Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Mengobati Rasa Penasaran Publik


__ADS_3

Hari itu akan menjadi hari yang bersejarah bagi Suri. Bagaimana tidak Sky sang suami mengabulkan permintaan yang di anggapnya konyol. Walaupun ada sedikit perasaan marah karena sudah di bangunan dengan sebegitu tega. Tapi Suri tidak perduli. Sudah bisa keluar istana Tuan Diki sudah menghapus rasa marah itu.


Tapi ada yang lain. Kedatangan dirinya dan Sky di sambut riuh dari para mahasiswa dan mahasiswi yang berkerumun di depan kampus. Bahkan ada begitu banyak manusia bermata kamera menunggu kedatangan Suri dan Sky.


"Apa mereka sudah tau kalau kamu akan masuk kampus?" Suri bergumam bingung. Merasa takjub ketika lautan manusia berkerumun di sana.


Sky yang mendengar itu menarik Suri.


Keduanya masih berada di dalam mobil. Menunggu waktu yang tepat untuk keluar dan masuk ke kelas masing-masing.


Suri menahan napas ketika Sky mendekapnya. Bersandar dan saling tatap.


"Aku ingin mereka melihat siapa Sky Antony Barata. Bukankah kamu pernah mengatakan kalau mereka mengaggap aku ini hanya mitos! Sekarang waktu yang tepat." Sky melirik keluar mobil. Memicingkan mata kearah kerumunan manusia yang seperti zombie!


Para mahasiswa dan mahasiswi, tak ketinggalan lautan wartawan mendapatkan kabar, bahwa sanya Putra kedua Batara akan muncul kehadapan publik yang mana artinya Sky sudah menikah!


Yang satu kelas dengan Suri pasti sudah menebak siapa istri seorang Sky. Sedangkan para mahasiswa dan mahasiswi yang lain terutama wartawan belum mengetahui kabar bahagia itu.


Pernikahan mereka di adakan diam-diam dan tanpa mata kamera. Ingatlah, Tuan Diki tidak ingin menyakiti hati Tristan. Bagaimanapun Sky adalah adik Tristan.


Sekarang, tidak ada lagi main kucing-kucingan. Tidak ada lagi drama untuk bisa masuk ke kampus. Aku sudah mendapatkan kebebasan. Suri christabel Jocelyn kamu sudah membuat aku bebas.


Gumam Batin Sky sembari menatap Suri lekat. Yang juga menatapnya lembut.


"Bisa kita keluar sekarang?"


Sky tersadar. Melepaskan genggaman tangannya yang melilit tubuh Suri.


"Tunggu sebentar lagi." Kata Sky datar. Merapihkan baju setelahnya menghidupkan ponselnya.


Suri sendiri mengendus kesal. Ingin rasanya menuntut permintaan maaf kepada Sky.


Dia bahkan tidak berniat meminta maaf pada ku! Menyebalkan.


Di luar, wartawan dan para murid kampus Barata menunggu dengan sabar. Seperti apa wajah Sky. Apakah seperti yang mereka lihat di kabar berita dan majalah popular.


"Apa benar Tuan Diki yang terhormat itu akan mengizinkan putra kedua muncul ke publik!" Bisik salah satu mahasiswi.


"Dia ke kampus ini? Apa jangan-jangan selama ini putra kedua Batara juga sudah biasa keluar masuk kampus ini!" Mahasiswi yang lain bergumam tak percaya.


"Astaga, aku sudah tidak sabar lagi. Apa dia setampan Pangeran dongeng?" Mahasiswi lain yang genit dan sok cantik berdandan untuk menyambut kedatangan Sky.


"Pemirsa yang di rumah, sebentar lagi kalian akan menyaksikan putra kedua Batara secara langsung." Kata salah satu pembawa berita yang langsung terjun ke lapangan. Perusahaan penyiaran tempatnya bekerja membawa kabar gembira. Meminta sebagaian pencari berita untuk segera meluncur ke Universitas Batara.


Juru bicara keluarga Barata memberi tahu semua media tentang kabar Sky, akan muncul kehadapan publik tepatnya di kampus Barata lokasi mereka saat ini. Berbaur bersama para mahasiswa dan mahasiswi yang juga sama penasarannya.


Dari dalam kampus. Para Dosen dan rektor berdatangan di susul pria bertubuh tegap banyaknya tak terhitung. Ini demi keamanan Sky yang terhormat. Permintaan Tuan Diki selaku sang ayah dan juga Nyonya Rose ibu Sky.


Berdiri di dekat mobil, menjaga lautan wartawan dan para murid yang semakin riuh.


Suri yang sudah siap di posisi merasakan tubuhnya lemas. Dirinya akan keluar di saat lautan manusia menanti kehadiran Sky. Suri tau mereka tidak mungkin menantikan dirinya memang siapa Suri. Sky adalah pusat dari riuhnya kota besar itu. Bahkan sampai trending di berbagai stasiun televisi swasta. Kabar berita dan koneksi masing-masing para pengguna ponsel.


Sky mengangguk kearah sang supir. Memberi aba-aba dirinya siap keluar mobil.


"Santai saja!" Kata Sky sambil menggandeng Suri yang mana terpaku menatap Sky yang luar biasa tampan di siang itu.


Apa mereka akan menerima aku sebagai istrinya! Aku rasa tidak.

__ADS_1


Pintu mobil di buka. Kilat mata kamera berseliweran manakala Sky menampakan batang hidungnya untuk yang pertama kali. Memperlihatkan wajahnya secara langsung kehadapan publik. Berjalan bersama. Bergandengan tangan menerobos lautan wartawan.


"Beri jalan!" Pinta para penjaga. Menjadi perisai untuk Sky dan Suri.


"Menyingkir! Mohon jangan saling dorong!" Penjaga berusaha kuat mengamankan pasangan suami istri itu untuk bisa masuk kedalam kampus.


Teman satu kelas Suri melongo tak percaya. Melihat bagaimana Si gadis berkacamata yang waktu itu mereka tertawa, 'kan kini bersama Sky. Tapi di antara mereka juga hanya menatap datar. Mereka sudah menebak kalau Suri Christabel Jocelyn pasti menjadi istri Sky.


"Ternyata gadis itu terpilih juga!"


"Tidak akan ada yang berubah, aku mendengar Sky tidak pernah pandang bulu. Kalau Suri membuat masalah Sky akan tetap memperlakukannya dengan buruk!"


"Gadis yang malang!"


"Dia hanya tumbal, ingat!"


Teman sekelas Suri berbisik tentangnya, mencibir wajah tersenyum Suri yang seakan bahagia mendapat sorotan kamera.


**


"Sky. Boleh minta waktunya sebentar."


"Tuan Sky, selamat datang."


"Tuan Sky, anda benar-benar tampan."


"Apa gadis ini istri anda?"


"Anda pasti, Nona Suri!"


"Kapan kalian menikah?"


Akhirnya Sky dan Suri dapat melewati para kerumunan. Berjalan bersama tanpa ada lagi orang-orang dan jepret kamera yang menggila.


Suri terpaku tak percaya bagaimana tadi orang-orang yang sama penasaran seperti dirinya berkerumun sebegitu banyak. Ada perasaan bahagia dan takut.


Bahagia karena bisa keluar dari istana megah itu. Takut karena sekarang orang-orang sudah melihat Sky secara langsung di tambah dirinya ada bersama Sky. Tak salah lagi semua orang akan mempertanyakan berbagai macam pertanyaan. Tentangnya! Tentang kepantasannya menjadi istri seorang Sky Antony Barata.


Sky melepaskan genggaman tangannya. Setelahnya berjalan bersama para pengawal dan Beberapa dosen tanpa menghiraukan Suri yang mematung kebingungan.


Dia pergi begitu saja!


Sky tak menoleh, sama sekali tidak menolah. Sky sibuk berjalan bersama para pengawal yang mengelilinginya.


Di lorong kampus Suri menatap sendu kepergian Sky Sang suami.


"Menyebalkan!" Gumam Suri sedikit marah. Setelah Sky menghilang Suri berjalan gontai untuk masuk kedalam kelas yang satu Minggu ini dirinya tinggalkan.


Aku tidak seharusnya memikirkan itu. Ini yang aku mau! Lagipula aku dan dia cuma suami istri yang tidak nyata!


"Itu menurutku saja!" Suri berkata lirih.


"Kau pasti Suri!"


Suara lembut menyapa Suri. Suri menoleh kearah si pemilik suara.


Laki-laki tampan penuh karisma tengah berdiri sembari memasang senyuman manis.

__ADS_1


Spontan Suri tersenyum juga.


Aku baru sadar, ternyata di kampus ini ada begitu banyak pria tampan!


Laki-laki muda itu mendekat. Mengulurkan tangan kearah Suri.


"Aku Daren."


Malu-malu Suri menerima jaba tangan laki-laki berlesung pipi itu.


"Aku Suri."


"Aku sudah tau siapa namamu." Kata Daren.


Suri mengangguk malu. Di kampus Barata semua orang pasti sudah tau dirinya dan namanya.


"Senang berkenalan denganmu." Lanjut Daren. Tersenyum manis menatap Suri.


Suri jelas tersipu malu.


Kenapa terus tersenyum padaku.


"Daren, let's go."


Dari arah depan sosok laki-laki tampan lainnya datang. Menarik Daren sembari menatap Suri sesaat.


"Aku pergi dulu." Teriak Daren.


Suri hanya mengangguk kaku. Setelahnya kembali melangkah dengan senyuman manis.


Sebelum masuk kedalam kelas. Suri berpapasan dengan para mahasiswi yang pasti cantik dan seksi. Tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Tiga orang jumlahnya.


"Aku barusan liat Daren sama Jason. Mereka tampan sama seperti Sky."


Sky, mereka membicarakan Sky. Tunggu, mereka juga membicarakan Daren.


"Aku ingin menjadi pacar mereka. Bukan cuma populer. Mereka juga sahabat Sky. OMG!"


Mata Suri membulat sempurna. Matanya Mengekor kemana ketiga wanita centil itu berjalan.


"Tidak mungkin, Daren yang tadi?"


Sementara Suri sibuk berpikir dan Sky yang bahagia bisa kembali masuk kuliah bersama kedua sahabatnya. Di luar gedung Batara Company para warta meliput sang kepala Perusahaan yang begitu luwes berpidato atau lebih tepatnya. Memberi keterangan. Kata lain Tuan Diki yang terhormat melakukan kontroversi pers. Mempertanggung jawabkan apa yang sudah dikatakannya kemarin malam.


"Saya sebagai seorang ayah merasa khawatir terhadap putra-putra saya. Setelah Saya mengatakan bagaimana keadaan Tristan yang kalian sudah tau kondisinya. Sekarang giliran Sky. Putra kedua saya, menurut saya ini adalah waktu yang tepat baginya berbaur bersama publik. Sky Antony Barata sudah muncul di hadapan kalian semua, sebagai pria tampan yang biasa. Saya ingin kalian memandangnya sama seperti kalian memandang Putra kalian sendiri. Saya katakan kutukan tentangnya sudah hilang. Sekarang Sky sudah menikah." Terang Tuan Diki penuh semangat. Tersenyum ketika mata kamera meliputnya.


"Apa tuan merasa sudah tenang sekarang?" Tanya salah satu wartawan.


Tuan Diki mengangguk. "Jelas sekarang saya merasa senang, tenang dan bahagia."


"Apa tuan Diki percaya kalau istrinya akan membawa pengaruh positif bagi hidup Sky yang tidak bisa di tebak?"


Untuk pertanyaan yang satu itu Tuan Diki merasa tidak nyaman. Buktinya pria lanjut usia itu malah menghindar. Pamit undur diri dan membuat para wartawan bergemuruh. Merasa belum puas dengan apa yang di sampaikan.


Apa Suri bisa membuat Sky berubah.


Tuan Diki berjalan dengan tatapan kosong. Memutar kembali perkataan Sky yang kemarin sore.

__ADS_1


"Sky rasa ini waktunya. Dunia melihat Sky."


__ADS_2