Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
ulah helena


__ADS_3

"Ah berani sekali dia!"


"sikat saja Sha." ujar teman Sasha.


"eh ngomong-ngomong, Memangnya kamu tidak tahu berita pagi ini?" tanya temannya lagi.


"tidak! memangnya berita apa?" tanya Sasha dengan menatap wajah teman di hadapannya dengan Tatapan yang serius.


"alkana pacaran sama anak baru itu, si Rania itu! masa iya Queen DarmaYudha tidak update sih."


"serius deh, jangan bercanda sialan!" umpat Sasha.


"Sasha, satu sekolah juga sudah pada tahu. berita ini juga membuat aku kesal, mungkin karena ini Helena bertindak sendirian karena dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan."


" sialan ya itu anak baru, memang tidak ada kapoknya! memang harus dikasari baru sadar diri. aku sudah mengincar alkana sejak lama, dia yang anak baru malah main tikung saja." Sungut Sasha.


"Kak, itu Helena!" teriak Sherly.


alkana langsung berlari menuju Gadis itu dan mencengkram lengannya dengan kuat, membuat Helena merintih kesakitan. manik mata alkana benar-benar menunjukkan emosi yang sedang meluap, Helena meneguk salivanya dengan susah payah dia tidak menyangka jika alkana benar-benar akan melindungi Rania.


"lepas Kak." Helena berusaha memberontak namun cengkraman alkana semakin kuat.


plakkk.


tamparan keras mendarat di pipi Helena, membuat empat orang itu membulatkan matanya, sedangkan Sherly Alex dan Kenan langsung bertepuk tangan sambil menatap kagum ke arah alkana.


"di mana Rania?" tanya Sherly dengan penuh amarah.


"gila, sepertinya kau harus mikir-mikir lagi kalau mau dengan Sherly, lex. Bayangkan saja kau salah sedikit nyawamu langsung melayang ke akhirat." ujar Kenan masih dengan bertepuk tangan.


"tidak! pilihanku sudah tepat Kenan, nanti kalau aku dalam bahaya kan masih ada Sherly yang akan melindungiku." sahut Alex.


"apa apaan kalian menampar aku?" tanya Helena menatap tajam ke arah Sherly.


"aku sudah memperingatimu ya, jangan pernah menyentuh Rania atau mencari perkara dengan dia atau aku tidak akan segan-segan menghabisimu! Apa kau kira ancamanku hanya main-main saja, hah." ujar Sherly dengan menekankan nada bicaranya.


"jangan sok hebat ya karena kau dikelilingi oleh mereka, Kau kira aku takut."


"dasar Berandal sialan! di mana Rania kau sembunyikan?"


"aku tidak akan memperhitungkan kesalahanmu ini kalau kau memberitahu dan Rania baik-baik saja." hardik alkana.


"aku tidak tahu, Kak." jawab Helena ketakutan.


"aku tidak suka orang pembual! jika kau tidak memberitahuku Dalam hitungan ketiga, Jangan harap ada belas kasihan untukmu!"


"i-iya dia aku kunci di gudang." jawab Helena dengan gemetar.


"woii, kau dukun ilmu hitam putih. benar-benar tidak punya Attitude ya kau!" ketus Kenan.


"apa sih, sudah ayo!" Sherly menarik tangan kenan dan mengejar mereka yang sudah berlari lebih dulu menuju ke gudang.


Alex membulatkan matanya dan memberikan tangannya juga kepada Sherly dengan tersenyum, Sherly mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud dari Alex. lalu lelaki itu menarik tangan Sherly agar menggenggam tangannya juga.

__ADS_1


"aku tidak usaha tapi dipegang duluan sama Sherly, sepertinya Aura alkana sudah terbagi dengan diriku." Sindir Kenan tertawa.


Sesampainya di depan gudang, Alex melepaskan tangan Sherly dari Kenan dan menendang lelaki itu hingga kenan terjatuh di depan mereka.


alkana langsung membuka kuncinya dan Kevin masuk lebih dulu, dia mendekati Rania yang terduduk lemas di sudut ruangan. dia berjongkok dan menatap wajah gadis di hadapannya dengan Tatapan yang sangat dalam, "Rania kau tidak apa-apa?" tanya Kevin panik.


"kak Kevin? tidak apa-apa kok." manik mata Rania melirik ke arah alkana yang berdiri di dekat pintu, yang hanya menatapnya dengan Tatapan yang sulit diartikan namun tidak mau menghampirinya.


Dengan tubuhnya yang lemas dia mencoba bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah alkana, sedangkan Kevin menghembuskan nafasnya pasrah dan menikmatinya mengikuti arah Rania menuju.


Rania langsung memeluk tubuh alkana, lelaki itu mengulum senyum karena Rania lebih memilih dirinya dari pada kevin. sedangkan Sherly Alex dan juga Kenan langsung menutup mulut mereka dengan kedua tangan menyaksikan pemandangan yang sangat sensasional tersebut.


"kau pakai pelet apa Al?" celetuk kenan.


"dia tidak sepertimu, yang harus Memasang susuk agar ada yang tertarik denganmu!' Timpal Alex.


alkana mengurai pelukan itu dan tangannya menangkup wajah Rania, "kamu baik-baik saja kan?"


"ah elah, sudah pakai kamu sekarang ya." sewot Kenan.


"kak Kenan, dulu mamanya ngidam apa sih?" tanya Sherly.


"Kenapa? ganteng ya?"


"pasti ngidam makan tenggoret kan, makanya mulutnya berisik banget." ketus sherly.


"Aw aw aw.. sakit hati Babang Kenan!" ledek Alex dengan tertawa, Kenan langsung menendang bokong Alex karena kesal.


Rania menatap ke arah alkana dan menggelengkan kepalanya, lalu pandangan Rania beralih ke arah Sherly dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Aku kaget banget sih, sumpah! hampir saja terkena serangan jantung kecil, tapi kenapa bisa? Kapan kalian dekat? Ih gila ya kamu Rania, tidak ada cerita sama aku kelihatan kan bodohnya aku jadinya di depanmu." cerocos Sherly.


"emmm, nanti aku jelaskan ya."


"ya haruslah, kamu berhutang penjelasan padaku!" sahut Sherly.


"Kak alkana, dengan sangat susah hati nama kakak bakal aku hapus dari daftar kandidat calon suamiku." lirik Sherly dengan raut wajah yang dibuat seakan sangat sedih.


"bagus itu, gantikan saja jadi Alex Oke?" perintah Alex.


"iyuh, ogah!" sahut Sherly.


"kalau babang kenan, bagaimana?" tanya Kenan.


"tidak mau juga! masih ada kak Kevin soalnya." sahut Sherly.


Alkana melirik ke arah Kevin yang sedang menatapnya dengan tatapan peperangan, jemari alkana kembali memeluk tubuh Rania dan di dekapnya dengan erat. biasanya setiap ada wanita yang menyukai alkana dan juga Kevin, selalu Kevin yang memenangkannya karena alkana tidak tertarik sama sekali. namun jika itu Rania tidak ada tawar-menawar lagi.


"Ayo, aku antar ke kelas." ajak alkana.


"Rania, ingat ya Jika ada yang mengganggumu lagi, Katakan padaku." perintah alkana.


"Iya Kak."

__ADS_1


Kini Rania dikawal oleh empat orang yang setia padanya, Alex dan Kenan berjalan di samping kanan kirinya Sherly membuat Sherly menahan tawanya karena kedua orang itu terus saja bertengkar memperebutkan dirinya. Sesampainya di kelas, alkana mengantarkan Rania sampai duduk di kursinya dan tersenyum lembut ke arahnya.


"belajarlah yang rajin." alkana mengusap pucuk kepala rania dan langsung meninggalkan kelas itu.


siswi yang ada di kelas itu berteriak histeris karena melihat sikap alkana yang lembut tidak seperti biasanya, Rania meremas jemarinya karena merasa tidak nyaman dengan siswi di kelas itu yang terus memperbincangkan tentang dirinya dan alkana.


"Pakai susuk berapa lapis kau Rania?" tanya alisha.


"gila sih Kak alkana tuh ya, lembut banget tadi kayak cowok soft gitu padahal aslinya kan dia galak banget ya. anti disentuh lagi, di sapa juga tidak mau melirik, beruntung sekali sih kau Rania." ujar vina yang duduk di depan Rania.


Helena masuk ke dalam kelas dan menatap tajam ke arah Rania, sedangkan Sherly sudah berdiri dan ingin memberi pelajaran kepada Helena, namun Rania menahannya.


"duduk sher, dia bukan urusanmu. aku tidak ingin kamu terkena masalah hanya karena membela aku." ujar Rania.


"tapi aku kesel banget pengen aku bejek-bejek tuh mukanya." sungut Sherly.


"ingat orang tuamu, aku tidak mau kalau kamu mendapat masalah lagi." ujar Rania yang mengerti posisi Sherly.


Sherly menghembuskan nafasnya kasar dan kembali duduk, jam pelajaran telah dimulai mereka semua kembali fokus untuk mempelajari materi hari ini. Rania mampu menjawab dengan baik begitupun dengan Sherly.


.


.


.


Jam pelajaran pertama telah berakhir, dan bel istirahat pun sudah berbunyi. kelas kembali terlihat kosong semua siswa-siswi berbondong-bondong ke kantin, Helena yang baru saja kembali dari kantin dengan membawa minuman di tangannya menatap kedepan. ada rania dan juga Sherly dia langsung menyeringai, dan berjalan mendekati mereka berpura-pura menabraknya hingga minuman yang dia pegang tumpah di baju Rania.


"oops.. sorry aku tidak sengaja aku tidak tahu kalau kau lewat." ujar Helena.


"Helena kau sengaja kan? Lihat baju Rania basah jadi kotor lagi!" Ketus Sherly.


"Sherly, sudah tidak perlu dipedulikan nanti juga kering sendiri kok." ujarannya tersenyum manis.


Rania langsung menarik tangan Sherly untuk menuju ke kantin, mereka Langsung memesannya dan memakan makanan mereka hingga habis. lalu Rania membeli minuman yang sama dengan yang Helena bawa tadi.


"Rania kamu masih haus?" tanya Sherly.


Rania menyeringai dan menganggukkan kepalanya, "iya."


Setelah selesai membayar, mereka langsung menuju ke kelas dan manik mata Rania melihat Helena sedang berbincang dan juga tertawa bahagia. dia langsung menarik tangan Sherly dan melewati Helena.


"awwww."


Rania terjatuh dan menumpahkan minumannya ke tubuh Helena, hingga rambut wanita itu basah kuyup. Sherly membulatkan matanya lalu melirik ke arah Helena terlihat, Pak Nando akan berjalan melewati mereka membuat Sherly yang mengetahuinya semakin membulatkan matanya. lalu memikirkan cara agar Rania tidak terlihat bersalah.


......................


*****hari ini author up 2 eps,


sebenarnya udah di up dari pagi, tapi riview nya lama banget.


bantu support selalu yah

__ADS_1


makasih


__ADS_2