
"Hei Rania, Kamu mau ke mana Sayang? jangan ke sana." teriak alkana.
lelaki itu langsung mengejar Rania saat wanitanya itu tidak menggubris panggilan darinya. sedangkan Rania terus berjalan menuju tempat tersebut.
"sayang kamu Jangan sembarangan nyamperin orang di malam-malam begini, kalau itu orang gila yang tadi Bagaimana? atau bagaimana kalau itu bukan manusia?"
alkana mencekal tangan Rania agar tidak terus berjalan mendekati wanita itu, "tidak mungkin ada orang gila tahu, lagi pula mana ada hantu di sini, dia itu hanya sedang galau." Ketus Rania.
"tahu dari mana kamu kalau dia sedang galau?"
"ya kalau dia tidak galau, tidak mungkin termenung seperti itu, mas."
"sudah, tidak usah ke sana." tegas alkana.
Rania menepis tangan alkana dan menghampiri wanita itu, Dia menepuk pundak wanita itu dengan hati-hati, Rania membulatkan matanya begitupun dengan wanita yang ada di hadapannya kini.
"helena?" tanya Rania terkejut.
helena langsung melirik ke belakang dan melihat ada alkana juga di sana, membuatnya canggung dan gugup. Helena menepis tangan Rania dari bahunya.
"ngapain kau di sini sendirian?" tanya Rania.
"bukan urusanmu! kalian sendiri ngapain berduaan di sini?" tanya Helena dengan ketus.
"kami tidak hanya berdua, tapi ramai dengan yang lainnya juga."
"Lalu kenapa ke sini?"
" apa Kau mau bergabung dengan kami?"
"tidak Sudi! aku mau sendiri, Lebih baik kau pergi dari sini."
"sayang, Ayo kita pergi dari sini." ajak alkana.
"wanita seperti itu tidak pantas mendapat kebaikan dari kamu." alkana menarik tangan rania agar pergi meninggalkan tempat tersebut.
Rania dan alkana langsung berjalan kembali menuju ke tenda mereka, sedangkan helena menata punggung mereka yang berjalan menjauh darinya.
wanita itu menghela nafas panjang dan langsung berdiri untuk memperhatikan tempat mereka camping, dan Suasananya yang bagus membuatnya menjadi iri. lalu dia berdecak kesal dan meninggalkan tempat itu.
Setibanya alkana dan Rania di tempat mereka tadi, mereka Langsung berkumpul semua di tengah-tengah dan memandang makanan yang di bawa oleh alkana dengan mata berbinar.
"Wow itu kesukaanku semua." ujar Sherly histeris dengan mata berbinar senang.
"aku?" tanya Alex.
"iya kau, kesukaan orang gila tadi." sahut Kenan sambil mengusap kasar wajah lelaki itu.
"ck, sialan! Jangan ingatkan aku lagi dengan wanita gila itu, Ken."
"kenapa? susah move on kau?" tanya Kenan.
"ck, berandal sialan." Alex langsung mengusap kasar balik wajah Kenan dan mendorongnya, lalu mengambil alih tempat duduk kenan dan berdekatan dengan sherly.
__ADS_1
Alex menaik turunkan alisnya ke atas bawah, dan tersenyum manis ke arah Sherly. membuat wanita itu bergidik ngeri dan menutup wajah Alex dengan penutup hoodie yang di kenakan oleh lelaki itu.
"sherly parah sekali kau ah." sungut Alex.
"Makanya kak jangan seperti itu, nanti aku bisa mimpi buruk."
"Hei tadi aku melihat Helena di tempat ini juga loh." ujar Rania.
Kenan dan Alex begitu pun dengan Sherly langsung menatap rania dengan serius, ingin mendengar kelanjutan yang akan di katakan oleh Rania, namun sudah beberapa menit lamanya Rania tidak melanjutkan ucapannya.
"kalian semua ini pada kenapa sih?" tanya Rania mengerutkan keningnya heran.
"ya kau berbicara setengah-setengah, sudah jelas kami menunggu kelanjutan dari ceritamu." Ketus Sherly.
"ya tidak ada kelanjutannya, hanya itu saja." sahut Rania santai.
"Apa mungkin jangan-jangan ada pasien yang membutuhkan tenaga ilmu hitam putihnya di sini?" tanya Kenan.
"Kenapa begitu?"
"ya kan dia dukun ilmu hitam putih, atau jangan-jangan orang gila itu tadi pasiennya si Helena." ujar Kenan.
"Hei kau kalau berbicara sembarangan terus deh." hardik Sherly.
"dia di mana memangnya, ran?" tanya Sherly pada Rania.
"dia duduk di sana, memandang langit. mungkin sedang galau, Tapi apa rumah dia ada di sekitar sini ya?"
"dia itu aneh sekali ya orangnya, kadang misterius begitu, kadang menyebalkan. kadang membuat orang ingin menampar wajahnya, kadang juga aku pernah melihat dia menangis di kelas sendirian, tapi saat aku datang dia langsung pura-pura seperti tidak terjadi sesuatu apapun." jelas sharly.
"namanya si dukun ilmu Hitam Putih yang memiliki dua kepribadian ganda, ya jadi seperti itu. jangan heran lagi." sahut Kenan.
"aku doakan semoga kau berjodoh dengan dia, biar tahu rasa.x Timpal Alex.
"iiih ogah! Lebih baik aku menikah dengan nenek-nenek umur tujuh puluh tahun atau tidak menikah sama sekali."
"Memangnya nenek-nenek itu mau sama kau? yang ada umurnya langsung pendek karena melihat kelakuanmu yang seperti ini nauzubillah." sahut Alex.
"ck, dasar kau brandal sialan!"
kenan ingin sekali memukul Alex namun langsung di hentikan oleh alkana.
"Sudahlah kalian berdua, jangan bersikap seperti anak umur 2 jam. cepat makan itu makanan kalian, agar tidak ribut terus!" alkana.
mereka Langsung terdiam dan mulai memakan makanan mereka, malam itu malam yang terlihat sangat terang karena banyaknya bintang yang indah dan juga bulan yang membentuk sempurna.
Mereka berlima sedang berbaring dengan berjejer, sedang menikmati pemandangan langit yang indah. Rania tersenyum manis saat keinginannya melihat langit seperti ini telah terwujud.
"sayang kamu tahu, langit itu tidak akan seindah saat ini kalau bukan karena adanya kamu." ujar alkana dengan tersenyum manis.
seketika tiga Jomblo itu langsung terbatuk dan berdehem, mereka juga mengucap istighfar berulang kali membuat alkana mengangkat kepalanya untuk menatap mereka semua.
"kenapa kalian mengucap istighfar? kalian kira aku setah, hah." ketus alkana.
__ADS_1
Kenan melengos dan menatap Alex, "aku baru tahu ternyata selama ini."
"selama ini apa?" tanya Alex.
"selama ini kita di takdirkan untuk selalu bersama." jawab Kenan centil.
Alex langsung menoyor kepala Kenan dan menendang bokongnya agar segera menjauh darinya.
"Aku bukan laki-laki sembarangan yang bisa kau rayu seperti itu, pengecualian untuk alkana."
alkana yang mendengarnya langsung melemparkan apa saja ke wajah mereka berdua, karena merasa ucapan mereka semakin melantur.
"Sudahlah tidur sana, sudah jam berapa ini." Ujar alkana.
semua telah masuk ke dalam tenda mereka masing-masing, begitupun juga dengan alkana dan juga Rania yang sedang tidur di tenda yang terpisah. setelah 1 jam lamanya, Kenan Kembali keluar dan memastikan jika Sherly telah tidur dan dia langsung menyuruh Rania keluar agar bisa tidur di tenda milik alkana.
"Rania keluar cepat l, aku kawal sampai mendarat dengan aman tepat di tenda alkana." ujar Kenan pada Rania.
"wah, makasih Kak kenan." ujar Rania tersenyum lebar.
Rania langsung masuk ke dalam tenda alkana dan memeluk suaminya yang belum juga tertidur, "Kamu belum tidur mas?"
alkana menggelengkan kepalanya dan langsung membawa wanita itu ke dalam dekapannya.
"Kenapa kamu bisa sampai di sini, sayang?"
"Kak Kenan yang memastikan keadaannya aman." jawab rania.
"sekarang, di mana dia?" tanya alkana.
"di luar mungkin."
"Ya sudah, biarkan saja dia. ayo kita tidur."
alkana memastikan jika Rania sudah tertidur baru dia ikut memejamkan matanya.
di luar, kenan tidak bisa tidur dia memilih untuk mengerjai Alex terlebih dahulu baru dia pergi tidur. dia langsung mengetuk-ngetuk tenda dengan brutal dan juga membuat cahaya dengan ponselnya. Alex terkejut dan langsung terbangun.
"Allahu akbar! Ken, Kenan lihat itu apa di luar tenda?" tanya Alex bergetar ketakutan.
"Kenan-" dia langsung menoleh ke belakang mencari keberadaan Kenan, namun tidak ada.
"ck, brandal sialan satu itu ke mana lagi malam-malam begini? Jangan bilang dia di culik oleh wewe gombel." Alex berteriak.
"apaan sih kau, malam-malam begini teriak seperti itu." Ketus Kenan yang baru saja masuk.
"itu ulah kau kan tadi." tuduh Alex.
"enak saja kau!" kilah Kenan.
saat mereka asik berdebat, bayangan asap yang tadi muncul lagi walaupun kini Kenan telah masuk ke dalam tenda.
"sialan! ada lagi itu Kenan." sungut Alex yang kembali ketakutan.
__ADS_1