Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
ketahuan!


__ADS_3

pagi yang cerah telah tiba, matahari sudah menunjukkan sinarnya. di kediaman pak Hary tengah di ributkan dengan suara pekikan pak hary di belakang rumah, membuat seisi rumah berlarian ke sumber suara.


"eh ada apa ini pak?" tanya Alex heboh.


"mati." sahut pak Hary dengan mengelus dadanya pelan.


"innalilahi, siapa yang mati pak? tetangga bapak ada yang mati?" tanya Alex lagi.


"yang sabar ya pak, memang begini lah hidup umur tidak ada yang tahu. jika yang di atas sudah berkehendak kita hanya bisa ikhlas." sahut Kenan bijak, dia jadi merasa bangga dengan dirinya sendiri yang bisa berpikir dewasa tentang hal seperti ini.


"ikan lele bapak yang mati." timpal Rania santai tanpa merasa bersalah.


"lah, ikan? eh iya itu lelenya sebanyak itu mati semua, kasihan sekali lelenya. sudah bapak yang sabar ya, mungkin lelenya ikut sedih jadi ikut menyusul ibu." sahut Kenan konyol.


Dino langsung menggeplak lengan kenan dengan kuat, "kau ini sembarangan saja."


sedangkan alkana, dia menatap istrinya yang nampak santai.


"kenapa tidak baik tutup saja kolamnya tadi malam?" tanya alkana yang sudah tahu siapa pelaku utama pembunuhan ini.


"sengaja tidak bapak tutup, karena biasanya kolam ini tempat pelampiasan Rania. tapi bapak tidak menyangka, ternyata ikannya malah sampai mati semua." ujar pak Hary menatap sendu ikan lelenya yang mati semua.


"hah? jadi maksud bapak, Rania yang membantai ikan ini semua?" tanya Alex membelalakkan matanya.


"gila, ya kau Rania. ganas sekali, ikan saja sampai kau ajak perang. kau perang dengan membawa senjata apa saja tadi malam?" cerocos Kenan heboh.


"kak Kenan berhentilah bicara, suaramu sangat berisik melebihi knalpot racing." ketus Sherly.


"Sherly jahat, Abang ngambek nih." Rajuk kenan dengan gaya surti yang datang kembali.


"iih, dasar waria." ejek Dino.


"Abang, banting dedek bwang muah." goda kenan dengan mengedipkan sebelah matanya pada Dino, dan bibirnya yang sedikit di monyongkan.


sedangkan Dino sudah mendekat ke samping alkana, dia bergidik ngeri melihat jiwa Surti telah kembali.

__ADS_1


tanpa mereka sadari, sudut bibir Rania tertarik ke atas melihat tingkah konyol Kenan. alkana yang menyadari senyuman tipis Rania, pun merasa sedikit lega. setidaknya rania sudah mau tersenyum walau hanya singkat, dan dia membiarkan saja tingkah konyol kenan.


"hah, sudah-sudah, kalian ini selalu saja ribut. Rania bukan perang sama lele bapak, tapi Rania yang menyerangnya. lihat itu, Rania menyerang lele peliharaan bapak dengan batu sebanyak itu, kolamnya sampai penuh dengan batu begitu." ujar pak Hary.


"loh, bapak tahu Rania yang membunuh lele bapak, kenapa bapak izinkan?" tanya Alex.


"itu sudah kebiasaan Rania, kalau kesal yang dia lampiaskan ke kolam ini." sahut pak Hary menjelaskan.


"wah, kebiasaan mu agak laen ya ran. membunuh banyak nyawa, hiii. untung bukan nyawa orang yang kau habisi." ujar Alex bergidik ngeri saat membayangkannya.


"itu motivasi yang bagus buat kau Al, kau buatkan lah kolam ikan yang besar di rumah kalian untuk Rania. kalau kalian sedang ribut terus Rania kesal, dia jadi melampiaskannya ke kolam bukan ke kau. bagus kan?" timpal Kenan memberi usul.


"tunggu-tunggu, dari mana kau tahu kalau kamu tinggal serumah? bukannya kau hilang ingatan? atau jangan-jangan kau membodohi kami, hah?" tanya alkana curiga.


"eh iya, aku juga baru sadar kau tadi bertingkah seperti Surti lagi, kau membohongi kami ya." tuduh Dino yang mana tuduhan itu benar adanya.


"e-eh kau bicara apa? aku tidak m-mengerti." kilah kenan


"oh iya pak, ini lelenya mau di apakan? mau di keluarkan dari kolamnya ya pak, kenan bantu ya." kenan berniat pergi dari sekumpulan orang-orang, yang tengah menatapnya tajam.


"kau, mau kemana?" sentak Sherly seperti ingin menelan kenan hidup-hidup.


glek! kenan menelan salivanya dengan susah payah, dia menatap ngeri mereka satu persatu.


'tamat sudah riwayatku.' batin kenan.


"itu, anu.. aku em.. itu mau bantu bapak, iya bantu bapak. Sherly kau itu harus kalem, dan lemah lembut." ujar Kenan dengan sedikit usaha mengalihkan perhatian mereka.


"ck, ngeles saja kayak bajaj kau ya. aku tidak bisa kalem kenapa memangnya, hah?" ketus Sherly.


Alex melepaskan tangan Sherly dari kenan, kini giliran Alex yang akan bertindak. Alex segera mengapit kepala Kenan di ketiaknya, hingga membuat sang empunya memberontak.


"ck, Alex sialan lepaskan aku. bisa-bisa aku mati ini, nanti kalau aku menyusul lele bapak bagaimana? terus nanti di makan kucing. kalian tega ya sama akuh, Abang tolong dedek bwang." kenan meminta tolong pada Dino yang sejak tadi anteng di samping alkana.


"ck, jujur dulu baru aku lepaskan kau." jetus Alex.

__ADS_1


"jujur apa sih bwang, dedek setia kok sama babang. hanya selingkuh sedikit saja sama dia." tunjuk Kenan pada Dino.


"cih, aku tidak suka sama waria modelan kau ya." ketus Dino.


"iih Abang jahat, babang lelex lepaskan Dedek ya, ketek abwang bau janji deh dedek tidak selingkuh lagi." pinta kenan dengan nada centil.


"cepat katakan Kenan." geram alkana.


Alex langsung melepaskan kenan dari apitannya, dia menatap kenan dengan agak ngeri.


"lepas dulu, aku belum siap menyusul lele bapak. kalian ini kenapa ganas-ganas sekali sih, sudah seperti banteng saja." gerutu Kenan.


kenan tengah mengatur napasnya yang sempat sesak tadi, saat dia mendongak dia di sambut dengan tatapan tajam alkana. biji mata alkana seolah akan keluar sekarang juga, membuat kenan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


kenan melangkah mendekat ke alkana, dan tanpa aba-aba dia langsung saja menggaruk kepala alkana secara agak brutal. membuat alkana ingin mengubur Kenan, bersama dengan ikan lele milik bapak mertuanya.


"eh? hehe salah deng, aku seharusnya menggaruk kepalaku sendiri, hehe." ujar Kenan merasa bodoh sendiri.


"kau mau mati ya!" sentak alkana.


kenan langsung terperanjat kaget, suara alkana yang dingin dan menggelegar itu membuatnya semakin bingung saja.


"haha, ya tidaklah. biar ikan bapak saja yang mati, aku di sini saja sama babang lelex. hehe." kenan terkekeh dengan menggaruk tengkuknya kembali.


"wah sepertinya kau benar-benar ingi mati ya, Lex ambil tali sana." perintah alkana.


"weh weh, kalem dong. kalian mau apa bawa-bawa tali segala, kalian jangan menganiaya aku dong. Rania, Sherly tolong dong." pinta kenan kelimpungan.


sedangkan yang di mintai tolong hanya diam dengan tenang, sembari meyaksikan apa yang akan alkana lakukan untuk memberi pelajaran pada si konyol ini.


"itu di belakangmu ada tali Al, langsung sikat sjaa lah." kompor Alex pada alkana.


alkana tersenyum menyeringai, lalu langsung mengambil tali yang ada di belakangnya.


alkana langsung mendekati kenan setelah berhasil menggapai tali tadi, dia masih tersenyum menyeringai yang nampak mengerikan di mata kenan. kenan meneguk salivanya dengan susah payah.

__ADS_1


__ADS_2