Perjuangan Cinta Sang Ceo

Perjuangan Cinta Sang Ceo
Barisan para mantan part 2


__ADS_3

"Oh, mantannya. Sayang ya! Cuma jadi mantan. Aku dong! Istrinya Angga Dwipangga," ujar Amalia dengan pedenya memperkenalkan dirinya pada Purnama. Seketika gadis itu melengos mendengar ucapan wanita di depannya itu.


"Maaf ya Purnama, kita permisi dulu!" pamit Angga menarik tangan istrinya. Amalia jadi kesel, karena suaminya seakan tidak suka dengan ucapannya tadi.


"Kenapa Mas? Kamu keberatan aku bilang kayak gitu pada wanita itu?" tanya Amalia ketus, kemudian melepaskan tangannya dari genggaman suaminya.


"Bukan begitu sayang. Aku cuma gak mau terjadi keributan disana. Sekarang kita ambil melon nya aja, ya. Setelah itu kita pulang," kata Angga yang mulai melihat ada yang tidak beres pada istrinya.


"Bilang aja gak suka. Pake ngeles segala," gerutu Amalia menjauh dari Angga. Angga langsung mengejarnya. Dia tidak mau kalau istrinya menjadi salah paham lagi. Baru saja baikan, sekarang udah bertengkar lagi.


"Sayang! Jangan ngambek dong! Ya udah kita gak jadi pulang. Kalau kamu masih mau disini." Angga berusaha meraih tangan istrinya tapi Amalia semakin menjauh. Hingga suara teriakan disusul tangisan seorang anak kecil menghentikan langkahnya.


"Aduh!! Hua...Hua...." Azka yang tidak kuasa mengejar orang tuanya yang sedang bertengkar, akhirnya tersungkur di tengah-tengah pohon melon. Ayah, bundanya langsung menghampiri dia. Dan langsung dibopong untuk dibawa ke pondok.


"Azka!! Sayang, gak apa. Kan, Nak!" Teriak Angga panik.


"Sakit Ayah!" Keluhnya memegangi lututnya yang sedikit tergores.


Saat sudah ada di pondok. Angga langsung memeriksa bekas luka anaknya. Amalia, segera mengambil tissue basah dari dalam tasnya untuk membersihkan darah yang ada di lutut anaknya.


"Sayang, kita bawa aja ke mobil. Biar kita obati disana!" Ujar Angga mulai berdiri dari tempat itu. Kemudian dia membawa anaknya ke mobil. Amalia pun menyusulnya di belakang.


Azka sudah berhenti menangisinya. Hanya saja masih meringis kesakitan menahan perih di lututnya. Setelah di mobil, Angga mengambil kotak p3k yang ada di laci mobilnya. Di bukanya kotak, dan dia mengambil Betadine dari dalam kotak itu. Setelah itu, dioleskan Betadine nya ke kapas kemudian dibalutkan dilutut anaknya.

__ADS_1


"Untung gak sampai sobek," ujar Angga memeluk anaknya. Melihat kejadian itu, Amalia menjadi merasa bersalah. Lagi-lagi gara-gara dia, anaknya terluka.


"Sayang maafin Bunda, ya? Bunda yang salah. Harusnya bunda gak lari, tadi!" Sesalnya sembari memegangi lutut putranya.


"Kamu nggak salah sayang. Itu bukan salah kamu. Tapi aku yang salah. Harusnya aku gak tinggalin Azka tadi," sahut Angga yang tidak tega melihat istrinya menjadi sedih.


"Tapi, kan! Gara-gara aku. Kamu lari, Mas." Dua orang dewasa itu saling menyalahkan dirinya sendiri. Membuat bocah yang berada dipangkuan ayahnya menjadi bingung. Akhirnya, bocah itu mengambil sikap. Agar Ayah dan bundanya tidak bertengkar lagi.


"Ayah, Bunda gak salah. Azka yang gak ati-ati." Azka mengambil tangan ayahnya setelah itu menyatukan ketangan bundanya. Melihat kelakuan anaknya itu, dua orang yang sedang berseteru itu saling tatap. Mereka jadi malu, pada anaknya.


Azka pun tersenyum bahagia saat kedua orangtuanya itu sudah akur kembali. Mungkin, kalau anak itu bisa mengeluh. Dia akan bilang. "Betapa rumitnya jadi orang dewasa."


Merasa belum puas berada di tempat itu. Azka meminta ayahnya untuk mengajak kembali jalan-jalan di area perkebunan. Dia ingin melihat proses penanaman buah kesukaannya itu. Akhirnya Angga hanya bisa mengabulkan permintaan anaknya.


Sekarang mereka sudah ada di dalam mobil dan siap untuk pulang. Tapi Amalia tiba-tiba ingin buang hajat. Jadi, dia meminta izin suaminya untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Kebetulan perkebunan itu ada toiletnya. Di khususkan untuk pengunjung yang ingin ke toilet.


Dengan diantar seorang wanita yang bekerja disana. Amalia masuk kedalam toilet itu. Setelah selesai. Dia keluar dan ingin segera kembali dengan anak dan suaminya. Tapi, di tengah jalan dia di cegah oleh Purnama.


"Pasti kamu jual diri kamu, untuk mendapatkan kak Angga, kan!" seru wanita itu mengejek Amalia. Amalia hanya tersenyum lebar menanggapi wanita itu. Sepertinya kata-katanya tadi tidak membuat wanita itu jera.


"Dasar licik!" Purnama mulai mendorong Amalia, namun tidak sampai terjatuh. Amalia masih diam.


"Sebentar lagi kamu pun akan bernasib sama dengan cewek-cewek Kak Angga lainnya. Setelah puas, kamu akan ditinggal oleh dia. Hahahaha." Wanita itu terus memancing emosi Amalia. Tapi, wanita itu tidak menghiraukan dan memilih untuk pergi dari tempat itu. Tapi tangannya ditarik keras oleh Purnama. Di hadapkannya wajah Amalia ke wajahnya.

__ADS_1


"Kak Angga dulu sangat tergila-gila denganku. Kamu tahu kenapa? Karena aku selalu bisa memuaskannya di ranjang. Dia begitu cool saat bercinta denganku." Kata-kata yang diucapkan wanita itu meruntuhkan pertahanannya. Dia tidak menyangka, kalau wanita di depannya itu pernah berhubungan intim dengan Suaminya.


"Kenapa? Kamu terkejut dengan ucapan ku? Hahahaha. Itu hal yang biasa bagi kak Angga. Aku bukan satu-satunya wanita yang pernah tidur bersamanya. Tapi, puluhan atau bahkan ratusan. Dan kamu, pasti akan di lempar seperti wanita-wanita yang pernah melayaninya."


"Dasar cewek murahan. Sudah tahu dia seperti itu. Kenapa kamu mau tidur dengan dia. Dan saya ingatkan ya sama kamu. Seburuk apapun masalalunya, saya tidak perduli." Amalia melepaskan tangannya kemudian dengan cepat dia meninggalkan wanita itu. Sepertinya, wanita itu memang sengaja membuntuti Amalia.


Tidak bisa dipungkiri. Hati Amalia begitu sakit mengingat kata-kata Purnama tadi. Di tidak pernah tahu, kalau selama ini Angga sering bergonta-ganti dengan teman kencannya. Sungguh dia begitu kecewa dengan suaminya. Kenapa Suaminya tidak pernah cerita padanya.


Saat sudah masuk kedalam mobil. Amalia hanya melirik sekilas suaminya. Dia seperti tersugesti kata-kata mantannya Angga tadi. Tapi, dia juga tidak bisa begitu saja percaya pada wanita itu. Dia harus menanyakan langsung pada suaminya.


"Kamu kenapa sayang. Kok dari tadi cuma diem." Angga bertanya pada istrinya karena sejak kembali dari toilet, wanita itu tak bersuara. Amalia menoleh kebelakang, di lihatnya putranya sudah terlelap. Mungkin kecapekan. Amalia berniat akan bertanya hal itu pada suaminya sekarang.


"Apa kamu menyimpan rahasia, Mas?" tanyanya dengan suara sedikit serak. Bukan tak bisa dipungkiri wanita itu sedih, saat mengetahui masalalu suaminya dari orang lain. Meskipun belum tentu kebenarannya.


"Menyembunyikan apa, sayang?" Angga masih bingung dengan pertanyaan istrinya.


"Ya menyembunyikan sesuatu," jawab Amalia singkat.


"Nggak ada satupun yang aku tutupi dari kamu." Amalia menghela nafasnya kasar. Tampak jelas dari wajahnya, dia tidak puas dengan jawaban suaminya.


"Selain dengan aku. Apa kamu pernah tidur dengan wanita lain?" Angga langsung mengerem mobilnya mendadak. Dia begitu terkejut dengan pertanyaan istrinya.


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2