Perjodohan Siswa SMA

Perjodohan Siswa SMA
pertemuan


__ADS_3

"a-apa? em m-memangnya aku ada ya, bilang begitu?" tanya Rania gugup.


Sherly langsung mengangguk dengan cepat dan menatap rania dengan tatapan yang sulit diartikan, "jujur sama aku Ran, banyak sekali kejanggalan yang aku temui akhir-akhir ini antara kamu dan kak alkana."


"y-ya mungkin perasaan kamu saja, sher. kata calonnya ketinggalan, jadinya aneh banget ya?"


"hmm, kamu yakin tidak ada yang mau di ceritakan padaku? kamu menganggap aku temanmu kan?" tanya Sherly serius.


Rania mengalihkan pandangannya dan tertawa kecil, "kamu ini apaan sih, pertanyaannya aneh sekali. ya sudah ayo kita pulang saja, aku sudah lelah sekali."


"rumah kamu di mana?" tanya Sherly.


"r-rumah ku? rumah ku ya tidak aku bawa ada di tempatnya sekarang."


"aku sedang tidak bercanda ya Ran, kalau memang kamu menganggap aku teman Pastinya kamu akan memberitahu aku tentang rumahmu, karena selama ini kamu tidak membiarkan aku tahu rumahmu."


"Sherly, kamu kenapa jadi begini sih?" kamu kenapa?"


"aku hanya merasa kalau kamu memang tidak menganggap aku temanmu, jadi selama ini aku salah paham dengan pertemanan kita."


"oh astaga, kenapa kamu jadi dramatis begini sih sher? ya sudah, ayo aku kasih tahu rumahku kalau memang kamu pengen sekali tahu." sahut Rania dengan serius.


"ya sudah ayo."


Rania menghela nafasnya panjang dan menatap Sherly yang sudah berjalan lebih dulu, "mungkin cepat atau lambat, kamu akan tahu kebenarannya. tapi maaf, untuk saat ini aku tidak bisa menjamin kalau kamu akan menjaga rasa rahasia ini. aku akan memberitahu nanti, jika waktunya sudah tepat, Sher."


"Rania, ayo cepat!" teriak Sherly yang sudah berada jauh di depannya.


"iya sabar." rania langsung mempercepat langkahnya dan menyeimbangkan dirinya dengan Sherly.


ponsel Rania tiba-tiba berbunyi dia langsung melihatnya dan mengerutkan keningnya, saat panggilan masuk tersebut dari Pak Nando.


"Sherly, sebentar ini Pak Nando menelponku." Rania langsung menjawabnya dan mendekatkan ponselnya ke telinga.


dia mendengarkan dengan seksama informasi yang diberikan oleh gurunya itu, setelah Rania selesai berbicara dengan Pak Nando sherly langsung menghampirinya.


"kenapa Ran? ada apa?" tanya Sherly kepo.


Rania langsung menarik tangan Sherly untuk kembali pulang, hari ini dia sangat lelah bahkan untuk menjelaskan sesuatu saja dia tidak ingin. Sherly mengerutkan keningnya dan menatap raniadengan raut wajah kebingungan.


"Rania, ada apa sih? Pak Nando kenapa menghubungimu?"


"tidak apa-apa, ayo cepat kita pulang, aku sudah lelah sekali." ajak rania.


"tunggu, ponselku berdering." Sherly langsung mengangkat panggilan telepon dari Papanya.


"iya, halo Pa."

__ADS_1


"iya-iya Sherly pulang sekarang, lagi pula ini sudah sampai di bandara juga kok." ujar Sherly saat mendengar ucapan Papanya.


Sherly langsung mematikan sambungan teleponnya dan menatap Rania, "ran, Sorry ya. aku sepertinya tidak bisa ke rumahmu sekarang, Oma ku sedang sakit aku langsung pulang duluan ya."


"iya sher, tidak apa-apa. semoga lekas sembuh Oma kamu ya, sherly." Rania melambaikan tangannya dan menatap kepergian mobil Sherly dengan tersenyum lega.


"akhirnya dia tidak jadi ke rumahku, aku sepertinya pulang ke rumah mama saja deh. biar besok bisa memberi kejutan di sekolah untuk mas alkana, argh pak Nando, juga kenapa semakin membuat pusing saja." keluh rania.


besok Rania diminta datang ke sekolah untuk menampilkan sebuah dance, padahal Rania tidak bisa ngedance sama sekali. Rania langsung, menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menghela nafas pasrah.


"baru juga pulang dari luar negeri, harusnya di beri waktu untuk istirahat. masa iya besok disuruh masuk dan menampilkan dance Solo pula, ahh tidak jelas guru satu itu." gerutu Rania.


Rania langsung masuk ke dalam taksi untuk menuju ke rumah mertuanya, dia menatap jalanan dengan tatapan kosong Rania masih cemas dengan permintaan Pak Nando itu. sebenarnya yang meminta Rania menampilkan sebuah dance adalah bu Rani, namun, beliau menyuruh pak Nando guru killer yang tidak bisa dibantah perintahnya untuk menyampaikannya kepada orangnya.


"apa aku bisa? bisa apa? bisa malu-maluin gitu?" gerutu Rania.


"pak sesuai alamat ya, kalau bisa kecepatannya ditambah lagi ya Pak." Rania sudah ingin segera merebahkan dirinya di atas ranjang dan berlatih dance untuk besok.


sesampainya Rania di rumah mertuanya dia langsung membayar taksi tersebut dan membunyikan bel rumah, pintu terbuka dan memperlihatkan Dino dengan raut wajah yang datar namun saat dia melihat Rania yang datang ekspresinya langsung berubah drastis.


"woah, kakak ipar!" teriak Dino sumringah bahagia.


"hah? Kakak ipar?" tanya Ria dengan mengerutkan keningnya bingung.


"siapa yang datang, Dino?" tanya Silvi yang melangkahkan kakinya ke depan rumah.


"Rania? sayang sini, mama kangen sekali sama kamu." Silvi langsung memeluk Rania dengan hangat begitupun sebaliknya.


Dino menatap datar ke arah Hendra, namun ditatap balik dengan tatapan tajam.


"mau apa kamu, Dino?"


"hehehe, om ini tidak seru! kan Itu ada kakak ipar, aku mau ikut peluk juga." sahut Dino.


"kamu mau di gampar sama alkana?" tanya Hendra dengan serius.


Dino langsung meneguk salivanya dan menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"oh ini sepupu mas alkana, ya ma?" tanya Rania.


"iya sayang, dia namanya Dino. anaknya suka usil, kamu harap maklum ya." ujar Silvi tersenyum.


"kakak ipar tenang saja, nanti akan Dino jaga untuk kak alkana kalau di sekolah. karena kita akan satu kelas." ujar Dino sumringah.


"oh ya? benarkah? ini berita buruk atau berita baik ma?" tanya Rania dengan raut wajah yang serius.


Hendra dan Silvi langsung tertawa dan meledek Dino membuat lelaki itu juga ikut tertawa, "anggap saja, ini berita baik dan buruk sekaligus."

__ADS_1


.


keesokan harinya, Dino pergi ke sekolah bersama dengan Rania. wanita itu terus memperhatikan parkiran mencari mobil suaminya, "dia belum datang ya?"


"sepertinya sudah, dia naik motor. itu di sana motornya, coba lihat." Dino menunjuk motor milik alkana.


"oh iya, itu motor dia. eh kau dapat peran juga kan di drama alkana?"


"iya, jadi dayang sumbi. kurang asam sekali, citraku menjadi buruk gara-gara peran itu." gerutu Dino.


rania tertawa kecil dan langsung menyemangati lelaki itu, "untung kau tidak jadi selir nya alkana, haha."


"ya sudah kalau begitu aku duluan ya, jangan bilang sama kak alkana lo."


"iya oke, aman kakak ipar."


"jangan panggil aku seperti itu kalau di sekolah, kalau kau memanggil seperti itu lagi, habis kau nanti aku buat!" ancaman Rania dan dia langsung melangkahkan kakinya.


"wah, njir! tidak lakinya tidak bininya, sama saja suka mengancam." Dino menggelengkan kepalanya dan langsung ikut melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.


sesampainya di ruang ganti, Dino membulatkan matanya saat melihat Kenan yang telah di poles menjadi seorang wanita. dia langsung tertawa terbahak-bahak.


"cantik sekali kau, astaga kalau tidak mengingat kau Samsudin saja sudah aku ajak kau ke KUA."


"hei, anda kira saya wanita apaan." ketus Kenan bergaya centil.


Alex mendekat dan menoyor kepala Canon, "lakukan dengan benar ya, awas saja kau nanti di panggung malah goyang ngebor."


"lah, mas pangeranku kan lebih suka sama goyangan ngebor ku." sahut kenan dengan centil menirukan goyangan ngebor.


alkana yang melirik ke arah kenan langsung merinding dan bergidik ngeri, "aku tampol kepala kau mau?"


tiba pentas seni dimulai dan diawali dengan berbagai kata sambutan, hingga langsung memulai pertunjukan tersebut.


"alkana kemari kau, cepat berdiri sebentar lagi kita yang tampil." perintah kenan.


"jangan kau lah yang menyuruhku, merinding anjir." ketus alkana.


Alex tertawa keras dan langsung membulatkan matanya saat melihat sosok Rania ada di depan pintu ruangan dengan senyum manis, "Rania."


alkana langsung menolehkan kepalanya dan berdiri tegak, manik matanya melebar dan langsung berjalan mendekat ke arah wanita itu. Rania terus tersenyum ke arah alkana dan lelaki itu langsung membawa rania ke dalam pelukannya.


"wow, tutup mata kau surti nanti kau cembokur." Dino langsung menutup mata kenan rapat-rapat dengan penuh tenaga menggunakan tangannya.


.


.

__ADS_1


hai kakak² para pembaca setia pasangan Alkana&Rania.


untuk 3 hari ke depan author libur dulu ya. jangan lupa dukungannya, like, komen dan vote-nya Noona tunggu🥰🙏


__ADS_2