
Rania hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dia melirik ke arah alkana yang hanya memasang wajah datar dan tidak ingin memberikan klarifikasi apapun membuatnya menepiskan tangan lelaki itu dari bahunya.
"jangan Rania! alex dengan si Tuti saja." sahut Kenan.
"Tuti? kau sudah punya pacar Lex?" tanya alkana.
"ya sudahlah, kau tahu pacarnya? beeuh tidak kalah lah pokoknya sama Rania, menggemaskan dan memiliki poni rambut penghalang Sinar UVA dan UVB." jawab Kenan membanggakan Tuti.
"kok kalian tidak ada yang bercerita padaku?" protes alkana.
"Memangnya, pacar nya Kak Alex poninya pakai sunscreen?" tanya Rania polos.
"Diam tidak kau, hah!" Alex langsung mengejar Kenan yang berlari menghindari dirinya, kenan terus mengejek dan terus tertawa.
"kemari kau Berandal sialan!" teriak Alex.
"dia masih sering video call kau terus tidak?" tanya Keenan lagi dengan tertawa keras.
"ini semua gara-gara kau sialan." umpat Alex.
"mereka kenapa berlarian sih? Memangnya Tuti itu siapa? Mas alkana kenal?" tanya Rania berbisik. alkana menggelengkan kepalanya Dan manik matanya terus mengikuti arah kedua temannya yang sedang berlari itu, lalu saat alkana kembali sadar dengan rencananya dia langsung menggenggam tangan Rania kembali.
"Mas apa-apaan ini?" tanya Rania.
"hari ini kita resmi berpacaran, Aku mau semua orang tahu kalau kamu adalah pacar alkana Vano Anggara, agar tidak ada yang berani mendekati kamu lagi termasuk Kevin."
"apa sih, segitunya banget cemburu."
"Siapa yang cemburu? tidak ya, Aku tidak cemburu." jawab alkana tidak mau mengakuinya.
"tidak mau mengaku lagi!"
"tapi kalau sasha tahu bagaimana? dia pernah membawa aku ke Rooftop dan melakukan hal sesukanya padaku, karena masalah kak Kevin dan sekarang kalau dia tahu kita pacaran bisa-bisa dia melakukan hal yang lebih dari pada waktu itu." ujar rania dengan khawatir.
"tidak akan ada yang bisa menyakitimu, Rania." alkana langsung menarik tangan rania, dan mereka bersama berjalan menyusuri koridor sekolah. semua siswa menatap Rania dengan tatapan yang tajam dan juga iri.
"Pakai pelet Apa itu si anak baru, bisa-bisanya gandengan tangan dengan alkana?"
"kalau sampai si Sasha tahu, habis dia." ujar salah seorang siswi.
"Entahlah tidak tahu malu sekali dia, Kevin dan alkana diembat semuanya. padahal kan sudah jelas beritanya Kalau alkana dan Kevin hanya menyukai Sasha." sahut siswi lainnya.
"Eh, tapi kalian memangnya tidak lihat ya berita itu sudah dihapus dan tidak ada lagi di sosial media DarmaYudha? tapi aku tetap dukung Sasha dengan alkana sih, anak baru itu kan dari kampung tapi gayanya sok banget."
"mau apapun yang kalian katakan, aku tetap iri sama anak baru itu! ah aku yang satu kelas dengan alkana saja hanya bisa melihat dia dari jauh, setiap pagi itu selalu banyak yang memberi coklat atau sarapan kemeja alkana tapi semuanya selalu dibuang atau tidak dimakan oleh Kenan dan Alex. dan sekarang tiba-tiba dia bergandengan tangan dengan cewek kampung itu, Aneh banget nggak sih."
Rania terus saja mendengar celotehan para siswa-siswi DarmaYudha tentang kedekatannya dengan alkana, dia merasa tidak nyaman namun saat melihat wajah suaminya itu dia mengukum senyumnya dan menggenggam erat tangannya, membuat alkana melirik ke arah Rania dan menaikkan satu alisnya.
"bukannya kakak Pacar, rania ya? jadi jangan pernah jauh-jauh." ujar Rania dengan suara yang sedikit kencang, agar siswi tukang gosip itu mendengarnya.
alkana mengulum senyumnya dan melepas genggaman tangan mereka, saat sudah sampai di depan kelas Rania, Kenan dan Alex tiba-tiba menyusul mereka dengan nafas yang tersenggal.
"Ya sudah kamu masuklah sana." perintah alkana.
"belajar yang rajin ya, sayang." Alex Melambaikan tangannya pada Rania.
"Iya, kalau misalnya Dedek Rania kesulitan mengerjakan soalnya, hubungi Babang Kenan saja ya." Timpal kenan.
__ADS_1
alkana yang Mendengar hal itu langsung berdecak kesal dan mengapit kepala kedua temannya itu di ketiaknya, dan langsung membawa mereka menuju ke kelas. sedangkan Rania hanya tertawa kecil dan langsung masuk ke dalam kelasnya, saat dia telah duduk di kursinya tiba-tiba Helena menggebrak meja Rania dengan kuat.
"Otak kau terbuat dari apa sih? tidak bisa mikir atau bagaimana? apa perlu aku membawa kaca agar kau bisa mengaca, hah?"
"Apa maksudmu?" tanya Rania.
"kau pacaran dengan kak alkana?" tanya Helena dengan Tatapan yang tajam.
Rania menghembuskan nafasnya pelan lalu langsung berdiri dan menatap kembali ke arah Helena dengan tersenyum miring, "Iya aku dengan Kak alkana pacaran lalu apa masalahnya denganmu?"
"berani sekali kau!" Helena langsung menarik tangan Rania dan membawanya ke gudang, Sesampainya di gudang Helena mencampakan tubuh Rania hingga dia terjatuh ke lantai dan menguncinya dari luar.
Rania menggedor-gedor pintu tersebut, "Helena buka pintunya!"
"Helena bercanda mu tidak lucu ya! kau tidak punya hak mengatur kehidupan orang lain." teriak Rania.
"Helena buka."
" kau puas-puaskan di dalam sana, agar kau bisa sadar diri, alkana tidak pantas denganmu. seharusnya kau lebih baik mundur daripada hidupmu tidak akan tenang seterusnya." ancam Helena.
wanita itu langsung meninggalkan gudang tersebut dan membiarkan Rania sendirian terkunci di dalamnya, Rania terus saja berteriak agar ada seseorang yang mendengarnya dan membukakan pintu tersebut.
di dalam kelas, Sherly mencari keberadaan Rania.
"orangnya mana ya? Ini tas dan ponselnya ada di atas meja, ada yang lihat Rania tidak?" tanya Sherly pada temannya satu kelas.
namun tidak ada yang menjawab, Sherly melihat Dani Dan Rehan baru saja masuk ke kelas, "woi kalian berdua lihat Rania tidak?"
" kami? ya tidaklah, baru juga masuk."
"Memangnya calon makmum ku, ke mana?" tanya rehan.
"ke toilet mungkin, sher." sahut Dani.
"Oh iya, mungkin ya." ujar Sherly dan kembali duduk di kursinya sambil memainkan ponsel menunggu Rania kembali masuk.
"Eh kau dengar berita tidak sih? itu si Rania dengan Kak alkana pacaran." ujar siswi lain di kelas itu.
"Ah serius kau?"
"iyalah, makanya tadi si Rania ditarik sama Helena."
Sherly langsung membulatkan kedua bola matanya dan mendekati mereka, "apa yang kau katakan tadi, Rania ditarik oleh Helena? ke mana?"
"Aku tidak tahu Dibawa Kemana, hanya yang jelas Helena yang membawa Rania."
"sialan! Berandal itu tidak ada habisnya membuat ulah." umpat Sherly.
Sherly langsung keluar kelas dan mencari ke toilet wanita untuk menemukan Rania, sesampainya dia di dalam toilet dia tidak menjumpai orangnya ataupun Helena. dia kembali berlari keluar mencari Rania di sekitar area sekolah, "eh Tunggu ada yang lihat Rania tidak?" tanya Sherly.
"Rania? anak baru itu? tadi aku lihat jalan dengan Kak alkana berdua, setelah itu tidak tahu kemana."
"Oh terima kasih ya."
sherly langsung menuju ke kelas XXI unggulan untuk mencari keberadaan alkana. manik matanya melihat Alex dan juga Kenan sedang berkumpul di bawah pohon, dia langsung berjalan menuju ke arah mereka dengan sangat tergesa-gesa. di sana Alex langsung membulatkan matanya.
"Eh, dedek sherly apa kabar?" tanya Alex tersenyum manis.
__ADS_1
"baik Kak, kak alkana nya ada?"
"alkana lagi alkana lagi!" keluh Alex.
" Memangnya ada urusan apa Ya?" tanya Kenan serius, karena melihat raut wajah Sherly yang khawatir.
"ada urusan penting! Rania tidak ada di kelas, katanya dibawa oleh Helena dan ada yang bilang dengan ke alkana. jadi aku mau memastikan keberadaannya, Rania benar dengan Kak alkana atau tidak." jelas Sherly.
"si dukun hitam putih itu, membuat ulah lagi?" tanya Kenan.
"dukun hitam putih? siapa itu?" tanya Sherly polos.
" itu si Helena." sahut Alex.
"dia itu kekurangan pasien, makanya sifatnya anarkis. alkana harus tahu ini jangan sampai kejadian seperti sebelumnya lagi, bisa habis kita Alex, karena sekarang posisinya sudah berbeda." ujar kenan.
Kedua lelaki itu langsung masuk ke dalam kelas untuk mencari keberadaan alkana, namun menikmatinya langsung melebar dan menepuk jidat saat melihat alkana dan Kevin kembali ribut, Sherly ikut menyusul mereka dan memisahkan Kevin dan alkana.
"ayang Kevin, mundur dulu ya. ini lagi penting, jangan cari ribut dulu." ujar Sherly memisahkan mereka berdua.
"kak alkana, Rania mana?" tanya Sherly to the point.
"maksudmu mana itu apa? tentu saja dia di dalam kelas nya!" jawab alkana emosi.
"Rania tidak ada di dalam kelas, bahkan ada yang mengatakan dia dibawa oleh Helena."
"sialan, mereka!" umpat alkana.
"Rania dibawa oleh Helena ke mana?" tanya Kevin ikutan cemas.
"kau tidak perlu tahu, jangan ikut campur urusan pacarku!" ujar alkana menekankan suaranya kepada Kevin.
"kau curang dan aku masih punya kesempatan untuk merebut Rania kembali!" sungut Kevin.
"Berandal, sialan!" alkana memukul keras wajah Kevin dengan emosi, Kenan dan Alex langsung menahan tubuh alkana dan memerintahkan di Sherly untuk menahan tubuh Kevin.
"kalian kenapa malah ribut sih? nasib Rania Bagaimana? cari si Sasha!" perintah Sherly.
" Ada apa bawa-bawa Namaku, Hah?" tanya Sasha yang baru saja masuk.
alkana melepaskan tangan kenan dan Alex dari tubuhnya dan berjalan menuju ke arah Sasha dengan Tatapan yang tajam, "di mana Rania?"
"Rania? anak baru itu? Hahaha, kenapa kau menanyakan dia padaku, memang aku baby sitternya apa?"
"cepat katakan dimana Rania!"
"sherly bilang, Helena membawa Rania pergi dari kelas, pasti ada hubungannya denganmu kan!"
" alkana Kenapa sih memikirkan anak kampung itu terus, lagi pula nih ya aku kan baru datang ya Mana mungkin aku tahu kalau Helena membawa Rania pergi. kau kenapa sih Perhatian sekali pada anak kampung itu?" tanya Sasha yang belum mengetahui hubungan alkana dan juga Rania.
"sudahlah, berbicara dengan boneka Mampang tidak ada gunanya. Kak, lebih baik kita mencari Rania langsung." ujar Sherly.
alkana menganggukkan kepalanya setuju, dan kini mereka semua pergi meninggalkan kelas begitupun dengan Kevin. sedangkan Sasha membulatkan kedua bola matanya menetap tajam ke arah Cherly.
"Woi apa kau bilang? berani sekali kau ya!" teriak Sasha.
......................
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote ya.
makasih supportnya