Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)

Pernikahan (Suri Si Gadis Tumbal)
Maafkan Aku Sky


__ADS_3

Nyonya Nena berlari menuruni tangga setelah pelayan memberi kabar kalau Suri datang.


Dengan senyuman merekah Nyonya Nena berteriak dari atas tangga ketika Suri masuk bersama Melodi.


"Sayang!"


Suri dan Melodi menoleh keatas tangga.


"Mama." balas Suri. Ia tersenyum manis sembari membuka kacamata dan masker yang sedari tadi menutupi wajahnya.


Nyonya Nena memeluk Suri erat. Melepas kerinduan yang besar. Padahal satu Minggu yang lalu dirinya bertandang ke Mansion tuan Diki untuk melihat bagaimana kabar putri Kakaknya itu.


"Sayang. Mama sangat merindukan kamu." kata Nyonya Nena penuh semangat. Mengecup kening dan pipi Suri gemas.


Suri malah asik tertawa karena geli dengan perlakuan Nyonya Nena padanya.


Di antara suka cita itu. Ada seseorang yang menatap cemburu keakraban Suri dan Nyonya Nena.


Melodi diam-diam mundur perlahan. Tidak ingin mengganggu.


Wanita itu begitu menyanyi Suri.


Batin Melodi. Dirinya merasa iri dan kesal melihat bagaimana Nyonya Nena begitu menyanyi Suri. Yang dirinya tau wanita yang tengah memeluk Suri adalah adik dari ibu Suri yang asli.


Di tengah-tengah rasa rindu Nyonya Nena. Suri menatap Melodi. Suri sampai melupakan Melodi.


"Ma?"


Pelukan hangat itu Suri akhiri. Nyonya Nena mengerutkan kening karena bingung.


"Kenapa sayang?" tanya Nyonya Nena. Menatap Suri lekat.


"Suri lupa!" Suri berjalan menghampiri Melodi.


"Ini teman Suri, Ma, namanya Melodi."


.


.


Sky mengerang marah manakala Suri sudah meninggalkan rumah sakit sedari tadi. Dokter Kamla yang di temui Sky mengatakan.


"Nona Suri sudah meninggalkan rumah sakit Tuan."


Di dalam mobil Sky terus menghubungi nomor Suri yang lagi-lagi tidak aktif. Marah dan khawatir terus menggelayut di dalam benak Sky.


Untuk memastikan Sky menghubungi orang rumah. Menyangkan apa Suri sudah pulang. Tapi pelayan yang menerima telepon darinya mengatakan.


'Nona Suri belum kembali, Tuan!'


"Argh. Kenapa dia? Kenapa dia pergi begitu saja dengan ponselnya yang tidak bisa di hubungi!" Sky mengerang di dalam mobil.


Terus membawa mobilnya di tengah jalan kota sembari berpikir kemana kiranya sang istri pergi.


Sky memikirkan satu alamat.


"Dia mungkin ke rumah orangtuanya?"


.


.


Jason menepikan mobilnya di sebrang kampus Barata. Lima meter jarak dari mobil Melodi tadi. Di tatapnya semua area tak ada mobil yang menepi.


"Apa dia berbohong! Tapi tidak mungkin!" pikir Jason. Terus mencari sosok Melodi di sekitar tapi nihil tak ada siapapun.


Jason menunggu terus menerus. Sampai satu setengah jam lamanya. Melodi tak kunjung datang.


Dengan wajah cemberut. Jason keluar dari dalam mobil. Ia menatap satu sosok pria berseragam. Tanpa membuang waktu. Jason menyebrang.


Mungkin dia melihat Melodi.


Si penjaga gerbang kampus segera menghampiri Jason membawa paper bag.


"Oh Tuan Jason." Sapa si penjaga sembari membungkuk seperti biasanya.


Jason membuka kacamata dan menatap si penjaga sambil sesekali melirik sekitar kampus.


"Pak. Anda melihat-


"Iya Tuan! Tadi Nona Melodi menitipkan ini untuk anda katanya."


Paper bag lusuh itu di berikan si penjaga kepada Jason yang mana hanya bisa menatapnya datar.


Jason menyungsingkan senyum datar. Tak percaya dengan apa yang sudah di lakukan Melodi.


"Dia tidak bertanggung jawab. Aku memintanya untuk-


Sambil berceloteh tak jelas. Jason menghidupkan ponselnya.


Si penjaga menunduk karena takut. Tak mampu untuk mengangkat kepala.


.


.

__ADS_1


Di ruang keluarga. Suri dan Melodi bercengkrama ringan bersama Nyonya Nena.


Ketiganya berkumpul sambil menikmati cemilan yang di sediakan oleh si pemilik rumah.


Dengan lahap Melodi menyantap buah-buahan di sana.


"Aku belum sarapan!" kata Melodi malu-malu.


Suri dan Nyonya Nena tertawa kecil melihat tingkah lucu Melodi.


"Kamu mau sarapan di sini, sayang?" tanya Nyonya Nena lembut. Sontak Melodi mengangkat kepala menatap Nyonya Nena takjub.


Suri kamu begitu beruntung.


"Tidak, terimakasih." sahut Melodi. Dirinya menyudahi kerakusannya itu.


Ini semua karena si Jason. Aku datang pagi-pagi buta demi dirinya. Tapi


📲


Suara dering dari dalam tas Melodi terdengar.


Melodi segera membuka tasnya dan mengeluarkan ponselnya.


Di tatapnya satu buah Nomor telepon dengan nama. 'Pria Gila.'


Jason! Mau apa lagi dia..


Melodi berdehem.


"Suri aku pamit pulang dulu." kata Melodi sembari beranjak bangun.


"Tante. Terimakasih atas makannya." Melodi segera berlari keluar rumah meninggalkan Suri yang terus berteriak dan mengejar.


"Melodi ada apa? Kenapa buru-buru!" Suri mengekor di belakang tubuh Melodi yang siap masuk kedalam mobil.


Melodi menutup mata. sebelum akhirnya ia berbalik dan tersenyum ceria.


"Aku ada urusan penting yang tidak bisa aku tinggalkan." Melodi masuk kedalam mobil.


"Terimakasih ya. Suri. Nanti aku telepon kamu. Kalau ada apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk datang padaku. Ok?" lanjutnya.


Suri mengangguk pelan.


Mobil di hidupkan. Suri menyingkir.


"Hati-hati Melodi!" teriak Suri di saat mobil Melodi mulai meninggalkan halaman rumah.


Suri melambaikan tangan ke arah mobil Melodi yang sudah pergi.


Tid...tid....


Suara klakson mobil berdentang. Suri berbalik membawa wajah berbunga.


"Melodi-


Katanya tercekat karena itu bukan Melodi atau mobilnya.. Itu mobil putih yang tadi membawanya ke rumah sakit.


"Sky!" ucap Suri tak percaya. Tubuhnya yang sudah rileks kini kembali menegang ketika Sky keluar dari dalam mobil dengan wajah dingin.


Tanpa sadar Suri menyentuh perut ratanya saking gugup. Dirinya kembali sadar kalau ada bayi di dalam rahimnya.


Bayi yang tidak di inginkan!


"Sky! Aku bisa jelasin-


"Kenapa ponsel kamu matikan?" tanya Sky. Dirinya berdiri di hadapan Suri yang ketakutan.


Suri merasakan tubuhnya sedikit damai. Tenyata cuma itu yang di tanyakan Sky padanya. Alih-alih marah karena sudah pergi ke rumah orangtuanya tanpa meminta izin terlebih dahulu.


Suri berusaha tersenyum lebar. Alasan yang akan di berikan sudah di dapat.


"Hp ku mati!"


Sky menghela napas jengah. Lalu ia menyentil kening Suri sampai Suri mengerang.


"Ini akibatnya kalau kamu sudah membuat aku khawatir!"


Suri yang tengah mengusap keningnya yang sakit mendongak menatap Sky yang kini tersenyum kepadanya.


Jantung Suri berdetak kencang. Untuk memastikan Suri menahannya dengan meletakan satu tangan di depan dadanya. Melihat itu Sky menjadi lebih serius. Apa yang di lakukan Suri saat ini adalah Sky yang merasakan getaran ketika jatuh cinta.


Sky menelan ludahnya kasar. Ragu-ragu mulutnya terbuka menyuarakan kalimat.


"I love you."


Suri tersentak mendengar kalimat indah itu.


Bibirnya bergerak tanpa kata atau suara.


Sky menatap bibir bergerak Suri. Seolah memohon agar bibir bergerak itu membalas cintanya.


"Suri? Apa kamu-


Suri mengangguk dengan tatapan kosong. Wajah Sky seakan menyihirnya.

__ADS_1


"A-Aku juga cinta-


Hap...Sky menarik Suri kedalam pelukan.


"Terimakasih. Terimakasih, Suri."


.


Di luar teras Nyonya Nena tersenyum penuh kebahagiaan melihat Suri dan Sky.


"Semoga saja mereka cepat-cepat di beri keturunan. Dengan begitu cinta mereka akan semakin kuat dan keluarga ini juga akan mendapat keuntungan." gumam Nyonya Nena penuh harap.


.


.


Di saat Sky dan Suri bermesraan setelah pengakuan cinta yang kedua kalinya ini di terima.


Jason dengan wajah dingin memperhatikan kedatangan Melodi.


Bersama si penjaga kampus Barata. Jason berdiri.


Melodi berjalan menghampiri Jason tanpa merasa bersalah. Dirinya malah ingin meminta pertanggungjawaban Jason atas keterlambatan dan perutnya yang lapar.


"Anda boleh pergi." titah Jason kepada si penjaga.


Si penjaga mengangguk patuh.


"Kau gadis yang tidak bisa-


"Jangan memakiku! Kamu yang sudah terlambat tapi sekarang marah-marah tidak jelas." Desis Melodi yang tengah berdiri di depan Jason membawa wajah tegas.


Jason bersorak melihat bagaimana Melodi yang berani.


"Lihat ini? Apa ini?" Paper bag di angkat Jason sampai mengenai hidung mancung Melodi.


"Ih." Melodi menghempaskan paper bag karena sudah menyakiti hidungnya.


"Apa ini? Kenapa-


"Apa? Ini baju kamu yang aku pinjam!" Melodi menyerobot ucapan Jason yang belum selesai.


"Tidak sopan! Pokoknya bawakan lagi dengan benar! Tidak bisakah kamu mengembalikan bajuku dengan layak! Paper bag ini kamu dapat dari mana? Jangan katakan ini dari tempat sampah!" Teriak Jason kesal. Paper bag lusuh lagi kucel.


Melodi malah tertawa puas.


Jason mengendus kesal karenanya.


"Kau malah asik tertawa! Perempuan gila."


Hahahaha....


Lagi Melodi Tertawa kencang. Hingga Jason menutup mulut Melodi.


"Diam!"


.


.


Suri membawa Sky masuk kedalam rumah. Di sana Sky di sambut Nyonya Nena.


Ketiganya mengobrol sebentar sampai akhirnya Sky dan Suri berpamitan.


Suri memeluk sang Mama sebelum pergi. Sky sudah menunggu di dalam mobil.


"Ma. Nanti Suri main lagi ya. Suri juga mau liat Mama di rumah sakit."


"Iya sayang. Nanti Mama temani kamu ya."


Suri mengangguk. "Suri pulang ya Ma, salam buat Papa."


.


Di dalam mobil Sky melirik Suri.


Suri asik bersandar sembari menutup mata. Rasanya lelah padahal tidak melakukan apa-apa.


"Bagaimana tadi di rumah sakit? Apa kata Dokter kandungan?"


Mata Suri terbuka lebar. Melirik Sky cepat.


Suri mengingat perkataan Dokter Kamla.


"Aku baik. Tidak ada yang perlu di khawatirkan."


Sky menganggukkan kepalanya. Perlahan Sky menarik tangan Suri. Ia genggam erat sesekali juga mengecupnya.


"Aku percaya dengan Papa. Kamu memang tidak perlu hamil sekarang. Kita masih muda. Aku juga belum lulus kuliah! Kamu pun. Jadi jangan pikirin tentang keturunan. Kita nikmati pernikahan ini."


Tanpa sadar air mata keluar dan Suri segera Mengusapnya.


Suri mengangguk cepat beserta senyuman.


Maafkan aku Sky. Tapi saat ini aku hamil! Apa kamu akan terima anak ini. Setelah apa yang sudah kamu katakan barusan.

__ADS_1


"Mari kita nikmati pernikahan ini dengan baik." Kembali Sky berceloteh tentang indahnya pernikahan yang tengah di rasakan. Tanpa melihat mimik wajah Suri yang kebingungan.


__ADS_2