Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
biawak


__ADS_3

Setelah di perintahkan pergi oleh Kenan tadi, Helena kini duduk di bangku taman rumah sakit. dia tidak mau meninggalkan Kenan begitu saja, terlebih lagi dia tidak mau jika harus bolak-balik Karena perjalanan rumahnya menuju ke rumah sakit ini lumayan cukup jauh.


"Stefani ya? siapa Stefani?" tanya Helena.


"aaws." kepala Helena berdenyut saat menyebutkan nama itu.


kejadian kecelakaan berputar di otaknya, "Siapa yang kecelakaan itu? Kenapa Kepalaku sakit sekali? kejadian apa itu? Apa itu aku?" tanya Helena pada dirinya sendiri.


"Apa aku pernah kecelakaan? Apa mungkin itu sebabnya aku tidak bisa mengingat apapun, tante pasti bisa menjelaskan ini semua."


Dia kemudian melangkahkan kakinya berniat pergi dari rumah sakit untuk pulang ke rumah bibinya. sekitar 35 menit dia di perjalanan, sekarang Kini dia tiba di rumah yang dulu dia tinggali, namun sekarang dia lebih memilih ngekost dan bekerja untuk membayar kebutuhan hidupnya, dia tidak ingin merepotkan siapapun.


"tante." Panggil Helena sembari masuk ke dalam rumah.


"Helena, ada apa?" tanya tantenya yang ternyata sedang duduk di ruang tamu.


"apa Aku dulu pernah kecelakaan? dan apa Tante tahu kejadiannya? Apa benar aku pernah kehilangan Ingatanku?" tanya Helena to the point.


tante Helena Hanya duduk terdiam, kemudian menunduk. namun Helena langsung ikut menyusul duduk di sebelah tantenya.


"Tante jawab aku."


"Kejadiannya sekitar 8 tahun yang lalu, kamu sempat mengalami kecelakaan saat ingin pergi ke sini. sekitar 5 bulanan kamu koma di rumah sakit, dan kamu kehilangan ingatanmu. kamu hanya mengingat orang tuamu dan juga anak yang ada di foto. foto teman masa kecilmu, Kalau tidak salah namanya Kenan dan dulu teman masa kecilmu itu memanggilmu dengan nama Stefani, itulah yang tante ingat. Tapi semenjak kamu sadar, tante mengubah namamu menjadi Helena. karena tante tidak ingin kamu di temukan oleh neneknya Kenan." jelas tante merasa bersalah.


"Kenan?" tanya Helena dengan melebarkan matanya.


"apa yang ada di foto itu yang namanya Kenan? Kenapa tidak memberitahu Helena sejak dulu saat Helena tanya pada tante?" tanya Helena dengan nada tinggi.


"asal tante tahu, aku mencari tahu tentang dia dulu itu karena aku merasa aneh dengan kehidupanku. aku terkadang secara tiba-tiba mendapat sekilas ingatan, yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya. bisa jadi dia tahu jawaban dari semua pertanyaan ku, tapi kenapa Tante menghalanginya?" tanya Helena dengan tidak percaya.


"Helena, maafkan Tante." sesal Tante.


"kamu mau kan, tinggal di sini lagi?"


"tidak akan, aku sudah nyaman dengan tempat tinggalku yang sekarang. aku juga berterimakasih karena Tante mau membesarkan aku dulu. dan harta warisanku, Tante yang kuasai kan? maka dari itu Tante dulu mau repot-repot merawatku."


"kalian juga mengatakan pada orang-orang kalau kalian adalah orang tua asuhku, orang tua asuh macam apa?!" ketus Helena.


"ya sudah, aku hanya ingin mengatakan itu. terimakasih, aku pergi dulu."


Helena pergi dari kediaman yang dulu pernah menjadi saksi dia tumbuh, dia berniat pergi ke rumah sakit untuk menemui kenan.


sesampainya Helena di rumah sakit kembali, dia berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke ruang di mana kenan di rawat.


saat dia membuka pintu, dia mengernyitkan keningnya. kosong! tidak ada siapapun di sana.


"kenan!" panggil Helena.

__ADS_1


dia berjalan menyusuri setiap sudut ruang rawat itu, namun tetap saja kosong dia tidak menemukan siapapun.


saat manik matanya sibuk mengamati ruangan itu, ada seorang suster masuk yang sepertinya hendak membereskan kamar itu.


"sus, pasien yang di rawat di sini sebelumnya kemana ya?" tanya Helena.


"oh, pasien sudah pulang nona. pasien ingin di rawat di rumah saja." jelas suster itu.


"em, kalau boleh tahu alamatnya di mana ya sus?" tanya Helena lagi.


"kalau soal itu saya tidak tahu nona." sahut suster.


"oh, baiklah terimakasih sus." ujar Helena kemudian keluar dari ruangan.


dia bingung sekarang, entah akan kemana dia mencari kenan. dia bahkan tidak mengetahui alamat rumah Kenan.


"kenan kau di mana? aku merindukanmu." gumam helena sendu.


"ah, aku rasa kak Alex tahu. tapi, apa dia bisa membantuku ya? coba saja lah." putus Helena menghubungi Alex untuk menanyakan alamat rumah Kenan.


Helena segera menghubungi Alex, dia menunggu panggilan itu dengan tidak sabaran.


"ck, kemana sih dia ini!"


"halo! kak Alex ini aku Helena." teriak Helena saat panggilan sudah terjawab.


"kak Alex, cepat katakan di mana rumah kak Kenan? atau rumah neneknya, cepat katakan!" teriak Helena lagi.


Alex yang lagi-lagi mendengar lengkingan suara Helena pun, mengusap telinganya yang berdenging.


"kau bisa tidak sih, tidak usah berteriak. kau kira aku tuli?" ketus Alex kesal.


"tidak bisa! cepat katakan." jawab Helena tak kalah ketusnya.


"kenan tinggal di jalan xx-"


tut tut tut


sambungan telpon langsung di putuskan secara sepihak oleh Helena, Alex menggerutu karena ulah helena itu.


"dasar tidak tahu terima kasih. aku sumpahi kau suka sama kenan ya, biar tahu rasa." gerutu Alex.


Helena buru-buru keluar dari area rumah sakit, dia berdiri di tepi jalan raya untuk mencegat taksi. namun anehnya tidak ada satupun taksi yang melintas, hingga matanya tak sengaja melihat Kevin mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.


"kak keviiin!" Helena langsung berdiri tepat di depan motor Kevin, untung saja Kevin memiliki reflek yang baik hingga bisa mengerem dengan cepat.


"kak Kevin, cepat antarkan aku ini genting." ujar Helena yang langsung nangkring di atas motor Kevin tanpa di persilahkan.

__ADS_1


"apa-apaan kau ini, turun kau!" ketus Kevin.


"ayolah kak, hanya kali ini saja." mohon helena.


"kemana?" Kevin melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dia memiliki janji untuk bertemu dengan Sherly. dan untung saja masih ada waktu sekitar satu jam lagi.


"ke jalan xx, ayo kak cepat."


Kevin langsung menancapkan gas, dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. dia tidak ingin telat datang menemui Sherly, dia takut jika Sherly akan kecewa lagi padanya.


sesampainya mereka di alamat yang di tuju, mereka berdua bergegas turun. Helena membunyikan bel rumah dengan tidak sabaran, dia menekannya berulang-ulang. hingga pintu tampak di buka dari dalam, dan tampaklah kenan di sana.


"Kevin, Helena? ada apa kalian kemari?" tanya Kenan.


"ingatanmu sudah kembali?" tanya helena balik.


mampus aku ketahuan, dia bingung harus menjawab apa.


"hah? maksudnya?" tanya Kevin bingung.


"kak Kenan hilang ingatan."


"kau sudah mengingat semuanya?" lagi, Helena bertanya.


"a-aku hanya menebak saja, jadi benar ya nama lelaki itu Kevin?" sanggah kenan beralasan.


"jadi kau tidak mengingatku?" tanya Helena.


Kenan mengernyitkan keningnya, "apa maksudmu? tentu saja aku ingat, kau Helena kan? dan kau yang sudah membuat aku seperti ini."


"bukan tentang itu, kak."


"apa lagi? kau mau aku menyebut nama orang tuamu? ya mana aku tahu!" ketus Kenan.


*)wah wah akting yang bagus ya kenan :v


"ini aku kak, Stefani." ujar Helena dengan suara yang semakin lirih, karena manik matanya melihat nenek berjalan ke arah mereka.


"ada siapa kenan?" tanya nenek.


"ini nek, ada Helena yang di rumah sakit tadi." sahut Kenan.


"tadi kau bilang apa?" tanya Kenan pada Helena.


"biawak! nenek pelihara biawak?" tanya Kenan terkejut.


biawak itu datang bersama nenek, Helena dan Kevin ingin masuk, namun pintunya langsung di tutup kenan dengan kencang. jadi Helena dan Kevin tidak bisa masuk, mereka berdua pun kembali berjalan menuju motor. mereka berdua pun meninggalkan pekarangan rumah nenek.

__ADS_1


__ADS_2