini bisa begini karena dulu waktu kecil Mama suka membelikan mas cat lukis, terus mas gambar kotak di perut. Ya sudah sampai sekarang kotaknya tidak hilang-hilang."


"Memangnya bisa begitu ya, mas?"


"Berarti kamu dari dulu mandinya tidak bersih dong."


"makanya mandikan mas, biar bersih." goda alkana.


Rania tersenyum malu dan langsung mengambil sabun, lalu mereka mandi bersama.


tidak terasa waktu terus berlalu hingga membuat alkana dan Rania merasa lapar.


"Mas kamu mau makan apa? biar Rania yang memasakkan." tanya Rania dengan tersenyum manis.


"makan apa saja, asal masakan kamu dan juga makannya sama yang masak makanan itu." jawab alkana.


"ck, ya sudah deh kamu tunggu dulu ya biar di masakan dulu sama istri."


"istri Tunggu dulu." alkana mengambil celemek dan memakaikan ke tubuh Rania dengan pelan-pelan hingga terpasang dengan baik.


Alkana membawa Rania ke dalam pelukannya, membuat wanita itu membulatkan matanya, lalu tangan alkana mengikat tali celemek tersebut. alkana melihat wajah Rania saat ini sudah memerah dan itu membuatnya sangat menggemaskan.


"cantik sekali sih kalau sedang salting begini."


"iih, siapa yang salting. sudah sana kamu, biar aku masak dulu." rania mendorong tubuh alkana agar duduk kembali.

__ADS_1


dia tidak membiarkan alkana melihat wajahnya kembali, Dia langsung mengalihkan wajahnya dan langsung mulai memasak walau di hatinya terus merasa berbunga karena perlakuan alkana barusan.


tiga puluh menit kemudian, Rania telah selesai memasak dan langsung menghidangkannya di atas meja makan. dia melihat alkana yang terus menatapnya dengan dalam tanpa beralih sedikit pun, membuat Rania melambaikan tangannya tepat di depan wajah lelaki itu. namun anehnya alkana tidak bergeming sama sekali atau bahkan berkedip.


"kamu melihat apa sih, Mas? Ada yang aneh ya?' tanya Rania, wanita itu lalu memperhatikan tubuh dan juga memegang wajahnya.


alkana menggelengkan kepalanya, dan menepuk kursi di sebelahnya agar mereka bisa makan bersama.


"sini Ayo makan bersama, Mas sudah tidak sabar mau mencoba masakan kamu." Rania langsung memutari meja makan dan duduk di sebelah suaminya, mereka memakan makanan dengan sangat nikmat.


*****


Di sekolah Darma Yudha.


"Sherly." Panggil Kevin.


Sherly menoleh ke belakang dan menatap dengan tatapan dalam lalu tersenyum manis, namun seketika itu juga raut wajahnya berganti menjadi datar dan mengacuhkan Kevin. wanita itu langsung melangkahkan kakinya menuju kelas.


"enak saja setelah menyatakan perasaan pada Rania terang-terangan di depanku, sekarang malah sok dekat manggil-manggil." gerutu Sherly.


Kevin langsung berlari dan memegang pergelangan tangan Sherly, " Sherly, Aku ingin bicara sama kau."


"bicara saja." Sherly menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah Kevin dengan Tatapan yang datar.


padahal hatinya saat ini memintanya untuk menunjukkan wajah yang sebenarnya yaitu bahagia dan juga terharu, Karena Kevin mau menyapanya lebih dulu.


"apa?" tanya Sherly Ketus.


"kau masih marah ya denganku? Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan, nanti aku traktir makanan. Mau?" tawar Kevin.


Sherly tersenyum senang, dan langsung mengganggukkan kepalanya dengan gembira.


"mau banget dong."


'bodo amat lah, aku tidak bisa kalau di suruh jual mahal pada kak Kevin.' batin Sherly.


"ya sudah kalau begitu aku ke kelas duluan ya, sampai ketemu nanti ya cantik." Kevin tersenyum lebar dan mengedipkan sebelah matanya, membuat Sherly langsung memegang dadanya rasanya jantungnya ingin mencuat keluar saat Kevin berperilaku manis seperti itu padanya.


'aaa bagaimana ini, jantungku rasanya ingin meledak.' batin Sherly kegirangan.


Sherly Langsung kembali merubah raut wajahnya, yang awalnya senang menjadi kesal.


"aku harus menemui Kak Kenan dan Kak Alex, Aku tidak akan membiarkan mereka merusak rencana nge-date ku lagi dengan kak Kevin. aku harus mendatangi mereka."


Sherly langsung menuju ke kelas mereka, namun dia menghentikan langkahnya saat melihat lelaki yang dia cari Baru saja datang. dia langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah mereka.


"stop! jangan langkahkan kaki Kalian lagi." teriak Sherly.

__ADS_1


Kenan dan Alex Dengan bodohnya sontak mengangkat tangan mereka ke atas, dan menatap Sherly dengan tatapan kebingungan.


__ADS_2